I Will Avoid The Death Flag [Sudah Terbit]

I Will Avoid The Death Flag [Sudah Terbit]
6. Rumor


__ADS_3

"Tuan Putri, tolong jangan menjauh dari saya," kata Sir Derick padaku.


Aku hanya tersenyum kaku. Tapi Sir Derick terlalu dekat denganku, tuh? Tubuh kami sampai bersentuhan beberapa kali ketika kami melangkah.


Aku tahu kalau dia khawatir padaku karena kami berada di ibu kota untuk pertama kalinya. Itu karena Viten yang menyuruhku ke ibu kota, untuk senang-senang katanya.


Dan aku merasa tidak memiliki masalah dengan ini dan menerima tawaran Viten untuk ke ibu kota.


Viten hanya menyuruhku pergi dengan Sir Derick yang antusias mengajakku, tapi menjagaku dengan berlebihan.


Aku dan Sir Derick mengenakan jubah polos tapi terbuat dari sutra mahal. Bahannya juga sangat ringan dan jatuh, membuatku leluasa bergerak tanpa harus kesulitan.


"Kupikir Yang Mulia hanya ingin aku mengetahui rumor mengenai diriku sendiri di ibu kota," gumamku.


"Benarkah, Tuan Putri? Anda sangat cerdas bisa menyadari hal ini," balas Sir Derick dengan senyuman malaikat.


Hei, bukankah semua orang juga bisa menyadari hal ini? Apa Sir Derick berpura-pura atau bagaimana?


Yah, terserah. Yang penting dia tidak menyiksaku.


"Sir Derick, tolong jangan memanggilku


Tuan Putri di sini, bukankah akan membuat orang lain curiga?" kataku.


"Ah, benar. Saya sangat lalai, maafkan saya, um ...." Sir Derick menatapku dengan pandangan polos khas malaikat.


Ya ampun, jangan begitu, Sir Derick. Aku bisa mimisan kapan saja atas kombo ketampanan dan kemanisan ini!


"Panggil Ethy saja, Sir Derick," kataku, melayangkan senyuman.


Sir Derick tampak bahagia setelah menerima senyumanku. "Baik, Ethy."


Ya ampun, aku seolah bisa melihat telinga dan ekor anjing yang bergoyang-goyang di dalam diri Sir Derick.


"Jadi, kita harus mencari informasi dan rumor-rumor tersebut," kataku. Sir Derick menatapku dengan pesona malaikat. "Um, ahem, jadi kupikir informasi dan rumor-rumor seperti itu biasanya tersebar dari bar atau penginapan, bukan?"


"Itu benar. Sudah saya duga, Ethy sangat pintar."


"Itu bukan apa-apa, Sir Derick. Jadi, kupikir akan bagus untuk mengunjungi bar dan mendengarkan rumor."


"Derick," kata Sir Derick.


Aku mengerjap. "Ya?"


"Panggil saya Derick saja, Ethy. Ini di luar, bukan? Jadi memanggilku dengan Sir akan menarik perhatian yang tidak perlu."


Dia benar. "Baik, aku akan memanggilmu Derick. Itu tidak apa-apa, kan?"


"Itu baik-baik saja, Ethy."


He strangely seems enthusiastic.


Aku mengernyit heran tapi memutuskan untuk mengabaikannya.


"Kalau begitu, di mana bar terdekat, Derick?"


"Kalau bar terdekat ada ...." Sir Derick menatapku, aku memiringkan kepala sedikit. Kenapa?


"Ethy, kamu berusia lebih dari 17 tahun?"


Oh? Benar. Mengunjungi bar juga memiliki usia minimal, kan?


Well, usia asliku adalah 25, tapi mengingat Serethy .... Di novel tentu dijelaskan mengenai Serethy, tapi kupikir usianya sembilan belas tahun? Aku tidak yakin.


"Usiaku sembilan belas tahun."


Derick lalu tersenyum. "Baik, kalau begitu ada bar yang tidak jauh dari sini."


Kami lalu berjalan berdampingan menuju bar yang dikatakan oleh Sir Derick.


Kami memasuki bar dan mengambil tempat di meja bar, lalu duduk bersisian.

__ADS_1


Bartender menerima pesanan kami dan meminta kami untuk menunggu. Beberapa saat kemudian, dua gelas bir berada di hadapan kami.


"Hei, kau sudah dengar Tuan Putri baru itu?"


Aku menajamkan indra pendengaranku. Beruntung sekali, baru saja tiba di bar sudah akan mendapatkan informasi dari rumor yang tersebar.


"Aku dengar, tentu saja seluruh Kerajaan Asher tahu," balas pria paruh baya sambil meneguk birnya.


"Dia tawanan perang itu, kan? Apa yang dipikirkan Yang Mulia? Menjadikan tawanan perang sebagai Tuan Putri?"


"Ha! Dia cuma wanita yang sangat beruntung. Dari awal juga, dia adalah wanita yang beruntung. Kekayaan, martabat, kehormatan, kekuasaan. Dia sudah dapat segalanya. Lalu Tuhan membuatnya jatuh sekali, tapi ternyata keberuntungannya sangat super." Meneguk birnya lagi, pria itu cegukan. "Dia jadi Tuan Putri lagi. Hahaha! Dia semakin mendapat kekuasaan!"


"Kau benar. Dia sangat beruntung."


"Dewi Keberuntungan menyertai orang-orang seperti itu, ha! Kenapa Dewi Keberuntungan tidak pernah melihat pada kami, rakyat biasa? Bukankah kami yang lebih memerlukan berkat Dewi?"


"Kau benar. Aku berharap Tuan Putri itu celaka saja."


Aku mengernyit.


"Tolong jangan dengarkan lagi, Ethy," kata Sir Derick padaku.


Aku hanya tersenyum kecil. "Tidak apa-apa, Derick. Opini rakyat Asher juga penting."


"Tapi Anda tidak perlu mendengar omong kosong seperti itu."


Aku menggeleng. "Itu bukan omong kosong. Dia mengatakan kebenaran. Aku hanyalah perempuan yang beruntung."


Sir Derick tampak kecewa, tetapi tidak melakukan apa pun lagi.


"Dan bukankah ayah dan kakak Tuan Putri baru itu masih dalam pelarian?" Pria baruh baya meminum birnya lagi setelah mengucapkan kalimatnya.


"Karena kau mengatakannya, aku baru sadar. Dan kau benar. Mantan raja dan mantan putra mahkota itu dalam pelarian. Mereka juga ada di dalam daftar buronan, kan? Mengatakan bahwa kita akan mendapat lima juta ash hanya dengan membawa satu kepala."


"Mereka sangat pandai bersembunyi! Kuharap aku bertemu salah satu dari mereka dan membawanya ke Yang Mulia."


"Kau benar. Lima juta ash! Kupikir itu hanya ada di mimpiku."


"Ethy, bagaimana dengan pergi dari sini?" tanya Sir Derick, dia tampak tidak nyaman. Mungkin karena rumor hanya mengatakan hal-hal yang buruk terhadapku. Itu manis, Sir Derick. Kamu berusaha untuk menjaga perasaanku, kan? Seperti yang diharapkan dari Malaikat Jatuh!


Sir Derick tampak ragu, tetapi memutuskan untuk menunggu.


Kalau dipikir-pikir, ayah dan kakak laki-laki Serethy ada dalam pelarian dan menjadi buronan. Awalnya, Serethy juga dalam pelarian bersama ayah dan kakaknya, hanya saja Serethy terpisah di tengah jalan dan dia langsung ditangkap prajurit Asher.


Di dalam novel, tidak diceritakan mengenai ayah dan kakak laki-laki Serethy kecuali mereka sedang dalam pelarian.


Serethy memang sewaktu-waktu mencoba untuk meminta Viten mencari mereka, tapi Viten malah menyiksa Serethy. Bajingan gila itu.


Aku penasaran apa aku bisa bertemu dengan mereka karena alur novel sudah berubah?


"Hah, iya, iya, pembuat onar di keluarga Marquis itu!"


"Usianya akan dua puluh dalam beberapa bulan tapi dia berulah lagi di alun-alun kemarin, kan?"


"Kalau tidak salah, dia membakar satu kios?"


"Hahaha! Pembuat onar yang sangat menyebalkan. Kalau aku menjadi pemilik kios, aku akan meminta akomodasi lima kali lipat pada Marquis!"


"Benar. Sedikit rampas uang mereka daripada menggunakan uang dengan hal-hal mewah yang tidak perlu."


Rasanya aku tahu siapa pembuat onar itu setelah mendengar kata 'Marquis'.


Dia pria keras kepala dan alkoholik. Dia pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, kalau tidak mabuk, harus dipertanyakan identitasnya.


Aku tahu karena dia adalah salah satu mantan teman baik Viten.


Tidak diceritakan kenapa mereka menjadi mantan teman baik dalam novel, tapi pembuat onar itu pernah menyiksa Serethy sekali.


Itu di pesta perjamuan yang digelar dalam istana.


Saat itu, Serethy datang ke pesta perjamuan atas perintah Viten. Sayangnya, di tengah jalan, Serethy bertemu dengan si pembuat onar di taman istana dan tidak sengaja menabrak si pembuat onar.

__ADS_1


Pembuat onar itu sedang dalam keadaan mabuk dan marah karena melihat wajah Viten di ballroom sebelumnya. Dengan kesadaran di ambang batas, Serethy dipukuli dan akhirnya ditenggelamkan di kolam ikan.


Benar-benar bajingan gila setelah Viten.


Untungnya, Serethy selamat.


"Wah, aku sangat tidak ingin bertemu dengan si pembuat onar ini," kataku pada Sir Derick.


"Anda benar. Mendengarnya saja membuat saya kesal."


"Iya, benar. Dia sangat kurang ajar."


"Tidak apa-apa, Ethy. Saya akan melindungi Anda jika Anda tidak sengaja berpapasan dengannya."


"Terima kasih, Derick," kataku. "Omong-omong, kamu bangsawan, bukan?"


Aku sudah tahu jawabannya, tapi aku ingin mendengarkannya langsung dari Sir Derick. Katakan saja kalau aku ingin mengobrol lebih jauh dengannya.


"Itu benar. Saya dari keluarga Count Cliterion. Bangsawan dari wilayah selatan Kerajaan Asher."


"Itu ... cukup jauh?"


"Benar, Ethy. Kami berada di perbatasan dengan kerajaan lain. Keluarga kami hanya berfokus pada administrasi, tapi hanya saya yang berminat untuk menjadi ksatria. Itulah alasan saya datang ke ibu kota."


"Dan kamu menjadi ksatria sekarang."


Derick tersenyum. "Benar."


"Kupikir kamu sangat hebat. Menjadi satu-satunya ksatria di dalam keluarga dan meraih puncak dengan usaha sendiri. Itu sangat menakjubkan. Tentu itu karena membutuhkan banyak usaha yang tidak mudah di dalamnya."


Sir Derick menatapku dengan sorot terkejut, lalu rona merah dengan cepat menyebar di pipi dan telinganya yang tidak tertutup jubah.


"Derick?"


Derick mengangkat gelas bir lalu meneguknya pelan. "Tidak apa-apa, Ethy. Terima kasih atas pujian Anda."


Aku ingin balas tersenyum sebelum pintu bar dibuka dengan keras.


Seluruh pengunjung di bar tersentak, sementara pria yang berada di kisaran usia dua puluh hanya memasuki bar dengan santai, senyum meremehkan juga ada di bibirnya.


Lalu entah kenapa, dia duduk di samping kami berdua.


"I-Itu Tuan Muda!"


"Tuan Muda pembuat onar!"


"Lari!"


Hampir seluruh pengunjung panik dan buru-buru meninggalkan bar. Bahkan dua orang pria paruh baya yang kami dengarkan percakapannya pun sudah lari lebih dulu.


"Hei, bawakan anggur yang paling mahal!" kata pria yang duduk di sampingku.


"Derick," bisikku pada Sir Derick.


Sir Derick mengangguk lalu mengeluarkan kantong uang di saku jubahnya, kemudian mengeluarkan koin perak.


Bartender menerima uang kami dengan gugup.


Aku dan Derick berdiri dari kursi kami dan bersiap untuk pergi dari bar.


"Tunggu."


Sebelum "Tuan Muda Pembuat Onar" itu mencekal tanganku.


Sir Derick langsung maju dan berusaha melepaskan cekalan tangan pria itu.


Pria itu menepis tangan Sir Derick dan melepaskanku secara bersamaan.


Sebagai gantinya, tangannya mencengkram daguku dan memaksaku untuk mendongak.


"Ho. Violet, mata violet dan rambut merah muda," bisiknya padaku. "Tuan Putri Asher yang baru."

__ADS_1


...***...


Halo, pembaca yang baik! Bagaimana hari kalian berjalan hari ini? Semoga novel ini membuat hari kalian makin baik (づ。◕‿‿◕。)づ


__ADS_2