Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
28. Berduka.....


__ADS_3

Kedua orang tua Satria langsung menyapa besannya dan Mamanya Satria langsung duduk di samping Umi Nida karena Suaminya duduk di samping Fatih.


Bella masih menangis di dekapan Abi nya hingga Satria datang pun Bella masih dalam dekapan Abi Riyan.


''Abi jujur ke aku, sebenarnya Nenek sakit apa?? Kenapa di rawatnya di ICU?? ''


tanya Bella saat melepaskan pelukannya.


Abi Riyan tersenyum lalu menghapus air mata putrinya, selama ini kedua orang tua Bella menyembunyikan perihal sakit yang di derita Nenek atas permintaan Nenek.


''Nenek terkena kangker darah stadium akhir, Nenek gak mau ada orang yang tahu dan hanya Abi juga Umi yang mengetahuinya, Nenek drop setelah tadi siang pingsan tiba tiba dan akhirnya Abi bawa ke rumah sakit setelah Umi memberi kabar. ''


jelas Abi Riyan dan Bella langsung menangis.


''Nenek jahat gak kasih tau yang sebenarnya, padahal Bella kan sayang sama Nenek. ''


ucap Bella dan Abi Riyan menggelengkan kepalanya.


''Nenek malah sayang banget sama kamu makanya dia gak mau membebani kamu, sudah sekarang kita berdoa yang terbaik untuk kesembuhan Nenek. ''


ucap Abi Riyan dan Bella langsung mengangguk.


Satria membawa Bella kedalam dekapannya karena keluarga dari Abi Riyan datang semua hari ini, Kakak dan Adik dari Abi Riyan bahkan cucu cucu Nenek pun datang semuanya.


Bella hanya tersenyum mengangguk saat saudara saudara menyapanya.


Dokter yang memeriksa Nenek akhirnya keluar ruangan dan raut wajahnya sangat menakutkan bagi Bella, Satria memeluk erat tubuh Bella saat ini.


''Maafkan kami karena tidak bisa menyelamatkan nyawa Nyonya Rima, lima menit yang lalu beliau menghembuskan nafas terakhirnya. ''


jelas sang dokter dan membuat semua keluarga menangis bahkan Bella langsung pingsan dalam dekapan Satria.


Satria langsung membawa Bella ke ruang UGD yang tidak jauh dari ruang ICU, di temani Mamanya Satria dan Dokter jaga langsung menangani Bella.


Di depan ruang ICU saat ini, semua keluarga masih terduduk menangis, setelah Dokter pamit untuk melepaskan alat alat yang menempel di tubuh Nenek Rima.


''Kita kuburkan di samping Makam Ayah saja, bagaimana Riyan?? ''


ucap Kakak dari Abi Riyan.

__ADS_1


''Aku ikut yang terbaik saja Mas. ''


jawab Abi Riyan dan di setujui oleh adik bungsu dari Abi Riyan.


Nenek Rima akan langsung di bawa menuju kota sebelah, dimana Suami Nenek Rima di kebumikan dan semua sedang di urus oleh Fatih di bantu kedua sepupunya.


''Setelah Bella sadar kita langsung menuju kota sebelah, kita akan sampai besok subuh kalau berangkat sekarang. ''


ucap Fatih saat selesai mengurus jenazah dan ambulance yang akan membawa Nenek Rima.


''Disana siapa yang mengurus pemakamannya?? ''


tanya Umi Nida yang memang di kota itu tidak ada sanak saudara.


''Ada sepupu Nenek yang mengurusnya Tante. ''


jawab sepupu Fatih dan Umi Nida lega mendengarnya.


Semua keluarga langsung menuju area lobi rumah sakit saat Bella sudah sadar dan berada dalam dekapan Satria, Bella hanya mengikuti kemanapun suaminya membawanya.


Abi Riyan dan kedua saudaranya sibuk mengurus jenazah, Bella tetap bersama Satria walaupun yang dia butuhkan saat ini adalah pelukan Abi Riyan.


Kedua orang tua Satria ikut menuju kota sebelah dan satu mobil dengan Bella, Satria yang mengemudikan mobil dan mengikuti iring iringan mobil keluarga yang melaju terlebih dahulu.


Perjalanan lima jam akhirnya tiba di kota sebelah, Semua langsung menuju kediaman sepupu Nenek yang sudah siap dengan tendanya.


Jenazah Nenek langsung di mandikan saat sampai dan di kafani, Bella hanya duduk diam dan Satria dengan setia menemaninya karena memang Bella selalu mendadak lemas kalau tidak di jaga ketat oleh Satria.


.


.


Tepat pukul delapan pagi Jenazah Nenek langsung di kebumikan tepat di samping Kakek sang suami dari Nenek, air mata Bella sudah mengering dan hanya tatapan kosong saat ini melihat tanah menutupi liang lahat Nenek nya.


''Sayang kita cari hotel dekat sini dan istirahat yaa, kamu belum tidur loh dan aku juga butuh istirahat karena harus pulang lagi untuk mengemudikan mobilnya. ''


ucap Satria dan Bella hanya mengangguk.


Papa dan Mamanya Satria langsung menginap di hotel terdekat untuk mengistirahatkan tubuhnya, keluarga yang lain pun sama menginap hotel yang tak jauh dari pemakaman, hanya Fatih dan kedua sepupu Bella yang istirahat di kediaman sepupu dari Nenek.

__ADS_1


''Abi dan Umi sudah duluan ke hotel, ayo sayang kita istirahat dan matahari juga sudah mulai meninggi. ''


ucap Satria saat tertinggal dirinya dan Bella yang ada di pemakaman.


Bella mengangguk dan Satria langsung menggandeng Bella menuju mobil, Satria langsung menuju hotel yang sudah di booking oleh keluarga Bella dan Satria langsung meminta kunci kamar nya lalu berjalan menuju kamarnya.


Saat akan menuju pintu kamar nya Mamanya Satria keluar dari kamar memberikan pakaian lengkap untuk Satria dan Bella, Satria langsung menerimanya.


''Bersih bersih terus pesan makan baru tidur, nanti sore kita baru pulang ke kota kita. ''


ucap Mamanya Satria dan Satria mengiyakannya.


Satria langsung membawa Bella masuk ke kamar lalu membawa Bella untuk duduk di sofa terlebih dahulu, Satria memilih memesan makanan terlebih dahulu setelahnya langsung duduk di hadapan Bella sambil menggenggam tangannya.


''Kamu boleh bersedih dengan kehilangan orang yang kamu sayangi, tapi jangan berlebihan yaa karena itu gak baik dan akan memberatkan Nenek di alamnya, ikhlaskan dan berdoa supaya Nenek di terima di sisinya, semua dosa nya di hapuskan. ''


ucap Satria dan Bella langsung terdiam mendengar ucapan suaminya.


''Maafkan aku yaa karena aku terlalu berlebihan, sungguh ini kehilangan sangat menyakitkan untuk aku dan aku belum siap kehilangan Nenek. ''


ucap Bella dan Satria mengangguk lalu beranjak karena mendengar suara pintu di ketuk.


Pelayan yang mengantarkan makanan datang dan Satria menerima troli berisi makanan, minuman juga cemilannya, tak lupa Satria memberikan uang tips untuk petugasnya.


''Mau makan atau mandi dulu Sayang?? ''


tanya Satria sambil mendorong trolli berisi makanan ke dekat Bella.


''Mandi dulu saja yaa, tubuh aku bau keringat juga lagi ini. ''


jawab Bella dan Satria mengangguk lalu membantu Bella menuju kamar mandi.


''Setelah mandi pakai handuk saja yaa jangan dulu di pakai pakaian gantinya, biar gak kusut juga. ''


ucap Satria dan Bella hanya mengangguk patuh.


Satria ikut bergabung mandi dengan Bella, saat Bella akan protes Satria langsung menjelaskan kalau dia hanya ingin mandi bersama tanpa melakukan apapun dan membuat Bella akhirnya setuju lalu membiarkan Satria mandi bersamanya.


.

__ADS_1


.


Bersambung........


__ADS_2