Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
32. kedatangan Feni


__ADS_3

Pagi hari menjelang......


Senin pagi hari yang begitu sibuk untuk Bella, Satria susah sekali di bangunkan padahal hari ini adalah hari pertama sekolah bisnisnya, semalam memang mereka melakukan ritual malam hingga dini hari dan alasan Satria adalah ingin segera memiliki anak dari Bella dan Bella akhirnya pasrah menerima semua yang di inginkan oleh Satria.


Bella kembali menuju kamarnya setelah menyiapkan makanan untuk sarapan nya dan Satria, Bella bernafas lega karena ternyata Satria sudah ada di dalam kamar mandi dan terdengar suara gemercik air di dalam kamar mandi.


Sambil menunggu Satria selesai dengan kamar mandinya, Bella merapihkan ranjangnya dan setelahnya langsung menyiapkan pakaian untuk Satria.


Satria tersenyum saat melihat pakaiannya sudah di siapkan oleh Bella dan langsung menghampiri Bella untuk mengenakan pakaiannya.


''Mas hari ini aku mau pergi sama Feni yaa, mau ke butik mau melihat pakaian pengantin. ''


ucap Bella saat membantu mengkancingkan kemeja Satria.


''Boleh Sayang dan ingat jangan telat pulangnya, Mas mau langsung ke kantor Papa juga. ''


ucap Satria dan Bella menganggukkan kepalanya.


''Yasudah sekarang kita sarapan dulu, kamu masuk kelas jam delapan dan sekarang sudah jam tujuh loh, nanti malah kesiangan lagi. ''


ucap Bella saat selesai membantu Satria bersiap.


Bella langsung keluar dari kamar karena Satria sedang merapihkan buku juga tasnya, Bella langsung menyiapkan minuman juga makanan untuk Satria.


''Sampai kapan libur di sekolah?? ''


tanya Satria saat duduk di kursi meja makan dan Bella sedang menyiapkan makanan nya.


''Minggu depan saat tahun ajaran baru, kenapa memangnya?? ''


jawab Bella dan Satria hanya mengangguk.


''Gak kenapa kenapa, cuma nanya saja dan jangan nakal saat sekolah nanti. ''


ucap Satria dan Bella mendelik mendengar nya.


''Harusnya aku yang bilang jangan nakal, ini malah terbalik. ''


ucap Bella dengan nada ketusnya dan membuat Satria tersenyum.


''Iyaa Sayang tenang saja kalau aku pasti gak akan nakal, aku khawatir sama laki laki di sekolah dan takut kejadian aku terulang lagi. ''


ucap Satria dan Bella hanya menghela nafasnya.

__ADS_1


''Sudah habiskan sarapannya dan cepat berangkat karena gak baik telat saat memulai sekolah baru. ''


jawab Bella yang mengalihkan pembahasan Satria dan Satria kembali memakan makanannya.


Setelah sarapannya selesai, Satria langsung pamit dan Bella mengantar sampai ke depan pintu, perlakuan manis Satria pagi ini berhasil membuat Bella memerah wajahnya.


''Jangan pulang telat dan jangan kemana kemana lagi setelah urusannya selesai. ''


ucap Satria saat melepas kecupan di kening Bella.


''Iyaa aku gak akan kemana mana lagi dan langsung pulang. ''


jawab Bella dan Satria mengguk lalu berjalan menuju lift.


Bella menutup pintu dan langsung mulai membereskan apartemennya sambil menunggu Feni menjemputnya, Bella dengan telaten membersihkan setiap ditail apartemen nya.


Hingga dua jam kemudian Bella selesai dengan apartemen nya langsung duduk selonjoran di lantai karena merasakan lelah di tubuhnya.


''Padahal apartemen ini gak luas tapi sampai lelah dan dua jam baru selesai membersihkannya. ''


keluh Bella sambil meminum air yang ada di tangannya.


Bell rumah berbunyi dan Bella langsung menuju pintu untuk membukanya, ternyata Feni yang datang setelah melihat di kaca kecil pintu apartemennya.


Bella membuka pintunya dan di suguhi senyum manis dari sahabatnya yang sebentar lagi akan menjadi Kakak iparnya itu, Feni langsung masuk saat Bella mempersilahkannya.


puji Feni saat memasuki ruang utama dan mengedarkan pandangannya.


''Feni kalau mau minum ambil sendiri di kulkas, aku mau selonjoran lagi yaa cape banget soalnya. ''


ucap Bella sambil duduk kembali di lantai dan meluruskan kakinya.


''Aku ini tamu bukan tuan rumah, masa di suruh ambil minum sendiri dan gak di sajikan. ''


protes Feni dan Bella mendelik mendengarnya.


''Bodo amat aku mau istirahat. ''


jawab Bella sambil melepaskan hijab rumahannya.


Feni langsung menuju dapur untuk mengambil minuman dan cemilan, Feni kembali berdecak kagum saat melihat dapur Bella yang begitu moderen dan peralatannya begitu lengkap bahkan kulkasnya ada dua buah.


''Benar benar konsep rumah tangga yang hebat, selera Bella patut di acungi jempol. ''

__ADS_1


ucap Feni sambil menuangkan syrup pada gelas dan memberi beberapa kotak kecil ice batu untuk mendinginkannya.


Feni selesai di dapur dan menuju ke ruang utama dimana Bella masih betah berselonjoran, Feni membuatkan dua minuman untuknya dan untuk Bella, Bella cekikikan melihat sahabatnya datang membawa nampan berisi minuman dan cemilan.


''Berasa jadi tuan rumah deh aku. ''


ucap Feni dan Bella hanya terbahak mendengarnya.


''Maaf Feni aku benar benar lelah, baru selesai beberes seluruh isi Apartemen ini, dua jam aku beberes dan langsung lelah sekali. ''


ucap Bella yang langsung mengambil gelas berisi minuman yang di buatkan oleh Feni.


''Benar benar rumah idaman loh Bella, kalian memiliki selera tinggi dan aku cukup bisa mencontohnya nanti setelah menikah dengan Abang Fatih. ''


ucap Feni dan Bella hanya mengangguk.


''Kamu bakal tinggal dengan Umi bukan rumah sendiri, sesuai perjanjian Abang Fatih. ''


ucap Bella dan Feni membulatkan matanya.


''Massa sih Bella, Mama aku juga nyuruh tinggal di rumah dan Umi juga, lebih baik aku punya rumah sendiri kalau begitu. ''


ucap Feni dan Bella hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar.


''Bukan Umi yang minta tapi memang perjanjian Abang sendiri, kalau menikah akan tinggal di rumah Umi. ''


ucap Bella dan Feni langsung terdiam.


''Nanti aku bicarakan sama Abang Fatih deh Bella, aku maunya tinggal berdua kaya kamu sama Satria. ''


''Aku malah di minta tinggal di rumah Mama nya Satria dan untungnya Satria menolak, itu terserah kamu Feni dan bicarakan lagi dengan Abang, memang baiknya rumah tangga itu tinggal berdua di rumah sendiri bukan di rumah ibu atau mertua. ''


''Iya makanya aku maunya berdua di rumah pribadi, kan bisa berkunjung ke rumah orang tua nantinya bergiliran juga kan. ''


''Entahlah Feni dan kamu tunggu yaa aku mau mandi dan bersiap, silahkan nyamankan diri kamu kalau butuh apa apa ambil sendiri. ''


ucap Bella sambil berjalan menuju lantai dua dimana kamarnya berada.


''Anak itu yaa kebiasaan, ini rumah dia tapi aku malah di suruh melakukan apapun sendiri, bagaimana ceritanya coba. ''


protes Feni sambil menggelengkan kepalanya dengan tingkah sahabatnya.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2