
Satu minggu berlalu......
Satu minggu berlalu dari pertemuan dengan Eko, ternyata Eko menepati janjinya untuk bersikap biasa tapi Eko tidak melakukan hal aneh di luar lingkungan sekolah karena Bella selalu berhasil menghindarinya.
Hari ini di kediaman Bella sedang ramai karena kedua orang tua Bella sudah kembali dari berlibur yang berkedok perjalanan bisnis dan Bella tidak protes membiarkan kebahagiaan kedua orang tuanya.
Bella sudah bercerita pada sang Nenek tentang dia dan Eko, respon sang Nenek tidak terlalu kaget karena Nenek begitu percaya pada Bella kalau Bella tidak akan melakukan kesalahan yang membuat keluarga malu dan Nenek mendukung semua keputusan Bella bahkan Nenek ingin bertemu pemudah bernama Eko yang berani mengikat Bella.
Seperti tersambar petir saat asik dengan dunia musik di kamarnya, tiba tiba sang Kakak masuk kedalam kamar memberitahukan kalau di bawah ada keluarga Satria yang melamar Bella.
''Abang sangat bangga sama kamu Deek, laki laki itu benar benar hebat berani datang melamar kamu membawa kedua orang tuanya dan Orang tua Satria adalah rekan bisnis Abi. ''
ucap Fatih dan berhasil membuat Bella langsung melemas seketika karena Eko benar benar nekad dengan keinginannya.
''Abang bantuin Bella dong, Bella gak mau menikah dulu dan Bella masih mau mengejar karir yang belum tercapai Abang. ''
ucap Bella yang memelas meminta bantuan sang kakak.
''Deek.....masalah cowok kamu itu sudah aturan mutlak dari Abi dan ayo bersiap kamu jangan takut ada Nenek yang akan membela kamu, cepat jangan membuat menunggu orang yang bertujuan baik. ''
ucap Fatih sambil meninggalkan kamar adiknya menuju ruang tamu bergabung dengan keluarga lainnya.
Di kamar Bella saat ini sedang resah, sedangkan di ruang tamu malah terlihat santai karena Papa nya Eko dan Abi nya Bella memang rekan bisnis di perusahaan, mereka tidak canggung malah cenderung santai.
''Saya gak sangka putra tunggal Pak Danu melamar putri bungsu saya. ''
ucap Abi Rian setelah mendengar tujuan rekan bisnisnya datang secara mendadak.
''Saya juga tidak menyangka Pak Riyan dan masalahnya Putra saya masih sekolah dan bulan depan baru ujian kelulusannya, saya sebelum datang bertamu ke rumah ini terus saja menimbang nimbang permintaan Putra saya karena saya fikir masih labil ternyata tekad nya kuat kalau putra saya memang sangat ingin mengikat Putri Pak Riyan. ''
jelas Papa nya Eko dan membuat kedua orang tua Bella tersentak tapi tidak dengan Nenek karena Bella sudah menceritakan semua nya setelah kejadian di restoran seminggu lalu.
__ADS_1
''Ko bisa mengenal putri saya?? Jangan bilang Satria anak didik Bella di sekolah?? ''
ucap Abi Riyan dan Eko langsung mengiyakannya.
''Astaga saya merasa dilema dengan peraturan di rumah ini yang saya terapkan, kalau Satria pria nya saya merasa harus memikirkan ulang untuk menikahkannya dengan Bella, saya takut nantinya malah hancur rumah tangga nya nanti, maaf bukan saya menghina keseriusan putra Pak Danu. ''
ucap Abi Rian dengan nada hati hatinya takut menyinggung orang tua Eko.
''Saya mengerti Pak Riyan dan semua keputusan ada di tangan anda, saya sebagai orang tua Satria hanya bisa mendukung saja karena Satria sudah bertekad. ''
ucap Papa nya Eko yang menepis kegundahan Abi Riyan.
''Saya berjanji akan membahagiakan Bella, saya akan mengambil pendidikan khusus bisnis agar bisa mengimbangi Bella, saya hanya ingin Om merestui dan percaya pada saya kalau saya benar benar berniat serius pada Bella, saya gak mau di saat saya tidak ada Bella malah di nikahkan dengan laki laki lain, beri saya waktu dua tahun agar saya pantas bersanding dengan Bella, saya tahu kalau Umur menjadi dilema untuk Om tapi saya akan buktikan kalau umur tidak akan mengubah apapun. ''
ucap Eko dengan nada meyakinkan dan membuat Abi Riyan terdiam.
Bella menghampiri dan duduk di samping Sang Nenek, Bella sedang di landa dilema saat ini karena semua langsung terdiam saat Bella masuk ke ruang tamu.
''Menurut Ibu lebih baik halalkan Bella dan Satria saat Satria lulus sekolahnya, awasi Satria takutnya dia nekad menculik Bella dan Ibu percaya kalau Bella bisa menjaga diri. ''
''Nenek masa langsung menikah saat Satria lulus sekolah, Bella ga setuju Nenek. ''
protes Bella dan Neneknya menggelengkan kepalanya.
''Demi kebaikan kamu dan demi kebaikan Satria, dia akan pergi sekolah bisnis dan kalian pasti akan mencuri curi untuk bertemu dan Nenek gak mau kalian khilaf nantinya, setelah kalian halal mau apapun bebas gak ada yang melarang. ''
jawab Sang nenek yang menolak permintaan cucunya.
''Pak Danu, kita halalkan mereka dan jangan menunggu Satri lulus karena saya setuju dengan Satria. ''
putus Abi Riyan dan berhasil membuat Bella melototkan matanya tapi Eko juga kedua orang tuanya bahagia mendengarnya.
__ADS_1
''Baiklah Pak Riyan saya akan menyiapkan semua kebutuhan nya, kira kira kapan acara tepatnya?? ''
jawab Papanya Eko dan Abi Riyan langsung menentukannya.
''Besok lusa dan besok ada jeda untuk mendaftarkan pernikahan nya di kantor KUA, saya percaya kalau Satria bisa mengemban janji nya dan saya percaya Satria bisa membahagiakan putri saya. ''
ucap Abi Riyan dan Di angguki semuanya.
Bella hanya diam dan tidak berani membantah keinginan Abi nya, karena sesuai peraturan tidak ada pacaran saat laki laki berani datang ke rumah dan langsung di halalkan.
Abi Riyan yang awalnya ragu juga dilema, semua terbayarkan saat mendengar pernyataan putrinya yang artinya Bella tidak mencintai Riyan dan Riyan lah yang mencintai Bella, semua akan baik kalau Riyan mencintai Bella.
Keluarga Eko langsung pamit dan semua kelengkapan surat di urus asisten Abi Riyan, Bella langsung di bawa menuju ruang utama oleh Umi nya karena sedari putusan di ucap oleh sang suami, Bella malah terlihat murung dan tidak mengucapkan sepatah katapun.
''Ibu sudah tahu mengenai Satria, saat kamu dan Riyan pergi. Bella menceritakannya ke Ibu dan Ibu cukup yakin dengan Satria walaupun usia nya di bawah Bella tapi Ibu yakin Satria laki laki bertanggung jawab dan berhak mendapatkan kesempatan. ''
ucap Nenek nya Bella saat Umi Nida duduk di sampingnya.
''Bella gak mau menikah dulu Umi, Bella takut gak bisa menjalani kehidupan rumah tangga nantinya. ''
tolak Bella dan membuat Umi nya tersenyum.
''Umi percaya kamu akan menjadi istri yang sholeha untuk suami kamu dan akan terbentuk secara alami menjadi seorang istri itu. ''
ucap Umi Nida yang meyakinkan putrinya.
''Benar kata Umi kamu Sayang, seorang istri akan terbentuk alami tanpa mempersiapkannya bahkan kalau kita persiapkan malah berjalan tidak sesuai konsep, terimalah dengan Ikhlas karena kebahagiaan akan menyertai kamu. ''
ucap Nenek nya Bella dan Bella hanya terdiam karena menolak pun gak ada gunanya.
.
__ADS_1
.
Bersambung......