Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
43. impian Bella


__ADS_3

Satria langsung ikut dengan Papanya saat di panggil dan Bella duduk di temani Mama mertuanya, sesekali Bella di sapa keluarganya dan Bella tidak bisa kemanapun karena dia di larang berjalan jalan oleh Satria.


''Kamu lelah gak Sayang?? ''


tanya Mamanya Satria untuk kesekian kalinya dan membuat Bella cemberut membuat Mamanya tersenyum.


''Mama pliss jangan kaya Satria yaa, tiap detik menanyakan lelah atau gak, kalau Bella lelah pasti bilang kan. ''


Protes Bella dan Mamanya mengiyakannya.


''Mama cuma takut kamu lelah saja sayang, Mama masih kepikiran saat kamu di rawat kemarin. ''


Ucap Mamanya dan Bella langsung tersenyum sambil menggenggam tangan Mamanya.


''Makasih karena Mama sudah mengkhawatirkan aku, Mama jadi seperti Umi dan gak berasa Mama mertua aku loh, keberuntungan buat aku dan pasti semua menantu akan iri sama aku. ''


Ucap tulus Bella dan membuat Mamanya Satria tersenyum bahagia sambil mengusap pipinya penuh sayang.


''Dari awal Mama sudah sayang sama kamu Bella dan bagi Mama kamu adalah anak perempuan bukan menantu perempuan. ''


Ucap Mamanya dan Bella langsung tersenyum.


Interaksi Bella dan Mama mertua nya ternyata di saksikan oleh Abi Riyan yang begitu bahagia karena putri kesayangan nya sangat di terima bahkan di sayang oleh keluarga Satria.


''Abi bahagia Sayang karena kamu begitu di sayangi oleh mama mertua kamu dan Abi lega sekarang membiarkan kamu dengan keluarga Satria. ''


Gumam Abi Riyan dalam hatinya dan kembali fokus pada orang orang yang datang mengucapkan selamat.


.


.


Siang menjelang....


Tamu undangan semakin padat, Satria langsung mengajak Bella untuk istirahat dan kedua orang tua Satria pun memilih pulang setelah pamitan pada besan dan kedua pegantin.


''Kita kenapa gak pulang Mas?? Buat apa naik lift dan ke lantai atas lagi?? ''


Tanya Bella yang penasaran sedari tadi karena Satria tidak memberitahu mau kemana.


''Kan tadi Mas ajaknya istirahat bukan pulang, sudah jangan banyak bertanya yaa Sayang, percayakan sama suami kamu saja. ''

__ADS_1


Ucap Satria dan Bella akhirnya mengangguk dan tidak bertanya lagi.


Tiba di lantai teratas ternyata pelayan sudah menyambutnya dan membuka pintu kamarnya, setelah Satria dan Bella masuk barulah pelayan hotel meninggalkan pintu kamarnya.


Bella terpaku karena melihat isi kamar begitu mewah bahkan di hias seperti kamar pengantin baru, Bella berbalik ke arah suaminya yang ada di belakangnya, Bella tersenyum bahagia dan membuat Satria bahagia lalu membawa Bella kedalam dekapannya.


''Makasih Mas karena kamu mewujudkan mimpi aku, dulu aku memimpikan kamar pengantin indah penuh hiasan, sekarang terlaksana. ''


Ucap Bella dan Satra semakin mengeratkan pelukannya.


''Maaf karena terlambat untuk mewujudkannya, kenapa kamu gak bilang sebelumnya sama Mas, untung saja Mas baca catata kamu. ''


Ucap Satria dan mmbuat Bella melepaskan pelukannya.


''Catatan apa Mas?? siapa yang memberitahukannya karena catatan itu ada di kamar aku loh di rumah Abi dan setau aku kamu gak ada interaksi. ''


''Umi yang kasih catatannya lewat handphone kemarin dan Mas langsung minta Doni menyiapkannya, kayanya kamar kita lebih bagus dari kamar pengantin. ''


''Biarin saja Mas dan lagian pengantinnya juga gak akan datang kesini juga kan. ''


Satria langsung mengajak Bella melihat pemandangan dari kaca yang menampilkan kepadatan pusat kota, Satria membawa Bella dalam dekapannya sambil menatap pemandangan di hadapannya.


''Setelah anak kita lahir, mari kita mengadakan resepsi dan bulan madu, kamu mau kan Sayang?? ''


''Jangan khawatir soal anak kita karena Mama pasti akan mengambil alih untuk merawatnya, bisa kamu lihat antusias dan binar bahagia Mama sekarang bagaimana?? ''


ucap Satria kembali karena istrinya dia tidak menanggapi.


''Kalau resepsi aku gak setuju Mas, masih ingat aku gosip di sekolah saat mereka tahu aku menikah sama kamu, sakit banget dan aku gak mau ada orang yang bergosip lagi. ''


Jawab Bella dan Satria pun akhirnya setuju karena pendapat Bella juga sangat di butuhkan.


''Ganti pakaiannya karena Mas sudah siapkan pakaian ganti untuk kita, makanan juga akan datang sebentar lagi. ''


Ucap Satria sambil menggandeng Bella menuju sofa yang ada di sudut ruangan.


''Kayanya aku mau mandi dulu Mas, gerah banget soalnya. ''


Ucap Bella dan Satria mengangguk membiarkan Bella berjalan menuju kamar mandi.


Satria langsung memesan makanan dan meminta memasaknya dengan tingkat kematangan sempurna karena Bella yang akan memakannya.

__ADS_1


Di dalam kamar mandi Bella memilih berendam untuk menghilangkan pegal di tubuhnya, Bella mengusap perutnya dan tersenyum karena saat ini ada mahluk hidup yang ada di dalam perutnya.


''Jangan menyusahkan Ayah kamu yaa sayang kelak saat kamu lahir kedunia, semoga gak meminta yang aneh aneh yaa saat dalam kandungan juga. ''


Ucap Bella sambl mengusap perutnya yang masih terlihat rata namun sedikit keras di perut bawah Bella.


Di luar kamar mandi pun Satria sedang menerima makanan yang di pesannya, ternyata makanan sesuai yang di pesannya karena kokinya sendiri yang mengantarkan makanannya sambil menjelaskan cara memasak beserta bumbu nya.


''Bella ketiduran kayanya, masa dari tadi belum selesai juga mandinya. ''


Gumam Satria saat membawa troli berisi makanan menuju meja di sudut ruangan.


Setelah menyimpan trolinya Satria langsung menuju kamar mandi dan membuka pintunya ternyata istrinya tertidur dan membuat Satra khawatir lalu membuka penutup airnya agar bak rendamnya tidak terisi air.


Bella membuka matanya dan kaget saat Suaminya ada dihadapannya dengan wajah khawatirnya, Bella langsung di bantu berdiri dan di bantu untuk membilas tubuhnya.


''Lain kali kamu gak boleh mandi sendirian Sayang, bahaya kalau sampai berendam lama begitu, kamu harus memikirkan bayi dalam kandungan kamu juga dan jangan mementingkan kamu seorang. ''


ucap Satria dengan nada tegasnya dan berhasil membuat Bella terdiam.


Satria menggendong Bella setelah memakaikan handuknya, Satria langsung merebahkan tubuh Bella di atas ranjang dengan sangat hati hati lalu berjalan menuju troli makanan untuk membawa teh hangat.


''Minum dulu teh nya mumpung masih hangat biar perut kamu gak kembung. ''


ucap Satria sambil membantu memberikan minumnya.


''Jangan marah marah lagi yaa dan maaf karena aku malah ketiduran di dalam bak rendam, nyaman soalnya tadi. ''


ucap Bella setelah meminum teh hangatnya.


''Jangan di ulangi lagi Sayang, Mas khawatir karena tadi tubuh kamu sampai mengembang gitu karena kedinginan, jangan berendam kalau mandi sendirian, kalau sama Mas baru boleh berendam. ''


ucap Satria yang sedikit serius memperingati istrinya dan membuat Bella menganggukan kepalanya.


''Laper Mas, boleh gak kalau kita makan dulu?? ''


ucap Bella yang memang merasakan perutnya lapar dan Satria langsung menyetujuinya lalu membawa troli berisi makanan nya ke arah ranjang.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2