
Satria mengerjapkan matanya dan ternyata sudah pukul sembilan malam, Satria langsung beranjak dan mencari keberadaan Bella di kamar dan semua seisi Apartement nya namun Bella tidak ada.
Satria langsung menghubungi nomer Bella namun tidak aktif dan saat melihat terakhir Bella aktif ternyata pukul tiga sore.
''Bella kamu kemana sayang?? Gak biasanya kamu tidak memberi kabar sama aku. ''
gumam Satria dengan perasaan cemasnya lalu menghubungi Mamanya takutnya seperti kejadian bulan lalu Mamanya membawa Bella ke rumahnya tanpa memberitahu kepadanya.
Dalam panggilan saat ini.....
''Mama culik Bella lagi kerumah yaa?? ''
''Kamu ini bukan nya salam dulu ini langsung nuduh Mama lagi. ''
''Mama jawab dulu pertanyaan Satria, Bella ada dengan Mama gak?? ''
''Gak ada Satria, memangnya Bella kemana?? ''
''Yasudah kalau Bella gak ada nanti Satria hubungi Mama lagi. ''
panggilan berakhir......
Satria langsung memakai jaketnya dan langsung keluar dari Apartemen nya, tujuannya adalah rumah Mertuanya sekarang untuk mencari keberadaan Bella, Satria menggunakan motornya agar lebih cepat sampai dan benar saja hanya sepuluh menit Satria tiba di kediaman mewah orang tua Bella.
Saat Satria membunyikan bell nya ternyata Kakak iparnya yang membukanya, Fatih mengerutkan keningnya melihat raut wajah Satria yang seperti khawatir saat ini.
''Selamat malam Abang. ''
Sapa Satria dan Fatih hanya mengangguk lalu mengajak Satria masuk.
Ternyata keluarga istrinya masih berkumpul di ruang utama namun istrinya tidak terlihat, Satriia langsung mencium tangan kedua orang tua Bella juga Neneknya lalu duduk di samping Fatih.
''Kamu mau jemput Bella yaa?? ''
ucap Abi Riyan dan Satria mengangguk mengiyakannya.
''Bella sudah tidur kayanya Satria, kamu menginap saja malam ini yaa. ''
ucap Umi Nida dan Satria langsung terdiam.
''Satria kamu sudah makan belum?? ''
tanya Neneknya Bella dan Satria menggelengkan kepalanya.
''Bella malah asik makan dengan kita dan suaminya malah belum makan, kamu ke dapur sana Satria makanan ada di mesin penghangat tinggal makan saja gak ribet ko. ''
ucap Umi Nida dan Satria hanya tersenyum.
''Satria mau bertemu Bella dulu Umi dan nanti Satria makan ko. ''
__ADS_1
ucap Satria dan Umi Nida mengiyakannya.
Satria langsung pamit menuju kamar Bella, rindunya begitu berat karena sedari pagi belum bertemu dengan Bella, saat masuk kedalam kamar ternyata Bella tertidur dengan lampu yang menyala.
''Kenapa kamu gak mengabari aku Sayang, aku khawatir sekali saat kamu belum kembali, di tambah handphone kamu gak aktif lagi nomernya saat di telphone. ''
ucap lirih Satria sambil mengelus rambut Bella penuh sayang dan Bella membuka matanya.
Pertahanan kesadaran Bella sangat sensitif kalau sedang tidur dan akan membuka matanya walaupun sedang dalam keadaan terlelap sekalipun.
Bella melototkan matanya saat melihat Satria ada di hadapannya, Bella langsung beranjak duduk lalu bersandar di sisi ranjangnya di bantu Satria.
''Kenapa gak kasih kabar kalau kamu menginap di rumah Abii?? Jangan buat aku sedih karena kepulangan kamu ke rumah ini tanpa aku Bella. ''
ucap Satria sambil merapihkan rambut Bella.yang berantakan.
''Takut ganggu kamu yang lagi enjoy. ''
jawab Bella degan nada kecutnya dan membuat Satria mengerutkan keningnya.
''Kamu kenapa sayang?? Kalau gak mengijinkan kenapa mengiyakan saat aku meminta ijin tadi saat pulang sekolah. ''
ucap Satria dan Bella hanya menggelengkan kepalanya.
''Yasudah malam ini kita menginap di rumah ini yaa, ayo lanjutkan kembali tidurnya. ''
ucap kembali Satria sambil membantu Bella merebahkan kembali tubuhnya.
''Entah ada apa sama kamu Sayang, aku akan menunggu kamu bercerita apa masalahnya yang membuat kamu menjadi dingin padaku. ''
gumam Satria sambil beranjak untuk membuka jaket nya.
Perutnya awalnya lapar namun saat ini terasa sangat kenyang karena sikap Bella padanya yang terasa ganjal, Satria masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci mukanya.
Satria melepaskan baju atasan dan celana panjangnya, saat ini hanya menyisakan celana pendek tanpa baju atasan, karena Satria tidak akan bisa tidur kalau menggunakan pakaian atasannya.
Satria langsung merebahkan tubuhnya di samping Bella yang sudah terlelap kembali, Satria mencium kening kedua pipi dan terakhir bibir tipis Bella.
''Selamat malam dan mimpi indah Sayang. ''
ucap Satria sambil menutup matanya setelah mencium Bella.
.
.
Pagi menjelang......
Bella langsung menuju kamar mandi saat melihat jam menunjukan pukul lima empat puluh menit, artinya dia kesiangan dan Bella hanya sepuluh menit di dalam kamar mandi.
__ADS_1
Bella mengenakan pakaian dinas pendidikan khusus yang memang ada di kediaman orang tuanya, Bella langsung keluar dari kamarnya setelah rapih dan menuju meja makan.
''Umi boleh minta anter supir gak?? ''
ucap Bella sambil meminum susu yang di sajikan sengaja untuknya karena hanya Bella yang suka susu dan hanya susu tawar.
''Sama Abang saja di antarnya Deek. ''
jawab Fatih yang kebetulan menuruni tangga.
''Boleh Abang tapi sekarang yaa, karena jadwal Bella jam tujuh di kantor nya. ''
ucap Bella dan membuat Umi Nida menyiapkan bekal sarapan untuk dimakan dalam perjalanan.
''Makan di jalan berdua dan Umi sudah lebihkan sarapannya, Bella nanti suapi Abang kamunya. ''
ucap Umi Nida saat Bella menerima kotak makannya.
Bella dan Fatih langsung pamit pada Umi Nida saja karena Nenek dan Abi ada di halaman belakang sedang berolah raga ringan.
''Suami kamu memangnya belum bangun Deek?? ''
tanya Fatih saat melajukan mobilnya.
''Iya Abang dia masih tidur dan kalau nunggu bangun takut lama, ini hari pertama aku ke kantor. ''
jawan Bella sambil menyuapi Fatih makan.
''Kamu ada masalah sama suami kamu?? Jujur dan cerita sama Abang. ''
tanya Fatih dan Bella menggelengkan kepalanya.
''Jangan berburuk sangka, karena itu gak baik loh Abang dan lagian aku baik baik saja sama Satria. ''
jawab Bella sambil memakan sarapannya juga.
''Syuukur lah kalau gak ada, kalau sampai ada masalah jangan pernah membela suami kamu yaa, Abang merasa janggal saat kamu memilih melanjutkan kuliah kembali. ''
''Aku memikirkannya sejak lama dan sekarang mumpung mau ke kantor, mau membicarakan nya sama atasan aku Abang. ''
''Iyaa Deek Abang akan berusaha percaya sama kamu dan selalu memahami kamu. ''
Tidak ada obrolan kembali karena Bella sibuk makan dan menyuapi Fatih makan, hingga tidak terasa mobil yang di kendarai Fatih tiba di kantor dinas pendidikan, Bella langsung pamit dan memberikan kotak bekal kosong pada Fatih untuk di berikan pada Umi.
Fatih hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Bella dan langsung melajukan mobilnya menuju perusahaannya karena memang pagi ini sangat banyak sekali jadwal meeting, Fatih menjabat CEO di perusahaan Abi Riyan dan Fatih menolak saat Abi nya meminta Fatih menjadi Presdir.
.
.
__ADS_1
Bersambung......