![I Will Avoid The Death Flag [Sudah Terbit]](https://asset.asean.biz.id/i-will-avoid-the-death-flag--sudah-terbit-.webp)
Hari pertamaku di Nebula berlalu dengan cepat.
Tubuhku di sini hanyalah jiwa, jadi aku tidak perlu makan atau minum. Setidaknya aku bisa tidur untuk mengistirahatkan mentalku.
Dan sekarang, aku berada di perpustakaan Kastil Matahari. Sebagai wanita yang cinta mati pada buku, aku merasa bahwa diriku sedang berada di dalam surga duniawi.
Perpustakaan di sini besarnya bukan main-main. Bayangkan saja memiliki tiga lantai yang seluas lapangan sepak bola di stadion, alias ini sangat besar.
Jadi, ketika aku tidak bersama dengan Angelina, aku mampir ke sini untuk membaca buku. Bahasa yang digunakan dalam buku ini adalah bahasa Kerajaan Asher, sehingga aku bisa membacanya tanpa hambatan.
Namun, rupanya aku malah melewatkan janji minum teh dengan Angelina karena aku tidak menyadarinya akibat asik membaca. Oleh karena itu, di sinilah aku, di dalam perpustakaan bersama Angelina dengan secangkir teh harum di depanku dan berbagai kue kering.
Kami seharusnya minum teh di balkon, tetapi karena aku yang lupa waktu, kami malah menggelar aktivitas ini di dalam perpustakaan.
"Jadi, Serethy. Hal apa lagi yang ingin kamu tanyakan?" tanya Angelina dengan senyuman tenangnya yang biasa. Angelina mengangkat cangkir teh dengan gerakan yang sangat agung, itu menakjubkan sehingga aku merasakan getaran di kulitku.
"Ah, ya, saya punya beberapa pertanyaan."
"Katakan itu."
"Cahaya itu."
"Cahaya yang keluar dari tubuhmu?"
"Ya, Dewi. Sebenarnya cahaya apa itu?"
"Itu adalah kekuatan suci, Serethy. Kekuatan suci yang hanya dimiliki oleh saint dan saintess. Artinya, kamu merupakan salah satu dari sedikitnya saintess. Dan saintess itu sendiri merupakan orang yang dipilih olehku secara khusus."
"Saya memiliki kekuatan seperti itu? Tapi saya bahkan tidak menyadarinya sama sekali."
"Itu normal. Karena bahkan Serethy yang asli saja tidak mengetahui kekuatan dan potensinya sendiri."
Aku mengangguk kecil, tetapi tidak bisa menyembunyikan keterkejutanku. Bahkan di dalam novel [Luka Serethy], sama sekali tidak disebutkan perihal saintess atau kekuatan suci. Di sepanjang lembaran novel, hanya ada penyiksaan fisik dan mental yang terjadi secara bertubi-tubi. Seharusnya Serethy yang asli merasa aneh mengapa dia bisa terus-menerus disiksa tanpa mati. Tentu saja itu karena kekuatan sucinya yang menyembuhkan setiap luka yang diderita Serethy, membuat tubuhnya kembali seperti sedia kala.
Namun, Serethy tidak mampu memikirkan alasannya karena terlalu lelah dianiaya secara fisik dan mental. Jadi, hal yang normal untuk memikirkan apakah besok Serethy masih akan tetap hidup atau tidak, dibandingkan kekuatan suci yang bahkan tidak diketahui asalnya.
"Bagaimana bisa Serethy menjadi saintess, Dewi?" tanyaku dengan hati-hati.
"Sebelumnya, kamu harus tahu siapa ibu Serethy sebenarnya."
Ah, aku sama sekali tidak tahu itu. Meski telah menamatkan cerita di novel, isinya jelas-jelas cuma penyiksaan yang mengarah pada usia dua puluh tahun ke atas, sama sekali tidak ada informasi mengenai orang tua Serethy. Bahkan fakta bahwa ayah dan kakak Serethy yang sedang dalam pencarian tidak pernah disebutkan. Mereka seolah menghilang tanpa jejak.
Yah, novel ini hanyalah novel yang diperuntukkan untuk para psikopat dan aku malah membacanya.
"Siapa dia, Dewi?"
"Baiklah, mungkin kisah ini akan sedikit panjang."
Aku tidak keberatan. Justru tujuanku tinggal di Kastil Matahari adalah untuk mengetahui setiap seluk-beluk informasi yang tidak pernah aku ketahui lewat novel. Ini adalah bekal yang sempurna untukku bertahan hidup di dunia yang dipenuhi oleh para psikopat.
"Wanita itu memiliki rambut merah muda sepertimu. Indah. Dia adalah wanita yang terus diagungkan keberadaannya. Bukan hanya karena dia merupakan seorang saintess, tetapi pula karena kecantikan fisiknya."
Aku jadi bisa tahu dari mana kecantikan Serethy berasal. Jujur bagiku bahwa kecantikan Serethy berada di luar nalar. Aku bisa saja iri pada Serethy jika aku belum menjadi Serethy sebelumnya.
"Sifatnya juga sangatlah baik dan ramah. Selene menggunakan kekuatan sucinya untuk orang-orang yang membutuhkannya dan menggunakan kekuatan sucinya dengan sebaik-baiknya. Dia memiliki kepribadian yang digemari oleh seluruh orang. Bahkan Raja dari Kerajaan Matria mengasihi Selene."
Selene Bellacrice adalah putri tunggal dari keluarga Baron Bellacrice, keluarga bangsawan di Kerajaan Matria. Ibu Serethy adalah satu-satunya harapan Matria dan Bellacrice sebagai seseorang yang dipilih oleh Dewa Matahari sebagai saintess.
Hal ini pulalah yang membuat Selene, yang notabene hanya putri Baron, bisa menikahi seorang raja dan menjadi queen consort. Akan tetapi, setelah menikah dengan Raja Matria, Selene malah terlibat dalam banyak skandal.
Pertama, Selene terlibat dalam perselingkuhan dengan sepupu Raja. Bahkan Raja Matria sempat menuduh Selene telah melakukan dosa bersama dengan sepupu Raja. Hingga pada akhirnya, sepupu Raja dipenggal mati. Sementara itu, kehidupan Selene tidak jauh berbeda dari nasib buruk sepupu Raja.
Selene adalah seorang saintess, tetapi karena skandal tersebut, dia diperlakukan sebagai seorang pendosa hebat. Sehingga Selene mendapatkan gelar baru, yaitu saintess terkutuk.
__ADS_1
Ironi bagaimana ribuan kebaikan tenggelam di dasar lautan hanya karena satu kesalahan setetes tinta.
Selene mulai dilecehkan secara verbal di istana, harga dirinya sebagai queen consort menjadi sia-sia, kebaikan Selene disisihkan. Para bangsawan, pelayan, dan staf istana mulai mengabaikan kebaikan Selene.
Hingga tiba di satu masa, Selene mengandung.
Raja Matria begitu murka karena mengira bahwa anak yang dikandung oleh Selene adalah anak haramnya bersama sepupu Raja.
Raja Matria mulai mencampakkan Selene dengan keji dan menganggap Selene sebagai saintess terkutuk. Katanya, bagaimana mungkin kebaikan raja untuk menikahi seorang putri Baron yang tidak memiliki apa-apa, dibalas dengan skandal perselingkuhan dan mengandung anak haram.
Tepat di usia kandungan Selene yang kesembilan, Serethy terlahir. Wajahnya mirip dengan Selene, replika sempurna Selene tanpa kemiripan raja walau secuil. Sehingga seluruh orang akhirnya meyakini bahwa Serethy adalah anak haram dari Selene dan sepupu Raja.
Selene hidup selama satu tahun sebelum meninggal karena diracuni.
"Dewi, apa benar bahwa Serethy adalah anak Ibu Selene dan sepupu Raja?" tanyaku.
"Bagaimana jika aku mengatakan ini, Serethy. Bahwa skandal perselingkuhan hanyalah sebuah taktik seorang nona muda bangsawan?"
"Jadi Ibu Selene difitnah?"
Aku mengerutkan dahiku tanpa impresi. Brengsek.
"Itu benar. Selene sama sekali tidak bersalah. Seorang nona muda bangsawan, yang cemburu buta akhirnya memfitnah Selene yang berselingkuh dengan sepupu Raja. Namun, kebenaran itu tidak pernah muncul ke daratan, justru makin banyak kebohongan dilebih-lebihkan yang tertuju pada Selene."
Aku marah.
Entah mengapa, aku merasa sangat marah.
Mungkin karena tubuh ini adalah Serethy atau karena aku adalah pemilik tubuh Serethy sekarang.
Secara biologis, Selene adalah ibuku. Putri mana yang tidak akan marah pada skandal omong kosong mengenai ibunya sendiri?
"Siapa nona bangsawan itu, Dewi?" Aku mengepalkan tanganku erat, saking eratnya, aku merasakan perih di telapak tanganku. "Aku bersumpah akan membunuhnya untuk membalaskan dendam Ibu Selene."
"Kamu tidak perlu khawatir, Serethy. Nona muda itu sudah mati ketika peperangan Asher-Matria terjadi. Seluruh keluarganya terbantai, jadi kamu tidak perlu melakukan apa pun untuk membalaskan dendam Selene."
Angelina mengangkat cangkir tehnya, lalu menyesapnya dengan lembut.
"Tapi, Dewi! Saya marah!"
Angeline bisa melihat sorot kemurkaan di dalam manik violetku. Ototku menegang, detak jantungku bertalu-talu, serta perasaan bertubi-tubi di dalam diriku menguasai.
"Serethy, dendam bukan satu-satunya jalan, Sayang."
"Tapi—"
"Jika kamu marah, kamu tidak perlu membalaskan dendam Selene."
"Lalu apa yang harus saya lakukan?"
"Selesaikan masalahmu sendiri."
Masalahku?
Seolah mengetahui keherananku, Angelina melanjutkan, "Clare Cyrill, dia adalah masalahmu."
Ah, Clare. Dia memang wanita gila yang turut ikut andil dalam penyiksaan Serethy di dalam novel. Tidak heran kalau dia adalah masalahku.
"Kamu harus tahu bahwa Clare telah memalsukan firmanku, Serethy."
"Apa maksud Anda, Dewi?"
Aku menenangkan diriku dari amarah yang membara dan mulai memberikan atensi penuh terhadap Angelina.
__ADS_1
"Dari awal pun, Clare tidak pernah menjadi kandidat ratu. Satu-satunya yang akan menjadi ratu di masa depan adalah kamu, Serethy seorang. Clare telah memalsukan firmanku dan bahkan membuat skenario untuk tiga bagian kompetisi yang harus dilaksanakan oleh kalian berdua."
Aku cukup terkejut ketika mengetahui kebenaran bahwa Clare hanya membual mengenai kompetisi untuk menjadi ratu Asher.
Apa dia benar-benar ingin jadi ratu sebegitunya? Hingga memalsukan firman Angelina?
"Clare menyogok pendeta miskin untuk memalsukan firmanku. Tentu saja harga yang dibayar pada pendeta itu sangat menggairahkan sehingga aku tidak heran jika pendeta itu mampu membohongiku."
Aku tiba-tiba mendengar suara kilat dan guntur di luar ruangan.
"Memanfaatkan orang yang lemah. Memalsukan firmanku. Mempermainkan perasaan. Dan memiliki keinginan untuk membunuhmu, Serethy. Itu adalah sedikit dari kesalahan Clare di dalam hidupnya. Seharusnya, definisi wanita terkutuk bukanlah Selene, melainkan Clare."
Aku meneguk ludah. Angelina marah. Meski di wajahnya masih tertera sorot ketenangan, kondisi di luar kastil tidak berkata demikian. Guntur dan gemuruh bersautan, membuat kulitku terasa merinding dan takut.
Aku tidak membalas perkataan Angelina. Aku setidaknya harus menunggu Angelina meredakan amarahnya terlebih dahulu.
"Baik, Serethy." Setelah beberapa saat, Angelina melebarkan senyuman. "Jadi, setelah kamu kembali ke Bumi, mungkin ada beberapa hal yang harus kamu sampaikan pada rakyat Asher."
"Dan apa itu, Dewi?"
Tiba-tiba, cahaya emas yang lembut muncul di telapak tangan Angelina. Cahaya itu kemudian berubah menjadi gulungan emas yang gemerlapan.
Gulungan emas itu melayang di udara sembari mengguratkan tinta untuk memenuhi setiap sudut kertas.
"Ini adalah bukti bahwa Clare telah memalsukan dirinya sebagai kandidat ratu kedua. Pada awalnya pun, tidak ada yang namanya kandidat ratu kedua. Setelah kamu bangun, kamu bisa memunculkan ini kapan saja jika kamu memikirkannya. Untuk menjamin keasliannya, panggil Kardinal."
"Ah, baik." Aku menerima gulungan emas Angelina dan secara spontan, gulungan itu menghilang di telapak tanganku. Aku lalu memberikan imaji gulungan kertas ini di telapak tanganku dan plop, itu kembali muncul.
Ini praktis.
Aku lalu merasakan kejanggalan dalam kalimat Angelina sebelumnya. Aku memberikan atensi penuh pada Angelina.
"Tunggu, Dewi. Jika dari awal tidak ada kandidat ratu kedua, maka hanya saya saja?"
Aku merasa bahwa senyuman Angelina yang melebar membawa petaka pada kehidupanku seterusnya.
"Itu benar. Kamu ditakdirkan menjadi ratu Asher."
Aku merasa panik. Aku tidak bohong. Aku panik.
Menjadi ratu apanya? Ratu adalah penguasa kedua setelah raja. Itu artinya, aku akan memerintah suatu kerajaan. Di mana untuk mengurus diri sendiri saja aku masih tetap kewalahan, tetapi tiba-tiba ada beban besar di atas pundakku yang mungil?
Aku harap ini hanya candaan.
"Itu karena Serethy yang asli meminta kesempatan. Serethy yang asli meminta padaku agar dia bisa menggantikan posisi ibunya yang menderita. Serethy yang asli adalah hamba yang taat, jadi aku tidak memiliki alasan untuk tidak mengabulkan doanya."
"Akan tetapi, Dewi, Serethy aslilah yang memintanya, bukan saya. Mengapa saya yang harus mendapatkan getah dari segala perbuatannya?"
"Kamu meminta kesempatan, Sayang. Ini adalah pintu gerbang untuk kesempatan yang baru. Bagaimana mungkin kamu mau melewatkan kesempatan itu?"
Aku sangat ingin mengeluarkan unek-unek di depan Dewi Matahari bahwa aku sama sekali tidak akan bisa membuat Kerajaan Asher makmur dan damai seperti dalam ramalannya.
Mengurus negara bukanlah pekerjaan main-main. Itu adalah tanggung jawab yang besar di mana aku harus menyerahkan jiwa dan ragaku hanya kepada Asher. Itu tanggung jawab yang tidak bisa kupikul.
"Saya tidak akan mampu melakukannya, Dewi."
Angelina menggeleng perlahan. "Kamu tidak tahu jika itu belum terjadi. Tidak ada yang salah dengan mencoba."
"Saya tidak pernah mendapatkan pendidikan untuk menjadi seorang ratu. Clare lebih baik. Dia sudah belajar untuk menjadi ratu bahkan ketika dia masih kecil. Dia memiliki lebih banyak bekal untuk menjadi penguasa daripada aku."
"Aku hanya melihat bahwa kamu sedang lari dari masalahmu, ya, Serethy?" Manik emas Angelina menatapku. "Siapa yang sebelumnya mengatakan bahwa dia akan berjanji untuk tidak lari lagi dalam masalahnya jika ada kehidupan selanjutnya?"
Aku lagi-lagi tersentak. Itu adalah kalimatku sebelum aku menelan obat tidur dalam dosis tinggi.
__ADS_1
"Serethy." Angelina mendekatkan tubuhnya padaku, meletakkan kedua tangannya di atas meja, lalu tersenyum lembut. "Jadilah ratu."