
Tak terasa ujian kelulusan Satria selesai hari ini, banyak sekali doa dan harapan yang di ucapkan murid kelas dua belas, bukan hanya murid bahkan semua guru pun berdoa untuk kelulusan semua muridnya.
Satria mengirim pesan pada Bella kalau dia akan berkumpul dengan teman temannya, Bella mengijinkannya karena memang Satria sudah bebas dari ujian nya.
Bella dan guru lainnya sedang rapat untuk melakukan penilain pada hasil ujian anak anak kelas dua belas, yang ternyata akan di periksa oleh dinas pendidikan langsung bahkan Bella langsung di minta kembali ke kantor dinas pendidikan untuk membantu memberikan nilainya.
''Semoga anak anak didik kita lulus dengan nilai yang pas juga sesuai, tidak perlu memuaskan yang penting lulus dulu saja itu paling penting. ''
doa tulus dari kepala sekolah saat penutupan meeting di ruang aula sekolah dan di aminkan oleh semua guru.
Bella dan guru lainnya langsung membubarkan diri, Bella langsung merapihkan barang barangnya karena dia akan pulang untuk mempersiapkan semuanya, besok dia akan ke kantor dinas pendidikan bukan ke sekolahnya.
Handphone Bella berdering ternyata panggilan dari Feni, Bella langsung mengangkatnya.
Dalam panggilan saat ini.....
''Tebak aku sedang dimana dan sedang melihat pemandangan apa sekarang Bella?? ''
''Feni stop bergurau, aku bukan cenayang yang mengetahui apapun yang di lakukan kamu tanpa melihat, memang aku punya keahlian melihat nya dengan mata batin. ''
''Hahahaaa......Bella kamu menggemaskan sekali, aku sedang di sebuah cafe habis bertemu klien dan memutuskan mencari minuman segar, namun aku malah mendapatkan kenyataan pahit Bella. ''
''Kenyataan pahit bagaimana maksud kamu?? ''
''Aku melihat segerombolan anak sekolah lebih tepatnya pasangan kayanya, salah satunya ada Satria yang sedang di gelayuti seorang wanita sesama pelajar, sumpahnya Bella aku kesal melihatnya. ''
''Dia hanya teman sekelasnya Feni, biarkan saja karena dia sedang enjoy. ''
''Enjoy di gelayuti sama wanita muda, bahkan aku melihat wanitanya mencium Satria dan Satria malah diam sepertinya enjoy. ''
''Kamu malah membuat aku gak nyaman loh Feni. ''
''Aku kirim yaa foto sedang menciumnya, biar kamu tahu kalau laki laki labil gak akan bisa menjadi imam yang baik, hatinya masih bimbang belum sepenuhnya menerima kenyataan. ''
''Kirimkan fotonya dan alamat cafe nya, aku akan melihatnya langsung Feni. ''
''Oke baiklah Bella, aku tunggu kamu sekarang juga yaa Bella. ''
Panggilan Berakhir......
__ADS_1
Bella langsung terduduk setelah menutup panggilannya, Bella tidak menyangka kalau benar Satria melakukannya, Bella hanya berdoa semoga semua kesalah fahaman saja.
Bella pamit pada rekan guru lainnya untuk pulang duluan dan rekannya mengucapkan semangat karena esok pekerjaan Bella akan sangat sibuk di kantor dinas pendidikan.
Bella melajukan mobilnya menuju alamat cafe yang di kirimkan oleh Feni, ternyata cafe nya lumayan jauh dari area sekolah juga apartemen nya namun berdekatan dengan kantor nya Feni.
Tiba di Cafe, Bella memarkirkan mobilnya lalu masuk kedalam cafe sesuai akses yang di berikan oleh Feni agar tidak bertatapan dengan Satria.
Feni langsung memeluk Bella dan Bella membalasnya, Feni meminta Bella duduk karena makanan juga minuman sudah di pesannya untuk Bella.
''Ruangan ini tertutup dan aman gak akan terlihat oleh yang di luar tapi dari dalam kita bebas melihat orang orang di luar sana, itu Satria. ''
jelas Feni sambil menunjuk dimana Satria dan kelompoknya berkumpul.
Pandangan Bella langsung mengarah ke arah telunjuk Feni dan benar saja, seorang pelajar wanita sedang berlayut manja di lengan Satria dan itu bukan siswinya melainkan siswi sekolah lain.
''Dia bukan siswi di sekolahku, lihat seragamnya saja sangat berbeda. ''
ucap Bella dan Feni mengangguk.
Feni memperlihatkan foto foto yang di ambilnya tadi dan seketika hati Bella terasa sakit melihatnya, Bella padahal sudah merasa nyaman dengan kedewasaan Satria dan menerima Satria dengan ikhlas.
ucap Feni dan Bella hanya diam tanpa berbicara.
''Jangan beritahu siapapun terutama Abang Fatih yaa, berjanjilah demi aku Feni. ''
ucap Bella dan Feni langsung terdiam melihat kesedihan di mata Bella.
''Kamu sudan tahap mana melangkah dengan Satria?? Bukan aku lancang hanya bertanya saja, kamu bukan tipe yang mudah mencintai Bella dan aku tahu itu. ''
ucap Feni dan Bella langsung menghela nafasnya.
''Kami belum bertindak jauh hanya saja aku mulai nyaman dekat dengannya Feni. ''
ucap Bella dan Feni hanya mengangguk mengiyakannya.
''Mau bantu aku gak meminta ijin nantinya, bilang kalau aku akan menemani kamu Fen, saat ini aku sedang tidak ingin bertemu dengan dia dulu. ''
''Aku akan bantu kamu Bella, apapun yang kamu minta akan aku berikan Bella, kamu akan tetap bertemu di sekolah kan?? ''
__ADS_1
''Aku besok ke dinas pendidikan, aku di panggil untuk ikut memeriksa hasil ujian seluruh siswa siswi yang mengikuti ujian di kota ini. ''
''Syukur laah Bella, kamu sekarang mau pulang atau mau kemana dulu?? ''
''Aku mau ke rumah Abii, kayanya saat ini hanya pelukan Abii yang aku butuhkan Fenn. ''
''Oke, ayo kita pulang sekarang sebelum anak anak itu membubarkan diri, kita lewat akses lain biar gak berpapasan. ''
Bella langsung mengangguk dan mengikuti Feni menuju ke arah yang tidak berpapasan dengan Satria, Bella hanya kecewa saat ini dan belum mau mendengarkan penjelasan dari Satria nantinya.
Bella masuk kedalam mobilnya dan langsung melajukan mobil menuju kediaman orang tuanya, Fenni langsung masuk kedalam mobil saat melihat Bella sudah keluar dari area parkir cafe.
Di cafe saat ini.....
Satria langsung ijin pulang terlebih dahulu takutnya Bella menunggunya dan wanita itu kembali memeluk dan mencium pipi Satria kali ini tidak seperti tadi mengecup bibir Satria, Satria tidak mengelak dan langsung pergi menuju pintu utama cafe.
''Ada apa dengan Satria?? ''
tanya sang wanita dan sahabat Satria hanya mengangkat bahunya.
''Sudah beberapa bulan Satria berubah, entahlah kami juga bingung. ''
jawab sahabat Satria dan wanita itu hanya mengangguk saja.
Bella tidak langsung menuju kediaman orang tuanya, tapi Bella menuju sebuah taman yang begitu sejuk dan ada sebuah kolam juga disana, Bella sering datang kemari ketika pikirannya sedang kalut atau sedang bercabang.
''Satria.....apa aku cemburu dengan kamu, melihat kamu dan wanita itu hatiku terasa tersayat sekali. ''
ucap lirih Bella sambil menatap ke arah pepohonan yang begitu sejuk di pandang mata.
Dua jam Bella berdiam di taman dan langsung beranjak saat mendengar suara Adzan, Bella memilih menuju kediaman orang tuanya untuk bertemu Abi Riyan yang selalu membuat hatinya tenang saat dalam pelukannya.
Sampai saat ini belum ada yang bisa menggantikan ketenangan pelukan Abi Riyan bahkan Satria pun tidak bisa memberikannya dan hanya cenderung nafsu.
.
.
Bersambung......
__ADS_1