
Bella tidak berbicara lagi setelah ucapan senonoh Feni menurut Bella padahal Feni hanya bercanda, Feni menghela nafasnya dan harus ekstra merayu sahabatnya.
''Ayolah Bella......maaf kan aku hanya bercanda, Bella dengar kata kata aku baik baik yaa, bukan aku menggurui tapi semua kenyataan Bella, jika tuhan bilang belum waktunya, tidak akan bisa kamu paksakan, jika tuhan bilang sudah waktunya, tidak akan bisa kamu hentikan, jadi. Semua sudah takdir tuhan dan kamu harus menerimanya, jangan seperti aku yang seperti pecundang mencintai laki laki bertahun tahun bahkan sudah menjauh pun tetap tidak bisa menjauhkan dia dari fikiran aku Bella, terimalah pernikahan ini karena aku yakin semua memang sudah takdir tuhan. ''
jelas Feni dan Bella langsung memeluk Feni dengan sayang.
''Kamu masih mencintai Abang Fatih?? ''
Tanya Bella sambil melepaskan pelukannya.
''Sangat Bella dan gak bisa di lupakan, Nenek kamu malah membuat aku malu barusan dan kamu malah mendukungnya. ''
jawab Feni dan Bella tersenyum.
''Orang tua kamu ikut pulang juga gak?? ''
tanya Bella dan Feni mengiyakannya.
''Oma sakit sakitan semenjak Papa pergi, jadinya dengan terpaksa Papa pulang dan aku juga ikut pulang karena pendidikan Sarjan aku sudah selesai. ''
jawab Feni dan Bella mengiyakannya.
''Besok datang yaa ke pernikahan aku, ajak kedua orang tua kamu karena kami menikah di kantor KUA karena tertutup disana kalau, di rumah aku atau di rumah dia takut bocor. ''
ucap Bella dan Feni mengiyakannya.
Kedua sahabat yang terpisah selama tiga tahun pun langsung bercerita panjang lebar hingga tepat pukul sembilan malam Feni pamit pulang dan Menolak saat akan di antarkan oleh supir.
''Kasih kabar kalau sudah sampai rumah dan jangan lupa datang ajak kedua orang tua kamu. ''
ucap Bella sesaat sebelum Feni masuk kedalam mobil dan Feni mengacungkan jempolnya tanda setuju.
Bella menunggu sampai mobil Feni keluar dari gerbang utama kediamannya, setelah tak terlihat Bella memilih masuk dan bergabung dengan keluarganya.
''Besok akan ada penata rias dari salon yang akan datang kerumah, jam enam kamu harus sudah mandi dan bersih yaa sayang, acara nya jam sepuluh dan sebelum jam sepuluh harus tiba di kantor KUA. ''
jelas Umi Nida saat Bella duduk di samping Abi Riyan.
__ADS_1
''Bella.....kamu setuju gak?? Kalau Abang kamu menikahi sahabat kamu?? ''
tanya Nenek nya saat Bella memakan cemilan oleh oleh dari Feni.
''Kalau untuk pelampiasan lebih baik jangan, Feni wanita berharga dan Bella gak ikhlas walaupun laki laki nya Abang Bella sendiri. ''
jawab Bella dan Nenek nya mengiyakannya.
''Nah benar kan apa kata Umi, kalau hanya main main lebih baik jangan dan Fatih bisa cari wanita lain. ''
ucap Sang Umi dan di setujui oleh Bella.
''Fatih udah nyerah Umi dan menerima siapapun perempuannya, semua perempuan yang di kenal Fatih hanya ingin harta bukan cinta Fatih. ''
ucap pasrah Fatih dan Bella hanya mendelik mendengarnya.
''Dekati dulu Feni nya tapi ijin sama orang tuanya, Feni anak tunggal dan gak akan mudah di lepas sama orang tuanya. ''
saran Bella dan Fatih menyetujuinya.
''Besok kita bicarakan sama orang tua Feni, bukan hanya Fatih nanti Abi sama Umi akan bantu kamu untuk bicara juga. ''
''Bella istirahat duluan yaa, perasaan hari ini cuma berkebun tapi lelah sekali dan ngantuk. ''
ucap Bella dan di angguki oleh keluarganya.
Bella langsung menuju kamar nya untuk istirahat karena besok harus sudah siap jam enam pagi, Bella hanya menggosok gigi dan mencuci muka nya saja tanpa mengganti pakaiannya langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.
Pagi menjelang.......
Bella langsung menuju ruangan tengah dimana penata rias menunggunya, Umi sudah siap dengan piring berisi sarapan karena Bella belum sarapan dan Umi nya yang akan menyuapi.
Bella di rias natural dan tidak terlalu tebal, perhiasannya pun pemberian orang tua Satria Red Diamond yang anehnya sangat pas semua ukurannya di tubuh Bella.
''Perhiasannya ko pas di jari sama tangan aku loh Umi, kalungnya juga pas. ''
ucap Bella saat perias memakaikan perhiasan nya.
__ADS_1
''Berarti kamu jodoh nya Satria, Mama nya Satria bilang ini perhiasan turun temurun dan gak akan salah memilih tuannya. ''
ucap Umi Nida sambil menatap putrinya yang cantik dengan balutan kebaya yang pas di tubuhnya.
Umi Nida langsung bersiap untuk di rias sambil menyempurnakan penampilan Bella, Nenek menolak di rias dan hanya memakai make up seperti biasa dan Bella gak mempermasalahkannya karena Nenek nya tetap cantik walau tanpa riasan.
Tepat pukul sembilan Bella langsung di bawa menuju kantor KUA, pas dengan kedatangan Feni juga kedua orang tuanya, Bella langsung meminta Feni satu mobil dengannya dan orang tua Feni gabung dengan keluarga Bella.
''Santai jangan tegang Bella, ada aku yang nemenin kamu. ''
ucap Feni saat melihat kegelisahan di wajah sang sahabat.
''Padahal pernikahan tanpa cinta tapi hati aku resah Feni, kenapa yah?? ''
ucap Bella dan Feni tersenyum.
''Mau dengan atau tanpa cinta, yang namanya pernikahan pasti membuat resah karena kita akan berjanji sehidup semati di hadapan tuhan dan semua saksi, jadi kuncinya tetap tenang berdoa semoga lancar nanti calon suami kamu mengikrarkan sumpah pernikahannya. ''
ucap Feni dan Bella hanya mendelik mendengarnya.
Perjalanan tiga puluh menit akhirnya tiba di kantor KUA dan ternyata pihak mempelai laki laki dan keluarga besarnya sudah tiba terlebih dahulu, Bella langsung di gandeng oleh Abang nya dan sahabatnya Feni menuju aula utama kantor KUA yang di sulap menjadi gedung pernikahan, Bella tidak perduli dan hanya fokus dengan hatinya yang tiba tiba berdetak saat melihat laki laki yang akan mempersuntingnya duduk tegap di kursi meja utama di area aula.
Bella di bantu duduk di samping Satria dan menunggu petugas KUA datang, sambil memeriksa kelengkapan surat suratnya, tak lama petugas KUA pun datang.
Acara inti pun di mulai, Bella mulai fokus dengan ikrar janji suci pernikahan yang di ucapkan oleh Satria, Bella tidak menyangka kalau anak didiknya saat ini resmi menjadi suaminya di hadapan Tuhan dan saksi pernikahan.
Bahkan Satria menjelma menjadi pria dewasa dan tampan, bahkan berhasil membuat Bella terpana menatapnya dan Satria hanya tersenyum melihat raut wajah istrinya.
Bella dan Satria menandatangani berkas berkas pernikahan, setelahnya menukar cincin dan di akhiri dengan mencium tangan Satria dan Satria mencium kening Bella penuh sayang.
''Istri cantikku adalah guru idolaku. ''
ucap Satria dan berhasil membuat Bella tersenyum membalas senyum dari murid didiknya yang saat ini telah menjadi suaminya.
.
.
__ADS_1
Bersambung........