
Tiga bulan berlalu......
Usia kandungan Bella saat ini tujuh bulan sedangkan Feni empat bulan, jenis kelamin anak Feni dan Fatih laki laki dan membuat semua keluarga bahagia karena akan ada sepasang bayi yang hadir di tengah tengah keluarga besar.
Setelah syukuran empat bulan kehamilan Feni, Bella selalu merasakan keram di perutnya hingga puncaknya Bella pingsan karena tidak bisa menahan sakit yang sangat pada perutnya.
Satria langsung membawa Bella ke rumah sakit dan ternyata, Bella mengalami kontraksi dan terpaksa harus melahirkan lebih awal, semua keluarga khawatir dengan keadaan Bella yang tidak sadarkan diri.
Bella langsung menjalani operai caesar untuk menyelamatkan bayinya dan Bella juga, Satria tidak di ijinkan menemani jalannya operasi dan dia menunggu dengan keluarga lainnya.
Umi Nida saat ini menangis terus dalam dekapan Abi Riyan, dia sedih melihat Bella yang tidak sadarkan diri dan takut terjadi apapun, Mamanya Satria bahkan menangis sesegukan karena Mamanya Satria yang menyaksikan Bella pingsan dan Mamanya Satria yang memeluk Bella.
''Kamu kuat Sayang aku yakin, kamu harus kuat demi aku Bella. ''
gumam Satria dalam hatinya sambil terdiam meneteskan air matanya.
Tangis bayi perempuan menggema di ruang operasi, Bayi Bella berhasil di keluarkan dan langsung di tangani oleh Dokter spesialias, sedangkan Bella langsung kembali di tangani hingga tiga jam kemudian Operasi berhasil.
Dokter keluar dari dalam ruang operasi dan menghampiri keluarga yang menunggu diluar ruangan.
''Operasi berjalan lancar, Keduanya selamat dan Bayi nya terpaksa harus di rawat di incubator karena berat badannya masih kurang dari normal, sedangkan Ibunya belum sadar dan sekarang akan di pindahkan ke ruang perawatan. ''
jelas Dokter dan membuat semua keluarga lega dan bahagia kalau Bella selamat juga Bayi nya.
Dokter langsung pamit untuk mempersiapkan kepindahan Bella menuju ruang perawatan, semua keluarga langsung melihat Bayi nya di ruangan khusus hanya Satria yang tidak ikut karena dia ingin menemani Bella di ruang perawatan.
''Kalian lihat Babby nya mewakili aku dan Bella, biar aku yang menemani Bella menuju ruangan rawatnya. ''
ucap Satria sambil berjalan mengikuti berangkar yang membawa Bella.
Kedua orang tua Satria dan Bella pun menyetujuinya karena mereka tahu kalau Satria ingin menjadi orang peertama yang di lihat saat Bella membuka matanya.
''Bagaimana keadaan Babby nya Dok?? Ada masalah gak?? ''
tanya Abi Riyan saat Dokter yang menangani Bayi nya Bella menghampiri ke luar area ruangan khusus Bayi.
''Bayi nya sehat semua organ dalam tubuhnya berfungsi dengan baik, bahkan Babby nya menangis kencang tadi, hanya berat badannya yang belum memenuhi standart Bayi baru di lahirkan, terpaksa harus di rawat di dalam tabung incubator sampai berat badannya norman. ''
jelas sang Dokter dan semua serempak mengangguk.
''Babby nya perempuan Dok?? ''
__ADS_1
tanya Umi Nida dan Dokter pun mengangguk.
''Babby nya cantik seperti Mamanya, ini ada resep obat yang harus di tebus untuk Babby dan susu khusus Babby premature juga agar gizi Babby nya terpenuhi. ''
jawab Sang Dokter sambil memberikan resepnya dan di terima oleh Abi Riyan karena paling dekat jarak nya dengan Dokter.
Setelah melihat keadaan Babby nya kedua orang tua Bella dan Satria memilih menuju kantin, sebelumnya ke bagian Farmasi rumah sakit untuk menebus obat yang di butuhkan Babby nya Bella dan kembali mengantarkan ke ruangan Babby.
Di ruangan Bella saat ini.....
Satria terus memperhatikan suster yang sedang memasangkan infus baru di tangan Bella, Bella.masih terlelap tanpa terganggu.
Setelah selesai dengan Bella, kedua suster langsung pamit dan Satria langsung duduk di samping berangkarnya Bella.
''Terimakasih karena kamu mau berjuang demi anak kita Bella, anak kita harus di incubator karena berat badannya belum normal. ''
ucap Satria sambil menggenggam tangan Bella.
Satria menunggu dengan setia dan satu jam kemudian Bella membuka matanya, membuat Satria bahagia sekali dan menunggu detik detik Bella membuka matanya dengan sempurna.
''Aku dimana Mas?? ''
lirih Bella yang masih belum menyadari dimana keberadaannya.
jawab Satria sambil beranjak menekan bell untuk memanggil suster.
Tak banyak menunggu akhirnya suster masuk bertepatan dengan kedua orang tua masuk sambil membawakan makanan untuk Satria.
''Infusnya sudah saya ganti baru Tuan dan tunggu habis baru di perbolehkan minum juga makan, nanti panggil suster jaga kembali kalau mau habis cairan infusnya. ''
ucap Suster dan Satria mengiyakannya.
Suster langsung pamit keluar dari ruangan dan kedua orang tua langsung menghampiri berangkar Bella dan Bella tersenyum melihatnya.
''Kamu baik baik saja kan sayang?? ''
tanya Mamanya Satria sambil menggenggam tangan Bella.
''Iya Mama, aku baik baik saja ko. ''
jawab Bella dan membuat Mama mertua juga yang lainnya lega.
__ADS_1
''Kamu tahu kalau anak dalam kandungan kamu harus di lahirkan cepat?? ''
tanya Umi Nida karena Bella tidak menanyakan kemana anaknya.
''Umi....saat aku pingsan semua sudah aku pasrahkan, mau selamat atau tidak semua urusan yang di atas, selamat alhamdulillah dan kalau engga aku pasrah juga ikhlas. ''
jawab Bella yang yakin dengan hatinya.
''Kamu memang memiliki hati yang begitu lapang Sayang, Babby kamu selamat tapi harus di rawat di dalam incubator karena berat badannya masih kurang dari normal Babby lahir. ''
ucap Mamanya Satria dan Bella hanya tersenyum.
''Kalian pulang saja biar Satria yang jaga Bella, besok pagi kesini lagi bawakan Satria baju ganti sama pakaian buat Babby juga. ''
ucap Satria dan semua orang tua nya mengiyakannya.
''Tadi Mama bawa satu tas Bayi dan sudah Mama berikan sama suster yang jaga di ruangan bayi, besok Mama ambilkan kekurangannya. ''
ucap Mamanya Satria dan Satria mengiyakannya.
Bella hanya diam dan tidak berniat berbicara karena saat ini perutnya terasa perih sekali, Bella sengaja tidak berkata apapun dan merintih dalam hatinya.
Setelah menyiapkan makanan untuk Satria, kedua orang tua Satria dan Bella pun pamit meninggalkan ruangan Bella karena sudah malam juga, Satria langsung menatap wajah Bella yang terlihat aneh menurutnya.
''Sayang kamu jangan menahannya, Mas tahu pasti perihkan luka bekas operasinya. ''
ucap Satria yang mengetahui kalau Bella menahan sakitnya.
Setelah Satria mengucapkan nya tangis Bella akhirnya pecah dan membuat Satria kalang kabut, Satria sampai memanggil suster karena istrinya kesakitan, suster langsung menjelaskannya karena memang pengaruh obat yang di infus makanya terasa perih.
''Sayang kamu kuat Mas percaya sekali. ''
ucap Satria sambil memeluk Bella dan mengusap punggungnya.
Bella hanya diam dan sesegukan sisa tangisannya, akhirnya Bella tertidur dan membuat Satria lega karena dia juga khawatir mendengar tangis Bella juga kesakitannya.
Bella jarang sekali terluka dan akan rewel kalau sampai tergorea sedikit saja, makanya Abi Riyan sangat protektif pada Bella karena dia tidak mau melihat putri kesayangannya menangis.
.
.
__ADS_1
Bersambung......