
Bella langsung menuju kamar nya meninggalkan keluarganya yang sibuk mengurus pernikahan dadakannya besok lusa dan Bella dilarang ke sekolah sebelum hari pernikahan, Bella akhirnya setuju untuk meminta ijin libur mengajar.
''Eko kamu memang laki laki yang gak bisa di anggap remeh, sekarang hanya bisa menerima semuanya karena keputusan Abi tidak terbantahkan. ''
gumam Bella dalam hatinya sambil melamunkan masalah yang di hadapinya.
Bella melewatkan makan malam nya karena merasa mood nya anjlok setelah kehadiran Edo dan keluarganya, Nenek melarang siapapun mengganggu Bella dan keputusan Nenek tidak dapat di ganggu gugat.
''Kalian tahu masalah Bella dan gak memberitahukannya sama Abi, Abi jadi orang bodoh yang gak memahami putri nya sendiri jadinya. ''
ucap Kecewa Abi Riyan saat mengetahui fakta kalau Eko adalah laki laki yang mengejar Bella.
''Semua demi kebaikan kita semua Riyan, Ibu gak mau kamu merusak kehidupan Bella dengan pemikiran kolot kamu tapi tadi ibu bangga karena kamu memutuskan menghalalkan langsung tanpa menunggu pemuda itu lulus dahulu. ''
ucap Neneknya Bella dan Sang putra hanya menghela nafasnya.
''Saat Abi dan Umi menjemput Nenek, Bella untuk pertama kalinya murung saat Fatih menghampiri setelah dapat laporan kalau Bella belum makan siang bahkan gak keluar kamar dari pulang sekolah, Fatih mendesak Bella bercerita ternyata ada muridnya yang mengutarakan isi hatinya di hadapan banyak orang dan Bella dilema menghadapinya. ''
jelas Fatih dan Abi Riyan mengangguk.
''Keputusan Abi sudah benar karena menikah kan Bella dan pemuda itu berarti, laki laki kalau di tolak cinta nantinya nekad dan perempuan akan membalas cinta seiringnya waktu. ''
ucap Abi Riyan dan semua megiyakannya.
''Umi percaya kalau Satria pria bertanggung jawab, sudah terlihat dari raut wajah dan cara bicaranya sesuai dengan bahasa tubuhnya tidak di buat buat. ''
ucap Umi Nida yang memang ahli membaca bahasa tubuh seseorang.
''Fatih kamu pastikan semua berjalan lancar besok lusa, jangan sampai bocor pada media pernikahannya dan nanti saja saat pemuda itu menduduki singgasananya kita umumkan. ''
ucap Abi Riyan dan Fatih mengiyakannya.
''Terus saat sudah menikah nanti, Bella di bawa sama suami nya dong. ''
ucap Umi Nida dan di angguki semuanya.
''Nida kamu ini aneh, jelas Bella di bawa suaminya karena dia bukan tanggung jawab kamu dan Riyan, berdoalah semoga Bella berhasil menjalaninya. ''
__ADS_1
ucap Nenek dan Umi Nida hanya diam tanpa menjawab ucapan mertuanya.
Dikediaman Bella masih meributkan masalah Bella tinggal setelah menikah, namun di kediaman Eko saat ini sedang membahas masalah pernikahan nya lusa.
''Bella adalah cucu tunggal wanita di keluarga nya, Papa lumayan kenal dengan ayahnya karena kami memang sering terlibat bisnis bersama dan baru kemarin kita kembali dari malang, Papa gak sangka kamu bisa mendapatkan Bella dan Papa setuju dengan pilihan kamu, masalah usia gak menjadi prioritas karena bagi Papa kepribadian dan silsilah keluarga paling utama juga kamu mencintai wanita itu. ''
jelas Sang Papa saat begitu mereka duduk di ruang keluarga.
''Mama malah membujuk Bella untuk menerima Satria tapi Bella menolak dan akan membuat Satria tidak menghancurkan sekolahnya yang hanya hitungan bulan saja Papa, Bella wanita anggun dan sopan sekali juga cantik dan gak terlihat seperti usia dua puluh dua tahun malah Satria seperti tua sebelum waktunya. ''
ucap Mamanya Eko dan membuat Eko mendelik.
''Kalian ini malah membuat Satria bahagia tapi menghempaskannya secara langsung, pokonya Bella harus menjadi milik Satria karena ini sebuah rasa bukan obsesi, kebaikan hati dan tutur bahasanya begitu membuat Satria terpikat. ''
ucap Satria dan kedua orang tuanya hanya menggelengkan kepalanya.
''Kamu putra tunggal dan pewaris utama kami, kami akan mendukung kamu kalau masih dalam hal wajar dan memang kebaikan, tapi kalau kamu jalannya gak benar kami gak akan mendukung, berusahalah menggapai janji kamu dan lulus lah dengan nilai terbaik, kamu yang kami andalkan Satria. ''
ucap Papa nya dan Satria mengiyakannya.
.
.
Di kediaman Bella di kejutkan saat melihat Bella sedang makan bubur di ruang utama sendiri di jam masih pukul enam pagi, entah dari mana Bella mendapatkan buburnya karena koki baru memulai menyalakan api kompornya.
''Bella.....kamu beli apa membuat sendiri buburnya?? ''
tanya Umi Nida saat menghampiri putrinya.
''Beli tadi Umi, nitip sama mang asep dan buburnya enak ternyata harganya juga murah. ''
jawab Bella dengan senyum nya dan Umi nya tenang melihatnya karena Bella melupakan masalahnya kemarin.
''Yasudah habiskan makannya dan jangan kemana mana hari ini sampai acara kamu besok selesai, Umi gak mau kamu mendapat masalah dari Abi. ''
ucap Umi sambil berjalan menuju dapur dan Bella hanya mendelik mendengarnya.
__ADS_1
''Aku akan terpenjara hari ini dan besok aku akan menjadi pengantin untuk muridku sendiri, Ya Allah apa dosa dan salahku. ''
gumam Bella dalam hatinya sambil memakan kembali buburnya.
Setelah sarapannya habis Bella memilih menuju halaman belakang dimana terdapat hamparan kebun aneka buah buahan yang di tanam Umi Nida, Bella akan memetik sendiri buah buahan yang matang.
Bella langsung tergiur dengan melon nya dan meminta menunjukan melon yang sudah siap panen pada penjaga kebun, setelah di tunjukan Bella langsung menerima gunting dan memotong dahan atasnya.
Melon yang lumayan besar dan langsung membawanya ke samping kebun disana terdapat gazebo yang biasa menjadi tempat Umi nya duduk istirahat.
Bella langsung membelah melonnya dan langsung tersenyum senang saat wangi melon tercium di hidungnya, Bella langsung mengupas dan memakannya.
Kegiatan Bella di kebun belakang menjadi tontonan untuk Nenek nya dan Neneknya merasa bahagia melihatnya, Bella nya tidak pernah memendam kemarahan berlama lama dan akan cepat menghilang sendirinya.
''Dialah Arabella Azzahra, gadis cantik penuh kelembutan yang tidak mengutamakan kemarahan, sungguh beruntung pria yang mendapatkannya. ''
ucap Nenek dan di setujui oleh putrinya.
''Benar Buu.....Bella mewarisi sifat Nida dan membentuk karakter nya seperti Ibu, Riyan sempat takut Bella terjerumus pergaulan bebas tapi ternyata tidak dan bahkan dia menjadi kepercayaan dinas pendidikan kota untuk mengajar di sekolah. ''
ucap Abi Riyan dan di setujui oleh Ibunya.
''Bagaimana dengan Fatih?? Dia masih memikirkan wanita gila itu?? ''
tanya Sang Ibu dan Sang putra menggelengkan kepalanya.
''Fatih kembali normal Buu sekarang dan melupakan wanita itu, bahkan Fatih sudah masuk ke perusahaan dan fokus dengan karirnya, Riyan yakin sebentar lagi akan ada wanita yang menjadi tambatan hati Fatih. ''
jawab Sang putra dan Ibunya mengiyakannya.
Abi Riyan langsung pamit menuju perusahaan setelah menonton kegiatan Bella sebentar dengan Ibunya, seperti biasa sang istri mengantarnya hingga depan rumah dan menunggunya sampai masuk kedalam mobil menjadi rutinitas paginya setiap hari.
.
.
Bersambung......
__ADS_1