Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
44. kekonyolan Satria


__ADS_3

Setelah selesai dengan makan nya Satria langsung mengajak Bella merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menatap ruangan yang di hias dengan indah.


''Sayang......memangnya selama hamil ini, aku ga bisa nyentuh kamu yaa?? ''


tanya Satria dengan wajah seriusnya.


''Kata siapa?? Boleh tapi jangan terlalu kencang sama terlalu menekan Mas, siapa yang bilang gak boleh memangnya?? ''


jawab Bella sambil mengelus dada Satria yang sekarang di jadikan sandarannya.


''Mama yang bilang tadi pagi, Mama bilang kalau aku ga boleh nyentuh kamu karena akan berakibat buruk sama kehamilan kamunya. ''


ucap Satria dan Bella langsung tersenyum sambil menengadah menatap Satria yang sekarang meminta penjelasannya.


''Dokter kan sudah kasih obat penguat kandungan Mas, aman kalau kamu mau dan jangan kenceng ajah sama terlalu di tekan, Mama berucap begitu karena dia gak mau kamu membuat aku masuk rumah sakit lagi Mas, semua tergantung kamu kalau sekarang. ''


jelas Bella dan membuat Satria tersenyum senang.


Entah siapa yang mulai saat ini keduanya sedang menikmati indahnya surga dunia, Satria melakukannya dengan sangat hati hati agar tidak menyakiti calon anak dan istrinya.


Bella tidak menolak karena dia menginginkan nya juga, semenjak Satria menyentuhnya Bella selalu menantikan sentuhan Satria entah apa yang merasuki Bella semua sangat aneh.


.


.


Di Ballroom hotel akhirnya semua tamu sudah mulai meninggalkan gedung, bahkan kedua pengantin saat ini sedang menikmati makanannya.


''Fatih kalian menginap di hotel ini, semua sudah di atur Satria dan nanti akan ada petugas yang mengantarnya, pakaian juga sudah di sediakan, Umi sama yang lainnya pulang dulu. ''


ucap Umi Nida saat menghampiri pasangan pengantin yang sedang makan.


''Iya Umi makasih yaa. ''


ucap Fatih dan Umi Nida mengiyakannya.


''Satria walaupun bocah tapi semua bisa dia selesaikan dengan singkat. ''


Ucap Fatih dan Feni hanya tersenyum menjawabnya karena dia sedang asik memakan makanannya.


Setelah selesai dengan makannya seorang petugas hotel menghampiri dan mengajak pasangan pengantin menuju kamar khusus yang di siapkan oleh Satria.

__ADS_1


''Bulan madunya di pending dulu yaa dan sebagai gantinya kita bulan madu di hotel ini, gak apa apa kan?? Satria pasti menyiapkan kamar spesial. ''


Ucap Fatih saat keduanya mulai memasuki lift menuju lantai atas.


''Sudah. Gak apa apa lagian lusa di kantor Papa ada rapat penting jadi aku harus menghadirinya. ''


Ucap Feni dan Fatih hanya tersenyum menjawabnya.


''Sepertinya kamu bakalan jadi wanita karir yaa, tapi gak masalah asalkan kamu bisa membaginya sama keluarga kamu dan jangan sibuk dengan karir terus, keluarga adalah prioritas utama. ''


Ucap Fatih dan Feni langsung tersenyum senang mendengarnya.


''Makasih yaa karena kamu ngijiinin aku untuk tetap bekerja, mudah mudahan aku bisa menjalankan amanah dari kamu Abang. ''


Ucap Feni dan mebuat Fatih menghela nafasnya karena panggilan istrinya saama eperti Bella.


''Jangan panggil Abang, masa sama kaya Bella sih panggilannya. ''


Protes Fatih dan membuat Feni tergelak mendengarnya.


Obrolan keduanya terhenti saat tiba di depan kamar hotelnya, petugas membuka kamar nya dan mempersilahkan masuk, setelah menyimpan kunci akses di tempatnya, petugas langsung pamit.


''Sesuai prediksi, Satria memang romantis pantas saja Bella tunduk sama Satria. ''


Ucap Fatih dan di benarkan oleh Feni.


''Aku curiga kalau kalau kotak itu isinya gaun menerawang deh yang Bella pernah perlihatkan saat aku main ke apartemn nya. ''


Ucap Feni sambil berjalan untuk membuka kotaknya.


Fatih langsung meminta Feni membuka nya dan dugaann Feni benar, kotak nya berisi sebuah gaun malam yang sangat menerawang namun modelnya bagus.


Fatih hanya tertawa sambil berjalan menuju kamar mandi saat Feni menaikkan gaunnya untuk di lihat, Feni langsung kesal karena Bella malah menjebaknya saat ini.


''Bella kamu dan suami kamu gak kasihan sama aku yaa, Abang Fatih kan bisa membuat aku rontok. ''


kesal Feni sambil menyimpan kembali gaunnya kedalam kotak.


.


.

__ADS_1


Beberapa bulan berlalu.....


Tak terasa saat ini kandungan Bella memasuki minggu ke tujuh belas, perut Bella sudah terlihat membuncit dan sangat seksi menurut Satria.


Saat ini Bella dan Satria sedang dalam perjalanan menuju hotel dimana akan di adakan syukuran empat bulanan kehamilan Bella, Satria sengaja memilih Ballroom hotel karena kedua orang tua nya berebut ingin mengadakan di rumah masing masing. Satria yang pusing pun memilih Ballroom hotel setelah Fatih memberikan saran nya.


''Kamu ga bosan apa lihatin foto USG nya?? ''


tanya Bella yang merasa risih melihat suaminya begitu memperdalam melihat hasil USG nya.


''Aku gak akan pernah bosan loh, calon anak kita begitu sehat sekali dan mirip aku kan. ''


jawab Satria dan Bella hanya mendelik sebal.


Pagi tadi setelah aktifitas nya dengan Bella selesai, tiba tiba dari dalam kandungan ada pergerakan untuk pertama kalinya dan membuat Satria panik langsung membawa Bella ke rumah sakit.


Bella tidak mau berkomentar dengan keributan suaminya karena terlalu bahagia melihat wajah panik sang suami tadi pagi.


''Kedepannya kamu jangan selalu panik kalau ada sesuatu dengan aku, padahal aku kan gak apa apa dan kamu bikin malu. ''


protes Bella saat suaminya sedang mengelus perutnya.


''Maklum karena ini pengalaman pertama dan aku takut kamu kenapa kenapa, biasanya ga ada gerakan di dalam perut kamu, tapi setelah selesai main perut kamu gerak, takutnya karena aku sentuh kamu jadi gerak dan membahayakan calon anak kita. ''


jawab Satria dan Bella mendelik mendengarnya.


''Itu pergerakan pertama anak kita Mas, sudah jangan bahas selalu membuat emosi soalnya. ''


ucap Bella yang malas kalau berdebat dengan suaminya yang selalu ingin menang sendiri.


Tiba di hotel ternyata masih tiga jam ke acara di mulai, Satria memilih membawa Bella ke lantai atas dimana kamar hotel yang sudah di siapkannya, bahkan pakaian seragam keluarga pun di siapkan di kamar hotel.


''Kita ke kamar hotel dulu untuk ganti pakaian, terus istirahat sambil menunggu waktu acaranya tiba, masih tiga jam soalnya. ''


ucap Satria saat menggandeng Bella menuju lift dan Bella tidak berkomentar memilih mengikuti suaminya kemanapun membawanya.


.


.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2