Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
21. Fakta mengejutkan....


__ADS_3

Tak terasa hari pertama di kantor berjalan lancar dan Bella berhasil memeriksa ribuan hasil ujian hari ini, jumlah yang banyak antara petugas lainnya.


Bella keluar dari kantor dinas tepat pukul tiga sore dan menghela nafasnya saat melihat satria sedang bersandar di mobil sambil memainkan handphone nya.


Saat Bella akan berbalik untuk menghindar semua terlambat karena Satria memanggilnya, lalu Satria menghampirinya ke arah Bella.


''Mau kemana Sayang?? Kenapa malah mau balik lagi kedalam??


tanya Satria dan Bella hanya diam tanpa menjawab pertanyaan suaminya.


Bella langsung berjalan menuju mobil yang tadi di sandari oleh Satria dan itu adalah mobil kesayangan milik Satria, Satria langsung menyusul dan masuk kedalam mobil sambil duduk di setir kemudinya.


Satria tidak banyak berbicara dan membiarkan istrinya dengan dunianya melihat keluar jendela, Satria membawa Bella menuju restoran langganannya dan membuat Bella menatap ke arah suaminya.


''Kenapa kesini?? Aku mau pulang bukan mau makan Satria. ''


ucap Bella dan Satria langsung tersenyum.


''Kita makan dulu yaa setelah makan kita akan pulang, kamu sudah makan siang belum?? ''


ucap Satria dan Bella menghela nafasnya.


''Ayo turun jangan diam di dalam mobil terus, panas soalnya Sayang. ''


ucap Satria sambil keluar dari mobilnya lalu memutari mobil untuk membuka pintu mobil Bella.


Bella tidak menolak hanya menepis tangan Satria yang terulur meminta di genggamnya, Satria merasa aneh dengan sikap istrinya dan menyusul Bella yang berjalan masuk terlebih dahulu.


Bella langsung duduk di kursi meja makan yang paling ujung, tadinya Satria akan membawa Bella menuju ruangaan private.


Satria langsung memesan makanan juga minuman tanpa menanyakan kemauan Bella, Satria sudah tahu makanan kesukaan Bella dan makanan yang tidak di suka oleh Bella.


''Makan dulu yaa setelah makan kita baru pulang yaa sayang. ''


ucap Satria saat pelayan menata makanan di atas meja makan.


Bella langsung memakan nya tanpa protes dengan pesanan yang di pilih oleh Satria, karena makanannya memang makanan kesukaannya.


''Kamu sebenarnya kenapa Sayang?? Terasa berbeda sekali loh dari kemarin dan seperti menghindar. ''


tanya Satria saat mulai menyantap makanannya.

__ADS_1


''Makan dan jangan di biasakan berbicara saat sedang makan. ''


jawab Bella dengan nada ketusnya dan membuat Satria menghela nafasnya.


Setelah makan selesai Bella mengajak Satria pulang ke kediaman orang tuanya karena perlengkapan dinas ada di kediaman orang tuanya, Satria mengiyakannya dan membawa Bella menuju kediamannya.


''Aku tanya sekali lagi sama kamu Bella, ada apa sebenarnya?? Apa aku berbuat salah sampai membuat kamu marah seperti ini?? ''


tanya Satria saat sudah melajukan mobilnya namun Bella tidak menjawabnya dan memilih diam membuat kesabaran Satria di uji.


Satria membelokkan mobilnya menuju taman kota dan melepas sabuk pengamannya lalu duduk menghadap istrinya.


''Bella jawab pertanyaan aku, walaupun aku lebih muda dari kamu tapi status aku itu suami kamu. ''


ucap kembali Satria dengan nada dinginnya dan membuat Bella langsung menatap ke arah Satria.


''Kamu membicarakan status sekarang ke aku, kenapa?? Kamu keberatan berstatus seorang suami?? Ingat pernikahan ini terjadi karena kamu Satria dan bukan aku yang meminta. ''


ucap Bella lalu membuang muka karena malas menatap ke arah Satria.


''Maksud ucapan kamu apa Bella?? aku gak keberatan malah bahagia berstatus suami kamu, aku mengakui pernikahan ini memang aku yang memulainya, ada apa sama kamu cerita Bella?? ''


ucap kembali Satria yang masih belum mendapat jawaban yang di inginkannya.


ucap Bella dan membuat Satria terdiam dengan ucapan Bella karena dia memikirkan apa salahnya pada Bella.


Bella memilih keluar dari mobil dan meenyetopkan taksi yang kebetulan lewat, Satria tidak berhasil menghentikannya dan taksi sudah menjauh.


Tujuan Bella saat ini adalah apartement Feni, Bella sudah mengabari Feni dan Feni meminta Bella duluan ke apartemennya karena dia sedang di kantor mengerjakan pekerjaannya.


Bella membayar tagihan taksi dan langsung memasuki apartement menuju unit Feni tinggal, Bella memiliki akses yang sengaja Feni berikan dan dengan mudah Bella masuk kedalam apartement.


Bella membersihkan tubuhnya lalu memakai pakaian milik Feni, Bella langsung termenung menatap jalanan dari lantai atas gedung Apartement dan sore ini lalu lintas begitu padat.


''Kebiasaan melamun sampai gak jawab aku ucap salam. ''


ucap Feni dan Bella hanya melirik sekilas tanpa menjawab sindiran sahabatnya.


''Bukan aku memanasi kamu Bella, lihat ada ssebuah akun yang mengupload foto kemarin sebagai story di sosial medianya dan banjir komentar, salah satunya membahas kalau Satria pacar dari wanita yang kemarin bergelayut manja di lengannya. ''


jelas Feni dan Bella hanya terdiam.

__ADS_1


''Aku mandi dulu dan ini takutnya kamu mau melihat statusnya juga Bella. ''


ucap Feni sambil berjalan menuju kamar nya.


Di tempat Satria saat ini....


Bunyi handphone nya membuyarkan lamunan Satria dan ternyata pesan dari sahabatnya yang memperlihatkan akun sosmed seseorang yang membahas tentangnya.


''Astaga, Bella jangan jangan membaca statusnya tapi ini di kirim satu jam yang lalu, Bella berubah dari kemarin ke aku. ''


gumam Satria sambil melajukan mobilnya menuju kediaman orang tuanya karena kedua orang tuanya yang bisa menolongnya saat ini.


Fatih mengepalkan tangannya saat asistennya memberikan fakta mengenai Satria yang berduaan mesra dengan wanita sebaya dengannya di cafe dan Satria terlihat tidak menepisnya.


''Jelaskan secara rinci. ''


pinta Fatih pada asistennya.


''Saat kejadian kemarin, disana ada nona Feni dan Nona Feni merekamnya Tuan, Nona Bella pun tak lama datang ke cafe itu melalui akses yang di tunjukkan oleh Nona Feni agar tidak bertatapan langsung dengan Tuan Satria, ini unggahan satu jam lalu dari wanita yang menggandeng Tuan Satria, saat ini Nona Bella ada di apartement pribadi milik Nona Feni. ''


jelas sang asisten dan membuat Fatih mengepalkan tangannya.


''Satria memang pemuda labil dan berani nya dia berbuat keji di depan Bella, Bella bukan tipe wanita yang mau bercerita dan cenderung menutupnya, hanya Feni yang selalu berhasil membuat Bella membuka mulutnya. ''


ucap Fatih dan asistennya hanya diam.


''Kita temui Satria dan kamu bobol handphone pribadi milik Feni, agar kita memiliki vidio rekamannya. ''


ucap Fatih dan asistennya mengangguk lalu melancarkan aksinya setelah mendapat perintah dari Tuannya.


Hanya hitungan menit semua data handphone Feni ada di tangan Fatih, Fatih langsung menuju kediaman Satria karena Fatih tahu kalau Satria ada di kediamannya saat ini.


''Kita akan tunggu penjelasan Satria, kamu sudah menyadap rekaman di cafe nya belum?? ''


ucap Fatih dan asistennya langsung mengiyakannya.


''Sudah Tuan semua sudah saya dapatkan. ''


ucap sang asisten dan Fatih langsung mengangguk.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2