
Ke esokan harinya......
Bella lebih dulu membuka mata dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lalu melaksanakan sholat Subuhnya.
Bella tidak membangunkan Satria dan mengajaknya Sholat karena Bella masih canggung untuk menyuruh suaminya itu dan membiarkan nya saja.
Selesai dengan aktifitas paginya, Bella langsung menuju dapur untuk membuatkan sarapan, Satria masih terlelap di kamar karena semalam suami Bella itu tidak bisa memejamkan matanya.
''Bikin sarapan yang biasa saja laah, Satria mungkin akan menyukainya. ''
ucap Bella sambil menyiapkan bahan bahan untuk membuat sarapan.
Di dalam kamar Satria membuka matanya dan meraba sisi ranjangnya ternyata istrinya sudah tidak ada, Satria langsung beranjak menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
Satria semalam tidur larut karena menahan sesuatu yang bergejolak di hatinya, Satria masih sungkan untuk meminta hak nya pada Bella dan memilih mengerjakan tugas sekolahnya juga belajar untuk ujian awal bulan depan.
Satria langsung menuju dapur setelah urusan kamar mandinya selesai, Satria langsung menghampiri Bella yang sedang sibuk dengan peralatan dapur.
''Mau minum apa?? Teh apa susu?? ''
tanya Bella sambil membalikkan roti panggang isi yang di buatnya.
''Kamu kira aku anak kecil di beri susu, teh tawar hangat saja. ''
protes Satria dan Bella hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
''Susu bukan untuk anak kecil saja, aku juga suka dengan susu tapi susu tawar dan disini gak ada susu tawar yang di kemas literan. ''
ucap Bella sambil menyajikan roti panggang lalu teh hangat untuk Satria.
''Isi roti panggang nya apa ini?? ''
tanya Satria saat melihat roti di hadapannya dari wanginya sudah tercium sangat enak.
''Beef sama kawan kawan nya, konsepnya burger tapi ini bukan burger. ''
jawab Bella sambil mulai memakan sarapannya.
Satria langsung memakan sarapan yang di siapkan Bella dan ternyata benar benar enak, Satria langsung fokus dengan makannya dan membuat Bella senang karena Satria tidak pemilih dalam makan.
''Kamu suka makanan berat gak kalau sarapan?? contohnya nasi sama temannya. ''
tanya Bella dan Satria mengangguk.
''Terserah mau membuat makanan apa juga, asal jangan berbau kacang tanah karena aku alergi kacang tanah atau kacang yang lainnya. ''
jawab Satria dan Bella mengangguk.
__ADS_1
''Padahal batagor di kantin sekolah bumbu kacangnya enak loh, sayang banget kamu alergi. ''
ucap Bella dan Satria hanya tersenyum menanggapinya.
''Masih ada saus sama kecap, paling itu yang di jadikan saus nya. ''
ucap Satria dan Bella hanya mengangguk sambil memakan sarapannya.
''Abi sama keluarga katanya duluan ke rumah Feni, gak akan menunggu kita jadi nanti kita langsung ke rumah Feni saja. ''
''Jam berapa kita berangkatnya?? ''
''Pokonya sebelum makan siang sudah disana, soalnya sekalian makan siang juga di rumah Feni. ''
''Oke siap dan memangnya sahabat kamu setuju dengan lamaran yang di ajukan Abang Fatih?? ''
''Setuju sekali kayanya, harus kamu tahu yaa.....Feni sedari SMA sudah menyukai Abang Fatih tapi dia gak berani mengungkapkannya dan puncaknya adalah saat melihat Abang pelukan bahkan berciuman sama pacarnya, Feni hancur dan kabur keluar negeri dengan kedua orang tuanya. ''
''Cintanya bertepuk sebelah tangan, kenapa gak berani mengungkapkannya?? ''
''Karena Feni gak mau merusak kasih sayang Abang Fatih yang menganggapnya adik seperti ke aku, jadi Feni hanya menerima semuanya dan hari ini dia akan bahagia karena di lamar sama pujaan hatinya. ''
Satria langsung terdiam mendengar ucapan Bella yang terakhir, seperti tertampar dia menjadikan Bella istri tanpa tahu apapun urusan hati Bella.
''Apa kamu bahagia menikah denganku Bella?? Aku memaksa kamu masuk dalam pernikahn ini. ''
''Satria asal kamu tahu, aku bukan tipe wanita yang akan menolak takdir dan aku percaya kalau semua takdir dari Tuhan untuk kehidupanku, aku yakin rencana tuhan sangat indah yang di berikan sama aku saat ini, aku menerima dengan ikhlas pernikahan ini dan hanya satu yang aku minta sama kamu, bersabarlah karena suatu saat aku akan membalas rasa kamu. ''
jawab Bella dan membuat Satria bahagia mendengarnya.
''Terimakasih Bella dan aku akan sabar menunggunya, aku mau pernikahan kita ini adalah pernikahan pertama dan terakhir untuk kita. ''
ucap Satria dengan binar bahagianya dan membuat Bella tersenyum lalu mengaminkannya.
.
.
Saat ini Bella dan Satria sudah ada di dalam mobil dengan Satria yang mengemudikan mobilnya, Bella duduk tenang di sampingnya.
''Besok mau berangkat bersama gak?? ''
tanya Satria dan Bella menggelengkan kepalanya.
''Kamu berangkat sendirian dan aku gak mau kalau pihak sekolah curiga dan nanti melanggar kode etik seorang guru, lagian kamu paling populer di sekolah nanti jadi bahan gunjingan lagi. ''
jawab Bella dan membuat Satria mendelik.
__ADS_1
''Terbalik kamu itu bicaranya, kamu yang di idolakan di sekolah dan sudah pasti aku di serang Fans kamu. ''
ucap Satria dengan nada kesalnya dan membuat Bella hanya menghela nafasnya.
''Fokus mengemudikan mobilnya, aku gak mau fokus kamu terbagi kalau sedang mengemudikan mobil. ''
peringat Bella yang memang mengalihkan pembicaraannya.
Setelah ucapan Bella tidak ada lagi obrolan keduanya dan Bella langsung memberitahukan alamat rumah Feni, Satria langsung melajukan mobil nya.
Perjalanan dua puluh menit akhirnya tiba di kediaman Feni, Bella langsung keluar dari mobil di ikuti oleh Satria dan ternyata orang tuanya sudah tiba terlebih dahulu.
Satria meminta Bella menggandengnya dan Bella menurut lalu berjalan masuk kedalam rumah Feni dengan mengucapkan salam, Bella dan Satria mencium tangan semua keluarga kecuali Feni.
''Telat ini pengantin baru datangnya, kesiangan bangun yaa?? ''
ucap Feni dan Bella hanya mendelik menjawabnya lalu duduk di samping Satria yang sudah duduk terlebih dahulu.
Acara lamaran dadakan pun di mulai dan Feni menerima lamaran Abang Fatih lalu menentukan awal tahun depan sebagai tahun pernikahan keduanya tepat lima bulan dari bulan sekarang, Fatih dan Feni di minta untuk penjajakan dahulu agar saling kenal.
''Satria begitu lulus sekolah nanti Om akan antarkan kamu bertemu saudara Om untuk mendaftarkan kuliah khususnya. ''
ucap Papanya Feni dan Satria mengiyakannya.
''Santai saja Satria, dulu Abi tiga tahun menyelesaikan kuliah bisnis dan Fatih paling lama empat tahun. ''
ucap Abi Riyan dan Satria mengiyakannya.
''Mudah mudahan Satria bisa lebih baik dari Abi dan Abang Fatih nantinya. ''
ucap Satria dan di aminkan semua orang.
''Kamu sebenarnya enak loh Satria, Bella akan menjadi guru terbaik kamu karena Bella juga menguasai pelajaran bisnis malah lebih baik dari Saya. ''
ucap Fatih dan Satria langsung tersenyum mendengarnya.
''Kamu bisa mengandalkan Bella dan dia pasti akan mengajarkan kamu, asal kamu memintanya karena Bella gak akan inisiatif sendiri, itu kuncinya. ''
ucap Abi Riyan dan Satria mengiyakannya.
Satria langsung menatap istrinya yang sedang berbicara dengan Feni dan terlihat kebahagian dari raut wajahnya yang selalu terlihat tersenyum.
.
.
Bersambung......
__ADS_1