Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
33. memilih gaun......


__ADS_3

Hanya satu jam menunggu di kediaman Bella, Feni langsung dia ajak pergi karena Bella sudah selesai bersiap, Bella memakai pakaian santainya dengan hijab simple yang di kenakannya.


''Nanti pulangnya aku ke rumah Umi yaa Feni, mau minta buah buahan segar. ''


ucap Bella saat Feni mulai mengemudikan mobilnya.


''Kamu sedang hamil Bella?? ''


tanya Feni yang merasa aneh karena Bella akan meminta buah segar.


''Kamu ini ngaco nya kelewatan, masa hamil dan lagian buah segar maksud nya itu adalah buah yang langsung memetik di pohon. ''


jelas Bella dan Feni menganggukkan kepalanya.


''Kenapa gak ke supermarket milik Umi kamu kan disana segar segar buah buahannya. ''


saran Feni dan Bella menggelengkan kepalanya.


''Kalau ke toko aku harus beli tapi kalau di rumah tinggal ambil semaunya. ''


jawab Bella yang membuat Feni melongo.


''Astaga Bella kamu adalah menantu tunggal konglomerat negeri tapi gak mau mengeluarkan uang untuk membeli buah buahan, sangat terlalu. ''


derama Feni kumat dan Bella malas menanggapinya lebih baik membiarkannya.


''Fokus di kemudi jalan saja Feni jangan mengobrol kan bahaya. ''


ucap malas Bella yang mengalihkan ucapan Feni yang begitu menderama menurut Bella.


Feni langsung fokus setelah Bella memintanya fokus berkemudi, hingga perjalanan menuju butik tak terasa dan sampai di butik tujuannya, Bella keluar terlebih dahulu dan di ikuti oleh Feni.


Ternyata di dalam butik sudah ada Mamanya Feni dan Bella langsung menyapa juga mencium tangan Mamanya Feni yang sudah di anggap Mamanya sendiri.


''Kalian ini kenapa lama sekali, Mama hampir dua jam menunggunya. ''


ucap Mamanya Feni pada Bella dan Feni yang baru mencium tangannya.


''Macet di rumah Bella loh Maa, makanya aku telat sampai deh. ''


ucap Feni dan membuat Bella mendelik ke arah Feni.


''Sudah jangan bahas dan ayo masuk kita pilih gaunnya karena Mama sudah memisahkan gaun yang menurut mama cocok. ''


lerai Mamanya Feni dan keduanya mengangguk lalu mengikuti Mamanya Feni yang masuk kedalam butik.


Bella berdecak kagum melihat gaun gaun yang begitu indah, memang sih gaun dahulu saat dia menikah juga indah namun tetap saja gaun yang ada di hadapannya jauh lebih indah menurut Bella.


Feni langsung memilih gaunnya karena Fatih sudah mempercayakan pilihannya pada Feni, apapun pilihan Feni akan Fatih setujui.

__ADS_1


Feni memilih dua gaun untuk pernikahannya nanti, gaun akad dan gaun resepsi, Bella yang merasa tertarik pun memilih berkeliling untuk melihat gaun yang akan di kenakannya nanti bersama Satria.


''Gaun nya indah dan warnanya sangat kalem. ''


gumam Bella saat melihat satu gaun di pajangan yang begitu memikat hatinya.


Bella langsung meminta pelayan menurunkan gaunnya dan Bella dengan leluasa melihatnya juga meraba bahannya.


''Ini salah satu koleksi terbaru di toko kami Mba, toko ini hanya mengeluarkan satu model satu gaun dan tidak doble, makanya nanti di ukur di sesuaikan dengan tubuh agar pas. ''


jelas pelayan toko dan membuat Bella tersenyum.


''Ini ukurannya pas di saya dan boleh di bungkus kan?? Minta setelan jas untuk pria yang warnanya senada dengan gaun ini ya Mba. ''


jawab Bella dan pelayan toko mengangguk lalu meninggalkan Bella untuk mengambilkan apa yang Bella minta.


Pelayan toko membawakan tiga pasang stelan jas yang cocok dengan gaun Bella, Bella langsung jatuh hati pada warna yang senada dengan gaunnya dan meminta di bungkus sekalian setelah memberitahukan ukurannya.


''Pesta nya masih beberapa bulan lagi dan gak salah juga aku membelinya sekarang. ''


gumam Bella saat menuju kasir untuk melakukan pembayaran.


''Astaga Bella aku cariin kamu ternyata disini, kamu membeli gaun juga yaa?? ''


ucap Feni yang tiba tiba menghampirinya.


''Aku jatuh hati dengan gaunnya makanya aku beli Feni dan aku juga beli buat Satria sekalian. ''


''Kamu ini kenapa gak sekalian di nota dengan gaun yang aku. ''


ucap Feni sambil membawa Bella menuju ke arah Mamanya yang sedang memilih jas untuk Fatih.


''Gak lah Feni, ini belanjaan aku yaa aku yang bayar dan bukan kamu. ''


ucap Bella dan saat Feni akan protes Bella langsung berjalan menuju Mamanya Feni.


Feni sudah memilih pakaian pengantin untuknya dan untuk Fatih, saat akan pulang handphone Bella berdering dan ternyata Satria yang menghubunginya.


Dalam panggilan saat ini.....


''Sayang kamu lagi dimana sekarang?? ''


''Di depan butik nunggu Feni ambil mobil, kenapa memangnya?? ''


''Jangan pulang dengan Feni, tunggu aku yaa soalnya aku udah keluar dari kelas, kirim alamat butiknya dan kamu jangan kemana mana dulu. ''


''Iyaa aku tungguin. ''


Panggilan Berakhir......

__ADS_1


''Feni aku di jemput Satria dan kalian duluan saja. ''


saat Bella menghampiri ke arah mobil.


''Emang gak apa apa kamu sendirian disini?? Mau aku temani sampai Satria datang gak?? ''


tawar Feni yang khawatir dengan Bella.


''Udah gak apa apa lagian ini masih di butik dan aman juga, sudah sana duluan dan Satria bentar lagi sampai kok. ''


tolak Bella saat Feni akan menemaninya dan Feni mengiyakannya lalu melajukan mobilnya..


Bella duduk di kursi tunggu tepat depan pintu masuk butik untuk menunggu Satria, Bella memainkan handphone nya untuk menunggu kedatangan Satria, menunggu lima belas menit akhirnya Satria datang dan Bella langsung berjalan mendekati mobil saat terdengar kelakson dari mobilnya.


''Itu di kotak apaan Sayang?? Besar banget. ''


tanya Satria saat Bella membuka pintu belakang mobil dan menyimpan kotak berukuran besar di jok mobil bagian belakang.


''Ini gaun aku sama jas buat kamu, tadi gak sengaja melihat dan langsung jatuh hati. ''


jawab Bella saat duduk di kursi depan di samping Satria yang mengemudikan mobilnya.


''Ohh gaun buat acara pernikahan Abang Fatih?? Kaya pengantin ajah kamu mempersiapkan nya dari sekarang. ''


ucap Satria sambil melajukan mobilnya.


''Gak tau kenapa suka sama gaunnya dan di beli saja, lagian aku beli pakai kartu aku bukan kartu kamu. ''


ucap Bella dan membuat Satria menghela nafasnya.


''Kebiasaan deh, aku sudah bilang loh sama kamu kalau mau belanja apapun pakai kartu dari aku bukan kartu kamu, simpan saja punya kamu jangan di pakai. ''


ucap Satria dan Bella hanya mengangkat bahunya tanpa mau mendebat karena akan kalah kalau debat dengan Satria.


''Kita mau kemana sekarang?? ''


tanya Bella saat Satria mengemudikan mobilnya bukan ke arah apartement nya.


''Ke kantor dan kita makan siang di kantor yaa, gak lama kok cuma ada beberapa berkas saja yang akan aku pelajari dan ada meeting juga sih, kamu gak masalahkan kita kesana?? ''


''Gak apa apa sih terserah kamu saja dan lagian di rumah juga mau ngapain coba. ''


''Oke kalau gitu kamu temani aku di kantor. ''


Satria langsung fokus dengan kemudinya saat Bella setuju dengan ajakannya untuk menemaninya di kantor, karena Bella memang takut bosan diam di apartemen sendirian.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2