Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
36. kedatangan kedua mertua ......


__ADS_3

''Satria kamu punya urat malu gak siih?? ''


protes Mamanya saat Satria dengan santai menghampirinya.


''Urat malu apa maksud Mama?? Emang ada jenis urat malu di tubuh?? ''


jawab Satria dan membuat Mamanya mendelik.


''Pakai baju kamu sana, mau mempertontonkan kemesraan dengan tanda merah bertebaran seperti itu ke kami. ''


ucap Sang Papa yang membuat Satria menepuk keningnya.


''Aishh.....maksud Mama urat malu tuh karena Satria gak pakai baju dan Mama melihat hasil karya cinta menantu kesayangan Mama. ''


ucap Satria dan Mamanya hanya mendelik mendengarnya.


''Memalukan Satria, sana pakai baju kamu sebelum Mama tampok pakai bolu yang Mama bawa. ''


ucap Sang Mama dan Satria hanya terbahak mendengarnya.


''Sudah Maa, kamu ini bawaannya kesal terus sama Satria, nanti Bella yang sedih. ''


ucap Sang Suami dan Mamanya Satria mengangguk.


Mamanya Satria memilih ke arah dapur dan ternyata dapur dalam keadaan rapih juga bersih, bahkan di mesin penghangat ada makanan, itu artinya Menantunya sangat menjaga kebersihan dan membuat Mamanya Satria bangga.


Mamanya Satria langsung menyiapkan makanan yang di bawanya, sengaja datang karena tiba tiba dia ingin makan dengan anak dan menantunya, entah kenapa Mamanya Satria menjadi aneh.


Di kamar nya Satria langsung memakai kaos nya dan melihat Bella masih terlelap pulas, Satria membiarkannya dan memilih kembali ke lantai satu untuk menghampiri Mamanya.


''Mana Bella?? ''


tanya Sang Mama saat Satria menuruni tangga.


''Bella masih tidur Maa dan biarkan saja kasihan. ''


jawab Satria sambil duduk di samping Papanya.


''Satria, kamu mengalami kemajuan lumayan pesat, kalau satu tahun kamu bisa melewati pelajarannya, kamu bisa langsung menduduki kursi Papa dan Papa bisa lengser secepatnya. ''


ucap Sang Papa dan membuat Satria mendelik mendengarnya.


''Ishhh.....Satria jadi tumbal kalau begitu, jangan aneh aneh yaa Paa dan Satria mau Papa juga tetap di perusahaan karena Satria belum mampu. ''


ucap Satria yang membuat Papa nya hanya diam dan memakan makanan yang di siapkan istrinya.


.

__ADS_1


.


Di dalam kamar saat ini Bella sudah terbangun dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan setelah selesai Bella langsung memakai pakaian rumahan juga hijab instannya.


Bella tersenyum saat menuruni tangga karena Mama mertuanya sedang duduk sambil menonton televisi di ruang keluarganya.


''Mama sudah lama sampai nya?? ''


ucap Bella saat mencium tangan Mama mertuanya dan di balas pelukan oleh Mama mertuanya.


''Satu jam lalu Mama tiba, kamu kelelahan karena ulah Satria kan?? ''


ucap Mama Mertuanya dan Bella hanya tersenyum sambil meminum minuman yang di sodorkan Mamanya.


''Maa.....jangan selalu menyalahkan Satria, dia suami Bella dan Bella menghormatinya, lagian kasian Maa nanti ke Satrianya. ''


ucap Bella yang membela suaminya karena selalu menjadi kambing hitam.


''Kamu malah membela dia sekarang, biarkan Mama menyalahkan suami kamu itu karena memang kenyataanya kan kalau kamu kelelahan karena dia. ''


ucap Mamanya Satria dengan mimik wajah sedih namun hatinya bahagia karena Putranya sudah di terima oleh Menantunya.


''Mama selalu membuat aku serba salah loh jadinya, Mama kesini sama siapa?? Satria mana?? ''


''Mama sama Papa datangnya mau ajak makan siang bersama dan Mama sudah siapkan makanannya juga loh, udah Mama masukkan ke penghangat. ''


''Papa sama Satria di balkon, mau ada cerita penting dan Mama gak di ajak. ''


kedua nya mengobrol sampai Satria dan Papanya menghampiri, Mamanya Satria langsung mengajak untuk makan dan Bella membantu menyiapkan makanannya.


''Bella kamu baik baik saja kan Sayang?? Mama perhatikan wajah kamu pucat sedari tadi. ''


ucap Mama nya Satria yang langsung menghampiri Bella.


''Mungkin karena semalam kurang tidur terus bangun pagi pagi banget langsung masak buat sarapan dan bersih bersih rumah, kayanya aku cuma lelah saja Mama makanya pucat. ''


ucap Bella dan membuat Mamanya Satria mengerutkan keningnya.


''Mulai besok akan ada pelayan dari rumah Mama untuk membersihkan rumah juga memasak, kamu jangan beraktivitas apapun. ''


ucap Mamanya Satria tiba tiba dan membuat Bella hanya mengangguk pasrah.


''Mama kalau urusan masak boleh yaa aku melakukannya sendiri, boleh yaa?? ''


ucap Bella yang memang senang dengan memasak akhir akhir ini dan Mamanya Satria mengangguk.


''Satria kamu jangan ngajakin Bella bergadang dong, kira kira ajah dan jangan setiap malam juga, lihat wajah Bella pucat dan itu kelelahan namanya. ''

__ADS_1


protes Mamanya Satria saat putra dan suaminya duduk di kursi meja makan.


Satria langsung menatap Bella dan benar saja wajah Bella pucat, Satria langsung menakup wajah Bella dan Bella langsung melepaskan nya.


''Mas apa apaan sih bikin malu saja. ''


protes Bella dan Satria langsung menghela nafasnya.


''Kamu beneran pucat loh, maaf yaa membuat kamu kelelahan dan Aku janji gak akan mengulangnya lagi yaa. ''


ucap Satria sambil mengusap pipi Bella dan membuat Mamanya Satria menggelengkan kepalanya.


''Udah di tegur baru sadar kamu ini, mulai besok akan ada pelayan buat membersihkan rumah ini dan Bella sudah setuju, pokonya Mama gak mau melihat Bella kelelahan dan harus membersihkan rumah ini juga, kamu ngerti kan Satria. ''


ucap Mamanya saat Satria duduk kembali di kursinya dan Satria mengiyakannya.


Makan siang sedikit terlambat pun di mulai, Bella merasakan tubuhnya terasa berbeda bahkan perutnya seperti bergejolak meminta di keluarkan, Bella langsung beranjak dan sedikit berlari menuju kamar mandi di dekat dapur, Satria dan kedua orang tuanya langsung heran bahkan Satria langsung menyusul Bella menuju kamar mandi.


''Sayang kamu gak apa apa kan?? Kenapa muntah muntah gini. ''


ucap Satria saat membantu memijat punggung Bella dan Bella langsung terduduk lemas.


Satria membersihkan bekas muntahan Bella lalu menggendong Bella keluar dari kamar mandi, Mamanya Satria langsung membuatkan teh hangat untuk memulihkan perut Bella.


''Satria......lebih baik kita bawa Bella ke rumah sakit, wajah Bella semakin pucat loh. ''


ucap Papanya Satria yang langsung menghampiri putranya saat merebahkan Bella di sofa.


''Nunggu Mama buatkan minuman hangat dulu Papa, Bella harus minum dulu. ''


ucap Bella dan Papanya mengangguk.


Mamanya Satria langsung menghampiri dengan membawa teh hangat madu untuk Bella, Satria membantu memberikannya dan Bella bisa langsung meminumnya karena teh nya di buat hangat.


''Gimana sayang?? Perutnya udah enakan belum?? ''


tanya Satria saat Bella selesai meminum teh nya dan Bella hanya mengangguk.


''Bawa jaket sana ke kamar, kita bawa Bella ke rumah sakit sekarang juga, Mama khawatir soalnya Satria dan gak mau kejadian dulu terulang kembali. ''


ucap Mamanya Satria sambil mendekat ke arah Bella.


Satria langsung mengangguk tanpa menjawab ucapan Mamanya, Mamanya Satria langsung membelai kepala Bella yang tertutup hijab dan tatapannya begitu penuh sayang.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2