Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
51. kepulangan Bella


__ADS_3

Tiba tiba di ruangan rawat Bella menjadi hening setelah Mamanya Satria mengutarakan keinginannya pada Papanya Satria.


"Papa terserah Mama saja karena nama yang dulu sekali Papa siapkan memang sudah keinginan dalam hati, berikan nama itu untuk cucu kita. "


jawab Papanya Satria dan membuat Mamanya Satria tersenyum senang.


"Buat nama anak siapa Papa siapkan nama?? "


tanya Satria tiba tiba yang memang tidak mengetahuinya.


"Ceritakan semua nya Maa, Satria kan tidak mengetahuinya. "


ucap Papanya Satria saat mendengar pertanyaan putra nya.


"Dulu saat kamu Satria masih berusia dua tahun, Mama hamil kembali anak kedua dan saat itu pas USG janinnya berjenis kelamin perempuan, tapi Tuhan berkata lain karena Mama keguguran saat itu Mama jatuh di tangga dan rahim Mama pecah, makanya Mama gak bisa memiliki anak lagi hanya Satria anak tunggal Mama dan pewaris keluarga Nugraha, Mama bahagia dan bersyukur banget saat Bella ternyata hamil Babby perempuan. "


jelas Mamanya Satria dan membuat Bella berkaca kaca mendengarnya.


"Makanya Papa berterimakasih sekali karena kalian memberikan pewaris perempuan, Mama akan sangat bahagia sekali soalnya. "


ucap Papanya Satria dan Satria pun mengiyakannya.


"Babby nya boleh Mama rawat dan Bella gak masalah juga. "


ucap Bella dan Mamanya Satria langsung tersenyum mengangguk.


"Terimakasih Sayang, kita sama sama merawatnya kan dia anak kamu, palingan kamu jangan cemburu yaa kalau Mama lebih memanjakan nya. "


ucap Mamanya Satria dan Bella mengangguk.


"Sayang sepertinya kita harus memiliki Babby lagi, pasti nanti anak kita di sandra sama Mama. "


celetuk Satria dan membuat Bella langsung memukul lengan suaminya.


"Kamu kalau bicara sembarangan, anak masih merah udah mikirin anak lagi. "


protes Mamanya Satria dan Satria hanya mendelik mendengarnya.


Papa nya Satria memberikan hadiah gelang cople untuk Bella dan Babby nya, Bella langsung memakai gelangnya dan ternyata sangat cantik juga pas di pergelangan tangan Bella.


"Mama sama Papa pulang yaa dan besok Mama akan datang pagi sekalian jemput kamu pulang. "


ucap Mamanya Satria sambil membawa tas selempangnya.


"Mama tolong bawain pakaian kotornya, Satria udah rapihkan jadi aman di bawanya, sama pakaian Babby juga itu dapat kiriman dari ruang incubator. "


pinta Satria dan Mamanya mengiyakannya.


"Ingat jangan bergadang dan tidur yaa, besok Mama datang pagi pagi bawakan sarapannya. "

__ADS_1


ucap mamanya Satria saat Bella mencium tangannya.


"Makasih Maaa Paaaa....."


ucap kompak Bellla dan Satria membuat kedua orang tua nya tersenyum.


Setelah kepulangan kedua orang tuanya, Satria memilih merebahkan tubuhnya di samping Bella dan Bella seperti biasa mengusap rambut Satria yang membuat Satria nyaman.


"Mas kamu beneran gak tahu kalau kamu memiliki calon Adik?? "


tanya Bella sambil mengusap rambut Satria yang ada di dekatnya.


"Gak tau kan aku masih kecil sekali jadi gak ingat, pantas saja Mama sangat suka sama anak perempuan bahkan selalu meminta Papa mengadopsi anak perempuan tapi Papa gak setuju, sekarang terbayar semuanya karena memiliki cucu perempuan. "


jawab Satria dan Bella mengiyakannya.


"Iya Mas dan kamu jangan mendebat Mama yaa kalau nanti putri kita selalu di asuh sama Mama. "


pinta Bella dan Satria mengiyakannya.


"Iya sayang dan kita kan akan bikin anak kedua juga biar kita bisa merawat anak kita. "


Jawab Satria dan Bella mendelik mendengarnya.


"Kamu itu memang mesum sekali Mas, anak masih berumur dua hari malah memikirkan anak lagi, kita bahas nama yang akan Mama berikan untuk Babby kita dan itu lebih masuk akal. "


"Yasudah kalau begitu jangan bahas apapun, kita tidur saja kalau begitu. "


"Jangan dulu, Mas mau ngobrol sama kamu dulu Sayang. "


"Mau ngobrol apa Mas?? "


"Bagaimana perasaan kamu setelah memiliki Babby?? Sekarang kita punya panggilan baru, Bunda dan Ayah. Bagaimana bagus kan panggilannya??? "


"Perasaan aku biasa saja Mas cuma bahagia memiliki Babby dan gak sangka sudah menjadi Bunda untuk putri pertama kita. "


Keduanya pun larut dalam obrolan hingga tertidur pulas di atas berangkar ruang rawat Bella hingga pagi menjelang.


Seorang suster masuk untuk melepaskan infusan di tangan Bella dan membuat Bella bahagia karena terasa mengganjal saat menempel di tangannya.


Satria baru selesai membersihkan tubuhnya dan menunggu Bella yang sedang di lepaskan jarun infus di tangannya, Bella meringis saat suster menekan bekas jarumnya dan langsung menempelkan plester nya.


"Ini surat rekomendasi pulangnya, isinya ada resep sama surat rujukan lima hari mendatang untuk melakukan medical check up, jangan membuka perban nya dulu dan nanti saat check up di gantinya, semoga cepat pulih dan jaga asupan makanannya. "


jelas suster sambil memberikan beberapa berkas yang di terima langsung oleh Satria.


"Nunggu Mama sama Umi dulu, baru Mas akan ambil obatnya. "


ucap Satria sambil membantu Bella duduk.

__ADS_1


"Mas itu makanan rumah sakitnya makan sama kamu yaa. "


ucap Bella dan Satria menghela nafasnya.


"Kamu pasien dan Mas yang memakan makanannya, sungguh terlalu. "


ucap Satria dengan penuh deramanya dan membuat Bella memanyunkan bibirnya ke arah sang suami yang terlihat aneh menurutnya.


Pintu ruangan terbuka dan ternyata kedua orang tua lengkap juga ada Feni yang ikut menjemput Bella, Abi Riyan langsung memeluk putrinya penuh sayang dan di hadiahi kecupan di puncak kepala Bella.


"Satria mau ambil obat dulu, semua sudah beres masalah rumah sakit, tinggal pulang saja. "


ucap Satria saat menerima makanan untuk Bella dari Mamanya.


"Yasudah sana ambil sama kamu yaa, sambil nunggu Bella makan dulu. "


ucap Mamanya Satria dan Satria langsung pamit menuju farmasi di area rumah sakit.


"Ternyata barang barang sudah rapih tinggal bawa saja yaa. "


ucap Umi Nida saat melihat tas sudah siap bahkan barang barang sudah rapih.


"Iya Umi, Mas Satria yang rapihkan tadi sebelum mandi biar gak merepotkan katanya. "


ucap Bella sambil menerima suapan makanannya dari Mama mertuanya.


Abi Riyan dan Papa nya Satria memilih duduk di sofa sambil berbincang, sedangkan Feni ikut duduk di samping Bella yang di suapi makan.


"Medical check up nya kapan?? "


tanya Feni sambil membaca berkas operasi Bella.


"Lima hari dari hari ini Fenn, perban juga di larang di buka dan nanti di ganti saat ke rumah sakit. "


jawab Bella dan Feni mengiyakannya.


"Dede bayinya belum bisa pulang yaa?? "


tanya Umi Nida dan Bella menggelengkan kepalanya.


"Paling lambat tiga minggu Umi, mudah mudahan Babby nya bisa lebih awal sebelum tiga minggu sudah bisa keluar dari incubator. "


jawab Bella dan di aminkan oleh semua keluarga.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2