Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
14. Rumah baru.......


__ADS_3

Tiba di unit nya Bella berdecak kagum dengan selera anak didik nya ini, Apartement yang tidak terlalu luas namun semua isinya begitu mewah.


''Maaf kalau tempat tinggal kita gak sebesar rumah kamu, aku janji setelah memegang kendali perusahaan nantinya, aku akan membelikan kamu istana megah. ''


ucap Satria tiba tiba saat menghampiri Bella yang sedang memperhatikan keseluruhan Apartemen nya.


''Gak masalah lagian aku gak minta istana, ini milik kamu pribadi?? ''


ucap Bella dan Satria mengiyakannya.


''Ini Apartement pemberian Papa saat ulang tahun ke tujuh belas tahun lalu, Papa memberikan satu gedung ini sebagai kado ulang tahun, tapi aku belum mampu mengendalikannya dan masih satu kawasan dengan property Papa. ''


ucap Satria dan Bella hanya mengangguk.


''Ada berapa kamar semuanya di unit Apartemen yang sekarang kita pijak?? ''


tanya Bella karena sedari tadi tidak melihat ada pintu kamar.


''Hanya ada satu di lantai atas yang bergabung dengan ruang olah raga. ''


jawab Satria dan Bella langsung terdiam.


''Kamu mau kita berpisah kamar?? ''


tanya satria kembali saat Bella terdiam setelah menanyakan kamar.


''Gak juga hanya penasaran saja, aku gak melihat ada pintu kamar saat masuk kedalam. ''


jawab Bella dan Satria hanya tersenyum lalu mengajak Bella menuju kamar di lantai atas.


Bella hanya mengikuti kemanapun Satria mengajaknya, Apartement nya sangat nyaman dan mudah mudahan Bella betah tinggal disini.


''Ini kamar kita dan sebelah ruang olah raga, kamu bisa rapihkan pakaiannya. Lemari ada di dalam ruangan itu yaa. ''


ucap Satria dan Bella mengangguk lalu membawa koper nya masuk kedalam sebuah ruangan yang luas yang ternyata kamar mandi ada di dalam nya.


Bella langsung merapihkan pakaiannya untuk mengambil pakaian gantinya, karena dia sudah gerah dengan kebaya yang melekat di tubunya, Bella bersyukur karena Apartement nya tidak terlalu besar dan mudah membersihkannya.


Sedangkan Satria langsung menuju dapurnya untuk melihat perlengkapan serta bahan bahan di dapur yang ternyata sudah lengkap terisi dan Satria lega melihatnya.


Satria memilih kembali menuju kamar nya untuk mengambil pakaian ganti, tubuhnya terasa gerah saat ini.


Satria tersenyum saat melihat istrinya sudah mengganti pakaian dan saat ini sedang merapihkan pakaiannya kedalam lemari.


''Semoga betah tinggal disini dan kamu nyaman juga, sengaja aku gak membawa pelayan agar kita bisa lebih dekat dan aku merasakan memiliki istri. ''


ucap Satria dan Bella hanya mengangguk.

__ADS_1


''Siapkan pakaian lengkap yaa, aku mau mandi dulu soalnya. ''


pinta Satria sambil masuk kedalam kamar mandi.


''Aishh.....dia malah minta di siapkan pakaian lagi, kan aku belum terbiasa dan bagaimana kalau gak sesuai dengan kemauan dia. ''


gerutu Bella dalam hatinya sambil menyiapkan pakaian lengkap untuk Satria.


Selesai dengan merapihkan pakaian dan menyiapkan pakaian untuk Satria, Bella langsung keluar dari kamar dan tujuannya adalah dapur untuk melihat bahan bahan masakannya juga perlengkapan dapur.


Bella takjub dengan dapur yang begitu mewah, lengkap dan ada mini bar nya juga, Bella memang sudah di bekali ilmu rumah tangga yang memang di ajarkan langsung oleh Umi Nida karena suatu saat Bella akan di bawa oleh suaminya.


Bella masih ingat saat Umi Nida memberikan wejangan padanya, Umi selalu mengucapkan nya berkali kali sampai Bella bosan mendengarnya.


''Laki laki akan luluh pada wanita yang pintar memasak membuat perutnya kenyang dan wanita yang pandai melayaninya di atas ranjang. ''


itulah kata kata Umi Nida yang terus terngiang di telinga Bella karena Bella adalah calon istri dan calon ibu untuk anak anak nya nanti.


Bella memeriksa satu persatu dapurnya, ternyata bahan bahan dapur semua lengkap, bahkan kulkas nya ada dua isi nya berbeda, satu kulkas berisi bahan masakan dan satunya berisi cemilan juga buah buahan dan minuman segar.


''Masak apa yaa untuk makan malam nanti?? Apa tanya Satria dulu makanan nya mau apa?? ''


gumam Bella sambil menutup pintu kulkas nya.


Saat Bella keluar dari dapur ternyata Satria menuruni tangga, pakaian yang di siapkan nya tadi sekarang sudah melekat di tubuh Satria dan saat ini Satria terlihat pria dewasa juga tampan.


tanya Satria saat melihat istrinya terpaku di tengah tengah ruangan utama Apartement.


Satria langsung menggenggam tangan Bella dan membawanya duduk di sofa karena saat ini Bella telah berubah menurutnya, Bella menjadi pendiam dan jarang berbicara tidak seperti di sekolah.


''Ada apa Sayang?? ''


tanya Satria dengan nada suara yang lembut.


''Satria atau Eko dan apapun itu, aku hanya bingung harus manggil kamu dengan sebutan apa?? ''


jawab Bella dan Satria langsung tertawa.


''Senyaman nya kamu mau memanggil aku dengan sebutan apa, aku akan menerimanya. ''


ucap Satria sambil menatap wajah cantik Bella yang saat ini mengenakan hijab rumahan.


''Baiklah dan jangan protes kalau aku manggil nama ke kamu, aku masih canggung soalnya. ''


ucap Bella dan Satria mengiyakannya.


''Besok mau hadir ke acara lamaran Kakak kamu gak?? Kalau aku terserah kamu Sayang. ''

__ADS_1


tanya Satria dan Bella terdiam sebentar untuk menjawabnya.


''Datang kayanya, Feni sahabat aku dan aku sudah menganggap saudara juga, sekalian menanyakan sekolah khusus bisnis juga buat kamu. ''


jawab Bella dan Satria langsung tersenyum.


Bella langsung berdiri dari duduknya lalu menuju dapur untuk menyiapkan bahan makanan, saat ini masih pukul tiga sore dan Bella memilih membuat cemilan terlebih dahulu.


.


.


Malam menjelang.......


Setelah makan malam selesai, Bella langsung merapihkan bekas makannya dan setelah nya menuju kamar kembali untuk melakukan aktifitas sebelum tidur dan menjalankan kewajibannya yaitu sholat Isa.


Satria masih di ruang tengah memainkan leptopnya, dia mulai belajar pelajaran bisnis dasar juga yang di berikan asisten Papanya.


''Apa Bella akan memberikan hak aku kalau aku memintanya. ''


gumam Satria saat merapihkan semua peralatannya.


Satria langsung berjalan menuju kamar nya dan ternyata saat membuka pintu kamarnya, Bella sedang duduk di kursi meja belajar milik Satria dan Satria terpaku saat melihat Bella tidak menggunakan hijabnya.


Bella langsung berbalik sambil mengerutkan keningnya melihat Satria terpaku sambil menatapnya saat ini.


''Ada apa?? Kenapa seperti melihat hantu tatapan kamunya. ''


ucap Bella dan Satria langsung tersenyum.


''Kamu cantik banget tanpa hijab di kepala kamu, aku suka. ''


ucap Satria dan membuat Bella tersentak kaget karena dia lupa memakai hijabnya.


Saat Bella akan mengambil hijabnya untuk di gunakan, Satria langsung mencekalnya dan membuat Bella mengerutkan keningnya.


''Kita pasangan halal dan kamu gak akan berdosa hanya karena tidak memakai hijab di rumah, hanya ada aku dan kamu di rumah ini sekarang. ''


ucap Satria dan membuat Bella terdiam tak lama dia pun mengangguk lalu kembali duduk di kursi untuk melanjutkan pekerjaannya.


Satria langsung menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur.


.


.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2