Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
35. Keanehan pada Bella......


__ADS_3

Tepat pukul enam sore Satria selesai dengan pekerjaannya dan merenggangkan tangannya yang terasa pegal, Satria terdiam dan tak lama dia langsung berlari menuju ruang pribadinya saat teringat kalau Bella ikut dengannya.


Satria membuka pintu ruangan dan ternyata ranjang sudah rapih, Satria mendengar gemercik air di dalam kamar mandi dan meyakini kalau Bella sedang mandi sekarang.


''Aku kenapa bisa lupa kalau Bella menemani sedari siang dan sekarang sudah gelap menuju malam, keterlaluan sekali aku ini. ''


gumam Satria sambil masuk ke ruangannya menunggu Bella selesai dengan urusan kamar mandinya.


Hanya lima menit menunggu akhirnya pintu kamar mandi terbuka, Bella keluar dari dalam kamar mandi dengan keadaan segar dan memakai pakaian punya Satria yang menutupi semua tubuhnya karena pakaiannya kebesaran.


''Sebentar aku minta kirim pakaian kamu yaa Sayang, biar nyaman juga. ''


ucap Satria sambil beranjak namun Bella mencekalnya.


''Jangan nanti malah nambah lama, kamu sudah selesai belum kerjaannya?? ''


cegah Bella dan Satria mengangguk mengiyakannya.


''Kerjaan aku sudah selesai?? Kenapa memangnya?? ''


jawab Satria dan Bella lega mendengarnya.


''Kita pulang saja yaa Mas dan biarkan aku pakai pakaian ini karena semua menutup tubuh aku, hijabnya pakai yang tadi siang juga gak apa apa. ''


pinta Bella dan Satria menyetujuinya walaupun sempat akan protes tapi mengalah demi Bella.


.


.


Beberapa bulan berlalu......


Pagi hari di awal tahun cuaca begitu dingin dan mendung, entahlah semenjak malam pergantian tahun cuaca sangat ekstrim dan tidak bisa di prediksi.


Bella sedang berdiri di depan kaca yang menampilkan jalanan begitu lancar dari lantai teratas sebuah gedung apartemen di pusat kota yang menjadi tempat huniannya delapan bulan terakhir bersama Satria.


''Kenapa melamun heummm......''


sebuah tangan melingkar di tubuh Bella dan mencium bahu Bella yang terbuka.


''Aku hanya merasa aneh saja Mas. ''


jawab Bella yang masih fokus dengan objek penglihatannya.

__ADS_1


Satria membalikkan tubuh Bella dan mengangkat dagu Bella sambil mendaratkan satu kecupan di bibir tipis milik Bella yang selalu membuatnya candu.


''Aneh kenapa?? Kamu sakit Sayang?? ''


tanya balik Satria dan Bella langsung melepaskan cepitan tangan Satria pada dagunya lalu masuk kedalam dekapan hangat Satria yang saat ini menjadi tempat bersandar ternyaman setelah Sang Abi.


''Aku belum hamil saja Mas, padahal sudah delapan bulan menikah dengan kamu. ''


lirih Bella sambil menenggelamkan wajahnya di dada bidang Satria.


Satria mengeratkan dekapan tangannya sambil mengusap punggung Bella, bahkan Satria mengecup puncak kepala Bella penuh sayang.


''Jangan memikirkan perihal kehamilan juga anak, bagi Mas kamu ada saat Mas membuka mata pertama di pagi hari adalah kebahagiaan tersendiri, kehamilan dan anak adalah sebuah titipan dari Tuhan yang tidak bisa kita prediksi kapan kita mendapatkannya, untuk saat ini Mas lebih nyaman karena kamu sudah sepenuhnya menerima Mas sebagai suami kamu, So......jangan berpikir masalah lain yaa karena Mas gak mau kamu berwajah muram di pagi hari. ''


jelas Satria dan Bella menganggukkan kepalanya sambil mempererat dekapannya.


''Minggu depan pernikahan Abang sama Feni, Umi minta kita menginap di rumah beberapa hari sebelum pernikahan, aku aneh dengan tingkah Umi yang selalu meminta aku menginap. ''


ucap Bella dan membuat Satria tergelak karena nada suara Bella begitu kesal terdengarnya.


''Umi ngidam mungkin Sayang dan kamu memiliki adik lagi. ''


ucap Satria dan satu capitan tangan berhasil mendarat di pinggangnya yang membuat Satria mengaduh.


protes Satria saat Bella melepaskan pelukannya.


''Sana jauh jauh, aku gak mau bicara sama kamu dan aku mau ke rumah Umi hari ini. ''


kesal Bella sambil berbalik dan berjalan menuju ranjangnya untuk mengambil kimono tidurnya.


Satria tergelak karena kekesalan istrinya, entah kenapa membuat Bella kesal sangat di nikmatinya, akhir akhir ini Bella begitu aneh menurutnya dan bagi Satria semua yang Bella tunjukan sangat menggemaskan padahal membuat orang sekitar yang menyayangi Bella di buat kesal apalagi Fatih yang selalu kena dampak aneh nya kelakuan Bella.


''Mau kemana Sayang?? ''


cekal Satria saat Bella akan membuka pintu kamarnya.


''Lepas Mas dan sana pakai bajunya. ''


jawab Bella sambil menepis tangan Satria yang memeluknya.


''Nanti kalau pakai baju kamu malah nangis lagi kaya waktu itu, aku nyaman seperti ini jadinya gampang kalau memakan kamu. ''


ucap Satria sambil menarik tali kimono Bella dan entah bagaimana ceritanya saat ini keduanya sedang menikmati pagi yang panas di atas ranjang karena Bella sangat merespon setiap sentuhan Satria yang membuat Satria begitu menggebu untuk menyentuh lebih istrinya.

__ADS_1


Peraturan baru di rumah Bella saat ini, kalau Satria ada di rumah harus bertelanjaaang dada dan hanya boleh memakai celana pendek saja oleh Bella, sedangkan Bella menggunakan gaun tidur super tipis dan tanpa pakaian dalam, bagi Satria di awal sangat syok dengan aturan sang istri namun setelah menjalaninya ternyata memang Bella selalu meminta sentuhan lebih saat Satria libur berada di rumah.


Satu kesedihan Bella tiga bulan lalu, Bella mengundurkan diri dari sekolah setelah ketahuan menikah dengan Satria, Bella sering menjadi bahan gosip sesama rekan gurunya dan alhasil Bella geram lalu meminta surat pengunduran diri.


Satria menyambut bahagia saat istrinya mengundurkan diri dari sekolah karena Satria sangat was was dengan seorang guru yang terlihat sekali tergila gila pada istrinya.


.


.


Handphone Satria berdering dan membuat Satria mengerjapkan matanya, ternyata sudah tiga jam dia terlelap setelah melakukan aktifitas pagi panasnya dengan Bella.


''Aku sangat mencintai kamu Bella. ''


ucap Satria sambil mencium bibir Bella dan melepaskan dekapan istrinya karena handphone nya terus berdering.


Satria langsung mengambil handphone nya dan ternyata Mama nya yang menghubunginya.


Dalam panggilan......


''Astaga Satria, kamu kemana saja sih Mama telphone gak di agkat angkat dari tadi?? ''


''Maaf Mama, Satria ketiduran soalnya dan Mama kenapa nelphone Satria?? ''


''Kamu mengganti sandi pintu apartemen kamu yaa, Mama susah masuk ini dan cepat buka sebelum Mama dobrak. ''


''Astaga Mama, yasudah tunggu yaa Satria turun sekarang. ''


Panggilan Berakhir......


Satria memakai celananya tanpa baju atasan, lalu segera berjalan menuju lantai satu untuk membuka pintu rumahnya sebelum Mamanya mendobraknya.


Satria membuka pintu dan terkejut saat Mamanya melototkan mata ke arahnya, Satria hanya mengerutkan keningnya dan menggelengkan kepala karena Mamanya masuk sambil menabrak tubuhnya bahkan Papanya berdecak ke arahnya membuat Satria merasa aneh dan segera menutup pintunya lalu menyusul kedua orang tuanya.


''Ada apa dengan Mama dan Papa aneh sekali, Mama juga marah terus bawaannya. ''


gumam Satria sambil menggelengkan kepalanya lalu berjalan menghampiri Kedua orang tuanya.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2