
Pagi menjelang......
Satria dengan telaten membantu Bella membersihkan tubuhnya, sakit luka jahitan semalam sudah hilang bahkan sekarang Bella sudah bisa duduk dan tidak merasakan sakitnya, itu karena obat yang di alirkan melalui jarum infus yang ada di tangan Bella dan akan menghilangkan rasa sakit seterusnya tapi sebelumnya sakit nya akan datang hanya satu jam itu karena obatnya bereaksi di tubuh Bella.
Bella sudah segar setelah Satria membantunya membersihkan tubuh, rambut Bella di ikat dan Satria memakaikan kembali hijabnya.
''Makasih Mas sudah merawat aku. ''
ucap Bella dan Satria tersenyum sambil mencium kening Bella.
''Sudah kewajiban Mas sebagai suami kamu, makasih karena kamu mau melahirkan Babby kita dan nanti setelah dokter memeriksa kita lihat sama sama Babby nya yaa. ''
ucap Satria dan Bella mengangguk setuju.
Mamanya Satria dan Umi Nida akhirnya datang juga, Satria langsung meminta pakaian gantinya karena dia ingin membersihkan tubuhnya.
Umi Nida langsung menghampiri Bella dan tersenyum pada Bella, sedangkan Mamanya Satria sedang menyiapkan makanan untuk Bella makan karena seperti biasa Bella enggan memakan makanan rumah sakit.
''Kamu membuat kami semua khawatir Sayang, Umi bahagia karena kamu dan Babby nya selamat, Babby kamu cantik seperti kamu dan sangat mungil. ''
ucap Umi Nida dan Bella mengangguk tersenyum.
''Makan dulu Sayang, biar nanti Satria yang memakan makanan rumah sakitnya. ''
ucap Mamanya Satria dan Bella mengiyakannya.
''Makasih Umi dan Mama karena sudah di repotkan sama Bella dan Mas Satria. ''
ucap Bella dan kedua Ibu itu hanya tersenyum.
''Kami gak merasa di repotkan. ''
ucap Umi Nida dan di setujui Mamanya Satria.
.
.
Beberapa saat kemudian.....
Bella saat ini sedang di periksa oleh Dokter, Satria meminta semua detail di periksa karena takut terjadi sesuatu pada Bella.
''Jahitannya sudah kering, tekanan darah juga normal yaa, besok sudah boleh pulang. ''
ucap Dokter sambil merapihkan alat alatnya.
Suster langsung mengganti perban di bekas operasi Bella, Satria memperhatikannya dengan seksama karena nanti dialah yang akan mengurus Bella.
''Dokter.....perbannya setiap hari harus di ganti?? ''
__ADS_1
tanya Satria dan Dokter mengangguk.
''Sekarang kan saya kasih obat oles di luka nya, jadi lima hari kedepan jangan di ganti dulu dan nanti saat cek up akan di ganti, barulah dari setelah itu ganti setiap hari, Perbannya sudah di lapis anti air yaa jadi gak masalah nanti saat terkena air, hanya jangan tertekan saja perbannya. ''
jawab Dokter dan Satria menganggukkan kepalanya.
Setelah selesai dengan perbannya, Dokter dan suster langsung keluar dari ruang rawat Bella, Satria langsung membawakan kursi roda ke dekat Bella dan Bella langsung di gendongnya untuk di dudukkan di atas kursi roda.
''Pakai selimbut lembut ini yaa buat nutupin Bella saat duduk biar hangat. ''
ucap Mamanya Satria sambil memakaikan selimbutnya.
''Makasih Mama. ''
ucap Bella dan Mama Satria mengangguk tersenyum.
Setelah kepergian Satria dan Bella, perawat datang di minta mengganti sepreinya, Umi Nida dan Mama nya Satria hanya memperhatikannya.
''Sepertinya Satria tidak akan mengijinkan kita merawat Bella deh, kelihatan kan?? ''
ucap Umi Nida dan di benarkan sang Besan.
''Pastinya Mba karena barusan Satria begitu protektif bertanya, semua di tanyakannya. ''
jawab Mamanya Satria yang memang menyaksikannya bagaiman sang putra merawat menantunya.
''Saya mungkin hanya sesekali menjenguk Bella, karena Feni sekarang tinggal di rumah harus ekstra di jaga, orang tua Feni pindah lagi ke luar negeri karena bisnis disana sedikit anjlok kata Fatih. ''
''Mba jangan khawatir, Bella aman bersama saya di rumah karena seperti yang Mba lihat, Satria begitu protektif kalau menyangkut Bella. ''
ucap mamanya Satria dan Umi Nida menganggukkan kepalanya.
Di ruangan incubator......
Bella dan Satria di ijinkan masuk untuk menyentuh tubuh putrinya memberikan rangsangan agar Babby nya meresponnya.
Tangan keduanya di sterilkan dan langsung di masukkan melalui lubang khusus yang biasa suster pakai untuk merawat sang Babby.
''Dia gerak Mas dan merespon sekali. ''
ucap Bella yang takjub dengan Babby nya.
''Benar sekali Nyonya, Babby anda sangat merespon dan tidak rewel sama sekali, palingan menangis kalau popoknya basah saja setelah itu tenang kembali. ''
jelas suster yang menangani Babby Bella dan Satria.
Setelah puas dengan sentuhan tangan pada Babby nya, Bella dan Satria keluar dari ruangan kembali dan sekarang keduanya berada di depan kaca besar yang memperlihatkan Babby nya sedang di dalam kotak kaca besar.
Satria saat ini memeluk erat Bella dalam dekapannya, karena Bella enggan duduk di kursi roda tidak terlihat Babby nya menurut Bella jadilah Bella berdiri dan Satria memeluknya.
__ADS_1
''Babby nya cantik tapi mirip kamu yaa Mas, padahal aku yang mengandungnya. ''
ucap Bella yang memang kenyataanya Babby nya cantik sekali tapi lebih dominan mirip ke suaminya.
''Baguslah mirip Mas dan gak mirip tetangga. ''
ucap Satria dan Bella tersenyum mendengarnya.
Saat keduanya akan berbalik menuju kursi roda, Satria di kagetkan dengan salah satu sahabatnya saat sekolah dahulu dan juga mantan murid Bella saat sekolah.
''Eko.....ini beneran kamu?? ''
tanya sang Sahabat dan Satria hanya mendelik mendengarnya.
''Bukan, kamu lagi apa disini?? Jangan bilang istri kamu melahirkan juga dan anaknya di rawat di sini. ''
jawab Satria dan sahabatnya terbahak mendengarnya.
''Eko kamu beneran menikah sama Ibu Bella, aku kira hanya gosip saja loh. ''
ucap Sahabatnya dan Satria mengangguk.
''Sudah dulu aku mau ke ruangan rawat, kamu mau ikut atau nunggu disini?? ''
ucap Satria sambil membantu mendudukkan Bella di kursi roda.
''Ikut saja lah ke ruangan, masa aku harus nunggu disini. ''
ucap Sang sahabat sambil mengikuti Satria menuju ruangan rawat Bella.
Tiba di dalam ruangan sahabatnya langsung mencium tangan Mamanya Satria dan Umi Nida, sedangkan Bella langsung di gendong oleh Satria ke atas berangkar.
''Gak apa apa Mas bicara sama dia dulu, ada Mama sama Umi yang nemenin kamu kan?? ''
ucap Satria saat menyimpan botol infus pada gantungan nya.
''Iya gak apa apa asal jangan menggosipkan aku saja Mas. ''
jawab Bella dengan nada ketusnya dan Satria langsung tersenyum sambil mencium puncak kepala Bella yang tertutup hijab.
''Mas pergi ya sayang dan gak akan lama juga, kalau ada apa apa cepat kabarin yaa. ''
pamit Satria dan Bella menganggukkan kepalanya.
Satria dan sahabatnya langsung pamit keluar, Satria memilih mengajak sahabatnya ke kantin rumah sakit yang ada di area belakang rumah sakit.
.
.
__ADS_1
Bersambung......