Hidupnya Anak Haram

Hidupnya Anak Haram
02. Sekolah


__ADS_3

Sampai di meja makan ternyata sepiring nasi goreng sudah tersedia di meja itu. Jika orang pada umumnya sarapan dengan menu ringan seperti roti ataupun makanan ringan lainnya, lain bagi Jojo. Bukan berarti ia tidak suka roti hanya saja ia selalu beranggapan bahwa makanan adalah sumber kekuatannya, itulah menurut Jojo.


Menyelesaikan sarapan dengan waktu cukup cepat adalah suatu kebiasaan Jojo, baginya waktu sudah ia susun serapi mungkin agar bisa menjalankan aktivitas kesehariannya.


"Bi, Jojo berangkat"ucap Jojo dengan suara sedikit berteriak agar Bibi Ami mendengar ucapannya dan ternyata bi Ami yang tengah berjalan menuju meja makan.


"Iya non hati hati"sahut bi Ami.


Melambaikan tangan tanpa melihat bi Ami, yang ada di belakangnya adalah suatu hal yang biasa bagi bi Ami yang hafal akan kelakuan nona mudanya.


Sampai di luar rumah, Jojo menuju garasi yang cukup besar bahkan takkalah besar dengan rumah yang ia tempati. Rumah yang berkawasan sejuk dan dikelilingi banyak tumbuhan hijau membawa ketenangan tersediri bagi Jojo. Rumah yang menjadi salah satu peninggalan sang ibu ia kelolah dengan baik, walaupun ada beberapa bagain harus direnovasi tetapi hal itu tidak mengubah secara keseluruhan pada rumah minimalis bernuansa mewah tersebut.


Sampai di depan garasi kendaraannya, ternyata motor kesayangannya sudah berdiri layaknya seekor kuda yang siap untuk di tunggangi. Didalam garasi yang cukup besar itu terdapat, satu mobil limited edision dan dua mobil mewah keluaran terbaru yang sudah ia modifikasi di bengkel miliknya sendiri, serta terdapat beberapa sepeda motor diantaranya, moge, ninja dan trail.


Mempunyai berbagai macam barang mewah tentunya bukanlah hal yang sulit bagi Jojo karna selain ia memiliki beberapa persen saham di BAS Crop ia juga memiliki beberapa jenis usaha yang menjadi sumber kekayaannya. Uang yang masuk kedalam rekeningnya tiap bulan tentunya memiliki nominal yang tidaklah sedikit.


............


Mengendarai motor ninja kesekolah adalah pemandangan biasa bagi penghuni tempat ia sekolah. Karna jika murid disana di antar maupun mengendarai kendaraan mewah adalah hal yang wajar mengingat sekolah itu adalah tempatnya anak orang kaya bersekolah.


Motor ninja berwarna hitam memasuki pekarangan sekolah elit dengan santai ia memarkirkan motornya di parkiran khusus motor. Melepaskan helem dengan gaya terkesan santai, ia hanya cuek saja melihat tatapan beberapa murid yang menatap kagum padanya.


Berjalan menuju kekelasnya yang berada di lantai tiga, dimana lantai tersebut hanya di khususkan untuk anak kelas tiga saja. Berjalan dengan santai seketika Jojo menghentikan langkahnya mendengat bahwa namanya di panggil oleh seseorang di belakangnya.


"Jojo tunggu"Teriak Rima. Rima ialah salah satu sahabat Jojo selain sahabat, mereka juga satu anggota yaitu anggota black shadow.


"Tumben telat"ucap Jojo sambil melihat jam di pergelangan tangannya.


"Hehe kesiangan"cengir rima santai tanpa dosa.

__ADS_1


Di luar masa tugas Jojo selalu mengatakan bahwa untuk tidak memanggilnya dengan sebutan Queen ataupun nona bahkan itu berlaku bagi semua anggota tanpa terkecuali. Mendengar permintaan Queennya mereka langsung menuruti tanpa banyak bertanya. Jojo melakukan itu agar mereka bisa selalu dekat dan tidak menjaga jarak terlalu jauh. Menanamkan sifat keluarga dalam ke anggotaannya tentunya hal tersebut di sambut baik oleh semuanya.


"Zidan mana?"tanya Jojo yang belum melihat sahabat lelakinya yang takkalah cerewet dengan Rima.


"sepertinya sudah datang"ucap Rima sambil melangkahkan kaki menuju kelas mereka. Mereka bertiga memiliki kelas yang sama walaupun Jojo lebih tua dari mereka dua tahun tetapi itu bukanlah menjadi penghalang komunikasi mereka.


Sampai di kelas ternyata apa yang dikatakan oleh Rima benar bahwa Zidan sudah duduk di kursinya sambil membaca buku.


"Widihh cepat sekali kamu sampai"ucap Rima dengan nada sedikit mengejek Zidan. Mendengar suara yang ia kenali Zidan langsung melihat ke atas karna ia sedari tadi menunduk untuk membaca buku.


"Kalian saja yang datangnya telat"balas zidang dengan suara takkalah mengejek rima.


"Ah masa sih"tanya Rima dengan raut wajah seolah bingung sambil duduk di samping Zidan. sedangkan Jojo duduk dibangku bagian belakang seorang diri.


"Ah masa sih"ulang Zidang dengan suara mirip Rima.


Rima hanya memutar bola malas melihat ejekan temannya yang tepat duduk di sampinya. Jojo melihat tingkah keduanya hanya tatapan biasa ia perlihatkan karna ia sudah sering menonton adegan tersebut bahkan terkadang lebih parah dari hal itu.


Guru yang melihat itu hanya bisa pasrah karna mereka sudah hafal sifat murid mereka yang satu ini. Bahkan zidan dan juga rima terkadang juga melakukan hal yang sama seperti Jojo lakukan.


Mendapat teguran dari kepala sekolah tidak membuat Jojo berubah untuk semangat belajar hanya saja ia lebih rajin berada di dalam kelas walaupun hanya tidur di dalam kelas. Tidur di dalam kelas tentu suatu kebiasaan yang sering ia lakukan tetapi ia tidak pernah tidak bisa mengerjakan soal yang sengaja gurunya berikan, walaupun dalam tingkat kesulitan tinggi sekalipun.


..................


Mendengar suara bel berbunyi dengan cukup nyaring akhirnya sang guru mengakhiri pelajarannya. Murid murid mulai membereskan alat tulisnya begitu juga dengan Rima dan Zidan. Keduanya menoleh kebelakang melihat Jojo masih memejamkan matanya dengan kepala di atas meja belajarnya.


"Hah emang sudah kebiasaan"gerutu Rima melihat Jojo tidur di atas meja.


"Jo, Jojo mau ikut ke kantin gak?"tanya rima sambil menggoyangkan pundak Jojo. Beberapa kali membangunkan Jojo akhirnya yang di bangunkan terbangun juga.

__ADS_1


"Ayo kekantin"ajak rima dengan semangat 45.


Rima tipikal cewek yang cerewet dan juga ia memiliki porsi makan yang cukup banyak begitu juga dengan Jojo. Jika keduanya makan di meja yang sama maka orang akan geleng geleng kepala melihat porsi makan mereka.


............


Dikantin ketiganya duduk di meja pojokan kantin tersebut, taklama muncul seorang murid wanita yang berbeda kelas dengan mereka bertiga yang bernama Anggel Wilson.


"Biar aku yang pesan"ucap rima sambil beranjak berdiri.


"Aku bantu Rim"tawar Anggel sambil ikut berdiri untuk memesan makanan mereka.


"Samain saja"ucap Jojo tanpa basah basih


"Aku juga"sahut zidan.


"Siapp"ucap rima dan anggel serempak. keduanya pergi ke stand makanan yang akan mereka pesan.


Menunggu cukup lama makanan yang cukup sudah mulai tersaji di meja mereka berempat.


Berbagai makan makanan tertata di atas meja seperti, Burger, bakso dan riceBol serta jus jeruk adalah makanan serta minunan tersebut untuk Jojo. Untuk Rima, nasi goreng, bakso, steak serta jus alpukat. Zidan hanya memesan jus jeruk, bakso sama steak. sedangkan anggel yang mesan paling sedikit yaitu jus apel sama steak.


Memakan makanan dengan lahap ke empatnya tidak memperdulikan tatapan orang disekitarnya. Seakan lupa bahwa mereka selalu diperhatikan saat sedang makan. Hal itu di karenakan porsi makan mereka yang tersaji untuk beberapa orang tetapi malah habis di makan mereka sendiri.


"Gilaaa kenyang bangett"seru Rima dengan suara lantang sambil menepuk pelan perutnya.


"Ini yang dinamakan surga dunia"ucapnya lagi sambil terkekeh kecil.


"Dasar rakus"cibir Zidan.

__ADS_1


"Tidak perduli"timpal Rima cuek.


Jojo sebenarnya merasakan kekenyangan sama seperti Rima tetapi ia hanya diam saja sambil membersihkan mulutnya dengan tisu yang sudah tersedia di meja kantin.


__ADS_2