Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
40. pulang ke rumah Mama.....


__ADS_3

Bella saat ini sudah siap dengan hijab instan nya, Bella sudah duduk di atas kursi roda karena Kedua ibunya melarang Bella untuk berjalan kaki.


''Kita tunggu Satria dulu yaa Sayang. ''


ucap Mamanya Satria dan Bella menganggukkan kepalanya.


Barang barang Bella sudah di masukkan kedalam tas, yang berisi pakaian kotor, alat mandi dan handuk saja sedangakan alat makan di pisahkan di tas berbeda.


''Besok Umi mulai sibuk di rumah dan lusa pengajian, kamu gak usah memaksakan datang yaa Sayang, biar nanti saat akad nikah kamu bisa menghadirinya. ''


ucap Umi Nida dan Bella mengangguk.


''Maaf karena Bella gak bisa membantu persiapan nya Umi, semua di luar prediksi. ''


ucap Bella penuh sesal dan Umi nya tersenyum.


''Gak apa apa Sayang, kesehatan kamu dan janin kamu paling penting sekarang, jangan berfikiran yang aneh aneh yaa. ''


ucap Umi yang menenangkan kesedihan Bella.


Satria akhirnya datang dan langsung mengajak Bella untuk pulang karena semua urusan sudah selesai, Satria yang mendorong kursi rodanya, sedangkan kedua Ibu mengikuti dengan membawa tas.


''Ke rumah Mama yaa pulangnya jangan dulu ke rumah baru, biar Mama bisa merawat Bella. ''


ucap Mamanya Satria saat lift sudah mulai menurun menuju lantai dasar.


''Iya Mama dan kami akan pindah saat kondisi Bella benar benar pulih. ''


jawab Satria dan membuat kedua Ibu itu lega menedengarnya.


Tiba di lobi utama, Satria menggendong Bella dan mendudukkannya di kursi belakang sampai Bella nyaman dengan duduknya, setelahnya kedua ibu masuk dan Satria menyimpan kursi roda kembali lalu menyimpan tas berisi barang di bagasi belakang.


Setelah Satria duduk di samping supir mobil langsung melaju menuju kediaman orang tua Satria, Bella duduk di himpit Umi dan Mama mertuanya.


Perjalanan empat puluh menit akhirnya tiba di kediaman orang tua Satria, ternyata semua keluarga berkumpul menyambut kepulangan Bella, bahkan pasangan calon pengantin pun menghadirinya.


''Ckckck......Umi kenapa calon pengantinnya belum di pingit?? ''


protes Bella saat Satria menggendong nya menuju rumah.


''Biarkan saja Sayang, Umi sudah pusing dengan alasan keduanya selalu saja bisa bertemu, dari pada nanti pengantin perempuannya di culik kan lebih baik membiarkan nya saja. ''


jawab Umi Nida dan Bella hanya mendelik ke arah kedua calon pengantin yang tersenyum kepadanya.


''Sudah jangan banyak marah dan protes yaa, gak baik buat kesehatan kamu. ''

__ADS_1


ucap Satria saat mendudukkan Bella di sofa.


Di ruang utama kediaman orang tua Satria begitu ramai, makanan pun begitu banyak bahkan buah buahan di bawa langsung dari kediaman Orang tua Bella.


Satria dengan telaten menyuapi buah untuk Bella dan tidak perduli dengan keluarga yang memperhatikannya karena bagi Satria hanya Bella yang menjadi perhatiannya.


''Dee.....kamu harus benar benar menjaga kesehatan yaa, Abang gak mau saat nanti pernikahan Abang sama Feni kamu malah sakit. ''


ucap Fatih dan membuat Bella memanyunkan bibirnya membuat Satria gemas lalu mengecup bibir Bella yang sontak membuat kedua Ibu langsung berteriak memanggil nama Satria.


''Kamu ini memalukan sekali sih, lihat gak banyak keluarga yang memperhatikan kita. ''


protes Bella dan Satria hanya mengangkat bahunya.


''Satria kamu kebiasaan siih, urat malu kamu benar benar tebal. ''


protes Mamanya dan di setujui Papanya.


''Kasihan sama calon pengantin loh, nanti malah kejer pengen ngikutin jejak kamu Satria. ''


ucap Umi Nida yang membuat Feni langsung memerah wajahnya karena malu.


Kedua orang tua Bella pun pamit karena Abi Riyan dan Fatih ada meeting sebelum makan siang, Umi Nida pun pulang bersama Feni karena Fatih akan berangkat bersama Abi Riyan.


Kedua orang tua Satria mengantarkan besannya sampai pintu utama, sedangkan Satria langsung membawa cemilan untuk di makan nya dan di suapi ke Bella.


''Mas kita tidur di kamar atas?? ''


tanya Bella saat Satria mengunyak makanannya.


''Gak lah Sayang, kita menepati kamar yang di bawah dan bukan kamar tamu tapi kamar Mama, Mama pindah ke lantai atas. ''


jawab Satria dan Bella menganggukkan kepalanya.


''Memangnya gak apa apa gitu kamar Mama pindah ke atas?? ''


tanya Bella kembali dan Satria langsung menatap kedua orang tuanya yang menghampirinya.


''Tanya sama Mama jangan ke aku yaa Sayang. ''


jawab Satria dan Bella mendelik mendengarnya.


''Gak apa apa Sayang, Mama pindah ke lantai atas kamar nya dan gak masalah, kamu jangan berfikiran apapun pokonya kamu fokus pemulihan yaa. ''


ucap Mamanya Satria yang melihat wajah Bella terlihat berfikir.

__ADS_1


''Syukur laah kalau gak apa apa, Bella hanya sungkan saja Mama. ''


ucap Bella dan Mamanya Satria tersenyum.


''Sebenarnya Mama sama Papa sudah pindah ke lantai atas saat kamu dan Satria menikah, karena Mama meminta kalian tinggal di rumah ini, tapi kan Satria memilih tinggal di Apartemen, jadi kamar sudah kosong semenjak kalian menikah, tapi sekarang sudah nyaman karena semua perabotan di dalam kamar sudah di ganti yang baru dan pakaian kamu sama Satria sudah tersusun rapih. ''


jelas Mama nya Satria dan di benarkan oleh Papanya.


''Satria bawa Bella ke kamar biar rebahan, nanti makan siang di antarkan ke kamar biar Bella gak banyak bergerak. ''


pinta Mamanya saat melihat Satria asik memakan cemilannya.


''Kamu ini aneh Satria, Bella yang hamil tapi kamu yang makan teruus. ''


ucap Papanya dan Satria hanya menghela nafasnya.


''Gak tau kenapa Papa, aku jadi lapar terus bawaannya dan Bella malah gak mau makan malah maunya makan buah ajah. ''


ucap Satria dan Bella tersenyum melihatnya karena saat ini tubuh Satria sudah berisi dan tidak sekurus saat sekolah.


''Kamu memang doyan Satria, malah mengaitkan sama kehamilan Bella. ''


protes Mamanya dan Satria tetap memakan makanannya.


Papanya Satria langsung pamit ke ruang kerja, Mamanya memilih ke dapur untuk memberi instruksi pada koki yang akan memasak makanan siang ini, Satria kembali menggenndong Bella menuju kamar yang sudah di siapkan.


Kamar nya begitu luas dan warna cat nya juga sangat elegant menurut Bella, kasurnya benar benar berukuran king size dan sangat empuk saat Bella duduk di atas kasurnya.


''Kamar ini adalah kamar utama dan sangat luas di banding kamar lainnya, bahkan kamar Mas hanya setengahnya saja dari luas kamar ini. ''


jelas Satria dan Bella hanya tersenyum tanpa menjawabnya.


''Mas kamu gak apa apa bolos sekolah?? ''


tanya Bella saat Satria menghampirinya sambil merebahkan tubuhnya di samping Bella yang duduk selonjoran.


''Gak masalah Sayang karena kamu paling utama untuk saat ini, Asisten Papa sudah mengurusnya jadi aman Sayang. ''


jawab Satria dengan santainya sambil mengelus perut rata Bella yang di dalam nya sedang tumbuh calon buah hatinya.


.


.


Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2