Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
52. Akhir kisah bahagia


__ADS_3

Semua kelengkapan Bella sudah selesai, bahkan sebelum pulang Bella dan semuanya menjenguk ke ruang incubator dimana Babby nya di rawat, walaupun hanya di luar kaca tapi tetap bahagia karena bisa melihat Babby nya.


Satria kembali menjalankan kursi rodanya menuju lobi utama, Bella naik mobil bersama Feni dan Satria, sedangkan kedua orang tua Bella dan Satria menggunakan mobil masing masing.


"Kamu kenapa Feni?? Murung sekali wajahnya. "


tanya Bella saat melihat Sahabatnya berwajah murung.


"Bella sebenarnya aku pengen ikut sama Mama dan Papa ke luar negeri, tapi Kak Fatih melarang. "


jawab Feni dan Bella tersenyum mendengarnya.


"Kamu tahu kan Feni, hukum dalam agama kita tentang ijin suami, kita di haramkan untuk melangkah satu langkah keluar dari rumah apabila suami kita tidak mengijinkannya, bukan aku membela Abang tapi semua demi kebaikan kamu loh, aku malah lebih parah seperti tawanan saat hamil. "


ucap Bella dan Feni menganggukkan kepalanya sedangkan Satria yang mendengarnya hanya menghela nafasnya karena istrinya baru terdengar mengeluh sekarang karena biasanya Bella seperti mengikuti semua aturannya.


"Aku tau semua larangan untuk kamu dari Kak Fatih, Umi Nida menceritakan semuanya katanya, aku beruntung gak seperti Bella katanya. "


ucap feni dan Bella tersenyum mendengarnya.


.


.


Beberapa saat berlalu.....


Bella sudah sampai di kediaman Mamanya Satria dan Satria memilih menggendong Bella karena dia tidak membawa kursi rodanya.


"Jangan protes ya Sayang, jalan nya lama kalau kamu jalan sendiri. "


ucap Satria saat Bella terlihat akan protes.


Tiba di dalam rumah utama, Bella langsung di dudukkan di atas sofa dan Satria kembali keluar rumah membantu membawa barang barang Bella.


"Gimana kalau rumah yang aku tempati sama kamu dan Abang?? rumah kamu sewakan saja sama orang lain, kayanya aku akan menetap tinggal di rumah ini Feni. "


ucap Bella dan membuat Feni terdiam.


"Memang di bolehkan sama Satria?? "


tanya Feni dan Bella tersenyum mendengarnya.


"Nanti kita tanyakan langsung sama Satria, biar kamu gak kejauhan kalau ketemu aku kan Feni dan kamu gak akan kesepian juga. "

__ADS_1


jawab Bella dan Feni menganggukkan kepalanya.


Semua keluarga langsung berkumpul di ruang utama rumah kediaman Mertuanya Bella, Satria malah sibuk dengan Papa dan Abi nya Bella.


"Mas.....rumah kita kan gak akan di tempati, Feni sama Abang Fatih yang akan menempati nya, kayanya aku mau tinggal di rumah ini saja sama Mama. "


ucap Bella dan Satria langsung menatap ke arah sang istri.


"Emangnya Abang Fatih mau menempatinya?? "


tanya Satria dan Bella mengiyakannya.


"Tanya dulu jangan main iya iya saja Sayang, nanti Fatih datang tanyakan langsung. "


ucap Umi Nida dan Bella mengiyakannya.


.


.


Satu bulan berlalu......


Hari ini semua keluarga sedang bersuka cita karena Babby nya Bella sudah di perbolehkan pulang, bahkan Bella dan Satria sudah di rumah sakit dari semalam karena Babby nya langsung di berikan ASI oleh Bella.


Mamanya Satria sudah membawakan sebuah gaun khusus untuk Bayi yang nantinya akan di kenakan pada Cucu pertama kedua keluarga besar itu, karena Babby nya akan photo shoot.


Di rumah sakit Saat ini Bella sedang menyusui Babby nya dan Satria sampai menyewa ruangan VVIP untuk mereka menginap karena Babby nya Bella akan menangis kalau tiba waktunya menyusui.


"Mas jangan sayurnya ajah yang kamu suapi, minta goreng gorengnya dong. "


protes Bella saat suaminya menyuapinya makan.


"Jangan banyak makan gorengan dulu, kamu ga dengar sayang tadi kata suster takutnya dede nya malah kehausan terus. "


jawab Satria dan Kamelia mengerucutkan bibirnya.


Saat ini Bella sedang memberikan ASI pada putrinya dan Satria bertugas menyuapi Bella, hari ini tinggal menunggu hasil tes keseluruhan Babby nya karena takut ada masalah jadinya Satria meminta di cek semua organ tubuh putrinya dan Dotker langsung menyetujuinya.


Pintu ruangan terbuka dan semua keluarga langsung masuk membuat Bella tersenyum, tapi Putrinya langsung histeris menangis mendengar suara orang banyak.


Bella langsung memberikan putrinya pada Mama mertuanya setelah menerima kode dari Umi Nida, Umi Nida sudah mengetahui cerita masa lalu besannya dan Umi Nida mengalah demi Besannya karena dia juga akan mengurus Babby nantinya, Babby dari anaknya Fatih dan Feni yang nantinya akan di asuh oleh Umi Nida.


"Cucu Oma cantik sekali sayang. "

__ADS_1


ucap Mamanya Satria dengan mata berkaca kaca dan seketika tangis Babby nya Bella langsung berhenti membuat semua tersenyum.


"Malu sama cucu masa nangis. "


sindir Satria dan membuat Bella reflek memukul lengan suaminya.


"Biarin kan nangis bahagia ini namanya. "


jawab sang Mama dan Bella langsung melototi suaminya.


"Kamu ini iseng saja jadi anak, sudah jangan banyak bicara Mas dan lebih baik kamu panggil dokter, tanyakan kapan kita bisa pulang. "


ucap Bella dan Satria menghela nafasnya.


"Kamu gak dengar yaa tadi kata suster, kalau Dokter akan datang sendiri kesini sambil menjelaskan hasil tes nya, terus Babby nya ada foto shoot dulu buat kenangan dari rumah sakit. "


ucap Satria dan Bella hanya ber Oh ria saja sambil memalingkan wajahnya dari sang suami yang menatapnya saat ini.


"Sayangnya kamu sedang tidak bisa di makan, kalau bisa sudah aku makan kamu sayang. "


bisik Satria dan membuat Bella langsung mendelik mendengarnya.


Bagaimana tidak kesal pada suaminya, seminggu ini Satria terus saja menanyakan kapan bisa menyentuh Bella dan Bella hanya memperlihatkan kalender yang sengaja di buatkan lingkaran dan angka agar Satria melihat berapa lagi waktunya.


"Namanya sudah di siapkan?? Lusa kan langsung syukuran Aqiqah babby nya loh. "


tanya Umi Nida sambil membantu menggantikan pakaian cucunya.


"Namanya Sharletta Affera Nugraha artinya, perempuan cerdas lembut dan pemimpin yang mencintai perdamaian, panggilannya bisa Sharlet atau Affera. "


jawab Mamanya Satria dan membuat semua tersenyum karena namanya sangat cantik dan sesuai dengan Babby nya yang cantik.


.


.


TAMAT.


Hai Kakak kakak semuanya, maaf karena ceritanya di tamatkan yaa dan maaf juga kalau ceritanya tidak berkenan, terimakasih untuk dukungannya kakak kakak.


Jangan lupa mampir ke cerita saya yang lainnya yaa, masih on going.


Salam sayang untuk kakak kakak semuanya.

__ADS_1


__ADS_2