
Tiba di perusahaannya, Satria langsung turun dari mobil untuk membuka pintu mobil istrinya namun Satria mengerutkan keningnya saat Bella malah keluar dari mobil duluan dan menuju pintu belakang mobil.
''Kenapa Sayang?? Mau ambil apa memangnya?? ''
tanya Satria saat Bella membuka pintunya.
''Ambil kotak berisi gaunnya, mau aku coba nanti di ruangan kamu. ''
jawab Bella dan Satria menghela nafasnya.
Satria langsung meminta Bella minggir dan dia yang membawakan kotaknya, Bella langsung mengambil tas di jok depan mobil Satria dan langsung mengikuti langkah kaki Satria memasuki pintu utama.
''Memangnya gak kamu coba saat membelinya?? Kenapa malah mau mencoba lagi?? ''
tanya Satria sambil memberi isyarat agar Bella menggandengnya dan Bella langsung menurut karena malas kalau harus berdebat dengan Suaminya itu yang selalu merasa paling benar.
''Aku gak berani mencoba pakaian di tempat asing, Umi selalu mengajarkan untuk tidak mengganti pakaian di tempat apapun termasuk butik, bukan gak percaya dengan keamanannya tapi kita hanya mencegah agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, karena kejahatan akan datang tiba tiba tanpa bisa di cegah kan. ''
jawab Bella dan Satria tersenyum mendengarnya.
''Bagus kalau pemikirannya seperti itu, nanti kamu coba di ruang pribadi aku yaa biar nyaman juga. ''
ucap Satria sambil meminta Bella membuka pintu ruangannya dan Bella membukanya.
Ruangan nya begitu luas dan terlihat sangat rapi juga wangi parfum kesukaan Satria sangat melekat di ruangan ini, Satria menyimpan kotak nya di sofa ruangannya lalu menghubungi asistennya untuk menyiapkan makan siang dua porsi dengan minumannya.
''Kamu mau cemilan gak Sayang?? Biar sekalian di belikannya. ''
tanya Satria dan Bella menggelengkan kepalanya membuat Satria tersenyum.
Bella langsung duduk setelah puas melihat lihat seisi ruangan kerja suaminya, Bella duduk di samping kotak nya sedangkan Satria sedang masuk kedalam ruangan pribadinya untuk mengganti pakaiannya.
Saat asik bermain dengan handphone nya, pintu ruangan Satria di ketuk dan ternyata asisten pribadinya yang masuk dengan membawa sesuatu di tangannya dan Bella yakin kalau itu adalah makan siang untuknya dan untuk Satria.
''Permisi Nona, ini makanan pesanan Tuan Satria. ''
ucap Asistennya Satria dan Bella hanya mengangguk.
''Ternyata kamu Donn, meetingnya bisa di undur dulu gak?? Saya makan siang dulu. ''
ucap Satria saat keluar dari ruangan pribadinya.
__ADS_1
''Baik Tuan, saya akan undur satu jam dan saya permisi untuk mengurus semua nya. ''
ucap Sang asisten dan Satria mengangguk.
Satria langsung duduk di samping Bella dan membuka makanannya, Bella hanya diam karena benar benar kagum dengan Satria yang terlihat dewasa juga tampan.
''Ayo dimakan, mau aku yang suapi makannya?? ''
ucap Satria saat melihat istrinya hanya melamun menatapnya.
Bella tersadar dan langsung memakan makanannya, Satria pun memakan makanannya karena dia memang merasakan lapar juga pada perutnya.
''Gimana belajarnya?? lancar kan?? ''
tanya Bella yang memang penasaran dengan sekolah Satria di hari pertama.
''Lancar dan gak ada kendala juga, kenapa nanyain?? Kamu khawatir yaa?? ''
jawab Satria dan Bella hanya mendelik mendengarnya.
''Aku khawatir takut kamu gak bisa menjalani sekolahnya. ''
Setelah makan selesai, Bella merapihkan bekasnya dan memberikan air minum untuk Satria, Satria mulai mempersiapkan berkasnya sambil menunggu asistennya datang.
''Kalau ngantuk kamu tidur di ruangan saja yaa, Mas palingan hanya dua jam meetingnya dan setelah itu gak ada meeting lagi, gak apa apa kan kamu nunggu?? ''
ucap Satria saat memakai jas nya di bantu Bella untuk merapihkannya juga.
''Gak apa apa lagian aku mau coba gaunnya dulu, beneran gak ada meeting lagi setelah ini?? ''
ucap Bella saat setelah menepuk bahu Satria memastikan jasnya.
''Gak ada Sayang tenang saja yaa. ''
jawab Satria dan Bella mengiyannya.
Asisten Satria masuk kedalam ruangan setelah mendapat sahutan dari dalam, Satria langsung pamit pada Bella dan langsung kelluar dari ruangannya mengikuti asistennya yang lebih dulu keluar dari ruangan setelah mengajak Satria menuju ruang meeting.
Bella langsung membawa kotak gaunnya juga tas nya dan di bawa masuk kedalam ruangan pribadi milik Satria, Bella berdecak kagum saat melihat ruangan pribadi yang lebih mirip dengan kamar hotel dan begitu mewah.
Bella melepaskan hijabnya dan mengeluarkan gaunnya yang begitu memikat hatinya saat tadi terpajang di butik, Bella yakin ukurannya akan pas kalaupun ada yang kurang palingan ukurannya sedikit longgar dan gak masalah bagi Bella.
__ADS_1
Bella mulai membuka pakaiannya dan langsung mencoba gaunnya, dugaannya benar karena gaunnya hanya sedikit longgar dan gak masalah karena menurutnya sudah nyaman.
''Gaunnya sangat cantik sekali dan pas di tubuhku, tinggal cari hijab dengan warna sedikit cerah dari warna gaunnya. ''
gumam Bella saat menatap tampilannya saat ini.
Di ruang meeting saat ini.....
Satria begitu terlihat serius mengikuti jalannya meeting dan membuat Papanya bahagia karena putranya benar benar sudah berubah sekarang, Satria menjelma menjadi pria dewasa dengan berjuta pesona.
Papanya Satria teringat dengan gosip tadi di lobi bawah, Satria membawa wanita cantik ke perusahaan dan Papanya begitu penasaran siapa wanita yang di ajak putranya.
Meeting berjalan lancar dan langsung di tutup dengan tanda tangan berkas oleh Papanya Satria selaku presdir di perusahaan.
''Satria......kamu bawa wanita ke perusahaan?? Siapa yang kamu bawa?? ''
tanya Sang Papa yang langsung bertanya dengan nada tegasnya.
''Papa ini pasti mendengar gosip, Satria bawa Bella Papa dan dia lagi di ruangan Satria, kayanya lagi istirahat deh. ''
jawab Satria dan membuat Papanya lega mendengarnya.
''Awas saja berani macam macam membawa wanita selain Bella ke perusahaan ini, jangan harap Papa akan diam saja Satria. ''
ancam sang Papa dan Satria hanya mengangguk lalu pamit menuju ruangannya karena dia ingin melihat istrinya bahkan saat Papanya bilang akan ikut untuk menyapa Bella langsung di tolak Satria dan Papanya hanya mengiyakan keinginan putranya.
Satria langsung berjalan menuju ruangannya setelah memberikan berkas pada asistennya, Satria membuka pintu ruangan nya dan ternyata tidak ada Bella, Satria yakin Bella ada di ruangan pribadinya dan benar dugaannya saat membuka pintu ruangan dia melihat Bella sedang terlelap dengan buku di dekapannya.
''Kamu cantik sekali Bella saat terlelap seperti ini, mirip remaja yang baru masa puber. ''
gumam Satria sambil mencium kening Bella lalu membenahi tidurnya Bella agar lebih nyaman.
Satria kembali keluar dari ruangan pribadinya karena ada beberapa berkas yang harus di periksanya, Satria membiarkan Bella terlelap dan tidak berani mengganggunya.
Satria larut dengan kerjaannya hingga sore hari bahkan Satria lupa kalau di ruangan pribadinya ada Bella yang sedang tertidur pulas karena menunggunya.
.
.
Bersambung.......
__ADS_1