
Tiba di gerbang utama kediaman orang tuanya, Bella langsung menarik nafasnya dan membuangnya perlahan, Bella langsung menekan kelakson agar penjaga gerbang membukanya, setelah terbuka Bella langsung melajukan mobil nya dan memarkirnya dengan sempurna.
Bella tersenyum saat Nenek nya sedang menunggunya, Neneknya seperti peramal yang mengetahui kedatangannya.
''Sore Nenek......''
sapa Bella sambil tersenyum lalu mencium tangan sang Nenek.
''Sore Sayang, kamu sendirian kesininya?? Mana suami kamu?? ''
jawab Sang Nenek dan Bella langsung tersenyum.
''Satria sedang ada acara dengan teman satu kelasnya tadi minta ijin ke aku, ayo masuk. ''
ucap Bella sambil menggandeng lengan sang Nenek membawanya masuk kedalam rumah.
''Hallo Umi.....''
sapa Bella saat masuk kedalam rumah dan melihat Ibunya sedang duduk menonton televisi.
''Haii Sayang......kamu masih pakaian dinas?? Gak pulang dulu yaa?? ''
jawab Sang Umi sambil menepuk sebelas kursinya yang kosong.
Bella mencium tangan Umi nya dan duduk di samping Sang Umi, Bella mengedarkan pandangannya dan melihat foto keluarga saat pernikahannya dengan Satria dua bulan lalu.
''Abi sama Abang belum pulang yaa Umi?? ''
tanya Bella dan Umi nya menggelengkan kepalanya.
''Biasanya sebelum jam enam pulangnya, Bella kamu gak datang sama suami kamu?? ''
jawab Umi nya dan Bella sekarang yang menggelengkan kepalanya.
''Satria tadi ijin untuk berkumpul dengan temannya Umi, ujian sekolah berakhir dan dia ingin kumpul dengan temannya. ''
ucap Bella dan Uminya tersenyum.
''Baguslah sayang, jangan terlalu mengekang suami kamu yaa Bella, dia masih labil sepertinya jadi masih memikirkan untuk berkumpul dengan teman teman sebayanya, ''
ucap Umi Nida dan Neneknya Bella hanya mendengus sebal mendengarnya.
''Harusnya ajak istrinya untuk berkumpul atau lebih baik menolak berkumpul saja dan memilih dengan istrinya jauh lebih bermanfaat, nantinya takut ada hal yang mengejutkan lagi yang terjadi. ''
tepat sasaran ucapan Nenek nya Bella selalu saja mengetahui apapun masalah dan Nenek seperti cenayang.
.
.
__ADS_1
Di apartement saat ini.....
Satria memasuki unitnya merasa aneh karena terasa sunyi, biasanya walaupun Bella ada di rumah pasti terasa hangat suasananya, Satria langsung menuju kamarnya dan ternyata Bella tidak ada.
''Bella kemana yaa?? Massa belum pulang dari sekolah ini kan sudah sore. ''
gumam Satria sambil berjalan menuju ruang pakaiannya untuk mengganti pakaiannya.
Satria akan sabar menunggu Bella sampai datang, Satria merasa kesepian karena biasanya Bella sudah ada di rumah tapi hari ini Bella belum datang padahal sudah menunjukan pukul lima sore.
Satria berjalan menuju lantai bawah untuk membuat Mie instan karena merasa lapar perutnya, tadi di cafe mendadak kenyang perutnya saat kebetulan bertemu dengan wanita yang enggan di ingatnya lagi.
Satria membuat mie instan yang biasa saja tanpa toping karena dia tidak tahu toping apa saja yang selalu Bella tambahkan pada rebusannya.
''Untuk pertama kalinya rasa mie instan hambar padahal sebelumnya aku selalu buat sendiri dan caranya, mie instan juga kemasan dan rasa yang sama tapi ko bisa hambar yaa. ''
ucap Satria dan menyimpan kembali mie instan nya karena rasanya tidak enak.
Satria berjalan menuju ruang utama sambil menenteng cemilan yang selalu tersedia di kulkas cemilan, sambil menunggu Bella dia menonton televisi hingga satu jam menunggu Satria tertidur dengan sendirinya.
Di kediaman orang tua Bella......
''Deek.....kamu menginap disini?? ''
tanya Fatih saat melihat kamar adiknya terbuka dan Fatih langsung masuk karena Bella memang ada di kamarnya saat ini.
''Iya Abang, kenapa memangnya?? ''
''Mana suami kamu?? Kenapa cuma sendirian?? ''
tanya nya kembali dan berhasil membuat Bella kesal untuk pertama kalinya mendengar Kakaknya berbicara.
''Jangan menanyakan Satria dulu Abang, aku lagi fokus sebentar lagi novel nya tamat. ''
jawab Bella dengan nada ketusnya dan membuat Fatih mengerutkan keningnya.
''Aishh......Abang cuma nanya, ngegas amat jawaban nya. ''
gerutu Fatih sambil keluar dari kamar Bella menuju kamarnya.
''Ada apa sama anak itu, jangan jangan berantem sama bocah itu lagi. ''
gumam Fatih sambil masuk kedalam kamarnya.
Bella langsung menyimpan buku novelnya, padahal Bella sedang seru serunya membaca tapi karena Fatih menanyakan Satria membuat mood nya seketika hancur dan teringat kejadian di cafe tadi siang.
Bella memakai hijab rumahannya dan memutuskan untuk berkumpul dengan keluarga lainnya, mata Bella berbinar saat melihat Abi Riyan sedang menatap ke arahnya sambil tersenyum dan Bella langsung berlari menghampirinya.
''Awas jatuh jangan lari Sayang. ''
__ADS_1
ucap Abi Riyan yang khawatir dengan Bella sedangkan Umi dan Neneknya hanya menggelengkan kepalanya.
''Bella kangen banget sama Abii.....''
ucap Bella sambil memeluk lengan Abi Riyan dan bersandar pada lengannya.
''Kalau kangen kenapa baru sekarang pulang?? Tadinya mau Abi seret kamu dari dekapan suami kamu, mentang mentang sudah memiliki bahu nyaman dan melupakan bahu Abi. ''
gurau Abi Riyan dan Bella langsung memukul lengan Abinya membuat Abi Riyan tertawa karena putrinya masih sama tingkahnya.
''Abi jahat sekali sih bicaranya, bahu Abii paling nyaman yang Bella punya. ''
ucap Bella dan Abi Riyan tersenyum sambil mengusap kepala Bella penuh sayang.
''Suami kamu kenapa gak ikut?? Kamu sudah ijin kan sayang?? ''
tanya Abi nya dan Bella hanya terdiam tanpa menjawabnya.
''Jangan tanyakan suami nya dulu Riyan, nanti juga datang kemari anak itu. ''
jawab Nenek Bella dan Abi Riyan hanya mengangguk mengiyakannya.
''Baiklah Abii gak akan bertanya tentang Suami atau kehidupan rumah tangga kamu, karena saat kamu di rumah ini. Kamu adalah putri kecil kesayangan Abii dan yang paling Abi manjakan. ''
ucap Abii Riyan dan Bella mengangguk sambil duduk kembali namun tetap melingkarkan tangannya pada lengan Abinya.
''Bella mau melanjutkan kuliah lagi Abii, sesuai permintaan Abii saat Bella lulus waktu itu, boleh kan Abii?? ''
ucap Bella tiba tiba dan membuat semua keluarga menatap ke arahnya.
''Kalau Abii sih sangat membolehkan, tapi suami kamu bagaimana?? Membolehkan gak?? ''
ucap Abii Riyan dan Bella menggelengkan kepalanya.
''Gak tahu Abii, aku belum cerita juga dengan Satria dan tadinya sambil Satria kuliah aku juga mau melanjutkan kuliah kan hanya satu tahun gak lama juga kan Abii. ''
ucap Bella dan Abinya langsung mengerutkan keningnya dengan jawaban sang putri.
''Tapi kuliah kamu di luar negeri dan itu menjadi masalahnya, memangnya suami kamu membolehkan?? Sekarang kamu seorang istri loh dan semua ijin ada di suami kamu, mengerti kan maksud Abii?? ''
ucap Abii Riyan dan Bella mengiyakannya.
''Sudah jangan bahas kuliah dulu, ayo kita makan malam dulu setelah makan baru kita bahas. ''
ucap Umi Nida yang menengahi perbincangan anak juga suaminya dan ternyata Fatih baru menuruni tangga langsung gabung di meja makan.
.
.
__ADS_1
Bersambung......