
Satria kembali ke lantai satu sudah mengganti pakaiannya dan membawa jaket untuk Bella, Mamanya langsung membantu memakaikan Bella jaket.
''Gendong Bella nya dan nanti Papa yang mengemudikan mobil nya. ''
ucap Papanya Satria dan Satria mengiyakannya.
''Semoga firasatku benar dan Bella memang sedang hamil muda sekarang. ''
gumam Mamanya Satria sambil mengikuti Putranya yang menggendong Bella menuju lantai satu.
Papanya Satria langsung menutup lift dan hanya di gunakan untuknya turun agar perjalanan tidak terhambat dan semua berjalan lancar.
Satria langsung merebahkan Bella pada kursi belakang mobil dan menjadikan pahanya sebagai penyangga, Bella tidak mengatakan apapun dan mengikuti semua yang di lakulan padanya.
Perjalanan ke rumah sakit hanya lima belas menit dan Bella langsung di bawa menuju ruangan UGD, Satria dan kedua orang tuanya menunggu di luar ruangan.
''Satria......Mama punya firasat kalau Bella sedang hamil, tapi gak tau sih gimana hasil pemeriksaan saja yaah. ''
ucap Mamanya Satria yang membuat Satria langsung terdiam.
''Mudah mudahan Bella beneran hamil Maa dan aku sangat berharap. ''
lirih Satria dan Mamanya mengaminkan nya.
Hanya menunggu dua puluh menit akhirnya petugas ruangan UGD keluar dan mempersilahkan keluarga masuk ke dalam ruangan, Satria langsung berjalan cepat menuju ruangan dan menghampiri Bella yang sedang tidur terlentang dan terlihat lemah.
''Pasien mengalami kelelahan dan kondisinya sangat lemah, itu disebabkan dari kehamilan muda nya dan pasien harus di rawat sampai benar benar pulih karena kandungannya lemah, silahkan siapkan kamar inap nya sambil menunggu dokter spesialis kandungan yang akan memeriksa langsung untuk detailnya. ''
jelas Dokter dan Satria langsung terdiam mendengar penjelasannya.
Papanya Satria langsung bertindak menyiapkan ruangan nya, sedangkan istrinya menemani Bella karena Satria sedang menebus resep dan juga kebutuhan untuk perawatan Bella.
''Bella Sayang terimakasih dan maaf yaa karena Satria kamu menjadi lemah seperti ini, Mama akan merawat kamu sampai pulih Sayang. ''
ucap Mamanya Satria dan Bella hanya mengangguk tanpa menjawabnya.
Bella begitu bahagia mendengar kehamilannya namun sedih karena kandungannya lemah, Bella sangat menantikan kehamilan nya dan sekarang sudah terwujud.
Tak lama menunggu akhirnya ruangan Bella sudah siap, Bella langsung di bawa menuju ruangan khusus di ikuti Kedua orang tua Satria karena Satria belum kembali dari menebus obatnya.
Ruangan Vvip yang di pilih Papanya Satria, begitu nyaman dan sangat mewah bagi Bella, dia hanya bisa pasrah dan menerimanya.
Satria datang dengan bungkusan di tangannya, Suster langsung menerimanya saat Satria memberikannya, Satria langsung menghampiri Bella dan mencium keningnya penuh sayang.
''Satria......Mama sudah hubungi keluarga Bella, sebentar lagi mungkin akan tiba karena rumah sakit ini tidak jauh dari kediaman Orang tua Bella. ''
__ADS_1
ucap Mamanya Satria dan Satria mengiyakannya.
''Makasih Mama dan Papa sudah membantu Satria, kalau gak ada kalian entah bagaimana ceritanya. ''
ucap Satria dan keduanya mengangguk.
Suster kembali dengan troli berisi peralatan Medis, Satria langsung menjauh memberikan ruang untuk Suster yang akan memasang infusan di tangan bella.
Satria menatap Bella yang terlihat meringis saat jarum terpasang di punggung tangannya dan infusan pun terpasang sempurna.
''Istirahat sebentar yaa Buu sambil menunggu dokter spesialis kandungan tiba. ''
ucap Suster sambil merapihkan alat alat medisnya.
''Terimakasih suster. ''
jawab Mamanya Satria karena Satria langsung menggenggam tangan Bella.
Kedua orang tua Satria memilih keluar daru ruang inap untuk mencari minuman juga cemilan untuk Bella dan Satria, Bella belum makan benar tadi dan akan di berikan buah buahan.
Kedua orang tua Bella dan Fatih sudah di rumah sakit menuju ruangan Bella di rawat, Satria langsung menjemput karena Fatih yang meminta.
''Bella kenapa bisa sakit?? Dia sangat protektif dengan makanan loh Satria. ''
ucap Umi Nida saat Satria mencium tangan nya.
ucap Satria dan Umi Nida mengangguk.
Abi Riyan juga sama khawatirnya namun tidak menunjukannya karena dia yakin Bella sakit bukan karena penyakit, karena putrinya itu sangat pemilih dalam hal makanan yang masuk kedalam mulutnya.
Semua keluarga Bella tiba di ruangan rawat Bella dan ternyata Bella sedang terlelap damai, wajahnya pucat dan tangannya di infus.
''Bella paling anti yang namanya di rawat, tapi sekarang dia mengalaminya. ''
ucap Umi Nida sambil mengusap kepala Bella.
''Bella sedang hamil muda Umi, kehamilan Bella sangat lemah makanya Bella harus di rawat, kita juga sedang nunggu dokter spesialis nya untuk pemeriksaan lanjutannya Umi. ''
jelas Satria dan membuat semua keluarga sedih sekaligus bahagia.
''Bella kamu kuat sayang dan Abi yakin kamu akan segera pulih. ''
ucap Abi Riyan yang sedari tadi hanya membisu.
Orang tua Satria masuk kedalam ruangan dengan Feni juga kedua orang tuanya, Feni langsung menghampiri berangkar dimana Bella terbaring lemah.
__ADS_1
''Bella kamu pasti kuat, baru kali ini melihat Bella di rawat dengan infusan di tangannya. ''
ucap Feni saat melihat keadaan Bella yang lain dari biasanya.
''Memangnya Bella belum pernah di rawat sebelumnya?? ''
tanya Mamanya Satria dan Umi Nida menggelengkan kepalanya.
''Bella paling anti dengan rumah sakit dan baru kali ini Bella sampai lemah gini. ''
jawab Umi Nida dan semua langsung tertuju pada Bella.
''Bella sedang hamil muda dan untuk memastikannya kita masih menunggu dokter kandungan nanti jam lima sore buka prakteknya. ''
ucap Mamanya Satria dan Umi Nida hanya mengangguk.
Semua langsung berbincang dan yang menunggu Bella saat ini adalah Feni yang duduk di kursi dekat Bella, Satria membiarkannya karena dia juga bergabung dengan keluarga nya yang menanyakan bagaimana awal dari Bella sampai masuk rumah sakit.
Bella mengerjapkan matanya dan membuat Feni langsung reflek berdiri untuk melihat Bella, Satria langsung menghampiri dan memberikan minum untuk Bella.
''Mau di tinggikan gak kepalanya?? Biar kerasa nyaman juga ke kamu nya. ''
tanya Satria saat Bella selesai meminum air nya.
''Mau Mas di tinggikan sedikit saja. ''
jawab Bella dan Satria langsung membenarkan berangkarnya.
Semua yang ada di ruangan langsung menghampiri Bella, Bella hanya bisa tersenyum menatap wajah Abi Riyan yang terlihat mengkhawatirkannya.
''Begitu keluar dari rumah sakit, kamu tinggal bersama Umi yaa sayang biar Umi yang menjaga kamu, kasihan Satria sedang sibuk sibuknya sekolah. ''
pinta Umi Nida dan Bella langsung menatap ke arah Mamanya Satria yang terlihat sedih.
''Umi kan sedang sibuk mengurus pernikahan Abang dan hanya tinggal satu minggu lagi, Bella mau sama Mama ajah yaa. ''
jawab Bella dan Umi Nida pun mengiyakannya karena memang sedang sibuk sibuknya mempersiapkan pernikahan Fatih.
''Jangan khawatir kan Bella, karena saya juga akan menjaganya seperti menjaga putri saya sendiri Mba Nida. ''
ucap Mamanya Satria dan Umi Nida pun mengijinkan Bella di jaga oleh besannya.
.
.
__ADS_1
Bersambung.