
Bella tersenyum saat mendengar dengkuran suaminya, Satria sudah menjadi suami siaga yang benar benar mengurusnya selama di rumah sakit, bahkan Satria begitu telaten memandikannya tadi pagi saat di rumah sakit.
''Aku sayang kamu Satria, kamu adalah laki laki yang bisa membuatku jatuh hati. ''
gumam Bella sambil merebahkan tubuhnya di samping Satria yang sudah terlebih dahulu tertidur pulas dan akhirnya Bella pun terlelap mengikuti Satria,
.
.
Di kediaman Umi Nida sedang sibuk sibuknya dan keluarga dari pihak Abi Riyan juga Umi Nida sudah tiba, Umi Nida senang karena keluargnya bisa datang saat di beritahukan perihal pernikahan Fatih, berbeda saat pernikahan Bella yang hanya di hadiri keluarga inti.
''Aku gak nyangka Bella sudah menikah dan sekarang sedang hamil muda. ''
ucap Saudara Umi Nida dan Umi Nida tersenyum.
''Pernikahannya tertutup Kak dan Mas Riyan juga gak mengijinkan untuk mengundang keluarga, semua demi kebaikan Bella dan Suaminya, nanti setelah semua santai pasti akan ada resepsi pernikahan karena suami Bella pewaris tunggal di keluarganya. ''
ucap Umi Nida dan saudaranya mengangguk.
''Memangnya besan kamu dari keluarga mana?? Sampai tertutup pernikahannya. ''
tanya saudaranya kembali dan Umi Nida terdiam sebentar.
''Kakak tahu kan pertaturan Mas Riyan di rumah ini, kalau ada laki laki datang ke rumah yang mengaku pacar Bella, akan langsung di nikahkan dan laki laki itu datang malah melamar Bella, Mas Riyan langsung menikahkan mereka, Bella sempat protes karena dia tidak memiliki perasaan katanya pada laki laki itu, bahkan laki laki itu adalah anak didiknya di sekolah, tapi karena Oma kesayangannya yang meminta jadinya Bella menurutinya, menikah hampir delapan bulan dan Bella baru hamil sekarang memasuki minggu ke tujuh, nanti Kakak akan tahu sendiri karena mereka akan datang di acara pernikahan Fatih. ''
jelas Umi Nida dan saudaranya hanya menganggukkan kembali kepalanya.
Hampir semua keluarga dari Umi Nida kaget karena mengetahui kalau Bella sudah menikah, beda hal dari keluarga Abi Riyan yang sudah mengetahuinya saat di hari kematian Oma Rima mereka bertemu dengan keluarga suami Bella.
.
.
.
Lusa kemudian......
Bella tidak di ijikan untuk datang ke pengajian pernikahan Fatih, karena Satria takut terjadi sesuatu pada Bella, Abi Riyan sudah mewanti wanti pada Satria untuk tidak mengijinkan Bella yang mau menghadiri pengajian, lebih penting hadir saat acara pernikahan saja ucap Abi Riyan saat menghubungi Satria kemarin.
''Sudah lah Sayang, menurut apa yang suami kamu bilang dan Abi kamu juga sudah mewanti wanti kemarin untuk tidak mengijinkan kamu hadir, lebih baik hadir saat hari pernikahan saja. ''
Ucap Mamanya Satria yang memberikan pengertian pada Bella.
''Iya Mama dan Bella juga sudah mendengar ucapan Abi kemarin yang di rekam oleh Satria. ''
__ADS_1
Jawab Bella dan Mamanya Satria tersenyum mendengarnya.
''Nanti sama sama perginya, sama Mama dan Papa juga ikut. ''
Ucap Mamanya Satria dan di angguki oleh Bella.
Mamanya Satria langsung keluar dari kamar Bella setelah memastikan Bella meminum obatnya, karena Satria sudah mewanti wantii ke Mamanya takut Bella tidak meminum obatnya kalau tidak di tunggu.
Bella sedang bertukar pesan dengan Feni yang curhat karena merasa takut menghadapi pernikahannya, Bella hanya tertawa mendengar curhatan calon pengantin yang lucu menurutnya.
Setelah selesai bertukar pesan dengan Feni, Bella langsung tertidur karena memang obat nya ada indikasi mengantuknya.
.
.
Di luar kamar Bella......
Rumah kediaman orang tua Satria tiba tiba kedatangan tamu tak di undang, seorang wanita yang pernah ada di vidio dengan Satria, Mamanya Satria sampai geram dengan tingkah wanita itu karena begitu berani mendatangi rumah laki laki.
''Tante masih ingat dengan saya gak?? Saya Dela yang dulu sering di ajak Satria ke rumah ini. ''
ucapnya Saat Mamanya Satria menghampirinya.
''Ada keperluan apa kamu datang kerumah ini?? Satria gak tinggal di rumah ini, dia tinggal bersama istrinya di rumahnya. ''
''Aku gak percaya kalau Satria sudah menikah, Satria kan baru lulus sekolah masa sudah menikah. ''
ucap nya yang tidak percaya dengan kebenaran mengenai Satria.
''Kamu tidak melihat bingkai foto di belakang kamu saat masuk ke rumah ini, itu foto pernikahan Satria dengan istrinya. ''
ucap Mamanya Satria sambil menunjuk bingkai foto dan membuat gadis itu membalikkan tubuhnya untuk melihatnya.
Gadis itu langsung menutup mulutnya tak percaya kalau Satria sudah menikah dan istrinya sangat cantik sekali melebihi kecantikannya.
Mamanya Satria langsung menghubungi Satria melalui pesan singkat memberitahukan kalau Satria jangan pulang dulu karena ada pengganggu yang datang.
''Bukan Tante mengusir kamu Dila, Tante ada acara dua jam lagi dan sekarang mau bersiap, Tante harap kamu jangan mengejar Satria lagi karena dia sudah menikah saat ini dan hidup bahagia dengan istrinya. ''
ucap Mamanya Satria kembali sambil beranjak untuk segera masuk ke ruang utama takut Bella keluar kamar dan berpapasan dengan gadis di hadapannya.
''Kalau begitu Dila permisi Tante dan titip salam untuk Satria, permisi dan maaf karena kedatangan Dila menganggu Tante. ''
ucap nya sambil beranjak dan keluar dari rumah.
__ADS_1
''Syukur lah dia pergi juga dan semoga dia tidak menjadi pengganggu rumah tangga Bella dan Satria nantinya, jangan sampai. ''
gumam Mamanya Satria sambil membaca pesan balasan dari Satria yang memberitahukan kalau dia sedang di kantor dengan Papanya.
Mamanya Satria langsung masuk kedalam rumah dan meminta pelayan merapihkan gelas yang ada di ruang tamu karena dia masih was was takut Bella mendengar pembicaraannya.
Mamanya Satria membuka pintu kamar dan ternyata Bella sedang tertidur pulas bahkan terdengar dengkuran halus dari Bella.
''Bella ternyata masih tidur, syukur lah dia tidak mendengar dan bertemu dengan gadis itu. ''
Lirih Mamanya Satria sambil berbalik keluar dari kamar Bella.
Bella memang sedang tertidur dan dia tidak mendengar obrolan di ruang tamu seperti ketakutan Mamanya Satria.
.
.
Malam menjelang......
Seperti biasa, Bella dan Satria makan di dalam kamar karena Satria melarang Bella keluar dari kamar dan hanya diijinkan di dalam kamar.
''Makan nya lahap sekali, Mas bahagia dan kamu pasti cepat pulih Sayang. ''
ucap Satria di suapan terakhir dan Bella hanya mendelik mendengarnya.
''Pernikahan Abang kan lusa, kita menginap atau datang pas hari nya ajah Mas?? ''
tanya Bella saat Satria memberikan air minumnya.
''Kita langsung ke Ballroom hotel tempat acara pernikahan nya saja, gak usah barengan keluarga dari rumah Umi, Abi Riyan juga sudah bilang kemarin kalau kita langsung ke hotel. ''
jawab Satria dan Bella hanya menganggukkan kepalanya sambil memberikan gelas yang sudah di minum airnya.
''Gaun yang aku beli beberapa bulan lalu masih cukup gak yaa Mas. ''
ucap Bella saat teringat gaunnya.
''Cukup Sayang karena gak ada perubahan di tubuh kamu nya, cuma perut agak nonjol dikit. Mau coba gaunnya gak?? Kalau mau biar Mas ambilkan. ''
ucap Satria dan Bella mengiyakannya.
.
.
__ADS_1
Bersambung.......