Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
42. Pernikahan Feni


__ADS_3

Ballroom hotel milik keluarga Satria menjadi saksi tempat dimana pernikahan Fatih dan Feni di gelar, bahkan pernikahan nya begitu megah karena Feni anak tunggal dan Fatih adalah anak terakhir yang menikah di keluarga Bella.


Kedua calon pengantin sudah berada di hotel beserta keluarga nya yang menempati kamar hotel masing masing, Feni saat ini sedang di bantu memakai kebaya akad pernikahan, Feni begitu anggun dan cantik saat ini namun Feni sedih karena Bella tidak ikut menemani nya di rias.


''Bella sudah ada mengabari belum Mama?? ''


tanya Feni saat sedang di rapihkan kebaya yang melekat di tubuhnya.


''Bella akan hadir sebelum janji suci di ucapkan, kamu jangan khawatir. ''


jawab Mamanya dan Feni mengangguk karena memang semalam dia bertukar pesan dengan Bella.


.


.


Di kediaman Satria saat ini......


Bella baru selesai di rias oleh penata rias langganan Mamanya Satria, sengaja Mamanya Satria mengundang penata rias agar make up di wajah nya dan di wajah Bella sempurna.


Gaun yang Bella beli beberapa bulan lalu pun ternyata masih cukup, hanya jas Satria yang tidak cukup karena tubuh Satria mengalami kenaikan berat badan.


''Cantik banget si kamu Sayang, Mama pangling melihatnya dan Mama takut nanti pengantinnya malah kalah cantik sama kamu. ''


puji Mamanya Satria saat melihat riasan di wajah Bella yang begitu sempurna.


''Mama jangan buat Bella malu, ayo kita pergi sekarang karena Satria dari tadi nelphone terus. ''


ucap Bella yang sengaja mengalihkan pujian Mama mertuanya.


Satria masuk kedalam kamar dan membuat Mamanya mendelik sebal karena putra nya begitu posesif terhadap Bella.


''Mama kenapa istri aku jadi cantik banget, gimana kalau jadi pusat perhatian disana. ''


ucap konyol Satria dan membuat Mamanya berdecak kesal.


''Sana pergi duluan kalau gitu, biar Mama yang temani Bella ke hotel biar Mama juga jadi pusat perhatian. ''


ucap Mamanya dan membuat Satria langsung menuju Bella lalu membawanya keluar dari kamar.


Satria begitu posesif pada Bella dan dia terus menggadeng Bella karena Bella juga sekarang sedang hamil muda.


''Ke pesta pernikahan malah pakai sepatu plate shose, kamu benar benar tega sama aku Mas. ''


protes Bella yang tadi sempat debat mengenai sepatu yang di pakai Bella.

__ADS_1


''Kamu sedang hamil dan gak baik memakai sepatu berhak, bagus seperti ini jadi manis kan. ''


jawab Satria dan Bella hanya memanyunkan bibirnya.


Bella duduk tenang di samping Satria yang sedang mengemudikan mobilnya, sedangkan kedua orang tua Satria berbeda mobil dan memakai supir yang mengemudikan mobilnya.


Rencananya Satria akan membawa Bella menginap di hotel karena dia sudah menyiapkan kamar hotel dengan pasilitas sama seperti pengantin baru nantinya.


Perjalanan hanya dua puluh menit akhirnya mobil tiba di lobi utama hotel, Satria keluar dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Bella lalu memberikan kunci mobil pada pihak keamanan hotel untuk di parkirkan.


Bella langsung menggadeng lengan Satria dan berjalan beriringan menuju Baroom hotel untuk bergabung dengan keluarga lainnya.


Abi Riyan langsung menyambut kedatangan putri kesayangannya yang begitu di jaga posesif oleh menantunya, Bella langsung masuk kedalam dekapan Abi Riyan dan membuat Satria menggelengkan kepalanya.


''Bagaimana keadaan kamu sekarang Sayang?? sudah sehat kan?? ''


tanya Abi Riyan setelah mencium puncak kepala Bella yang tertutup hijab.


''Alhamdulillah Bella sudah sangat sehat Abi. ''


jawab Bella dan Abi Riyan tersenyum lalu memberikan tangan Bella kembali pada suaminya karena dia akan menyaba besannya.


Setelah menyapa Besannya, Abi Riyan langsung membawa Bella beserta keluarganya menuju kursi depan karena akad nikah akan segera di mulai.


Papanya Satria menjadi saksi pernikahan dari mempelai Laki laki, sedangkan Abi Riyan memilih duduk di kursi kembali di samping istrinya.


Satria terus menggenggam tangan Bella dan Bella tidak keberatan karena memang dia juga nyaman di perlakukan mesra oleh Satria.


''Kamu mau gak kita adakan resepsi pernikahan kita berdua?? Bisa aku usahakan kalau kamu mau. ''


Ucap Satra dan Bella menggelengkan kepalanya.


''Lebih baik fokus kehamilan untuk saat ini dan aku gak mau mengadakan resepsi. ''


Ucap Bella yang menolak ide dari suaminya.


''Baiklah kalau begitu, aku sebagai suami kamu gak akan memaksa. ''


Pasrah Satria karena memang Bella tidak menginginkannya.


Bella fokus kembali saat mendengar juga menyaksikan saat Sang Abang nya begitu lantang mengucapkan janji sucinya dan berakhir kata SAH dari kedua saksi.


Kebahagiaan bukan hanya Bella yang merasakannya saat ini, tapi semua yang hadir pun ikut bahagia menyaksikannya.


.

__ADS_1


.


Beberapa saat berlalu.......


Bella, Satria dan kedua orang tua Satria langsung berjalan menuju pelaminan untuk mngucapkan selamat pada pasangan pengantin yang sudah SAH dimata hukum dan agama.


Bella dan Feni langsung berpelukan bahkan Feni menangis saat ini karena Bella yang menjadi saksi perjuangan cintanya.


''Doa terbaik untuk kamu kakak ipar dan segera menyusul hamil yaa biar bisa barengan kembali nantinya. ''


Ucap tulus Bella dan di aminkan oleh Feni.


Satria langsung menggandeng kembali Bella setelah memberikan ucapan selamat, Satria begitu hati hati menggandeng Bella karena takut Bella tersandung dan jatuh.


''Kamu tunggu dulu yaa Sayang, Mas bawakan makanan buat kamu ngemil. ''


pinta Satria saat Bella duduk nyaman di kursi dan Bella mengiyakannya.


Setelah kepergian Satria menuju stand makanan ringan, Mamanya Satria menghampiri karena melihat Bella duduk sendirian tidak ada Satria yang mendampingnya.


''Mana Satria nya sayang?? Kamu kenapa duduk sendirian?? ''


tanya Mamanya Satria saat duduk di samping Bella yang tersenyum ke arahnya.


''Satria lagi ambilkan cemilan buat aku Maa, Mama sendiri kenapa gak mendamping Papa?? ''


ucap Bella yang bertanya balik pada Mama mertuanya.


''Mama malas kalau harus mendamping, ga ngerti pembahasan obrolannya dan mendingan nemenin kamu disini. ''


jawab Mamanya Satria dan Bella tersenyum ke arah Mama mertuanya.


Satria kembali ke meja dengan membawa makanan yang banyak di piring sengaja di pilihkan olehnya, Mamanya Satria tersenyum melihat putranya yang benar benar menjadi suami siaga saat ini.


''Satria kamu temenin Papa sana buat berbincang sama rekan bisnisnya. ''


pinta Mamanya saat sang Putra menyiapkan makanan untuk menantu kesayangannya.


''Mama ini aneh, dimana mana yang mendamping suami itu yaa istri kenapa malah anak yang di suruh, Mama saja yang damping Papa dan Satria lebih nyaman menemani istri makan. ''


jawab Satria dan membuat Mamanya mendelik sebal sedangkan Bella hanya diam karena dia senang melihat Suami dan Mama mertuanya selalu ribut.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2