Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
47. kebahagiaan keluarga.


__ADS_3

Bella langsung di gandeng masuk oleh Mamanya Satria dan di bawa menuju meja makan dimana tersaji makanan yang begitu menggugah selera Bella untuk pertama kalinya.


''Boleh gak Bella makan duluan??, makanan nya sangat membuat air liur menetes loh Mama. ''


ucap Bella dan Mamanya Satria langsung menyiapkan makanannya.


''Alhamdulillah akhirnya kamu mau makan nasi juga sayang, yang kenyang yaa dan gak apa apa kamu makan duluan. ''


ucap Umi Nida sambil mengelus kepala Bella yang tertutup hijabnya.


''Mama senang akhirnya setelah sekian lama kamu mau makan nasi. ''


ucap Syukur Mamanya Satria dan Umi Nida pun ikut bahagia.


Awal kehamilan Bella sangat sulit memakan nasi dan akan memuntahkan kembali kalau di paksakan, setelah hampir tiga bulan akhirnya Bella mau memakan nasi walaupun nasi kuning tapi tetap nasi.


Kedua ibu itu hanya tersenyum sambil memperhatikan Bella yang begitu lahap memakan makanannya, Bella seperti tidak menghiraukan orang orang sekitarnya dan fokusnya hanya pada makanan di hadapannya.


Satria mendekat dan mengerutkan keningnya saat melihat istrinya makan dengan lahap dan itu nasi.


''Makan yang kenyang yaa Sayang. ''


ucap Satria saat menghampiri Bella dan mencium pipinya.


''Kamu mau makan Mas?? Enak loh ini nasi kuning sama temen nasinya. ''


ucap Bella dan Satria menggelengkan kepalanya.


''Mas sudah makan di rumah Abang Fatih jadi buat kamu saja. ''


ucap Satria dan Bella mengangguk lalu kembali memakan makanannya.


.


.


Di rumah sakit saat ini.....


Fatih tak hentinya mengucap syukur karena di percayakan menjadi calon ayah, Feni positif hamil dan kehamilannya saat ini berusia empat minggu.


''Kita langsung ke rumah Bella yaa, disana sedang berkumpul sambil syukuran kecil kecilan kepindahan Bella. ''


ucap Feni dan Fatih mengiyakannya.


''Sekalian kita umumkan kehamilan kamu, Umi sama Abi akan memiliki dua calon cucu dan hubungi orang tua kamu sekalian ajak berkumpul. ''


ucap Fatih dan Feni mengangguk lalu menghubungi orang tuanya.


Fatih sampai meneteskan air matanya saat dokter menjelaskan kalau istrinya positif hamil empat minggu, Fatih begitu bahagia dan Feni yang paling bahagia karena laki laki yang begitu di cintainya saat ini begitu menyayanginya.

__ADS_1


Perjalanan dua puluh menit akhirnya tiba di kediaman Bella, rumah yang begitu mewah untuk ukuran Fatih tapi bagi Satria rumahnya sederhana, Fatih sampai berdecak kesal mendengar ungkapan Satria kalau rumah nya sederhana.


''Satria bilangnya sederhana, ini bukan sederhana tapi mewah. ''


celetuk Fatih saat berhasil memarkirkan mobilnya.


''Pastilah Kak ini sederhana menurut Satria karena rumah orang tuanya seperti kastil loh saat aku kesana untuk bertemu Bella. ''


jawab Feni sambil menerima uluran tangan Fatih untuk menggandengnya.


Fatih langsung menggandeng Feni memasuki kediaman Bella dan sebelumnya mengucapkan sallam terlebih dahulu.


''Nah kan Mama sama Papa sudah di sini, pantas saja Feni hubungi gak di angkat. ''


ucap Feni saat masuk kedalam rumah utama dan menyalami semua orang tua yang duduk berbincang.


''Kalian habis dari mana?? Fatih hari ini libur kan dan kalian kenapa baru datang?? ''


tanya Abi saat Fatih duduk di sebelahnya.


''Fatih habis dari rumah sakit Abi. ''


jawab Fatih dan membuat semua tersentak lalu menatap ke arah Fatih juga Feni.


''Kenapa ke rumah sakit?? Siapa yang sakit?? ''


tanya Papanya Feni dan Feni langsung tersenyum menatap suaminya.


jawab Bella dan membuat semua keluarga bahagia.


''Selamat untuk kalian dan jaga kehamilannya. ''


ucap Mamanya Feni dan di setujui oleh smuanya.


''Kita makan nasi kuningnya sekarang, sekalian syukuran kehamilan Feni dan kepindahan Bella ke rumah ini. ''


ucap Mamanya Satria dan semua setuju.


Bella langsung menghampiri Feni dan memeluknya, keduanya saat ini sudah menjadi kakak adik sungguhan, semua terwujud dan sangat di luar prediksi.


''Selamat Feni atas kehamilannya, aku bahagia sekali dan ada teman yang sama sama hamil. ''


ucap tulus Bella dan Feni mengiyakannya.


''Ayo makan dulu nanti lanjutkan terharu nya. ''


ajak Fatih dan kedua wanita hamil itu mengiyakannya.


Bella langsung duduk di samping suaminya yang sedang menyiapkan makanan di piringnya dan sesekali Satria tersenyum sambil mengedipkan matanya ke arah Bella.

__ADS_1


''Kamu gak makan Dee?? ''


tanya Fatih saat meLihat Bella hanya meminum jus saja.


''Bella sudah duluan tadi makan dan makannya nambah lagi. ''


Umi Nida yang menjawabnya karena Bella malah tersenyum saja.


''Ada kemajuan kamu bisa makan nasi, mudah mudahan Feni bisa makan nasi. ''


ucap Fatih dan Feni hanya mendelik mendengarnya.


''Aku gak ada masalah sama makan Kak, ini malah mau nambah soalnya enak. ''


ucap Feni dan semua bahagia mendengarnya.


Setelah memakan makanannya semua langsung berkumpul di ruang utama dengan di dampingi cemilan juga minumannya juga.


''Satria kamu gak salah bilang kalau rumah ini sederhana, menurut kamu yang mewah seperti gimana?? Ckckck.....bahkan rumah ini lebih megah dari rumah saya. ''


ucap Fatih saat mengedarkan pandangannya pada setiap sudut kediaman adiknya.


''Rumah Mama sama Umi lebih megah dari rumah ini Abang, So......rumah ini terlihat sederhana kan. ''


ucap Satria dan Fatih hanya mendelik mendengarnya.


''Sudah jangan bahas masalah rumah, yang penting nyaman dan bisa melindungi dari panas juga hujan, itu sudah keberkahan. ''


lerai Abi Riyan yang menengahi perdebatan rumah.


''Di tawarin kan sama Umi rumah di komplek ini, kalian gak mau. ''


ucap Umi Nida dan Fatih tersenyum.


''Kan rumahnya pertengahan diantara rumah Umi sama rumah orang tua Feni, sama seperti Bella tengah tengah juga kan. ''


ucap Fatih dan Uminya hanya menggelengkan kepalanya.


''Sudah jangan bahas rumah, yang penting kalian sebagai kepala keluarga bisa menjadi imam untuk istri dan kelak anak anak kalian, jaga kandungan istri istri kalian dan jangan mementingkan perusahaan saja tapi istri harus di dahulukan apalagi sedang hamil sangat butuh perhatian seorang suami. ''


ucap Abi Riyan dan kedua kepala keluarga itu pun mengiyakannya.


Bella dan Feni hanya diam duduk di himpit Ibu Ibu yang berada di kiri kanannya.


keduanya bahagia karena memiliki tiga Ibu dan tiga Ayah saat ini.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2