
Tiba acara syukuran empat bulan kehamilan Bella, keluarga semua memakai pakaian senada dengan Bella dan Satria, acara berjalan dengan lancar hingga selesai dan saat ini semua keluarga berkumpul di restoran di dalam hotel sambil menikmati hidangan makanan yang di sediakan.
''Jadinya pindah kapan ke rumah barunya?? ''
Tanya Abi Riyan sambil menatap ke arah putrinya yang sedang di suapi buah potong oleh Satria.
''Besok kayanya Abi, hari ini mau menginap di rumah Abang Fatih. ''
Jawab Bella dan Feni langsung mengacungkan jempolnya.
''Kamu ngidam apa maunya Abang Fatih?? Perasaan menginap terus. ''
Ucap Umi Nida dan Bella langsung tersenyum.
''Maunya Kak Feni, kalau waktu itu memang maunya Babby nya Umi. ''
ucap Bella dan Semua menggelengkan kepalanya.
''Tadi kan habis periksa kehamilan Bella dan saat di USG, ternyata jenis kelaminnya Perempuan. ''
Ucap Satria sambil mengeluarkan foto USG nya dan Mamanya Satria langsung bersorak riang.
''Pokonya setelah lahiran harus tinggal di rumah Mama selama Bella belum pulih, Mama yang akan membantu merawat. ''
Ucap Mamanya Satria dan Satria hanya menghela nafasnya karena bisa menebak akan bagaimana reaksi Mamanya sedangkan Umi Nida tidak berkomentar karena dia percaya pada Bella juga Satria.
''Mau laki laki atau perempuan gak masalah, yang penting dede sama ibunya selamat saat persalinan nantinya. ''
Ucap Umi Nida dan semua mengaminkannya.
Setelah makan bersama keluarga selesai, Bella pergi dengan Feni karena Satria dan Fatih ada pekerjaan yang harus di selesaikannya, Feni terus tersenyum sambil mengelus perut Bella.
''Bella kita bicara bukan sebagai adik dan kakak ipar sekarang, kita bicara sebagai sahabat, aku mau nanya sama kamu kan sudah pengalaman tuh, sebenarnya aku sedang telat datang bulan dan bulan sekarang belum ada tanda tanda keluar, mau tespek masih takut kaya waktu itu ternyata asam lambung aku naik bukan mual muntah karena hamil. ''
ucap Feni dan Bella tersenyum sambil menggenggam tangan sahabatnya itu.
''Di rumah masih ada sisa tespek gak?? ''
tanya Bella dan Feni menganggukkan kepalanya.
''Ada tiga lagi di kotak obat, kenapa memangnya?? ''
jawab Feni dan Bella terdiam sejenak sebelum menjawabnya.
''Aku akan temani kamu buat tespek nya, jadi aku nanti kasih tau arti dari garisnya, sebenarnya aku gak tespek tespek tapi langsung pingsan dan saat ke rumah sakit ternyata hamil tujuh minggu, bahagia dan sedih karena kandungan aku lemah tapi sekarang sudah normal, Babby aku sehat juga kuat. ''
__ADS_1
ucap Bella dengan binar bahagia dan Feni ikut tersenyum.
''Nanti sampai di rumah antarkan aku buat tes yaa, mumpung Kak Fatih nya masih ada kerjaan sama suami kamu. ''
ajak Feni dan Bella mengacungkan jempolnya.
Perjalanan tidak terasa dan saat ini tiba di kediaman Feni, Bella langsung di bantu turun dari mobil lalu di gandeng masuk kedalam rumah.
''Rumah ini seperti rumah sendiri untuk aku loh, saking seringnya aku kesini. ''
ucap Bella dan Feni tersenyum mendengarnya.
Feni meminta Bibi membuatkan minum untuk Bella, sedangkan Feni memilih menuju kamar nya namun Bella mengikutinya dan meminta Feni tespek sekarang.
''Ayolah jangan mandat gini, yakin saja Feni dan ayo tespek sana. ''
titah Bella dan akhirnya Feni pun mengiyakannya.
Bella ikut masuk kedalam kamar mandi di dalam kamar Feni, bahkan melihat saat Feni menyimpan air seni nya kedalam wadah bersih, Bella langsung meminta Feni mencelup alatnya.
Menunggu beberapa menit Bella langsung meminta tespek nya dan Bella tersenyum karena hasilnya positif, walaupun garis satunya samar namun ini sudah positif.
''Kamu hamil Feni selamat yaa, nanti pagi saat bangun tidur kamu tes lagi dan hasilnya mungkin gak samar, ini karena kita tespek nya sore. ''
''Bella aku bahagia kalau benar hamil dan Kak Fatih pasti juga bahagia. ''
ucap Feni dan Bella mengangguk lalu berjalan keluar dari kamar mandi.
''Sembunyikan hasilnya dulu dan nanti bangun tidur tes lagi, mudah mudahan jelas yaa dan kalau masih samar kamu ajak Abang ke dokter kandungan untuk di lakukan tes memakai alat biar pasti hasilnya. ''
ucap Bella dan Feni mengiyakannya.
Bella keluar dari kamar dan duduk lesehan di ruang utama rumah Feni, Bella semenjak hamil tidak suka duduk di kursi dan menyukai lesehan di lantai dengan alas karpet bulu yang empuk.
Makanan dan minuman di sajikan di meja dan Bella langsung berterimakasih pada Bibi yang menyiapkannya, Feni sudah berganti pakaian rumahan dan memilih duduk lesehan di samping Bella.
''Kamu kebiasaan kalau kesini maunya duduk dilantai, kenapa gak duduk di sofa?? ''
ucap Feni dan Bella hanya mengangkat bahunya.
''Lebih nyaman lesehan karena perut gak ke tekan, kalau di kursi suka engap. ''
ucap Bella dan Feni mengangguk.
Keduanya berbincang santai di temani cemilan juga minuman, Bella selalu tersenyum saat Feni menceritakan kelakuan san Abang yang absure.
__ADS_1
''Kak Fatih bilang kenapa aku gak kasih tahu sejak dulu kalau naksir, pasti Kak Fatih membalas perasaan aku katanya Bella, Abang kamu memang aneh. ''
ucap Feni dan Bella hanya tersenyum.
''Kasihan Abang sedari dulu kalau pacaran hanya di manfaatkan, bodohnya Abang selalu kemakan rayuan wanita. ''
ucap Bella dan Feni terbahak mendengarnya.
.
.
Sore hari menjelang baru lah Satria dan Fatih datang, Bella sekarang sedang rebahan di kamar nya yang di sediakan oleh Fatih, Satria langsung pamit menuju kamar dimana Bella berada saat menanyakan keberadaan Bella.
Saat membuka pintu kamar ternyata Bella langsung tersenyum menyambut kedatangan suaminya, Satria memilih menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu dan Bella tidak masalah karena Satria selalu seperti itu kalau kembali ke rumah
Hanya lima belas menit akhirnya Satria selesai dengan kamar mandinya, Bella langsung meminta suaminya duduk di sampingnya.
''Beres kerjaannya?? ''
tanya Bella dan Satria menganggukkan kepalanya.
''Kenapa nanya kerjaan?? Ada sesuatu yang kamu mau emangnya?? ''
tanya balik Satria karena takut Bella menginginkan sesuatu.
Saat Bella akan menjawabnya ternyata pintu kamar nya ada yang mengetuk bahkan sampai terdengar gedoran dan membuat Satria langsung membukanya.
''Ada apaa?? ''
tanya Satria bingung saat membuka ternyata Fatih yang menggedor.
Fatih tidak menjawab dan langsung masuk kedalam kamar di ikuti oleh Feni, Satria hanya menggelengkan kepalanya karena sebentar lagi akan ada derama dari kakak dan kakak iparnya.
Bella mengerutkan keningnya saat Fatih berjalan menghampirinya, saat menatap Feni ternyata bisa di tebak apa yang membuat Kakak nya datang.
''Deek.....ini tespek hasil gini tuh hamil atau engga?? ''
tanya Fatih tiba tiba dan Bella langsung tersenyum.
.
.
Bersambung......
__ADS_1