Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
6. Nekad.....


__ADS_3

Hari ini terasa lelah untuk Bella karena dia mengajar di lima kelas, Bella langsung pamit pulang saat mendengar bell pulang sekolah.


Bella menuju gerbang utama dimana supir menunggunya, tanpa Bella sadari ternyata Eko mengikutinya menggunakan motornya.


Perjalanan dua puluh menit akhirnya mobil yang membawa Bella tiba di kediamannya, Bella langsung masuk kedalam rumahnya dan menghampiri keluarganya yang ada di ruangan utama.


''Nenek.....Bella kangen banget. ''


ucap Bella sambil mencium tangan sang nenek dan memeluknya.


''Bersih bersih dulu baru peluk Nenek. ''


lerai Sang Umi dan Bella mengiyakannya.


Bella langsung menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya, Umi nya Bella langsung menyiapkan minuman untuk mertuanya.


''Bella sudah punya pacar belum Nida?? ''


tanya sang mertua dan Umi nya Bella menghela nafasnya.


''Mas Rian sangat protektif Ibu, Nida gak bisa membantah karena itu sudah aturan mutlak, Bella di larang pacaran kalaupun pacaran harus langsung menikah, karena alasan itu Bella jarang terlihat dekat dengan laki laki. ''


jawab Umi Nida dan mertuanya sekarang yang menghela nafasnya.


''Zaman sudah moderen tapi fikirannya masih kolot anak itu, Bella bisa bisa jadi perawan tua kalau aturan nya langsung menikah, Ibu percaya Bella bisa menjaga dirinya kalau di batasi mana ada laki laki yang mau mengenal Bella. ''


''Nida sudah pernah protes tapi gak di tanggapi jadi Nida hanya bisa pasrah menerima semua aturan Mas Rian. ''


''Nanti ibu akan bicara pada Rian, kasihan Bella kalau menuruti aturannya dan memangnya kalau mengenal laki laki akan langsung cocok dan harus menikah, harus ada pengenalan dahulu. ''


Tidak ada orolan kembali karena keduanya sibuk dengan teh yang disajikan oleh Umi Nida, sedangkan di luar gerbang kediaman Bella ternyata Eko sedang mengamatinya.


''Aku harus pulang dan mengganti pakaian dulu, baru menghampiri kediaman Bella. ''


gumam Eko dalam hatinya dan langsung memutar balikkan motornya menuju pulang.


.


.


Sore menjelang......


Bella saat ini sedang berkumpul dengan kedua orang tuanya, Nenek dan sang Kakak.


Bella adalah cucu wanita satu satunya di keluarga besar sang Nenek dan Bella sangat di manja oleh keluarga dari sang Ayah.


''Riyan......hapus aturan kamu yang melarang Bella berpacaran, kamu mau Bella menjadi perawan tua dan mana bisa baru kenal langsung menikah, yang ada hancur nanti rumah tangganya. ''

__ADS_1


protes Nenek nya Bella dan membuat Ayahnya Bella menggelengkan kepalanya.


''Aturan Riyan tetap sama Buu, karena Riyan gak mau Bella terjerumus kedalam kubangan dosa kalau pacaran dan harus langsung menikah. ''


tolak Ayahnya Bella dan membuat Neneknya Bella tersenyum kecut.


''Yang menjalani kehidupan itu Bella dan bukan kamu, Ibu akan membawa Bella kalau aturan kamu masih sangat kolot dan Ibu gak mau Bella menderita karena salah pilih suami, zaman sekarang kalau langsung menikah mana bisa, harus ada pengenalan dahulu, cocok atau engganya dan kamu jangan membebani kekolotan kamu karena Ibu percaya kalau Bella bisa menjaga diri. ''


ucap Nenek nya Bella dan Bella hanya diam tanpa mau ikut campur perdebatan di hadapannya.


Saat sedang berdebat, pelayan menghampiri dan memberitahukan kalau ada tamu mencari Bella, semua mata langsung tertuju pada Bella.


''Kenapa?? Bella saja gak tahu siapa tamu nya. ''


ucap Bella dan Umi Nida yang akan menghampiri ke ruang tamu untuk melihat siapa yang bertamu.


Bella langsung mengikuti Uminya menuju ruang tamu karena dia penasaran dengan tamu yang mencarinya, alangkah kagetnya Bella saat melihat siapa yang datang bertamu.


''Sore Tante, nama saya Satria. ''


ucap Eko dan membuat Bella melototkan matanya.


''Bella......kamu ini membuat masalah deh, Umi jadi bingung harus bagaimana. ''


ucap Umi Nida tepat di telinga Bella.


''Kamu mau apa bertamu ke rumah Saya. Eko dan tau dari mana alamatnya?? ''


''Nama saya Satria dan Eko hanya panggilan di sekolah, saya bertamu bukan mau menculik jadi jangan ketus begitu. ''


ucap Eko dan berhasil membuat Bella pusing seketika.


''Lebih baik kamu pulang dan urusan sekolah nanti di bahas di sekolah, saya gak menerima tamu. ''


ucap Bella dan membuat Sang Umi menggelengkan kepalanya.


''Nak Satria ini siapanya Bella?? Rekan sesama guru atau apa?? ''


tanya Umi Nida yang penasaran dengan pemuda tampan di hadapannya.


''Saya pacarnya Bella. ''


jawab Eko dan berhasil membuat Bella melototkan matanya.


''Astaga Bella, kamu pacaran dan tahu kan kalau Abi menentangnya. ''


ucap Umi Nida dan Bella langsung menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


''Eko lebih baik kamu pulang dan jangan membuat runyam. ''


usir Bella dan membuat Eko menatap tajam ke arah Bella.


''Aku bertamu kenapa di usir. ''


acuh Eko sambil meminum teh yang di sajikan untuk nya.


''Besok kita bicara di luar area sekolah dan rumah ini, saya janji. ''


ucap pasrah Bella dan Eko menyetujuinya.


Eko dengan sopan pamit pada Umi Nida dan langsung keluar dari rumah dengan memberikan parsel buah pada Bella.


Bella langsung duduk lesu di sofa dan membuat Umi nya ikut duduk di samping putrinya, Umi membelai kepala Bella yang tertutup hijab dan mata terpejam.


''Siapa pemuda tadi?? Pacar kamu?? ''


tanya Umi nya dengan nada lembut.


''Bukan Umi, dia murid kelas dua belas dan entah kenapa dia seperti terobsesi sama aku, malah kemarin dia mengutarakan isi hati di hadapan orang banyak, membuat aku malu Umi. ''


jawab Bella dan Uminya tersenyum.


''Dengar Umi baik baik, hati dan perasaan manusia tidak ada yang tahu dimana harus tertanam, jadi jangan menyalahkan diri kamu dan pemuda tadi, anggap ini cobaan dari Allah yang harus kamu terima dan itu semua alami dari hati. ''


jelas Umi Nida dan Bella hanya diam.


''Umi sebenarnya aku takut membuat dia jadi hancur sekolah karena penolakan aku dan aku sedang berusaha bersikap biasa, Eko anak tunggal dan sangat di harapkan orang tuanya sebagai penerus. ''


ucap Bella dengan nada sedih nya dan membuat sang Ibu menatap iba pada putrinya.


''Temui dia besok dan ajak mengobrol tapi jangan di tempat sepi dan terbuka, pilih restoran dan ruangan biasa jangan Vip, kamu harus bisa membuat dia jangan hancur dan jangan membuat kamu juga hancur. ''


ucap Umi nya dan Bella mengiyakannya.


Umi langsung membawa parsel buah dan membawanya menuju dapur, Bella langsung ke kamarnya karena kepalanya mendadak pusing dengan tingkah beraninya Eko.


''Siapa yang bertamu Nida?? ''


tanya Nenek Rima saat melihat menantunya berjalan menuju dapur.


''Murid nya Bella yang datang menbawa parsel dan meminta pelajaran tambahan Buu, Bella angkat tangan karena semua sudah di atur pihak sekolah. ''


ucap Umi Nida dengan terpaksa berbohong demi menghindari suaminya dan respon Nenek Rima hanya anggukkan membuat Umi Nida lega.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2