
Saat ini Bella, Satria dan kedua Ibu Bella sedang di ruangan Dokter kandungan yang akan memeriksa lebih lanjut kehamilan Bella.
Dokternya seorang Wanita dan membuat Satria lega karena dia akan protes kalau Dokternya bukan wanita.
''Dokter ruangannya sudah siap. ''
ucap Suster yang membuka tirainya.
''Mari Bunda kita periksa kehamilannya dahulu untuk memastikan semua kekhawatirannya. ''
ucap Dokter dan Satria langsung menggendong Bella lalu merebahkan nya di berangkar dengan sangat hati hati.
Umi Nida dan Mamanya Satria duduk di depan meja dokter sambil menatap layar yang akan memperlihatkan kehamilan Bella, Satria yang mendamping di samping Bella.
''Bunda benar hamil yaa dan usianya memasuki minggu ke tujuh, kandungannya sedikit lemah karena ada tekanan yang membuatnya lemah, kantung janinnya tunggal yaa bisa di lihat. ''
jelas dokter dan Bella langsung tersenyum mendengar kehamilannya.
Satria kembali membantu Bella dan menggendongnya untuk di dudukkan di kursi roda kembali, Dokter akan menjelaskan keadaan Bella.
''Kehamilan Bunda Bella sedikit lemah, itu semua terjadi karena faktor kelelahan dan kurang istirahat, saya sarankan untuk suaminya sedikit mengurangi kelelahan pada Bunda Bella yaa, karena dukungan suami sangat di butuhkan saat ini, tekanan darah nya juga rendah dan itu gak baik untuk kehamilan, saya resepkan vitamin dan obat penambah darah yaa, di rawat inap dulu untuk memastikan kondisi yang lebih baik dan nanti saya akan periksa kembali bagaimana kondisi nya untuk menentukan di perbolehkan pulangnya. ''
jelas dokter sambil memberikan sebuah kertas resep dan di terima oleh Satria.
''Terimakasih Dokter. ''
jawab Satria dan Dokter tersenyum mengangguk.
Bella kembali di bawa ke ruangannya di dorong kursi rodanya oleh Satria dan suster membawakan cairan infusnya, Satria menolak saat suster akan mendorong kursi roda yang membawa Bella.
Tiba di ruangan, Bella kembali di gendong oleh Satria dan di rebahkan kembali di atas berangkar, Suster membantu membenahi infusnya dan mengatur kecepatan infusnya kembali.
''Kalau cairan infusnya mau habis segera kasih tahu yaa Tuan, nanti akan segera di ganti sama suster yang bertugas. ''
ucap Suster saat selesai membenahi infusnya dan di angguki oleh Satria.
Di ruangan hanya tertinggal kedua orang tua Bella dan kedua orang tua Satria, Satria menghela nafasnya sambil menggenggam tangan Bella, Satria merasa bersalah karena akhir akhir ini dia selalu membuat Bella kelelahan bahkan selalu meminta haknya setiap malam, Bella tidak pernah menolak dan selalu mengiyakannya saat Satria memintanya.
''Kamu membutuhkan sesuatu gak Sayang?? Biar Mas siapkan mumpung masih ada yang menunggu. ''
__ADS_1
tanya Satria sambil mencium tangan Bella dan Bella menggelengkan kepalanya.
''Sudah jangan membeli apapun lagi yaa, lihat makanan yang ada sangat banyak dan aku palingan mau buah buahan saja. ''
jawab Bella dan Satria mengiyakannya.
Umi Nida menghampiri dengan membawa buah buahan yang sudah di potong kecil untuk di makan Bella juga beberapa makanan yang di siapkan oleh Mamanya Satria.
''Buah sama makanan sudah di siapkan di meja kalau yang Umi bawa kurang. ''
ucap Umi Nida dan Bella mengangguk.
''Umi sama Abi pulang saja yaa, ada Mas Satria yang menemani di sini dan Bella gak apa apa ko. ''
pinta Bella dan Umi Nida mengangguk setuju.
''Besok Umi akan datang membawakan bubur spesial buat kamu yaa, cepat pulih sayang biar bisa menyaksikan pernikahan Abang Fatih. ''
jawab Umi Nida dan Bella hanya tersenyum.
''Satria......Mama sama Papa pulang buat ambil baju ganti kalian nanti kami kesini lagi, kamu mau di bawakan makanan apa?? Bella juga mau makanan apa nanti Mama siapkan. ''
''Bella gak mau makanan apa apa Mama, lebih baik Mama sama Papa pulang dan besok saja antarkan pakaiannya, kalian juga harus istirahat kan. ''
ucap Bella dan Mamanya Satria menghela nafasnya.
''Mama lebih baik besok saja antarkan pakaiannya pagi pagi, Satria gak masalah memakai pakaian ini kan masih baru juga, makanan juga masih banyak dan akan sangat mubazir kalau terbuang. ''
pinta Satria dan Mamanya akhirnya mengiyakannya.
''Baiklah besok pagi Mama akan datang lagi membawa pakaian dan makanan. ''
jawab Mamanya Satria dan satria mengiyakannya.
''Jangan bawa makanan banyak yaa Mba, biar nanti saya membawa sarapan untuk Bella dan Satria, pasti nanti keduanya makan berdua. ''
ucap Umi Nida dan Mamanya Satria menyetujuinya.
''Iya juga yaa Mba, yasudah besok palingan bawa pakaian sama cemilan dan buah potong segar palingan dari rumah. ''
__ADS_1
ucap Mamanya Satria dan di angguki oleh Umi Nida.
Kedua orang tua Satria dan Bella akhirnya pamit, Abi Riyan langsung menghampiri dan mencium kening Bella penuh sayang, Abi Riyan paling mengkhawatirkan Bella saat ini terlihat dari raut wajahnya.
''Kamu kuat Sayang dan Abi yakin kamu pasti secepatnya keluar dari rumah sakit. ''
ucap Abi Riyan setelah mencium kening Bella.
''Makasih Abi dan semoga terkabul doanya, Abi jangan khawatir yaa karena ada Mas Satria yang menjaga Bella saat ini. ''
jawab Bella dan Abi Riyan mengiyakannya.
Satria mengantar kepulangan kedua orang tuanya sampai pintu dan kembali masuk setelah kedua orang tuanya terlihat masuk kedalam lift.
Satria langsung membawa buah potong dan menyuapinya pada Bella karena Bella menolak memakan makanan dan hanya ingin buah saja.
''Mas sedih sekaligus bahagia Sayang, sedih karena kamu jadi di rawat akibat Mas dan bahagia karena kita akan segera memiliki anak, makasih Sayang karena kamu mau hamil anak Mas dan doa kita berdua terkabul. ''
ucap Satria di sela suapannya dan Bella mengangguk.
''Jangan menyalahkan diri kamu Mas, memang aku yang gak bisa menjaga tubuh, aku gak tahu kalau sedang hamil dan malah beraktifitas sangat sibuk. ''
ucap Bella yang memang sangat sibuk akhir akhir ini.
''Makanya jangan terlalu sibuk dan kamu fokus sama kehamilan saja, jangan membantah yaa Sayang demi kebaikan kamu dan calon anak kita. ''
''Iya Mas Satria aku akan menurut ko. ''
''Habiskan buahnya yaa dan istirahat jangan banyak memikirkan yang aneh aneh, fokus pemulihan. ''
Bella menurut dan tidak membantah apapun yang Satria lakukan karena Bella tahu semua demi kebaikan nya juga, Bella juga ingin segera keluar dari rumah sakit karena dia tidak pernah di rawat sebelumnya.
Satria ikut merebahkan tubuhnya di samping Bella sambil memeluk Bella tanpa mengganggu infus di tangan Bella, Satria mengusap rambut Bella penuh sayang dan sesekali menciumnya, Bella yang merasakan kenyamanan pun langsung terlelap dan terdengar dengkuran halus oleh Satria, Satria tersenyum melihat tidur damai istrinya.
Satria kembali turun dan merapihkan selimbut Bella, Satria memilih duduk di sofa sambil memainkan handphone nya karena kantuknya menghilang saat ini.
.
.
__ADS_1
Bersambung........