I Will Avoid The Death Flag [Sudah Terbit]

I Will Avoid The Death Flag [Sudah Terbit]
36. Langkah Awal


__ADS_3

Aku mendapat gelar saintess secara resmi setelah Viten mengatakan bahwa pendeta dari Kuil Dewi Matahari memanggilku.


Setelah penobatanku, mulai banyak rumor tak berdasar yang bertebaran. Rumor-rumor itu bersifat untuk menjatuhkanku dan memengaruhi khalayak untuk merubah persepsi mereka terhadapku.


Setelah penghukuman Clare, memang sebagian besar dari rakyat dan bangsawan mendukung keputusanku untuk menjadi Ratu. Akan tetapi, setelah aku dinobatkan menjadi saintess secara resmi, anehnya ada banyak kontroversi yang ditujukan padaku.


Rumor yang asal-usulnya tidak jelas pun makin menyebar dengan cepat, layaknya api yang disiram alkohol.


Rumor-rumor itu mengatakan hal seperti ini: bahwa aku adalah mantan Tuan Putri di Kerajaan Matria yang manja dan sama sekali tidak bisa diandalkan. Sehingga membebani tanggung jawab sebagai Ratu Asher padaku, akan membuatku kewalahan. Rakyat pun makin bertanya-tanya apakah aku benar-benar bisa memakmurkan kerajaan seperti yang dikatakan dalam firman Dewi?


Kemudian, ada masanya ketika aku mendengar bahwa aku sebenarnya merupakan sosok yang rendahan. Bahwa aku hanyalah seorang anak haram dari Ratu Matria dan Sepupu Raja, yang jelas-jelas dikatakan oleh Angelina bahwa itu cuma fitnah semata. Mendengarnya pun membuatku makin marah.


Ada pula ketika dikatakan di koran gosip murahan bahwa aku menggoda Raja untuk memenangkan posisi Ratu dan kekuatan suci cuma tipuan dan main-main.


Aku jadi ingin mencolok mata siapa pun mereka yang mengatakan bahwa kekuatan suci cuma main-main ketika kekuatannya sama sekali tidak main-main, alias itu kuat sekali.


Kata Angelina, mengapa Serethy yang asli tidak menyadari kekuatannya sendiri adalah karena kekuatan itu disegel oleh Angelina sendiri.


Hal ini disebabkan karena kekuatan yang Serethy miliki terlalu besar hingga mungkin saja akan membebani tubuhnya yang lemah saat itu. Hingga tiba kala aku diserang di kompetisi perburuan, segel Angelina dibuka separuhnya sehingga aku bisa mengeluarkan kekuatan suci dengan semestinya. Walaupun hanya separuh, jelas-jelas kekuatan itu kuat sekali.


Dan persetan dengan menggoda Viten. Yang kutahu adalah aku sama sekali tidak menggodanya dan aku tidak disiksa oleh bajingan gila itu. Ini yang terpenting.


Tiba-tiba, aku mendengar pintu kamarku diketuk. Setelahnya, Jelena memasuki kamarku.


Jelena menunduk singkat. "Tuan Putri, tamu Anda telah tiba. Silakan temui beliau di ruang tamu."


Aku menyeringai kecil. "Terima kasih, Jelena. Tunjukkan tempatnya padaku."


"Silakan ikuti saya, Tuan Putri."


***


Teh yang dituangkan ke cangkir klasik masih mengepulkan asap tipis kala aku meraih cangkirku dan menyesapnya perlahan.


Setelahnya, tak, aku meletakkan cangkir teh di atas tatakan dengan bunyi yang nyaring. Kemudian, mataku yang violet menyapu panorama hingga tiba pada sosok yang duduk di hadapanku.


"Tidak kusangka pada akhirnya Tuan Putri akan mengirimiku surat," ujar sosok itu, membuka percakapan untuk pertama kalinya. "Saya merasa sangat terhormat dan buru-buru datang kemari meski saya berada di wilayah Selatan Kerajaan Asher."


Aku mengulas senyum tipis. "Madam Kricia."


Kricia Voleyald, Countess Voleyald yang memiliki perusahaan koran gosip terlaris nomor satu di Kerajaan Asher. Koran gosipnya selalu memuat informasi mengenaiku sehingga koran gosipnya bisa menjadi populer seperti saat ini.


Ada alasan mengapa aku ingin menemuinya.


"Seharusnya kamu beristirahat saja terlebih dahulu. Mau bagaimanapun, bukankah wilayah Selatan berbatasan langsung dengan kerajaan lain sehingga jaraknya pun jauh dari sini?"


"Bagaimana mungkin saya melewatkan pertemuan ini?" Madam Kricia tersenyum. Namun, ada sesuatu yang picik dalam senyumannya. Aku suka itu. Itu adalah senyum di mana dia kehausan akan informasi. Sebagai pemilik koran gosip, Madam Kricia tentu akan melakukan apa pun untuk menaikkan rating perusahannya.

__ADS_1


"Baiklah, Madam Kricia. Aku merasa terhormat karena kamu langsung mengunjungiku setelah menerima suratku."


"Justru saya yang merasa sangat terhormat, Tuan Putri. Saya bisa menemui calon Ratu Asher secara langsung seperti ini."


Aku mengalunkan tawa. "Baiklah, Madam Kricia. Bagaimana kalau kita mulai saja wawancara ini?"


"Ya, Tuan Putri." Madam Kricia dengan ringan meraih catatan kecilnya dan botol tinta dari tas yang dia bawa. "Saya sudah menyiapkan beberapa pertanyaan untuk Anda. Saya senang sekali karena Anda akhirnya menerima tawaran wawancara saya."


Aku menganggukkan kepalaku. "Sebutkan pertanyaannya."


Madam Kricia mengangguk. "Anda sekarang dinyatakan sebagai calon Ratu Asher. Sebenarnya, bagaimana pendapat Anda mengenai kandidat kedua Ratu Asher yang sebelumnya?"


Aku menyipitkan mata. Mengapa dia menanyakan Clare setelah insiden kematiannya telah berlalu selama seminggu? Tentu saja rumor mengenainya masih naik di daratan, tetapi tak lagi menggebu seperti hari pertama pemenggalannya.


"Aku tahu pasti jika mendiang Nona Clare sangat terobsesi pada posisi Ratu Asher. Akan tetapi, tentu saja menghalalkan segala cara bukanlah sebuah jalan. Dan mendiang Nona Clare telah melakukan kesalahan yang besar."


"Mengapa itu, Tuan Putri?"


"Saya adalah saintess, saya merupakan seseorang yang dipilih langsung oleh Dewi Matahari untuk menerima beberapa bagian dari kekuatannya. Hal itu membuat saya meyakini Dewi. Dan Dewi Matahari membenci mendiang Nona Clare karena dia menipu rakyat atas nama Dewi. Tentu saja, atas hukuman itu, Nona Clare layak mendapatkannya."


Madam Kricia menulis dengan cepat di catatannya. Aku cukup tercengang mengenai betapa cepatnya dia menulis. Keahlian seorang jurnalis memang berbeda.


"Apakah Anda menyesali kematian Nona Clare?"


"Tentu saja aku menyesalinya. Lagipula, Nona Clare pernah berkontribusi pada Kerajaan Asher dengan menjadi tunangan Yang Mulia Raja dan membantu pekerjaannya. Bukankah itu hal yang baik? Sehingga kehilangan Nona Clare merupakan penyesalan yang besar bagiku."


Uh, aku merasa sedikit tidak nyaman membicarakan orang yang sudah mati.


"Dan rumor yang menyebar adalah bahwa ketika Anda merupakan Tuan Putri di Kerajaan Matria, Anda merupakan tipe pribadi yang manja dan tidak bisa diandalkan. Jadi, bagaimana bisa Anda mengurus Kerajaan Asher kami apabila Anda sama sekali tidak memiliki pengalaman untuk menjadi seorang penguasa? Dan apa yang Anda bisa lakukan hanyalah bertumpu serta mengandalkan keluarga Anda saja?"


Aku mengulas senyum tipis, kemudian mengelus sisi tatakan cangkir dengan perlahan.


"Jawabannya mudah saja, Madam Kricia. Seperti yang kamu ketahui, rumor hanyalah rumor belaka. Tidak bisa dipastikan secara pasti jika rumor itu nyata atau tidak. Aku hidup di Istana Kerajaan Matria dengan sangat baik. Dan perlu kalian semua ketahui, kehidupan menjadi Keluarga Kerajaan bukanlah kehidupan yang santai seperti yang dibayangkan seluruh orang.


"Analoginya seperti ini, Madam Kricia. Raja Matria, ayahku, adalah sosok yang luar biasa. Tentu saja kedua anaknya akan mengikuti jejak yang ditempuh orang tuanya. Justru karena aku merupakan putri Raja, aku mendapatkan pengetahuan yang luar biasa mengenai bagaimana cara mengurus suatu negara dengan baik. Walau saya memiliki kakakku untuk menjadi Putra Mahkota, aku juga diberikan pengetahuan umum mengenai tata kenegaraan dan sistem pemerintahan.


"Aku memang dibesarkan dengan banyak pelayanan oleh para pelayan yang memudahkan kehidupanku. Namun, bukankah merupakan hal yang normal bagi para bangsawan untuk menerima perlakuan yang serupa? Lantas, di bagian mananya aku merupakan pribadi yang tidak dapat diandalkan?


"Dan juga, sebagai mantan tawanan perang, itu sama sekali tidak memengaruhi Kerajaan Asher kami. Mengapa itu? Karena pada awalnya pun, aku adalah Tuan Putri yang memiliki martabat dan status sosial yang tinggi. Aku adalah bagian dari Keluarga Kerajaan. Tidak ada di dalam agendaku, menjadi seorang sampah di dalam Keluarga Kerajaan. Maka, aku sangat yakin bahwa aku bisa menjadi Ratu yang baik untuk rakyatku."


Setelah aku mengucapkan jawabanku yang panjang, hanya terdengar suara gesekan pena bulu di atas buku catatan.


Diam-diam, aku bisa melihat senyuman di Madam Kricia yang terlihat aneh karena emosinya tercampur aduk. Aku jadi tidak bisa membaca pikirannya karena ekspresinya tak mewakili isi hatinya.


Aku juga diam-diam berharap bahwa semua orang di Kerajaan Asher bisa mempercayai jawabanku yang seratus persen mengarang. Terlebih mengenai kehidupanku di Kerajaan Matria. Sebab, aku bahkan tidak pernah menjejakkan kakiku di sana, apalagi tinggal di sana.


Jadi, mengetahui gaya hidup Serethy yang asli di Kerajaan Matria sedikit sulit. Ditambah, aku tidak mengetahui kenalan Serethy karena tidak pernah disebutkan dalam novel. Maka dari itu, mengarang adalah jawabannya. Tapi kupikir karanganku cukup bagus dan terlihat meyakinkan.

__ADS_1


"Baiklah, Tuan Putri. Ini adalah pertanyaan terakhir."


Aku mengangguk perlahan.


"Mantan Raja Matria dan mantan Putra Mahkota sedang dalam pelarian dan kini merupakan buronan di Kerajaan Asher. Apa yang akan Anda lakukan jika Anda bertemu dengan keduanya? Membela keduanya dan menyelamatkan mereka?"


Ini pertanyaan yang sedikit menjebak.


Jika aku mengatakan bahwa aku berada di pihak keluarga asliku, maka aku bisa saja dicap sebagai pengkhianat Kerajaan Asher di kemudian hari. Bagaimanapun juga, menjadi buronan adalah sebuah tanda kejahatan.


Dan jika aku mengatakan bahwa aku tidak berada di pihak keluargaku, maka apakah aku akan dianggap sebagai orang yang tidak tahu balas budi? Mau bagaimanapun, keduanya adalah keluarga asli Serethy yang telah membesarkan Serethy hingga saat ini. Meskipun kebenarannya adalah Serethy yang asli diabaikan oleh keluarganya karena mengira bahwa Serethy adalah anak haram.


"Tergantung situasi, Madam Kricia."


Madam Kricia menatapku dengan tatapan: cepat, lanjutkan! Aku ingin menyebar cerita ini secepatnya!


"Aku akan menjawab sebagai calon Ratu Asher di sini. Sudah sewajarnya penguasa yang kalah dalam peperangan membayar harganya. Namun, ayah dan kakakku lari. Tentu mereka akan langsung dijadikan sebagai buronan. Menjadi buronan artinya kejahatan. Aku tidak akan buta pada hukum di Kerajaan Asher. Jika aku menemukan keduanya, tentu saja sebagai calon Ratu Asher, aku akan memberikan hukuman pada keduanya.


"Kemudian, aku akan menjawab sebagai seorang putri dan sebagai seorang keluarga. Menjadi keluarga mereka artinya aku menyayangi mereka. Putri mana yang tidak merasa sedih ketika ayah dan kakaknya akan diberikan hukuman yang setimpal? Namun, tetap saja aku berada di pihak Kerajaan Asher dan tidak akan mengkhianati Asher yang kucintai. Jadi, sebagai keluarga mereka, akan kuberi hukuman, lalu kukasihi keduanya."


Madam Kricia mengalunkan tawa kepuasan dari bibirnya sembari menutup bukunya. "Anda menjawab semuanya dengan sangat baik. Saya merasa Anda akan menjadi Ratu yang baik pula di masa depan."


Aku tersenyum lembut. "Terima kasih, Madam Kricia. Kuharap kamu menerbitkan apa yang kukatakan tanpa melebihi atau menguranginya."


"Tenang saja, Tuan Putri. Saya hanyalah pemilik perusahaan koran gosip yang rendahan, mana mungkin saya tidak menuruti apa kata Anda yang agung ini."


"Jangan terlalu merendah, Madam."


Madam Kricia tertawa lagi. "Kalau begitu, saya akan pergi sekarang, Tuan Putri."


"Tidak, tunggu sebentar."


Madam Kricia yang hampir bangkit dari kursinya kembali duduk. Dia menawarkan senyuman aneh di bibirnya. "Apakah ada lagi yang Anda butuhkan dari saya?"


"Benar." Aku meraih cangkir teh, menyesap isinya perlahan. Itu sudah dingin karena aku bicara terlalu banyak dengan Madam Kricia. "Ada satu hal yang aku ingin kamu lakukan, Madam."


"Apa itu, Tuan Putri? Orang rendahan seperti saya pasti akan menurutinya."


"Baiklah. Sebarkan berita ini. Tuan Putri, seorang saintess, akan menyembuhkan sakit apa pun yang diderita oleh siapa pun. Tidak peduli itu bangsawan atau rakyat jelata. Datanglah ke Kuil Dewi Matahari pada tanggal tujuh belas pukul sembilan pagi nanti."


Ya, inilah tujuanku memanggil Madam Kricia yang sebenarnya tidak pernah ingin aku temui lagi. Madam Kricia adalah orang yang berbahaya. Sekali penanya bergerak, maka kehidupanku akan ditentukan olehnya.


Namun, satu-satunya alasanku untuk memanggil orang yang berbahaya itu adalah untuk menarik seluruh perhatian dan dukungan rakyat hanya padaku.


Mau bagaimanapun, kekuatan suci memiliki kuasa untuk menyembuhkan segala penyakit dan luka yang parah sekalipun.


Di Kerajaan Asher pasti ada rakyat jelata yang tidak bisa menyembuhkan penyakit mereka karena tidak memiliki uang untuk berobat. Atau para bangsawan sekarat yang tidak bisa memiliki harapan untuk kembali hidup karena begitu parahnya penyakit mereka.

__ADS_1


Jika mereka semua datang padaku, maka dukungan untukku menjadi Ratu akan semakin meluas.


Rakyat akan kalah pada seseorang yang mengulurkan tangannya pada mereka yang berada di titik terendah, itu adalah hukum alam.


__ADS_2