
''Abang bikin takut ajah, di kira aku ada apa dobrak dobrak pintu. ''
protes Bella dan membuat Fatih menghela nafasnya.
''Abang takutnya kalian sedang mau bermain dan kalau hanya di ketuk nanti malah di abaikan, jawab pertanyaan Abang dulu. Ini tandanya hamil atau gak?? ''
ucap Fatih dan Bella menganggukkan kepalanya.
''Itu dua garisnya walaupun satu samar ada kemungkinan besar Kakak ipar hamil, besok pagi setelah bangun tidur tespek lagi karena itu kan barusan tespek nya jadi samar hasilnya. ''
jelas Bella dan Fatih mengiyakannya.
''Oke deh besok pagi Feni tespek lagi, maaf Abang malah membuat kerusuhan dan sekarang lanjutkan kembali kesibukan kamu. ''
jawab Fatih sambil menggandeng Feni keluar dari kamar dan Bella juga Satria hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah Fatih.
''Kakak kamu aneh sekali yaa. ''
ucap Satria sambil duduk kembali di samping Bella setelah menutup pintu dan menguncinya.
''Abang emang selalu membuat heboh kalau sesuatu hal kecil tapi rumah Abi jadi ramai karena tingkah Abang, aku kan serius orang nya gak pernah rusuh kaya Abang. ''
ucap Bella dan Satria tersenyum mendengarnya.
Di kamar Fatih saat ini.....
''Kak Fatih membuat malu saja. ''
protes Feni saat masuk kedalam kamar nya dengan Sang suami.
''Salah kamu gak rapih menyimpan tespeknya, Aku kan jadi penasaran. ''
jawab Fatih dan Feni hanya mendelik lalu merebahkan tubuhnya di ranjang.
Fatih langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena tadi saat datang belum sempat membersihkan tubuhnya karena melihat tespek dekat meja rias sang istri.
''Suami aku urakan banget mirip sama Satria yang selalu Bella ceritakan karena tingkah konyolnya. ''
gumam Feni sambil bersandar dan tidak jadi merebahkan tubuhnya.
.
.
Ke esokan paginya......
Bella saat ini sedang memakan buah buahan dengan cake yang di buatkan oleh bibi di kediaman Fatih, kehamilan Bella saat ini sangat aneh karena Bella enggan memakan nasi dan akan muntah muntah kalau memakan nasi.
Satria memilih berolah raga di halaman belakang dengan Bella menjadi penontonnya.
''Dek.....kayanya Abang mau bawa langsung Feni ke rumah sakit dimana kamu suka periksa kandungan, Dokternya bisa kamu hubungi. ''
ucap Fatih yang tiba tiba menghampiri sambil memakan buah buahan yang di makan Bella.
__ADS_1
''Kalau pagi jam sembilan Abang buka praktenya, setiap hari buka kecuali jumat dan minggu. ''
ucap Bella sambil memperlihatkan jadwal dokter kandungan yang biasa memeriksanya.
''Oke deh Abang mau bersiap. ''
ucap Fatih sambil beranjak memasuki rumah kembali.
''Aneh sekali Abang ini, semoga Feni beneran hamil biar bisa barengan nantinya dan Umi jadi dua calon cucu. ''
gumam Bella yang melihat punggung kakak nya semakin menjauh.
Satria menghampiri dan Bella memberikan minum juga handuk nya untuk sang suami, Satria duduk lesehan di bawah lantai dekat kaki Bella dan bersandar pada kaki kursi yang di duduki Bella.
''Abang kamu kenapa lagi sayang?? Wajahnya kusut gitu. ''
tanya Satria sambil memasukkan buah kedalam mulutnya.
''Nanyain dokter kandungan yang biasa memeriksa aku Mas, Abang mau langsung bawa Feni periksa biar akurat mungkin. ''
jawab Bella yang menghindar dari tangan Satria yang akan mencubit pipinya.
''Kamu kebiasaan deh tangannya gak bisa di kondisikan. ''
protes Bella dan membuat Satria tertawa.
''Kamu lucu pipi nya tembem sekarang, pulang ke rumah baru yaa dan Mama juga sudah menunggu di sana. ''
ucap Satria dan Bella mengangguk.
ucap Bella dan Satria senang mendengarnya.
Satria langsung menggandeng Bella untuk masuk kedalam rumah, ternyata Feni sedang sarapan sambil duduk di kursi meja makan namun tanpa Fatih suaminya.
''Mas mau mandi dulu yaa kamu ada temen sekarang di meja makan. ''
ucap Satria yang membantu Bella duduk di samping Feni yang sedang asik dengan cake nya.
''Abang kenapa lagi Feni?? Wajahnya kusut sekali pas tadi samperin aku. ''
tanya Bella dan Feni tersenyum mendengarnya.
''Kak Fatih semalaman gak bisa tidur, katanya nunggu pagi buat tespek padahal aku sudah bilang tidur saja karena pagi masih lama, tapi dia ngeyel dan hasilnya gitu wajahnya kusut. ''
jawab Feni dan Bella menggelengkan kepalanya.
''Abang sama konyolnya kaya Satria, nanti sehabis dari periksa. Ke rumah aku yaa ajakin Abang, disana ada Umi juga kayanya. ''
ucap Bella dan Feni mengiyakannya.
''Bella jangan bilang sama Umi atau siapapun tentang aku yang periksa ke rumah sakit yaa, takut hasil mengecewakan soalnya. ''
pinta Feni dan Bella mengacungkan jempolnya.
__ADS_1
''Tenang saja aku gak akan buka mulut, itu hak kamu nantinya untuk mengabari keluarga. ''
jawab Bella sambil ikut memakan cake nya.
Fatih menghampiri dengan stelan santai tanpa jas yang melekat di tubuhnya, Bella tersenyum saat Fatih mencium keningnya sama seperti mencium kening Feni.
''Abang nanti ke rumah kamu yaa Dee, tapi jangan bilang bilang kalau Abang mau periksa kehamilan yaa, takutnya zonk. ''
ucap Fatih dan Bella mengiyakannya.
''Iya Abang tenang saja, aku gak akan kasih tau siapapun. ''
ucap Bella dan Fatih tersenyum mendengarnya.
Fatih dan Feni sarapan duluan tanpa Satria yang masih bersiap di kamar, sedangkan Bella hanya diam meminum teh hangat nya.
Tak lama kemudian Satria datang dan duduk di samping Bella yang langsung menyiapkan sarapannya, Satria langsung memakan makanannya dan sesekali berbincang dengan Fatih juga.
Setelah sarapannya selesai, Fatih dan Feni pamit duluan menuju rumah sakit, sedangkan Bella mengambil tasnya dahulu di kamar setelah nya baru menyusul Satria menuju mobil.
''Ada yang ketinggalan gak?? Mumpung kita masih disini soalnya. ''
tanya Satria dan Bella menggelengkan kepalanya.
''Gak ada mas semua aman. ''
jawab Bella dan Satria mengiyakannya.
Satria memasangkan sabuk pengamannya untuk Bella dengan hati hati, setelahnya langsung melajukan mobilnya menuju kediaman barunya, Satria hari ini masih ijin dari sekolah karena lebih penting menuju rumah barunya.
''Jangan bilang bilang kalau Abang sama Feni sedang ke rumah sakit yaa Mas, pada siapapun. ''
ucap Bella dan Satria menganggukkan kepalanya.
''Iya Sayang, Mas gak akan kasih tau siapapun. ''
ucap Satria dan Bella lega mendengarnya.
Perjalanan lumayan jauh akhirnya mobil tiba di kediaman baru Bella dan Satria, Mama nya Satria dan Umi Nida ternyata sudah menunggu dan menyambut kedatangan Bella juga Satria.
''Jam berapa Mama sama Umi sampai nya?? Ini masih pagi loh. ''
tanya Bella saat mencium tangan kedua ibu itu.
''Dari jam tujuh terus bantu bibi membuat nasi kuning buat bikin tumpeng. ''
jawab Mamanya Satria dan Bella tersenyum mendengarnya.
''Satria di tunggu Papa di ruang kerja kamu, katanya penting. ''
ucap Mamanya dan Satria mengangguk lalu pamit ke ruang kerja.
.
__ADS_1
.
Bersambung....