Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
13. keputusan .....


__ADS_3

Setelah janji suci pernikahan, Bella dan Satria langsung sungkeman kepada kedua orang tuanya, Bella bahkan menangis di pelukan Abi Riyan saat ini dan membuat Abi nya harus menenangkan putri nya.


Satria hanya bisa mengelus punggung Bella yang ada dalam dekapan mertuanya, Keluarga yang lain langsung menikmati makanan yang sengaja di sediakan oleh keluarga Bella juga keluarga Satria.


''Sudahlah Sayang, kamu sekarang sudah menjadi istri dan dada juga bahu untuk bersandar bukan ada di Abi tapi di suami kamu. ''


ucap Abi Riyan saat melepaskan pelukan Bella lalu mencium kening Bella penuh sayang.


Abi Riyan memberikan tangan Bella pada Satria yang telah resmi menjadi suami putrinya, Satria langsung menerima nya dengan senang hati.


''Sekarang tugas dan tanggung jawab Abi sebagai Ayah Bella sudah selesai, Abi serahkan Bella sama kamu dan jangan sampai kamu melukai hatinya Satria, sayangilah dengan segenap hati kamu karena Abi mempercayakan Bella sama kamu sekarang. ''


ucap Abi Riyan saat Satri menggenggam tangan Bella.


''Saya berjanji Abi, akan mencintai dan menjaga Bella dengan segenap hati saya. ''


ucap Satri dengan nada tegasnya dan Abi Riyan mengiyakannya.


Abi Riyan menepuk pundak Satria sebelum pergi berkumpul dengan keluarga lainnya yang sedang menikmati makanan yang memang sengaja di sediakan.


''Bella berhentilah menangis, aku janji akan menjaga kamu dan mencintai kamu dengan segenap hatiku, percayalah padaku Bella walaupun usia aku jauh di bawah kamu tapi aku gak akan mengecewakan kamu dan keluarga kamu. ''


ucap Satria dan Bella langsung menatap wajah Satria yang sedang menatapnya dengan tatapan seriusnya.


''Maaf kalau aku masih canggung ke kamu. ''


ucap Bella dan Satria menggelengkan kepalanya lalu mengajak Bella untuk bergabung dengan keluarga lain nya.


Bella duduk berdampingan di samping Satria bergabung dengan keluarganya, Bella hanya diam dan Satria yang menimpal setiap ada pertanyaan.


''Kita bicarakan sekarang mumpung keluarga kumpul semuanya. ''


ucap Papa nya Satria dan semua langsung menatap ke arahnya.


''Tinggal dua bulan lagi Satria lulus sekolah dan akan melanjutkan study nya di luar negeri, Bella mau ikut ke luar negeri atau tetap tinggal di tanah air?? Selama dua bulan menunggu Satria lulus sekolah, kalian mau tinggal dimana?? ''


ucap Papa nya Satria dan Bella langsung terdiam dan baru kepikiran masalah ini.

__ADS_1


''Maaf sebelumnya, Bella terikat oleh dinas pendidikan jadi Bella gak bisa ikut Satria ke luar negeri. ''


ucap Bella dan Papa nya Satria langsung mengangguk karena sudah mengetahui kalau Bella terikat oleh pemerintah.


''Di tanah air banyak sekolah bisnis yang fokus dengan bisnis, kenapa memilih di luar negeri?? ''


ucap salah satu kerabat dari keluarga Satria.


''Kalau memang di tanah air ada yasudah Satria ambil di tanah air saja kalau begitu. ''


ucap Satria dengan nada yakinnya membuat semua tersenyum mendengarnya.


''Bilang saja gak mau jauh dari Bella. ''


celetuk Feni dan membuat Fatih tersenyum menggelengkan kepalanya.


''Om ada kenalan dosen handal yang mengajar di sebuah universitas yang di khususkan untuk sekolah bisnis, bisa di katakan beliau masih kerabat juga sih, kalau mau nanti Om akan sambungkan. ''


ucap Papanya Feni dan di setujui oleh semuanya.


''Sekarang masalah sekolah dan semua yang menyangkut rumah tangga Bella sudah selesai dan finish nya sekarang kalian berdua mau tinggal dimana?? Kami sebagai orang tua gak akan memaksa kalian untuk tinggal dengan kami. ''


''Abi sarankan kalian tinggal berdua untuk pengenalan, jauh dari keluarga bukan untuk di asingkan tapi untuk membuat rumah tangga kalian lebih terkonsep tanpa kehadiran orang tua, kami juga gak akan melepas kalian begitu saja. ''


ucap Abi Riyan dan di setujui oleh Papanya Satria.


''Iya Abi, Satria setuju tapi boleh gak jangan rumah tempat kita tinggal, Apartement boleh gak?? ''


ucap Satria dan semua menatap ke arah Bella.


Bella yang mengerti tatapan semua orang padanya pun langsung menatap Umi Nida karena dia juga bingung mesti bagaimana.


''Umi percaya sama kamu Bella, kamu sudah di bekali semua pelajaran mengenai rumah jadi Umi yakin kamu bisa menjalaninya, percayakan semua sama suami kamu. ''


ucap Umi Nida dan di setujui oleh Nenek nya Bella.


''Bella ikut sama Satria saja kalau semua untuk kebaikan kami, Bella juga gak mau ada pelayan di rumah kami dan biarkan kami berdua berbagi tugas nantinya. ''

__ADS_1


ucap Bella dan membuat Satria tersenyum senang dengan jawaban Bella sesuai keinginannya.


''Riyan bicarakan masalah Fatih sekarang mumpung masih berkumpul. ''


ucap Nenek nya Bella dan semua langsung menatap ke arah Abi nya Bella.


''Begini ceritanya, saya sebagai Abi nya Fatih juga mau meminta ijin untuk Fatih mendekati Feni, tunangan dulu saja karena untuk menikah gak baik dalam satu tahun ada dua pernikahan di keluarga. ''


ucap Abi Riyan dan berhasil membuat kedua orang tua Feni kaget begitupun dengan Feni.


''Saya sebagai Papa nya Feni terserah Feni saja karena selama ini Feni gak pernah terlihat dekat dengan pria, bagaimana Feni?? ''


ucap Papaya Feni dan Feni langsung terdiam.


''Begini saja besok kan hari minggu, nanti saya dan keluarga akan datang secara resmi melamar Feni, Fatih dan Feni sepertinya saling tertarik dan kita bahas bagaimananya saat pertemuan besok. ''


ucap Abi Riyan dan di setujui oleh keluarga Feni.


Feni menatap ke arah Bella dan Bella mengangkat bahunya tanda tidak tahu apapun, karena memang Bella tidak mengetahui masalah keluarganya.


Semua bubar menuju rumah masing masing, kecuali pasangan pengantin yang langsung di antar supir menuju Apartement yang di inginkan oleh Satria, Apartement milik keluarga Satria dan Apartement yang memiliki privasi tinggi hanya orang orang tertentu yang memiliki unit di gedung megah berlantai dua puluh ini.


Bella memang menyiapkan koper berisi pakaiannya dan keperluannya karena Bella mengira akan langsung ke rumah Satria, sedangkan Satria langsung meminta asisten Papanya menyiapkan kebutuhannya.


Di dalam mobil hanya ada keheningan karena keduanya sibuk dengan pikiran masing masing, Satria sedang membaca sebuah berkas di tangannya, Satria memang sudah mempelajari sedikit mengenai perusahaan dan belum mendalaminya tapi Satria sudah bisa sedikit sedikit menguasainya.


Perjalanan empat puluh menit akhirnya tiba di sebuah apartement mewah milik keluarga Satria, Satria langsung mengajak Bella keluar dari mobil, supir membantu Satria mengeluarkan dua koper yang ada di bagasi.


''Mamang pulang saja, Satria bisa kok membawa kedua koper ini. ''


tolak Satria saat sang supir akan membantu membawakan kopernya.


Bella langsung di tolak saat akan membantu Satria membawa kopernya, Bella hanya bisa menghela nafasnya dengan tingkah Satria dan Bella malas berdebat membiarkan saja apapun yang di lakukan Satria sekarang.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2