Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
30. percayakan padamu.....


__ADS_3

Puas dengan jalan jalan dan makanan juga minuman sudah di beli, Bella langsung mengajak kembali ke hotel untuk memakan makanannya, Satria langsung menggandeng Bella kembali bahkan belanjaan di tangannya tidak menyulitkannya.


''Biasanya aku menikmati kebebasan malam kaya gini sama Abang, itu juga cuma satu jam di beri waktu sama Abi dan sekarang aku merasakan kebebasannya bersama kamu, makasih yaa. ''


ucap Bella dan Satria langsung bahagia mendengarnya karena dialah orang pertama untuk Bella.


''Aku bangga jadi orang pertama buat kamu mengenal kebebasan ini, tapi hanya dengan aku suami kamu dan tidak boleh dengan yang lain, peraturan Abi akan Mas terapkan nantinya. ''


ucap Satria dan Bella langsung mendelik mendengarnya.


Tiba di kamar hotelnya, Bella langsung duduk di kursi untuk membuka makanan yang di belinya, Satria malah menuju lemari untuk menyimpan belanjaan pakaiannya lalu gabung dengan Bella.


Mereka berdua mulai memakan makanannya, Bella sama sekali tidak menolak saat Satria menyuapinya nasi goreng dan Bella memakan makanannya.


''Walaupun makanan kaki lima tapi rasanya enak yaa, semua enak. ''


ucap Satria dan Bella mengiyakannya.


''Malah makanan kaki lima lebih enak di banding restoran loh, kamu bisa buktikan sendiri. ''


ucap Bella dan Satria hanya mengangguk.


Makanan yang di beli habis semua kecuali cemilan yang akan di makan nanti setelah perut sudah tidak kekenyangan dan entah bisa makan kembali atau tidak, Bella senang dengan kebersamaan malam ini walaupun ada kesedihan sebelumnya namun Bella menikmati jalan jalan malam dengan Satria.


Satria sibuk dengan handphone nya sedangkan Bella hanya diam karena handphone Bella tertinggal di rumah Mama mertuanya.


''Langit malam nya cerah dan mengerti kalau besok aku akan pamit sama Nenek, semoga tenang di alam Nya Nenek dan doa Bella selalu menyertai. ''


gumam Bella sambil berdiri di depan jendela dan pandangannya berfokus pada langit malam.


Bella terus melamun menatap langit hingga Satria selesai dengan handphone nya Bella masih berdiri di depan jendela, Satria menyimpan handphone nya lalu menghampiri Bella.


''Gak baik malam malam melamun dan menatap langit malam. ''


bisik Satria saat memeluk Bella dari arah belakang.


''Aku hanya sedang berterimakasih karena malam ini cerah dan besok saat pamit ke Nenek kan jalan nya kan gak akan sudah untuk di pijak. ''


jawab Bella dan Satria hanya berdehem menjawabnya.


Entah bagaimana awalnya saat ini Bella dan Satria sedang berciuman mesra, bahkan Bella menikmatinya dengan tangan melingkar di pinggang Satria.

__ADS_1


Bella melepaskan ciumannya karena dia kehabisan nafas, Satria mengusap bibir Bella lalu mencium kening Bella penuh sayang.


''Terimakasih Sayang, kamu sudah menerima dan memberikan semuanya untuk aku, aku akan berusaha menjadi suami terbaik untuk kamu. ''


ucap Satria sambil mengelus pipi Bella dengan jarinya dan Bella hanya terdiam tanpa menjawab.


Satria membawa Bella duduk kembali di sofa dan Bella hanya diam tanpa mau berbicara, Satria mengerti dengan keadaan Bella saat ini yang masih dengan duka kehilangan Sang Nenek.


''Besok setelah sarapan kita ke pemakaman dan pulang lagi ke kota kita. ''


ucap Satria memecahkan keheningan.


''Terserah kamu saja kalau aku, kita harus segera pulang karena sekolah kamu harus mulai di persiapkan juga kan. ''


ucap Bella dan Satria menganggukkan kepalanya.


Bella beranjak menuju lemari untuk mengambil piyama tidur yang tadi di belinya, Satria terus memperhatikan setiap gerakan Bella dan tersenyum melihatnya.


''Kamu gak akan ganti bajunya?? Aku belikan kamu piyama tidur juga. ''


ucap Bella saat selesai dengan urusan piyamana tidurnya.


''Aku gak bisa tidur dengan pakaian atas, jadi percuma kamu belikan piyama lengkap karena akhirnya hanya celana nya yang aku pakai. ''


''Yasudah terserah kamu saja karena aku kan hanya menyiapkan saja. ''


ucap pasrah Bella sambil berjalan menuju ranjangnya.


Satria hanya tertawa mendengarnya lalu menghampiri Bella yang duduk bersandar di ranjang, Satria duduk di sisi ranjangnya.


''Itu nasib cemilan yang kamu beli bagaimana?? Banyak sekali loh. ''


tanya Satria sambil menunjuk ke arah meja.


''Aku kenyang banget kalau kamu mau yaa habiskan sendiri, itu kan cemilan yang gak mudah basi juga kan tinggal di bungkus dan bawa besok pulang. ''


jawab Bella dan Satria enggan mendebat lebih memilih menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur.


Bella hanya memanyunkan bibirnya melihat tingkah Satria, perutnya saat ini sudah sangat kenyang dan gak mungkin menghabiskan nya, memang benar makanan yang di beli Bella semua tidak akan basi karena Bella hanya memilih makanan ringan saja.


''Rindu handphone deh, kenapa bisa lupa gak kebawa segala lagi. ''

__ADS_1


gumam Bella dalam hatinya sambil merebahkan tubuhnya di ranjang dari pada duduk bengong gak ada kegiatan.


Satria selesai dengan urusan kamar mandinya dan menghampiri Bella, Bella tersenyum saat melihat Satria menggunakan piyama lengkap yang di pilihnya.


''Kelihatan gimana gitu aku pakai piyama lengkap gini, berasa kaya mau jalan jalan pas mimpi nanti. ''


ucap Satria dan Bella hanya tersenyum menimpalinya.


''Bagus tau piyamanya dan samaan seperti yang aku pakai juga kan. ''


ucap Bella dan Satria hanya mengiyakannya tanpa mau menjawab ucapan istrinya.


Satria bergabung merebahkan tubuhnya di ranjang, Bella masih setia menatap langit langit kamar hotel nya saat ini, Satria pun sama mengikutinya.


''Sayang.......kamu gak marah kan sama aku?? ''


tanya Satria tiba tiba dan membuat Bella langsung menatap ke arahnya.


''Marah karena apa?? dan hal apa yang kamu lakukan sampai menanyakan aku marah atau tidak?? ''


jawab Bella dan Satria langsung berbalik menghadap ke arah Bella.


''Aku kan sudah mengambil kesucian kamu Sayang, aku mendapatkan keperawanan kamu. ''


ucap Satria dan berhasil membuat Bella bersemu karena terbayang adegan panas dengan Satria.


''Jangan bahas itu, memalukan tahu dan lagian itu sudah hak kamu dan kewajiban aku memberikan nya buat kamu, awas saja kalau kamu berani berselingkuh setelah aku memberikan semua nya untuk kamu. ''


ucap Bella dan Satria mengiyakannya.


''Aku janji Sayang akan selalu setia untuk kamu, dari mulai aku mengucapkan janji suci pernikahan kita sampai ajal memisahkan kita. ''


ucap Satria dengan nada tegasnya dan Bella langsung tersenyum mendengarnya.


''Jangan kecewakan aku yaa Mas, karena wanita kecewa itu akan sulit di bentuk kembali ke awal dan aku percayakan rumah tangga kita ini di pimpin sama kamu sebagai imam nya. ''


ucap Bella dengan nada tulusnya membuat Satria reflek mencium kening Bella penuh sayang.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2