Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
24. perubahan sikap Bella.......


__ADS_3

Malam ini Bella tidur dengan nyenyak dan membuka matanya saat subuh menjelang, Bella langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena pagi ini dia harus ke kantor kembali.


Bella beranjak dari ranjangnya sangat pelan agar tidur Satria tidak terusik dan bernafas lega saat Bella berhasil berdiri lalu menuju kamar mandi.


Satria sebenarnya sudah terbangun saat terasa pergerakan dari sampingnya, Satria membuka mata saat terdengar pintu tertutup.


''Bella maafkan aku dan aku akan berusaha membuat kamu kembali nyaman lalu mempercayai aku lagi, aku berjanji. ''


gumam Satria sambil beranjak dan merapihkan ranjangnya.


Satria memilih menunggu Bella selesai dengan kamar mandinya, dan tak menunggu lama Bella keluar dari kamar mandi sudah dalam keadaan segar dan sedang mengeringkan rambutnya.


''Aku antar yaa sekalian ke sekolah juga. ''


ucap Satria dan Bella hanya mengangguk lalu menjauh dari Satria karena dia akan sholat subuh pertama setelah selesai dengan tamu bulanan nya.


Satria langsung masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, Satria sekarang akan ke kampus yang akan menjadikannya tempat belajar melanjutkan studi bisnisnya.


Bella langsung mengeringkan rambutnya setelah selesai dengan aktifitas subuhnya, Bella hanya menggunakan pelembab dan pewarna bibir biasa.


''Hari ini jadwal batik seragam nya. ''


gumam Bella saat melihat jadwal dari kantornya.


Bella langsung menuju lemari mengambil pakaian batiknya dan langsung memakainya sebelum Satria keluar dari kamar mandi.


''Ternyata masih cerah warna nya. ''


ucap Bella saat pakaiannya sudah pas di tubuhnya.


Satria keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya, Bella memalingkan wajahnya lalu menyiapkan pakaian untuk Satria yang memang di sediakan di lemari pakaiannya.


''Tumben pake batik?? Baru kali ini aku melihat kamu pakai batik. ''


ucap Satria saat Bella sedang memakai hijab nya.


''Ini memang seragam dari dinas, kalau di sekolah kan berbeda. ''


ucap Bella dan Satria mengiyakannya.


Bella selesai dengan bersiapnya lalu memakai sepatu plate shose biasa, saat ini Bella begitu cantik seperti remaja.


''Kita sarapan dulu, pukul enam tiga puluh harus sudah ada di kantor soalnya. ''


ucap Bella saat Satria menyisir rambutnya.


Bella membawa tas selempang dan keperluannya, Bella langsung keluar dari kamarnya di ikuti Satria, Bella memberikan kunci mobilnya saat sampai di meja makan.


''Umi......aku sarapan di jalan saja yaa, jaraknya lumayan jauh ke kantor takut gak keburu. ''


ucap Bella saat sampai di meja makan.


''Jangan beli, sebentar Umi siapkan sarapan kamu ke kotak bekal. ''


ucap Umi Nida dan Bella mengiyakannya.

__ADS_1


Satria memilih duduk sambil meminum teh hangat yang di sajikan Bella untuknya, Umi menghampiri sambil memberikan kotak bekal dan susu kotak tawar untuk Bella.


''Buat kalian berdua sarapannya sudah Umi lebihkan juga, suapi seperti menyuapi Abang. ''


ucap Umi saat Bella menerima kotak bekalnya lalu mengangguk.


Bella dan Satria langsung pamit menuju mobil, setelah Bella nyaman dengan duduknya barulah Satria melajukan mobilnya menuju kantor dinas.


''Hari ini aku mau ke kampus, rekomendasi sudah dapat tinggal bertemu dengan Dosen nya. ''


ucap Satria dan Bella mengangguk.


Bella melihat makanan yang di siapka Umi nya ternyata nasi uduk dan teman temannya, Bella mulai menyuapi ke mulut Satria dan Satria menerimanya, barulah Bella menyuapi untuknya.


Tak terasa perjalanan hanya tiga puluh menit akhirnya tiba di kantor dinas, Bella langsung keluar mobil setelah mengucapkan salam.


''Bella.....apa kamu akan selalu bersikap dingin padaku?? Sangat sulit mendapatkan percaya kamu lagi untuk saat ini. ''


gumam Satria saat melihat istrinya berjalan menuju area kantor dinas.


.


.


Siang menjelang......


Tak terasa sudah menjelang siang dan pekerjaan Bella selesai, semua pemeriksaan lembar jawaban selesai di periksa dan akan di kirimkan ke sekolah hasilnya nanti karena semua tinggal rekapan saja.


Bella memilih pulang ke rumah Umi nya karena dia harus membawa pakaian nya juga yang khusus di dinas, karena selama sepuluh hari kedepan dia akan bekerja di kantor dinas.


Padahal saat mobil yang Bella tumpangi keluar dari kantor dinas, mobil yang di kendarai Satria memasuki kantor dinas.


Bella tiba di rumahnya lebih awal dan langsung menghampiri Umi juga Nenek nya yang sedang santai di halaman belakang.


''Umi aku mau anggur hijau tapi metik sendiri, ada yang berbuah gak?? ''


pinta Bella saat memakan anggur yang di berikan Nenek nya.


''Telat kamu bilangnya, semua sudah di panen dan bahkan sudah masuk ke supermarket buah milik Umi, itu yang kamu makan sisanya. ''


jawab Umi Nida dan Bella hanya memanyunkan bibirnya.


''Kamu gak di jemput Satria barusan?? ''


tanya Nenek dan Bella menggelengkan kepalanya.


''Satria belum selesai di kampusnya mungkin Nenek, jadi Bella pulang duluan saja soalnya mau ambil baju dinas juga. ''


jawab Bella dan Nenek nya mengiyakannya.


Bella langsung pamit ke kamar nya lalu mempacking pakaian yang di butuhkannya, hingga satu jam kemudian handphone Bella berdering ternyata Satria yang menghubunginya.


Dalam panggilan......


''Sayang, kamu masih lama di dalam kantornya?? ''

__ADS_1


''Aku udah di rumah Umi baru selesai mandi. ''


''Astaga Bella, aku satu jam nunggu kamu kenapa kasih kabar. ''


''Aku kira kamu belum selesai di kampus nya. ''


''Yasudah aku jemput sekarang dan kita pulang ke rumah jangan menginap di rumah Umi. ''


''Iyaa. ''


Panggilan berakhir......


Bella langsung memakai hijabnya lalu membawa tasnya turun ke lantai satu sambil menunggu Satria menjemputnya, Nenek dan Umi kaget melihat Bella membawa tas lumayan besar.


''Kamu mau kemana Bella?? ''


tanya Nenek saat Bella duduk di sampingnya.


''Mau pulang ke apartemen Nenek nunggu di jemput Satria. ''


jawab Bella dan Nenek nya mengangguk.


''Jangan galak galak ke suami, nanti suami kamu malah milih wanita lain bagaimana?? ''


ucap Nenek dan Bella hanya diam tanpa mau menjawabnya.


''Gak di galakan ajah udah ganjen ke wanita lain, sekarang Bella hanya menjalani kewajiban sebagai seorang istri karena sudah terlanjur kan. ''


ucap Bella dan Neneknya hanya menggelengkan kepalanya.


''Baiklah terserah kamu saja, ingat masih ada orang tua kamu dan saudara kamu yang melindungi kamu kalau suami kamu melukai kamu Bella. ''


ucap Sang Nenek dan Bella mengiyakannya.


Tiga puluh menit menunggu akhirnya Satria datang dan Bella langsung pamit pulang, Satria mengambil alih tas besar Bella dan menyimpannya kedalam bagasi.


Bella langsung masuk kedalam mobil Satria dan entah kemana mobil kesayangannya saat ini, Bella gak memikirkannya karena dia malas bertanya pada Satria.


''Sudah makan belum?? ''


tanya Satria saat mulai melajukan mobilnya.


''Baru makan anggur saja kalau nasi belum. ''


jawab Bella dan Satria mengiyakannya.


''Kita makan di luar yaa Sayang baru pulang ke rumah, biar kamu gak usah masak. ''


ajak Satria dan Bella menyetujuinya.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2