
Fatih langsung duduk di samping Umi Nida karena mana mungkin dia duduk di samping Feni, bisa bisa Abi Riyan akan menggantungnya.
''Kedatangan kami kesini malam ini mau meluruskan masalah yang di timbulkan oleh Satria, saya sebagai Papanya Satria memohon maaf yang sebesar besarnya karena tindakan Satria melukai Bella. ''
jelas Papanya Satria dan membuat Abi Riyan mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti dengan penjelasannya.
Papanya Satria memberikan dua rekaman dan satu unggahan sosial media pada Besannya dan Besannya langsung memutar vidio yang berdurasi hanya satu menit dan yang satunya hanya dua puluh detik namun matanya langsung melebar saat melihat menantunya berciuman dengan wanita lain dan bukan putrinya.
Abi Riyan menghela nafasnya dan menatap ke arah Putrinya yang duduk tenang di sampingnya, pantas saja kemarin putrinya berprilaku aneh saat datang ke rumah sore hari.
''Saya yakin bukan Bella yang mengungkapkan rekaman ini, karena Bella bukan wanita yang mengumbar masalah dan memilih memendamnya. ''
ucap Abi Riyan saat setelah menutup leptopnya.
''Saya akui kalau semua emang salah Saya dan Saya melakukannya dengan penuh kesadaran, wanita yang ada dalam vidio adalah mantan kekasih Saya Abii yang lama menghilang tanpa kata dan bertemu tidak sengaja saat kemarin di cafe saat saya dan teman teman saya berkumpul setelah hari terakhir menyelesaikan ujian nasional, saya mengaku salah karena tidak menolak nya dan malah mendiamkannya. ''
jelas Satria yang mengakui kesalahannya.
''Kamu tahu kan Satria kalau seorang Suami itu di haramkan bersentuhan dengan wanita lain selain istrinya, kalaupun boleh bersentuhan harus mengikrarkan sumpah janji pernikahan baru boleh dan di halalkan, memang sih tindakan kamu adalah wajar bagi remaja jaman sekarang karena memang menganut budaya barat, tapi sangat di sayangkan di kejadian ini adalah kamu seorang suami yang memiliki istri, Abi tahu kalau kamu sudah ijin sama Bella dan Bella mengijinkannya karena kemarin Bella menceritakannya saat Abi menanyakan keberadaan kamu, Abi sebagai mertua kamu dan Ayahnya Bella sangat kecewa dengan tindakan kamu Satria, semua keputusan ada di tangan Bella karena ini semua bukan wewenang Abi, Abi dan kedua orang tua kamu hanya penengah saja. ''
ucap Abi Riyan dan Satria mengiyakannya.
''Saat kejadian di cafe itu, ada Feni disana Abii dan Feni memberitahukannya pada Bella, Bella yang ingin menyaksikannya langsung pun langsung menyusul ke cafe dan benar menyaksikan semuanya. ''
ucap Fatih dan Abinya hanya diam.
''Bella semua ada di tangan kamu keputusannya, Abi akan mendukung apapun yang kamu inginkan, maaf karena Abi kamu menjadi sakit hati dan menyaksikan dengan mata kepala kamu sendiri, suami kamu bermesraan dengan wanita lain, Maafkan Abii sayang. ''
ucap Abii Riyan dan membuat Bella menggelengkan kepalanya.
''Semua bukan salah Abii, semua sudah takdir yang memang harus Bella terima, Bella sudah memaafkan perbuatan Satria dan memberikannya kesempatan untuk berubah, maaf karena masalah ini kalian semua ikut terlibat. ''
ucap Bella dan Abii Riyan langsung membawa Bella kedalam dekapannya.
__ADS_1
Bella memang wanita yang baik hati, Bella menerima semua nya dengan ikhlas dan akan menjalani rumah tangganya karena memang semua sudah garis takdir yang di laluinya.
''Malam ini Bella akan menginap di rumah Abii, boleh kan?? ''
ucap Bella dan Abi nya mengangguk lalu menatap Satria.
''Bukan hanya kamu tapi Satria juga akan menginap di rumah ini, jangan membuat Satria sedih dengan kepergian kamu ke rumah orang tuamu tanpa dia. ''
ucap Abii Riyan dan Bella mengiyakannya.
''Sekali lagi saya minta maaf sebagai orang tua Satria dan berterimakasih karena masalah ini bisa terselesaikan. ''
ucap Papanya Satria dan Abi Riyan mengiyakannya.
Setelah berbincang sebentar, kedua orang tua Satria akhirnya Pamit dan Satria juga Bella mengantarkannya sampai kedua orang tua Satria masuk kedalam mobil lalu mobil bergerak meninggalkan gerbang utama kediaman Abi Riyan.
Satria langsung mencekal tangan Bella lalu membawa Bella kedalam dekapannya, Satria menangis bahkan mengucapkan maaf terus menerus.
''Ayo masuk, udara malam gak baik untuk kesehatan soalnya. ''
Satria tahu kalau hukuman untuknya sedang menanti dari Bella dan dia akan menerimanya lalu menjalankan hukumannya.
Satria membuka handphone nya lalu memblokir semua sosial media juga semua kontak yang berhubungan dengan wanita itu, Satria langsung masuk dan gabung di ruang keluarga.
Hanya ada Bella, Feni dan Fatih lalu Satria duduk di samping istrinya, Fatih hanya menghela nafasnya karena Bella begitu mudah memaafkan perlakuan Satria, bahkan Bella tidak memberikan hukuman apapun pada Satria dan akan sangat memungkinkan kalau Satria akan bertindak serupa bahkan lebih.
''Nenek tumben gak ikut kumpul tadi?? ''
tanya Feni dan Fatih langsung menatap ke arah Feni.
''Nenek sudah tidur dan Abang tadi nelphone Abi supaya jangan tidur dulu. ''
jawab Fatih dan Feni mengangguk.
__ADS_1
''Abang tidur duluan yaa, lelah dan ngantuk sekali soalnya, Feni kamu jangan pulang dan menginap saja karena tadi Umi sudah mengijinkannya. ''
ucap Fatih kembali sambil berjalan menuju kamarnya.
''Istirahat Feni sudah malam dan makasih untuk semuanya yaa. ''
ucap Bella dan Feni mengiyakannya.
''Jangan membuat Bella kecewa kedua kalinya, karena kalau terulang kembali tidak ada kata maaf. ''
ucap Feni sambil memandang Satria lalu beranjak menuju kamar tamu yang ada di dekat tangga.
Bella langsung berjalan menuju kamar nya dan Satria mengikutinya, Bella langsung menuju kamar mandi untuk bersih bersih dan mengganti pakaiannya, Satria duduk di sisi ranjang sambil menunggu Bella selesai dengan urusan kamar mandinya.
.
.
Beberapa saat berlalu.....
Bella dan Satria sudah duduk di atas ranjang lalu bersandar, Bella menarik nafasnya lalu membuangnya perlahan.
''Aku memaafkan kamu Satria, tapi bukan melupakan masalah ini dan kamu menghancurkan kepercayaan aku begitu dahsyat, Aku mulai nyaman dan percaya kalau kamu imam yang sudah di pilih Allah untuk membawaku ke SurgaNya kelak, namun semua terpatahkan dengan begitu cepat, Aku membebaskan kamu melakukan apapun tapi kamu juga harus membebaskan aku melakukan apapun, rasa kecewa aku masih sangat sakit dan sulit menerima semuanya Satria, maafkan aku. ''
jelas Bella dan berhasil membuat Satria mematung karena dia harus kembali berjuang mendapatkan kepercayaan Bella.
''Aku menerima semua hukuman kamu Bella tapi bersumpahlah tidak akan meminta berpisah, aku sangat mencintai kamu. ''
jawab Satria dan Bella tidak bergeming hanya terdiam.
Bella memutuskan untuk merebahkan tubuhnya karena besok dia masih harus ke kantor dinas pendidikan untuk melanjutkan pekerjaanya.
.
__ADS_1
.
Bersambung......