
Tiba di kantin Satria langsung memesan beberapa cemilan dan minuman juga untuk menemaninya berbincang dengan sahabatnya.
''Eko yang tadi beneran Ibu Bella?? Ko kelihatan muda banget yaa. ''
tanya sang Sahabat yang langsung penasaran karena Bella terlihat berbeda.
''Iyaa itu Bella istriku, dia memang terlihat muda malahan aku seperti sudah tua. ''
jawab Satria sambil memperlihatkan foto pernikahannya dahulu dengan Bella yang ada di handphone nya.
''Kamu beruntung dapetin dia dari pada Dila yang sudah kemana mana, Bu Bella kenapa di rawat?? ''
''Aku sangat beruntung dapetin Bella, dia wanita baik baik dan masih virgin juga, Bella kemarin melahirkan di Caesar karena kontraksi dini dan usia kandungannya baru tujuh bulan satu minggu. ''
''Waah kamu sudah jadi bapak dong, selamat deh nanti aku kabarin sama anak anak lain yaa, anak kamu Cewek atau Cowok. ''
''Anak aku Cewek dan cantik banget, aku gak nyangka malah kalau aku sudah menjadi ayah. ''
''Selamat pokonya dan boleh yaa aku ke rumah kamu nanti jengukin?? ''
''Bayinya masih di incubator belum boleh pulang. ''
Keduanya berbincang menceritakan kisah keduanya dan kisah sahabat yang lainnya, bahkan salah satu sahabat satria ada yang menjadi anggota polisi.
.
.
Satria kembali ke ruangan rawat Bella dan ternyata sudah ada Kakak iparnya serta istrinya yang datang menjenguk Bella, Satria membawa satu keranjang buah buahan manis untuk Bella dan memberikannya pada Mamanya karena dia menyapa Kakak iparnya.
''Hebat kamu Satria, anak kalian malah dominan wajahnya ke kamu. ''
ucap Fatih yang tadi sempat melihat keponakanannya bersama sang istri di antarkan oleh Umi Nida.
''Pantas lah Bang karena aku kan Ayahnya, masa anak aku malah mirip Abang kan gak mungkin. ''
ucap Satria setelah mencium tangan Kakak iparnya.
Satria menghampiri Bella dan memberikan handphone nya karena Bella tidak membawa handphone tertinggal di kamar nya.
''Umi ikut pulang sama Abang Fatih yaa, nanti malam kesini lagi sama Abi. ''
ucap Umi Nida saat memberikan buah potong untuk Bella.
''Iya Umi dan kalau Umi gak kesini juga gak apa apa, palingan besok Umi sama Mama wajib datang, barang barang banyak soalnya ga ada yang bantu dan aku kan pasti fokusnya ke Bella. ''
ucap Satria dan kedua ibu itu mengangguk.
''Emang Bella sudah bisa pulang yaa?? "
tanya Fatih karena baru sehari Bella di rawat.
"Boleh Abang, emangnya aku mau berapa hari di rawat. Ini ajah udah gak nyaman. "
__ADS_1
jawab Bella dan membuat Fatih tersenyum karena adiknya sangat tidak mau berurusan dengan rumah sakit.
"Takutnya kamu mau menemani Dede nya di rumah sakit Dee. "
ucap Fatih dan Bella mendelik mendengarnya.
"Umi sampe lupa, kalian sudah punya nama untuk putri kalian belum?? Udah dua hari lahir belum di beri nama juga. "
ucap Umi Nida dan Bella langsung menatap suaminya.
"Tenang Umi, Satria sudah siapkan nama nya dan nanti saat syukuran Dede nya baru di umumkan dan sekarang masih rahasia. "
ucap Satria dan Bella hanya tersenyum mendengarnya karena dia yakin suaminya belum memilihkan nama untuk putrinya.
Dua jam kemudian Fatih Pamit, Istri dan Umi nya juga ikut pamit, hanya Mamanya Satria yang masih menunggu di rumah sakit.
"Satria emang kamu sudah punya nama untuk Cucu Mama?? "
tanya Mamanya yang merasa penasaran dengan nama yang di pilihkan putranya untuk Sang cucu.
"Belum Maa......"
jawab Satria dan membuat Mamanya menggelengkan kepalanya sedangkan Bella langsung tersenyum.
"Sudah Bella duga Mama, Mas Satria dari awal kehamilan katanya pusing menyiapkan nama takut gak cocok, benar kan belum dapat juga. "
ucap Bella dan Mamanya Satria mengiyakannya.
"Mau Mama yang pilihkan nama untuk Anak kalian?? Mama sudah punya sih satu nama kalau kalian mau menyetujuinya. "
"Boleh Mama dari pada Ayah nya yang kasih nama, mendingan Mama saja kan. "
jawab Bella dan membuat Mamanya Satria berbinar bahagia.
"Terimakasih sayang karena kamu sudah mempercayakanya sama Mama. "
ucap Mamanya Satria dengan nada bahagianya.
"Siapa namanya Maa?? "
tanya Satria dan Mamanya langsung tersenyum.
"Mama masih mencocokkan dulu yaa namanya, sabar dong. "
jawab Mamanya Satria dan membuat Satria tersenyum mengejek.
"Berarti Mama juga sama gak ada nama buat putrinya aku kan. "
ucap Satria dan membuat Mamanya mendelik sedangkan Bella langsung memukul lengan suaminya.
"Kamu ini Mas selalu saja mendebat Mama, sudah gimana Mama saja karena Nama itu kan harus benar memberikan nya jangan asal. "
ucap Bella dan Satria mengangguk sedangkan Mama nya langsung mengacungkan jempolnya.
__ADS_1
"Iya Sayang iyaa, semua terserah Mama saja yang penting namanya harus sesuai sama Babby cantik kita yaa. "
ucap Satria dan Bella mengiyakannya.
"Mama mau pulang sekarang atau mau menginap disini?? "
tanya Bella saat Mama mertuanya duduk santai di sofa sambil memainkan handphone nya.
"Mama nunggu Papa jemput, katanya nanti kesini sekalian membawa hadiah buat Bella sama cucunya katanya. "
ucap Mamanya Satria yang baru mendapatkan kabar dari suaminya.
"Satria gak di kasih Maa?? Masa cuma anak sama istri Satria yang di kasih. "
protes Satria dan Mamanya mengangkat bahunya.
"Kamu ini kenapa sih sirik sama anak dan istri kamu, kamu sudah banyak hadiah yaa yang di terima dan sekarang giliran Bella sama Anak kamu. "
jawab Mamanya dan Satria hanya mendelik mendengarnya.
"Mas kamu ini bikin pusing, sudah duduk saja jangan banyak bicara dan terima semua yang di berikan untuk anak kita. "
lerai Bella dan Satria pun menganggukkan kepalanya.
"Sama istrinya nurut tapi kalau Mama yang bicara pasti protes terus. "
gerutu Mamanya dan Satria pura pura tidak mendengar gerutuan Mamanya.
Hanya menunggu satu jam, Papanya Satria datang membawa sebuah buket bunga Lili cantik berwarna putih, Bella langsung berbinar saat Papa mertuanya memberikan buket bunganya sedangkan Satria langsung mendelik.
"Terimakasih karena Bella mau memberikan pewaris untuk keluarga Nugraha, Papa bahagia sekali dengan kelahiran Babby kalian berdua dan harus bersabar untuk memeluknya karena Babby kalian masih harus dalam penanganan, pokonya doa terbaik untuk cucu pertama Papa dan semoga rumah tangga kalian berdua selalu rukun juga sampai menua bersama, hadiah kecil dari Papa untuk cucu cantik pertama Papa dan nanti di kasihkannya setelah ada di tengah kita semua, ini sebuah hadiah kecil untuk Bella dari Papa dan Mama juga. "
ucap Papa mertuanya Bella dan membuat Bella tersenyum senang lalu menerima hadiahnya.
"Terimakasih Papa dan Bella bahagia sekali, Bella aminkan doanya. "
ucap Bella sambil menerima hadiahnya.
"Mama di kasih hadiah untuk memberikan nama untuk cucu pertama kita Papa, boleh Mama memakai nama yang dulu Papa siapkan?? "
ucap Mamanya Satria dan membuat sang suami terdiam.
.
.
Bersambung......
Hai kakak kakak semuanya yang selalu setia menunggu update ceritanya, sambil menunggu update selanjutnya yuuk mampir ke cerita lainnya yang berjudul PUSARA DENDAM.
Di cerita novel PUSARA DENDAM sedang di adakan give away loh, memperingati 1000 hari noveltoon menemani saya dan kakak kakak juga yang dukung saya.
Yuuk mampir ke ceritanya, jangan lupa like, komentar, hadiahnya, voute nya dan jangan lupa masukkan ke pavorite ceritanya.
__ADS_1
TERIMAKASIH.......😘😘😘😘😘😘😘