
Tak terasa hari yang di tunggu pun tiba yaitu ujian kelulusan untuk Satria, Bella berharap Satria akan lulus dengan nilai memuaskan tidak usah nilai sempurna yang penting Satria lulus, bahkan Bella rela menjadi guru private saat di rumah mengajarkan pelajaran di luar mata pelajaran yang di ajarkannya.
''Ibu Bella kenapa menolak menjadi guru pengawas ujian untuk anak anak kelas dua belas?? ''
tanya rekan rekan gurunya yang merasa aneh karena Bella enggan menjadi guru pengawas.
''Saya takut gak bisa mengendalikan diri dan malah memberitahukan jawaban pada anak anak lagi, itu yang saya takutkan Buu. ''
jawab Bella dan rekan gurunya pun mengangguk mengerti.
''Oh seperti itu ternyata alasannya, tapi kalau memang enggan lebih baik jangan memaksa sih. ''
ucap rekan gurunya lagi dan Bella hanya tersenyum.
Bella memilih duduk sambil membalas pesan dari sahabatnya yang mengatakan kalau Fatih menjadi hangat dan sangat perhatian padanya, Bella pun bahagia mendengarnya dan berdoa semoga Kakak dan Sahabatnya hidup bahagia saat nanti berumah tangga.
Ujian hari ini untuk kelas dua belas pun berakhir, Bella langsung bernafas lega karena masih ada dua hari lagi yang harus di lalui oleh anak didiknya termasuk suaminya.
Hubungan Bella dan Satria sudah mengalami kemajuan, Bella sudah tidak canggung saat berinteraksi dengan Satria di rumah, Bella bahkan sudah bersikap biasa pada Satria dan Bella masih belum merubah panggilannya pada Satria, semua tidak masalah bagi Satria yang penting Bella sudah tidak canggung itu sudah cukup.
Mengenai hubungan ranjang antara Bella dan Satria, keduanya masih belum ke tahap hubungan intim, karena Satria masih belum fokus saat ini, Satria sedang fokus dengan ujian kelulusan nya dan memberikan Bella kesempatan agar nyaman terlebih dahulu di samping Satria.
Sore menjelang.......
Bella tiba di unit Apartemen nya pukul dua siang dan ternyata Satria sudah sampai terlebih dahulu sebelum Bella, karena Bella melarang Satria ke kantor dan harus fokus dengan ujian yang sedang di hadapinya.
''Sudah makan siang belum?? ''
tanya Bella saat duduk di samping Satria yang sedang menonton televisi.
''Belum, buatkan aku mie rebus toping lengkap yaa, hari ini kepala aku mendadak pusing. ''
jawab Satria dan Bella tersenyum mengangguk.
''Tunggu sebentar aku ganti pakaian dulu. ''
ucap Bella dan Satria mengiyakannya.
Bella membawa tas nya dan langsung berjalan menuju kamar nya di lantai atas untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.
Hanya lima belas menit Bella sudah selesai dengan urusannya dan langsung menuju dapur, siang ini Bella memakai pakaian sedikit terbuka, Bella memakai dress rumahan berwarna merah cerah dengan tali kecil yang menggantung di lehernya dan dress nya hanya di atas lututnya.
Satria belum menyadari pakaian Bella karena dia fokus dengan tontonannya, setelah tercium aroma wangi barulah Satria beranjak menuju dapur untuk melihat pesannya.
Alangkah kagetnya Satria melihat istrinya siang ini begitu seksi menurutnya, kulit bella terlihat sangat mulus dan lehernya begitu terekspos karena Bella mengikat rambutnya ke atas penuh.
Satria langsung memeluk Bella dari belakang dan membuat Bella tersentak kaget, saat akan berteriak langsung di urungkan nya karena mendengar suara Satria.
''Kamu sangat seksi sekali Sayang, baru kali ini aku melihatnya. ''
__ADS_1
ucap Satria sambil mengecupi bahu Bella yang memang terbuka.
''Lepas Satria, aku mau hidangkan mie nya dulu nanti malah benyek kalau terlalu lama di rebus. ''
ucap Bella dan Satria melepaskan pelukannya.
Bella langsung menyajikan mie nya kedalam mangkuk dan menyajikan dua mangkuk untuk nya juga untuk Satria, Satria hanya fokus menatap ke arah Bella saat ini karena baginya saat ini Bella sangat seksi dan menantang.
''Ayo makan Satria, kenapa malah bengong gitu?? ''
ucap Bella dan Satria langsung mengangguk lalu mencoba mie nya.
Bella juga menyiapkan saus juga kecap untuk toping nya, sungguh saat ini Satria tidak fokus karena Bella terlihat berbeda hari ini, biasanya tidak memakai pakaian terbuka walaupun di dalam kamar.
''Aku baru tahu kalau kamu punya pakaian seperti ini Sayang. ''
ucap Satria saat selesai dengan makanannya.
''Mama kamu kemarin memberikan nya ke aku pas kita mampir ke rumah Mama, lagian aku cuma mencobanya saja ko. ''
ucap Bella dan Satria tersenyum.
''Harus di pakai setiap hari bukan hanya di coba, aku suka kamu pakai pakaian terbuka begitu, terlihat seksi sekali. ''
ucap Satria dan Bella langsung mengerjapkan matanya karena merasa malu dengan ucapan Satria.
''Sayang......kamu sudah gak canggung lagi kan sekarang?? ''
tanya Satria sambil mencium leher Bella dan membuat Bella terdiam.
Satria membawa Bella menuju ruang tengah setelah Bella selesai dengan mencuci piringnya, Bella gelagapan karena Satria tiba tiba bersikap aneh menurutnya.
''Kamu mau apa Satria?? ''
tanya Bella saat Satria semakin mendekatinya.
''Kamu maunya di apain?? ''
tanya balik Satria dan membuat Bella melototkan matanya.
''Kamu jangan aneh aneh Satria, kamu mau ngapain sebenarnya?? ''
tanya nya kembali Saat wajah Satria semakin mendekatinya.
Satria tidak menjawab dan dia malah mencium bibir Bella dengan sangat lembut, Bella hanya diam mematung karena ini pengalaman pertamanya.
''Pertama untuk kamu yaa sayang?? ''
tanya Satria saat melepaskan ciumannya lalu mengusap bibir basah Bella yang di akibatkan olehnya.
__ADS_1
Bella hanya menunduk dan malu untuk menatap wajah Satria saat ini, Satria yang gemas langsung mendorong tubuh Bella menjadi terlentang dan membuat Bella tersentak kaget.
''Boleh kan aku memintanya sekarang?? Biar ujian nya lancar juga dapat semangat dari kamu. ''
ucap Satria sambil mengecupi leher Bella dan Bella langsung menegang karena teringat sesuatu.
''Jangan sekarang yaa.....''
tolak Bella dan membuat Satria langsung menghentikan kegiatannya.
''Kenapa?? ''
tanya Satria sambil menatap mata indah milik Bella yang terlihat cantik seperti parasnya.
''Maafin aku Satria, tapi aku gak bisa kasih mau nya kamu sekarang. ''
jawab Bella dan membuat wajah Satria langsung murung seketika.
Hati Satria begitu sakit mendengarnga namun Satria langsung tersadar karena memang tidak bisa memaksa kehendaknya pada sang istri yang masih menyamankan hatinya.
Satria membantu Bella kembali duduk lalu mengecup kening Bella penuh sayang, Satria sangat mencintai Bella dan akan sabar menunggu sampai Bella mau memberikannya dengan ikhlas.
''Maafkan aku yaa, aku sedang halangan soalnya Satria dan baru keluar tadi pagi. ''
ucap Bella dan Satria mengerutkan keningnya menatap ke arah Bella.
''Maksudnya halangan apa?? Kamu di halangi sama siapa?? ''
tanya Satria karena memang tidak mengerti dengan ucapan Bella.
''Maksunya halangan itu adalah, aku sedang datang bulan Satria dan saat datang bulan gak bisa memberikan keinginan kamu, maaf yaa....''
jawab Bella dan membuat Satria langsung tersenyum.
''Maksudnya kamu sedang menstruasi?? ''
tanya Satria dan Bella menganggukan kepalanya.
''Oke aku akan menunggu sampai selesai dan maaf yaa aku malah memintanya sama kamu. ''
ucapnya lagi dan Bella menganggukan kepalanya.
Keduanya langsung melanjutkan belajar, lebih tepatnya Bella mengajarkan pelajaran yang akan di ujikan besok oleh Satria, Bella dengan sabar menjelaskan semua nya yang berurusan dengan soal soal yang kemungkinan besar akan keluar di mata pelajaran esok hari.
.
.
Bersambung......
__ADS_1