
Seharian ini Bella hanya diam dan tidak berinteraksi dengan siapapun, keluarga tidak ada yang mengganggunya dan membiarkan Bella dengan dunianya sendiri.
Bahkan Satria menghubunginya berkali kali tapi tidak di tanggapi dan Satria sekolah seperti biasa agar tidak ada yang curiga dari pihak sekolah.
Malam menjelang......
Umi dan Nenek baru memasuki rumah tepat pukul tujuh malam dengan membawa baju kebaya untuk di kenakan Bella besok, pernikahan Bella akan di langsungkan di kantor KUA sesuai persetujuan dua keluarga dan Bella tidak mempermasalahkannya karena Bella memang tidak antusias dengan pernikahan dadakannya.
Saat asik dengan leptop nya ternyata handphone nya berdering dan tertera nama Feni sang sahabat, Bella langsung mengankatnya.
Dalam panggilan saat ini.....
''Tebak aku dimana sekarang Bella. ''
''Salam dulu Feni bukan serobot nyerocos. ''
''Astaga aku lupa Bella, Selamat malam Arabella....''
''Aish....ngelunjak kamu Feni. ''
''Aku lagi di perjalanan mau ke rumah kamu, bawa oleh oleh juga. ''
''Kalau bercanda jangan ngasal Feni. ''
''Astaga Bella ayo tunggu di pintu, ini penjaga gerbang rumah kamu lagi membuka pintu gerbangnya. ''
Panggilan berakhir.......
Bella menutup panggilannya dan langsung berlari menuju pintu masuk rumahnya, membuat semua keluarga kaget dan mengikuti Bella menuju pintu utama.
''Feniiiii......''
''Bellaaaa.....''
Teriak keduanya saat Feni keluar dari mobil dan Bella langsung berlari ke arah Feni, keduanya berpelukan layaknya anak kecil yang baru bertemu setelah lama berpisah.
''Abi kira ada apa Bella lari kencang. ''
ucap Abi Riyan sambil menggandeng sang Ibu masuk dan di ikuti Umi Nida.
Hanya Fatih yang menunggu di depan pintu, Fatih penasaran dengan sahabat adiknya yang tiba tiba menghilang tiga tahun lalu, tidak ada cerita atau ucapan selamat tinggal sahabat adiknya pergi begitu saja dan Fatih tidak tahu kalau Feni memilih pergi saat melihat Fatih bermesraan dengan wanita lain karena Feni begitu mencintai Fatih dan bodohnya Feni tidak mengutarakan isi hatinya, hanya Bella yang mengetahuinya.
''Ayo masuk aku mau cerita banyak sama kamu. ''
ajak Bella dan Feni mengangguk sambil membawa kotak besar dari mobilnya.
''Kak Fatih bawakan kotak nya. ''
ucap Bella dan Fatih mengiyakannya lalu berjalan menghampiri kedua gadis di hadapannya.
''Hai Abang Fatih......''
sapa Feni dan Fatih hanya tersenyum mengangguk.
''Sial kenapa Feni jadi cantik dan gak sedekil dulu. ''
__ADS_1
gumam Fatih dalam hatinya sambil membawa kotaknya masuk kedalam rumah.
Bella dan Feni masuk kedalam rumah dengan Bella yang menggandeng Feni, Bella langsung mengajak Feni ke ruang keluarga karena semua keluarga berkumpul disana.
Feni langsung mencium tangan kedua orang tua Bella, Nenek dan Fatih pun sama di cium tangannya oleh Feni.
''Kamu kemana saja selama ini Feni?? ''
tanya Umi Nida saat menyajikan minuman untuk sahabat putrinya.
''Feni memilih melanjutkan kuliah di luar Negeri Tante, Mama sama Papa kan pergi jadi Feni ikut. ''
jawab Feni dan Umi Nida mengangguk.
''Om kira kamu putus cinta dan kabur. ''
celetuk Abi Riyan dan Feni tersenyum.
''Om beneran hebat bisa menebaknya, memang Feni melarikan diri juga dari kenyataan. ''
jawab Feni membenarkannya dan semua menganggap bercanda karena hanya Feni juga Bella yang mengetahui kebenarannya.
''Besok Bella menikah dan pas sekali kamu datang Fenn, Tante jadi lega karena ada kamu yang akan menenangkan Bella. ''
jelas Umi Nida yang membuat Feni melototkan matanya karena kaget dengan penyataannya.
''Astaga Bella benar kamu akan menikah?? Kenapa gak kasih tau sebelumnya?? ''
ucap Feni dan Bella hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau menjelaskan.
ucap Umi Nida dan Feni hanya tersenyum.
''Kamu sudah punya kekasih belum Feni?? ''
tanya Nenek dan Feni menggelengkan kepalanya.
''Nenek ini nanya pacar sama Feni, harusnya nanya calon suami laah. ''
ucap Bella dan Feni langsung mendelik mendengar ucapan sahabatnya.
''Fatih jomblo tuh kamu mau di lamar Fatih gak?? ''
ucap Nenek dan membuat Feni terdiam mematung sedangkan Fatih menghela nafasnya.
''Nenek jangan membuat Fatih malu, kesannya Fatih gak laku. ''
protes Fatih saat namanya di sebutkan sang Nenek.
''Emang kamu gak laku bukan kesannya juga, kamu milih wanita semua hanya suka uang kamu saja bukan murni karena sayang sama kamu. ''
ucap Sang Nenek dan Fatih hanya diam.
Bella hanya menggelengkan kepalanya mendengar keributan Nenek dan Abangnya, Bella mengajak Feni ke kamar nya dan keluarga Bella mengiyakannya namun Fatih langsung menghela nafasnya ingin mendengar cerita sahabat adiknya yang pergi tanpa pamit.
''Sana susul adik kamu nya kalau kamu penasaran sama sahabatnya. ''
__ADS_1
sindir sang Nenek dan Fatih hanya diam sambil memainkan handphonenya.
''Sudah Buu, kasihan Fatih di permalukan begitu di depan sahabat adiknya lagi. ''
ucap Abi Riyan dan Ibunya hanya menggelengkan kepalanya.
''Lebih baik kamu lamar Feni ke orang tuanya untuk Fatih, Ibu melihat cinta tulus dari mata gadis itu untuk Fatih dan Ibu yakin Fatih juga memiliki rasa pada gadis itu. ''
ucap Nenek dan membuat semua menatap ke arah Fatih.
''Kenapa semua menatap Fatih sih?? ''
elak Fatih yang menjadi tatapan utama semua keluarganya.
''Kamu naksir Feni?? Abi akan lamarkan kalau kamu mau karena keluarga Feni sudah saling mengenal dengan keluarga kita. ''
ucap Abi Riyan dan Fatih hanya menghela nafasnya.
''Sekarang Fatih di fase pasrah karena sudah beberapa kali Fatih gagal membuat kalian kecewa. ''
ucap pasrah Fatih dan membuat semua tersenyum.
''Lamaran dulu yaa karena gak baik dalam satu tahun ada dua pernikahan, lagian kamu sama feni harus saling bicara gak mungkin langsung mengajak menikah juga kan. ''
ucap Abi Riyan dan Fatih mengiyakannya.
''Penjajakan dulu sama Feni, tapi ingat jangan menghancurkan nya Fatih karena Umi gak akan memaafkan kamu, Feni sudah seperti saudari bagi adik kamu. ''
ucap Umi Nida dan Fatih mengiyakannya.
Di kamar Bella saat ini.....
Feni mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan memberikan nya lada Bella, sebuah jam tangan mewah dan cople dengan milik Feni.
''Kamu memang terbaik deh Feni, makasih. ''
ucap Bella sambil memakai jam di tangannya di bantu oleh Feni.
''Gak penting sama hadiah, kamu beneran mau menikah?? Kok bisa sih Bella?? ''
ucap Feni yang masih belum percaya dengan kenyataannya.
''Kamu tahu kan peraturan Abi di rumah ini, kalau ada laki laki datang akan langsung di nikah kan, parahnya dia datang dengan orang tua nya, ternyata juga Papa nya rekan bisnis Abi dan sialnya laki laki itu murid ku sendiri di sekolah dan kamu tahu bagaimana hancurnya aku. ''
ucap Bella dan membuat sahabatnya melotot kaget.
''Hebat.....sudah kamu terima saja pernikahannya, berondong lebih hot loh. ''
ucap Feni dan membuat Bella sekarang melototkan matanya.
.
.
Bersambung.......
__ADS_1