![I Will Avoid The Death Flag [Sudah Terbit]](https://asset.asean.biz.id/i-will-avoid-the-death-flag--sudah-terbit-.webp)
Tubuhku diseret secara kasar oleh dua orang prajurit. Mataku yang kosong tapi tajam menatap seseorang yang duduk di atas tahta.
"Dasar ******, bungkukkan tubuhmu pada Yang Mulia Raja!" seru salah satu prajurit yang menyeretku, sebelum mendorong tubuhku hingga aku berlutut di lantai.
Aku mendengar suara tawa di hadapanku. Dari seorang pria muda, tidak, bajingan gila, yang baru saja naik tahta.
"Jadi ini Tuan Putri dari Kerajaan Matria? Tidak, maksudku mantan Tuan Putri." Tawa lagi dari bajingan gila itu.
Aku tidak membalas, tetapi tatapan tajamku sudah cukup untuk membuat orang lain menggigil, tapi tetap saja bajingan gila itu tertawa keras seolah tidak terpengaruh olehku.
"Kudengar Tuan Putri hidup dengan kemewahan di sekelilingnya." Bajingan gila itu menuruni anak tangga dari tahtanya.
"Kudengar Tuan Putri memiliki selera yang tinggi mengenai segalanya." Tangan bajingan gila itu menarik daguku.
Matanya yang semerah darah menyipit karena perasaan antusias. "Mari kita lihat bagaimana Tuan Putri bertahan hidup di kamar yang kecil dan tidak mewah. Aku sangat ingin melihatmu menderita. Bukankah akan menyenangkan? Bukankah akan menjadi hiburan yang terbaik?"
Bajingan gila itu tertawa lagi, dengan keras, melupakan etiket dasar sebagai anggota keluarga kerajaan. Tapi siapa peduli? Apa yang bajingan gila itu inginkan sekarang adalah melihat penderitaanku.
"Bawa dia," kata bajingan gila, lalu dua orang prajurit mulai menyeretku lagi.
Aku menatap bajingan itu dengan tajam sebelum pintu ruang tahta ditutup.
Tubuhku diseret lagi karena kedua kakiku tidak memiliki cukup tenaga setelah pelarian.
Tatapanku tetap tajam dan kosong. Pelayan yang baru saja melewatiku bergidik takut dan lari.
__ADS_1
Aku kemudian dilemparkan ke sebuah kamar terpencil, sepertinya di ruang bawah tanah.
Pintu jeruji kemudian ditutup dan dua prajurit meninggalkanku.
Aku menghela napas lega.
Selesai. Yey! Tidak usah pura-pura lagi.
Berpura-pura menatap tajam bajingan gila itu sangat melelahkan. Apalagi berpura-pura menjadi korban dari Kerajaan Matria yang sudah jatuh karena aku sama sekali tidak merasa bahwa aku adalah korban.
Aku menghela napas, lalu merebahkan tubuhku di ranjang kecil.
Setelah membuka mata, aku berada di dalam kereta lusuh yang sedang bergerak, ditambah mata prajurit menatapku dengan tajam seolah mengawasi. Di sanalah aku menyadari bahwa aku menjadi tawanan perang setelah prajurit itu mengatakan omong kosong mengenai Matria dan Asher.
Namun, sial sekali hidupku. Aku baru saja membuka mata di dunia lain dan langsung menjadi tawanan? Kenapa harus tawanan?! Kenapa tidak menjadi yang lain? Menjadi nona bangsawan yang kaya dan bisa bermalasan di kasur tanpa harus bekerja, misalnya.
"Haaahhh. Hidupku yang tidak beruntung." Aku berguling, memejamkan mata karena kepalaku pusing.
Aku adalah wanita kantoran usia 25 yang tidak beruntung setelah diperbudak perusahaan, lalu aku masuk ke dalam novel yang baru saja kubaca sebelum tidur.
Novel itu berjudul [Luka Serethy]. Isinya sangat menakjubkan hingga aku melemparkan novel itu keluar jendela.
Raja dari Kerajaan Asher baru saja dinobatkan (bajingan gila tadi) karena berhasil menjatuhkan Kerajaan Matria, yaitu tempat asal dari tubuh mantan Tuan Putri ini.
Isi novel menceritakan kisah Raja Asher, Serethy, dan tunangan Raja Asher sendiri. Oke, katakan saja bajingan gila A dan wanita gila A.
__ADS_1
Karena mereka benar-benar gila!
Bajingan gila A memiliki obsesi padaku, maksudku pada Serethy, yang memiliki wajah cantik. Namun, obsesi itu dilampiaskan pada Serethy dengan cara yang salah.
Bajingan gila itu menyakiti Serethy dan menyiksanya hingga akhirnya dia mati mengenaskan.
Sebelum Serethy mati, wanita gila A memiliki peran yang banyak di dalam novel. Misalnya, menyiksa Serethy. Iya, benar. Menyiksa.
Serethy yang dipanggil ke kamar bajingan gila A untuk disiksa secara fisik akan mendapatkan kecemburuan buta dari wanita gila A. Hal ini membuat Serethy mendapat dua siksaan dalam satu waktu.
Bahkan wanita gila itu melihat Serethy dicambuk sambil minum anggur! Gila!
Keseluruhan isi novel hanya menceritakan Serethy, Tuan Putri dari Kerajaan Matria yang jatuh, disiksa oleh dua orang gila. Hingga Serethy mati mengenaskan, lalu novelnya tamat.
Aku lalu melempar novel itu keluar jendela hingga kaca jendela kamarku pecah.
Tentu saja masa lalu bajingan gila yang menjadi alasan obsesinya pada Serethy sangatlah menarik. Tapi tetap saja, jika aku adalah Serethy Matria sekarang, maka aku akan disiksa seperti alur novel? Ditambah wanita gila A juga akan ikut menyiksaku? Lalu aku akan berakhir mati secara mengenaskan?
Sebenarnya novel sampah macam apa yang aku masuki?!
...***...
Halo, aku Luna, jadi panggil aku seperti itu, ya. Ini adalah kali pertama aku nulis di NovelToon. sebelumnya, aku penulis WP tapi sedang mencari suasana baru.
mohon dukungannya terus ya ❤️
__ADS_1