
Tengah malam tiba tiba Bella membuka matanya dan melihat Satria masih membuka matanya sambil memainkan handphone di tangannya.
Satria yang melihat pergerakan Bella pun langsung menghampiri ke arah Bella.
''Ada apa Sayang?? ''
tanya Satria saat Bella meminta di bantu duduk.
''Mau pipis Mas. ''
jawab Bella dan Satria tersenyum.
Satria langsung mengambil botol infusnya terlebih dahulu lalu menggendong Bella menuju kamar mandi dan meminta Bella memegang botol infusnya.
Satria dengan hati hati menurunkan Bella dan mengaitkan botol infus di tempat gantungan di dalam kamar mandi.
''Kalau sudah selesai panggil Mas yaa. ''
ucap Satria dan Bella mengiyakannya.
Satria langsung keluar dari ruangan untuk memberitahukan kalau infusnya Bella mulai habis dan Suster langsung sigap akan mengganti dengan infus baru.
Satria kembali ke ruangan Bella dan langsung menuju kamar mandi, ternyata Bella baru selesai dan Satria kembali menggendong Bella.
''Infusnya akan di ganti tadi Mas sudah memberitahukan ke suster yang jaga di luar. ''
ucap Satria saat membantu merebahkan Bella di ranjang.
''Mas aku lapar tapi gak mau makan nasi, makan buah buahan masih ada kan?? ''
ucap Bella dan Satria menganggukkan kepalanya.
''Mas akan siapkan buahnya yaa, sambil nunggu suster mengganti infus baru. ''
ucap Satria dan Bella mengiyakannya karena memang Suster masuk ke ruangannya dengan membawa nampan berisi peralatan medis untuk mengganti infus baru.
''Saya cek tekanan darahnya yaa Buu, pesan dari dokter nya dan kalau letak infusnya gak nyaman akan saya pindahkan. ''
ucap Suster sambil mengeluarkan alat tensi darahnya.
''Sudah nyaman Suster dan gak usah di pindahkan, tekanan darahnya bagaimana Suster?? ''
ucap Bella dan Susternya tersenyum.
''Tekanan darah nya masih rendah tapi tidak serendah tadi sore, saya akan mengganti infus baru nya saja berarti yaa. ''
ucap Suster dan Bella mengiyakannya.
Hanya lima menit Suster mengganti botol infus barunya dan segera merapihkan alat alatnya, lalu pamit dan segera keluar dari ruangan.
Satria masih mengupas buah buahannya dan Bella tersenyum menatap suaminya yang begitu serius mengupas aneka buahnya.
''Mas ada cemilan yang ringan gak?? ''
__ADS_1
tanya Bella dan sontak membuat Satria mengalihkan pandangannya ke arah Bella.
''Ada bolu kukus yang mekar kalau mau. ''
jawab Satria sambil beranjak menuju kamar mandi untuk mencuci tangannya karena buahnya selesai di potong.
''Gak usah saja Mas dan buah buahan sudah cukup ko. ''
ucap Bella kembali dan Satria hanya menggelengkan kepalanya.
''Ini buahnya sudah di potong semuanya, habiskan yaa sayang. ''
ucap Satria dengan nada sombongnya dan Bella hanya mendelik melihatnya.
''Ini kebanyakan tau masa aku sendiri yang menghabiskannya. ''
protes Bella dan membuat Satria tertawa.
''Kita berdua akan menghabiskannya bukan cuma kamu Sayang. ''
ucap Satria sambil menyuapi potongan buahnya dan Bella langsung menerimanya.
''Mas sudah siapkan rumah baru untuk kita tempati, Apartemen sudah di kosongkan dan nanti di rumah baru akan ada pelayan yang bekerja dan Mas gak menerima bantahan yaa, kamu harus menurut sekarang. ''
''Terserah Mas saja asal jangan berlantai dua, aku maunya hanya satu lantai. ''
''Iya Sayang sesuai pilihan Mama yang memilihnya, letaknya tidak jauh dari rumah Mama dan rumah Umi, jadi saat berkunjung nanti gak akan kejauhan. ''
''Iya Mas dan jangan terlalu banyak pelayannya, secukupnya saja. ''
''Aku juga sedang berusaha Mas dan semua juga bukan keinginan aku. ''
Tak terasa buah pun habis di makan berdua, Satria langsung ikut merebahkan tubuhnya di samping Bella karena merasakan kantuk juga, Bella langsung menelusupkan wajahnya ke dada bidang Satria dan Satria dengan lembut mengusap punggung Bella hingga keduanya terlelap.
.
.
Pagi menjelang......
Pintu ruangan terbuka dan ternyata Umi Nida datang bersamaan dengan Mamanya Satria, mereka menggelengkan kepalanya melihat Bella dan Satria saling berpelukan di atas berangkar nya Bella.
''Kita tunggu mereka bangun saja. ''
ucap Mamanya Satria dan di setujui oleh Umi Nida yang sedang merapihkan makanan.
''Mba memang benar Satria sudah menyiapkan rumah?? ''
tanya Umi Nida dan di benarkan oleh Mamanya Satria.
''Satria bilang khawatir kalau di apartement, saya juga menyiapkan rumah berlantai satu sesuai keinginan Satria dan sekarang sedang di siapkan peralatan rumah tangga yang lengkap saja. ''
jawab Mamanya Satria dan membuat Umi Nida lega mendengarnya.
__ADS_1
Kedua ibu itu larut dalam obrolan menunggu Bella dan Satria membuka matanya, bahkan makanan rumah sakit untuk Bella telah di antarkan.
Satu jam kemudian sepasang calon orang tua itu akhirnya bangun, Satria langsung membantu Bella membersihkan tubuhnya walau sempat mendapat penolakan tapi kedua ibu nya mendukung Satria dan Bella akhirnya mengalah.
Bella memakai dress rumahannya yang di siapkan Mamanya Satria, Bella terlihat cantik saat mengenakannya.
Selesai membantu Bella, Satria membawa Bella duduk dan meminta makanannya yang akan di suapinya.
''Satria lebih baik kamu mandi dulu, biar Umi yang menyuapi Bella. ''
ucap Umi Nida dan Satria menggelengkan kepalanya.
''Gak apa apa Umi, biar Satria menyuapi Bella sambil Satria ikut makan juga. ''
jawab Satria sambil menyuapi Bella dan Umi Nida pun menyetujuinya.
''Sudah biarkan Satria mengurus Bella, sangat susah kalaupun debat karena Satria suaminya kan Mba, kita duduk menunggu saja. ''
ucap Mamanya Satria saat Besan nya duduk di sampingnya.
''Benar Mba kita jadi penonton kayanya. ''
ucap Umi Nida dan Mamanya Satria tersenyum mendengarnya.
Beberapa saat kemudian......
Satria sudah membersihkan tubuhnya dan saat ini sedang menunggu dokter untuk memeriksa Bella, infus sudah di lepas dan tinggal menunggu hasil medis Bella yang keluar hari ini.
''Satria kamu gak sekolah?? Biar Bella di jaga sama Mama saja. ''
tanya Mamanya Satria dan Satria hanya menggelengkan kepalanya.
''Satria mau merawat Bella sampai pulih, Mama sama Umi saja yang pulang. ''
jawab Satria dan Mamanya hanya mendelik mendengarnya.
''Mudah mudahan hari ini aku bisa pulang, gak nyaman tinggal di rumah sakit. ''
ucap Bella yang memang sudah risih dengan bau obat obatan.
''Semoga hasil medisnya semua baik, pasti bisa pulang hari ini. ''
ucap Umi Nida dan di aminkan oleh semuanya.
Dokter tiba pukul sebelas siang sambil membawa hasil medis Bella, seorang suster langsung memeriksa tekanan darah Bella dan hasilnya stabil, tekanan darah Bella normal saat ini.
''Hasil medisnya sudah keluar dan semua hasilnya baik, tekanan darah juga sudah normal dan kabar baiknya Bunda Bella sudah di ijinkan pulang, ini surat untuk mengurus administrasi kepulangan, tetap jaga kesehatan Bunda dan jangan terlalu kelelahan juga jangan terlalu banyak berfikir. ''
jelas Dokter sambil memberikan kertas dan di terima oleh Satria.
Dokter dan Suster langsung keluar dari ruangan Bella, Satria bahkan langsung mengurus administrasi nya dan juga resep obat yang akan di konsumsi Bella nantinya, Kedua Ibu pun saat ini membantu Bella bersiap.
.
__ADS_1
.
Bersambung.......