
Di dalam kamar nya Bella terus merenung dengan tekad yang Eko perlihatkan, bahkan Eko seperti bukan remaja tapi seperti laki laki dewasa terlihat dari auranya.
Besok Bella akan berbicara baik baik pada Eko dan akan menanyakan keinginan anak itu, Bella gak mungkin menerima dan membalas perasaan Eko karena gak etis seorang guru dengan murid memiliki hubungan, semua bertentangan dengan kode etik nantinya.
''Eko......kamu ini anak yang nekad sekali, apa salah aku selama mengajar di kelas kamu?? Padahal aku selalu menyamakan semua nya, semoga besok ada titik temu untuk masalah Eko. ''
gumam Bella dalam hatinya sambil merebahkan tubuhnya di ranjangnya.
.
.
Pagi menjelang......
Tak terasa malam sudah tergantikan dengan pagi yang cerah, Bella memakai pakaian khas seorang guru dengan hijab yang senada baju atasannya, hari ini adalah hari kamis manis di sekolah dan para staff guru semua mengenakan pakaian santai dan bercorak sama hanya model pakaian yang membedakannya.
''Nanti siang Umi sama Abi akan berangkat ke Malang, ingat sayang pulang langsung pulang yaa karena Nenek di rumah sendiri. ''
ucap Sang Abi saat Bella duduk di kursi meja makan.
''Iya Abi dan Bella seperti biasa pulang nya gak akan sampai sore banget juga, ada keperluan apa Abi sama Umi ke Malang?? ''
ucap Bella sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
''Sebenarnya Abi ada pekerjaan dan mengajak Umi untuk menemani, sekalian disana berkunjung ke keluarga Umi juga. ''
ucap Sang Abi dan Bella mengerutkan keningnya.
''Jangan bilang kalian mau bulan madu lagi, awas ajah pulang malah ngasih adik buat Bella, Bella gak terima yaa. ''
tuduh Bella dengan nada merajuknya dan membuat semua tergelak mendengar peringatan Bella sedari dulu masih di ucapkannya.
''Bella Sayang, bukan Umi kamu yang kasih adik tapi kamu segeralah kasih cucu dan cicit untuk Nenek, Abang kamu gak bisa di andalkan kalau masalah pasangan selalu salah pilih. ''
ucap Nenek nya dan Bella hanya menghela nafasnya sedangkan Fatih yang di sindir malah acuh memakan makanannya.
__ADS_1
''Sudah jangan bahas jodoh di meja makan, Bella jadi gak mood makan nantinya. ''
ucap Bella yang mengalihkan ucapan nenek nya dan semua kembali memakan sarapannya hingga habis.
Bella langsung pamit dan menuju mobil yang akan dikemudikannya sendiri tanpa supir karena nanti siang dia akan bertemu dengan Eko di luar area sekolah dan area rumah Bella.
Sepanjang perjalanan Bella terus berdoa dalam hatinya agar Eko di berikan hidayah agar tidak mengganggunya dengan obsesi cinta padanya.
''Tuhan ikhlaskan hati saya untuk menerima apapun yang sudah engkau rancang dan engkau berikan untukku, karena sesungguhnya apa yang sudah engkau beri untuk saya, adalah sudah pasti yang terbaik untuk saya dan engkau adalah sebaik baiknya perencana, jika hatiku lemah kuatkanlah, jika hatiku sudah betul betul patah tolong luruskan lah. ''
doa tulus Bella dalam hatinya saat berhasil memarkirkan mobilnya di area parkir sekolah khusus guru dan Bella berdoa dalam hatinya agar Eko tidak berulah hari ini.
Bella keluar dari mobil sambil menenteng tas selempang dan tas jinjingnya, Bella langsung menuju ruangan guru untuk mempersiapkan materi pelajaran karena hari ini Bella hanya dua kelas mengajar dan memberikan pelajaran tambahan untuk anak kelas dua belas sehabis pulang sekolah anak anak nya.
Bella menyapa rekan sesama guru yang sudah tiba sebelum dia datang, Bella langsung menghidupkan leptopnya untuk memprint out kertas ulangan harian untuk anak didiknya.
.
.
Siang selanjutnya sangat tidak terasa untuk Bella, setelah memberikan pelajaran tambahan pada anak anak kelas dua belas Bella mendapatkan pesan dari nomer baru yang memberikan alamat restoran dan jam temu nya, Bella sudah menebak kalau Eko lah yang mengirim pesan padanya.
Bella langsung meninggalkan kelas dan menuju ruangan guru untuk merapihkan barang barangnya, jadwal temu dengan Eko hanya dua jam dari sekarang dan membuat Bella lega karena dia harus merangkai kata yang akan di ucapkan pada Eko nantinya.
''Restoran yang di pilihnya sangat mewah dan privasi, sebenarnya Eko itu siapa sih?? Begitu mudahnya mengungkapkan hati padahal aku gak layak untuk dia dan mudah mudahan aku gak goyah dengan semua tingkahnya. ''
gumam Bella sambil merapihkan barang barangnya dan memikirkan nama dan alamat restoran nya.
Bella langsung pamit pada rekan guru yang masih berada di ruangan, setelahnya Bella langsung menuju mobil yang terparkir, Bella langsung mengemudikan mobilnya setelah di rasa nyaman dengan duduknya.
Perjalanan empat puluh menit akhirnya Bella tiba di restoran, cukup jauh dari rumahnya dan dari lingkungan sekolahnya, Bella membawa tas selempang dan tas jinjingnya masuk kedalam restoran.
''Saya mau reserpasi meja atas nama Satria. ''
ucap Bella saat di sambut oleh pegawai yang menunggu di depan pintu masuk.
__ADS_1
Bella langsung di ajak menuju meja tujuannya dan ternyata berada di area belakang dan sedikit privasi karena hanya ada beberapa kursi.
''Silahkan Nona dan saya akan menyiapkan buku menu nya. ''
ucap nya saat tiba di depan meja pesanan Eko.
Bella langsung duduk dan membuka handphone nya untuk memberikan kabar pada Nenek nya kalau dia sedikit terlambat sampai rumah dan Nenek nya mengijinkannya membuat Bella bahagia karena sang Nenek selalu mendukung nya.
Sepuluh menit kemudian Bella tersentak saat suara lembut menyapanya dan alangkah kagetnya ternyata Eko yang duduk di hadapannya dengan stelan begitu pas melekat di tubuhnya.
''Maaf menunggu lama, tadi saya pulang dan bersiap dahulu di rumah. ''
ucap Eko dan Bella hanya mengangguk.
Pelayan langsung memberikan buku menu nya, Bella meilih makanan dan minumannya setelah Eko selesai memesan makanannya.
''Jadi......apa keputusan kamu Bella. ''
ucap Eko dan membuat Bella membulatkan matanya.
''Saya guru kamu Eko, sopan sekali panggilannya. ''
peringatan Bella dan Eko hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau tahu.
''Kita bukan di lingkungan sekolah dan terserah saya mau memanggil kamu dengan sebutan apapun, atau kamu mau saya panggil sayang?? ''
jawab Eko dengan nada menggodanya dan membuat Bella mendelik sebal.
''Protesnya nanti lebih baik kita makan yaa karena perut saya lapar sekali sekarang. ''
ucap Eko kembali saat Bella akan mengeluarkan suaranya.
Percayalah saat ini Bella benar benar menahan kesal dan marahnya pada laki laki labil di hadapannya, andai waktu bisa di putar ingin sekali Bella tidak masuk ke lingkungan sekolah dan Bella ingin bekerja di perusahaan keluarganya seperti yang Abi nya tawarkan beberapa bulan lalu saat Bella lulus sarjana.
.
__ADS_1
.
Bersambung......