![I Will Avoid The Death Flag [Sudah Terbit]](https://asset.asean.biz.id/i-will-avoid-the-death-flag--sudah-terbit-.webp)
Ketika membuka mataku, aku melihat plafon putih dari kamar mewah.
Ah, aku ada di kamarku tadi pagi ketika pelayan membawaku untuk mendandaniku.
Aku mendesis, si Medusa itu benar-benar tidak ada ampun. Dia serius ingin melukaiku.
"Oh, sudah bangun?"
Aku tersentak, lalu melihat Viten duduk di kursi yang ada di samping ranjang.
"Apa yang Anda lakukan di sini?" tanyaku dengan poker face.
Viten tertawa. "Aku menjengukmu karena kudengar kau bertengkar dengan Clare."
"Ya, bisa dibilang begitu," kataku, meski pertengkaran itu lebih dekat dengan penyiksaan.
Aku mencoba untuk duduk di ranjang, tapi aku merasakan perih di perutku.
Aku merintih.
Viten akhirnya membantuku duduk di ranjang dan memosisikan bantal hingga aku bisa bersandar dengan nyaman.
Wow, he's extremely gentle.
"Kau memiliki luka di perutmu," kata Viten. "Dokter mengatakan tidak ada yang serius kecuali kau babak belur, pfftt. Kau sangat lucu. Kau tidak melawan sama sekali?"
Tertawakan aku sepuasmu, bajingan gila.
"Saya tidak memiliki kesempatan untuk melawan, Yang Mulia."
"Dan Sir Derick tidak melakukan pekerjaannya dengan benar. Apakah aku harus memecatnya?"
Apa?! Tidak! Apa yang bajingan ini mau lakukan?
Malaikat Jatuh sangat baik! Kau ingin memisahkan kami berdua?!
"Tolong jangan, Yang Mulia. Sir Derick hanya tidak ingin menyakiti Nona Clare."
"Kau terlalu baik," decih Viten sambil menggelengkan kepalanya. "Dan apa kau tidak penasaran mengenai keadaan Clare sekarang?"
"Memangnya bagaimana kondisi Nona Clare?"
Aku melihatnya menyeringai dengan keji, aku mulai merinding.
"Clare sekarang ada di penjara, dicambuk seratus kali karena telah menyakiti Keluarga Kerajaan."
Aku memelotot. "Yang Mulia?!"
Jujur saja, aku terkejut. Apa dia bisa melakukan hal ini pada putri sulung Duke?!
"Kenapa? Apa ada yang salah?"
Untuk pertama kalinya bagi Viten, dia melihat ekspresi wajahku yang lain.
"Tentu saja ada yang salah! Nona Clare tidak harus dihukum dengan sangat berat!"
Viten mengernyit dan menatapku dengan aneh. "Aku ingin tahu kau ini baik atau tolol. Clare dihukum karena menyakiti Keluarga Kerajaan. Menyakiti Keluarga Kerajaan sama dengan pengkhianatan pada kerajaan. Normalnya, mereka akan langsung dipenggal. Tapi surat permintaan dari Duke datang untuk meringankan hukuman."
"Di mana Nona Clare Sekarang?"
"Penjara," balas Viten dengan santai.
"Yang Mulia, tolong lepaskan Nona Clare."
"Sekarang aku yakin, kau bukan baik, hanya tolol."
Ada siku-siku imajiner di dahiku. Bajingan ini ....
__ADS_1
"Yang Mulia, dengarkan permintaan saya, tolong lepaskan Nona Clare."
"Kalau aku tidak mau? Lagipula itu hukuman yang pantas baginya."
Aku menghela napas dan memijat pelipisku ketika aku merasakan kepalaku kembali berdenyut.
"Di ruang kerja Anda, saya mendengar bahwa Anda ingin membuat pengaruh bagi saya pribadi?"
"Itu benar."
"Kalau begitu, saya juga akan ikut melakukannya."
"Bukankah sudah jelas?"
"Maka dari itu, tolong lepaskan Nona Clare."
Viten menatapku aneh.
"Jika saya melepaskan Nona Clare, opini orang-orang akan naik. 'Tuan Putri Serethy dengan kebaikan hatinya melepaskan Nona Clare dari segala hukuman', bukankah artikel gosip ini akan meledak, Yang Mulia?"
Viten menguraikan wajahnya yang aneh dan meluncurkan seringaian.
"Benar."
"Dan lagi, orang-orang akan tersentuh karena hal ini, bukan? Kebaikan Tuan Putri. Mereka akan terpesona dan jatuh ke dalamnya."
"Mereka mulai memberikan atensi yang baik padamu. Kau bisa bergaul dengan orang-orang dan mendapatkan pengaruh."
"Anda sangat cerdas."
"Aku menarik kalimatku, kau tidak tolol, hanya separuh tolol."
Bajingan ini ....
Aku menatapnya dengan wajah poker. Terserah bagaimana dia menafsirkannya.
"Saya juga tahu itu, Yang Mulia."
Viten mendengus geli. "Kau terlalu dingin."
"Saya yakin jika ini normal bagi saya."
"Wanita aneh."
Ya, ya, terserah. Katakan saja apa pun yang kau mau asal aku tidak disiksa.
...***...
"Maafkan saya, Tuan Putri."
Aku kelabakan. Bagaimana mungkin Sir Derick berlutut seperti itu?!
Meski dia terlihat lebih menawan ketika aku menunduk untuk melihatnya tapi tetap saja, jangan lakukan itu, Malaikat Jatuh! Aku akan menangis.
"Sir Derick, tolong tegakkan tubuhmu," kataku yang masih duduk di ranjang.
Sir Derick memberikan jeda lama sebelum menegakkan tubuhnya. Rambutnya yang hitam menutupi matanya yang cream dengan menyedihkan.
Ya ampun, apa dia merasa bersalah? Padahal itu bukan kesalahannya sama sekali. Malaikat Jatuh ini benar-benar baik hati.
"Tuan Putri, saya sangat lalai dalam mengawal dan menjaga Anda. Bahkan saya tidak bisa menjaga Anda dari serangan Nona Clare. Tolong hukum saya, Tuan Putri."
Sir Derick tampak berkonflik di wajahnya.
"Sir Derick, dengarkan aku. Ini bukan kesalahanmu."
"Tidak mungkin, Tuan Putri. Ini murni kesalahan saya."
__ADS_1
"Tolong jangan menyalahkan diri sendiri, Sir Derick. Kamu tidak salah. Kamu tentu tidak bisa menyakiti Nona Clare, bukan? Jadi, keputusanmu adalah keputusan yang bijaksana."
Aku hanya memuntahkan omong kosong. Aku tidak tahu apa yang aku ucapkan. Aku hanya mengatakan apa pun yang bisa aku pikirkan.
Namun, kata-kata omong kosongku tampaknya membuat Sir Derick merasa lebih baik.
"Sir Derick, apa kamu merasa bersalah?"
"Saya sangat merasa bersalah, Tuan Putri."
"Kalau begitu, jika kamu merasa bersalah, kamu bisa menebusnya dengan terus menjagaku di masa depan."
Iris cream itu dipenuhi binaran. "Saya akan melakukannya, Tuan Putri! Saya akan terus menjaga Anda. Saya bisa melakukan Sumpah Ksatria."
Aku melotot. Sumpah Ksatria. Itu terlalu berlebihan.
Sumpah Ksatria adalah di mana ksatria bersumpah pada lady yang akan dia jaga dengan mempertaruhkan seluruh raga dan jiwanya dalam melindungi lady-nya.
"Tolong jangan, Sir Derick. Itu berlebihan," kataku.
"Tidak, Tuan Putri. Saya merasa sangat bersalah." Sir Derick mengulurkan tangannya padaku.
"Apa kamu yakin, Sir Derick?"
"Saya sangat yakin, Tuan Putri."
Aku ragu sejenak sebelum meraih tangan Sir Derick.
Sir Derick berlutut lalu mengecup punggung tanganku. "Saya Derick Cliterion, bersumpah untuk melindungi Lady Serethy Asher dengan seluruh jiwa dan raga saya."
Setelah itu, cahaya emas kemudian menyinariku dan Sir Derick.
Ini ada di dalam adegan novel. Di mana sebelum Sir Derick berencana membawa Serethy kabur, dia melakukan Sumpah Ksatria pada Serethy.
Dan aku mendapat Sumpah Ksatria seperti di dalam novel, hanya saja sedikit lebih cepat dan dalam situasi yang berbeda.
Dikatakan, Sumpah Ksatria menghasilkan tato di dada kiri tepat di balik jantung ksatria setelah cahaya emas menghilang.
Cahaya emas itu adalah proses pembentukan tato di kulit ksatria. Jika ksatria mengabaikan atau mematahkan Sumpah Ksatria, jantung ksatria itu akan terkoyak dan mati.
Ini adalah kekuatan dari kuil Dewa Matahari. Sedikit dijelaskan dalam adegan Sumpah Ksatria di novel.
Di novel ini, tidak ada sihir sama sekali, melainkan Berkat Dewa. Bisa dibilang Kuil Dewa Matahari banyak disebutkan di dalam novel.
"Sir Derick, terima kasih banyak," kataku dengan senyuman.
Sir Derick tampak tersentak setelah melihat senyuman lebarku untuk pertama kalinya, dia lalu balas tersenyum dengan pesona malaikat.
"Tentu, Tuan Putri. Saya bersumpah untuk menjaga Anda seumur hidup."
Aku sedikit terganggu dengan kalimat 'seumur hidup' yang dia katakan. Bukankah itu berlebihan? Dia juga harus memiliki pasangan hidup di masa depan. Dia tidak bisa terus menjagaku sampai aku mati secara alami.
"Tuan Putri, saya dengar Anda membebaskan Nona Clare dari segala tuduhan dan hukuman?" tanya Sir Derick lalu melepaskan tanganku, dia kembali berdiri dengan tegap.
"Ah, benar. Aku melepaskan Nona Clare."
Tiba-tiba, aku melihat binaran di mata cream itu makin bersinar.
"Anda sangat baik hati, Tuan Putri. Anda memiliki kebaikan hati yang seluas semesta."
Aku tersenyum kaku. Untuk apa metafora itu? Berlebihan sekali.
Namun, aku tidak bisa tidak heran mengapa dia mau melakukan Sumpah Ksatria denganku padahal dia tidak jatuh cinta padaku.
Di dalam novel, dia melakukan Sumpah Ksatria karena dia mencintai Serethy dan merupakan bagian pertama dari rencana kaburnya.
Ah, terserah. Aku masih sangat pusing hingga memutuskan untuk tidur dan tidak memikirkan apa-apa. Aku adalah pasien.
__ADS_1