Ibu Guru Idola Ku

Ibu Guru Idola Ku
26. Akhirnya bersatu......


__ADS_3

Bella langsung menghampiri ke meja makan membuat Mama mertuanya mengerutkan keningnya karena terlihat terburu buru.


''Kenapa sayang?? Kaya di kejar kejar gitu. ''


tanya Mamanya Satria dan Bella hanya menggelengkan kepalanya tak lama Satria pun gabung makan siang.


''Satria besok temani Papa katanya jangan ikut Mama, karena disana acara wanita bukan pria. ''


ucap Mamanya saat Satria duduk.


''Aishh.....gak banget, pokonya Satria mau ikut saja Mama dan biarkan Papa sendirian. ''


tolak Satria dan Mamanya hanya mendelik.


''Nantinya kamu malah ganggu lagi dan Mama gak mau yaa Satria. ''


ucap Mamanya kembali dan Satria hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau tahu.


Bella memilih menyajikan makanan nya di atas piring Satria dan membiarkannya berdebat dengan Mama mertuanya karena bagi Bella itu gak penting, Satria anak yang ngeyel dan Mamanya keras kepala jadinya gak akan dapatkan titik temu.


''Maa.....lebih baik kita makan dulu yaa, kasian makanan nya kena omelan Mama. ''


cegah Bella melerai Mama mertuanya yang mengomel pada Satria yang terlihat cuek.


''Kamu membela suami kamu Sayang?? Tega sekali sih Sayang. ''


jawab Mamanya Satria dan Bella hanya menyengir karena Mama Mertuanya terlihat Mengejek ke arah Satria yang merasa menang di bela istrinya.


''Mama bikin malu saja, ayo makan saja Maa lebih baik dari pada ngomel. ''


ucap Satria sambil menyuapkan makanannya.


Bella langsung makan dan Mama nya Satria pun ikut makan, Bella merasa di sayangi sekali oleh keluarga Satria dari awal pernikahan, Mama juga Papa Mertuanya tidak pernah membedakan antara dia juga Satria.


Selesai makan siang, Bella dan Mama mertuanya memilih santai di halaman belakang sedangkan Satria memilih bermain game di ruang tengah.


''Sayang......kamu sama Satria menunda memiliki momongan yaa?? ''


tanya Mama nya Satria saat Bella menyuapkan buah buahan ke mulutnya.


''Mama kata siapa Bella menunda nya?? ''

__ADS_1


tanya balik Bella saat mendengar pertanyaan dari Mamanya Satria.


''Satria bilang pas Mama nanya, kamu belum ada tanda tanda hamil. ''


jawab Mamanya Satria dan Bella langsung melongo mendengarnya.


''Aishhh......anak itu mulutnya sangat ngarang sekali, mau hamil gimana kita aku saja belum pernah bermain ranjang dengan dia. ''


gumam Bella dalam hatinya dan tersenyum ke arah Mama mertuanya.


''Mama tahu kan masalah anak itu adalah di luar kuasa Bella dan Satria, Bella gak menunda nya ko mungkin memang belum di kasih kepercayaan saja sama Allah Maa, Bella minta doanya saja dari Mama. ''


ucap Bella dan Mama Mertuanya mengiyakannya.


''Pokonya Mama pengen cepet dapet cucu Sayang, biar rumah tambah ramai dan nanti kalian akan tinggal di rumah ini soalnya kalau udah punya anak. ''


ucap Mamanya Satria dan Bella hanya tersenyum.


Bella langsung pamit ke kamar untuk melaksanakan kewajibannya, Mama nya Satria pun ikut ke kamar juga untuk istirahat, Bella langsung ke kamar tanpa menoleh ke arah Satria padahal saat ini Satria sedang menatapnya.


Tiba di kamar Bella langsung membuka hijabnya lalu masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan setelahnya langsung mengerjakan kewajibannya.


Saat menatap ke arah Satria sambil melipatkan peralatan nya, Bella teringat dengan obrolan bersama Mama mertuanya dan akan menegurnya.


''Satria.....kamu apa apain sih, bilang ke Mama kalau aku menunda kehamilan, tega banget kalau bicara dan kenapa kamu ngasal kalau bicara. ''


protes Bella saat menghampiri Satria dan ajaibnya Satria hanya tersenyum melihat istrinya protes.


''Panggilnya yang sopan Sayang, jangan manggil nama karena aku suami kamu walaupun usia aku di bawah kamu. ''


jawab Satria dan membuat Bella mendelik lalu berbalik dari hadapan Satria namun Satria mencekalnya.


''Lepas Satria, kamu apa apaan sih. ''


protes Bella saat Satria dengan beraninya menarik Bella lalu memeluknya.


''Panggil aku dengan sebutan yang manis dong, jangan hanya manggil nama, ayo ucapkan. ''


pinta Satria yang tidak mendengar protesan istrinya juga rontaan dari Bella.


''Satria kamu jangan aneh aneh yaa, kamu yang minta ke saya senyaman nya mau manggil kamu apa, awas Satria lepas. ''

__ADS_1


''Itu kan sudah lama dan sekarang aku mau kamu manggil dengan sebutan yang manis. ''


Satria langsung menarik Bella lalu menjatuhkannya di atas ranjang, Satria langsung mengungkung tubuh Bella dan membuat Bella langsung terdiam menahan nafasnya karena merasa takut pada ulah Satria saat ini.


''Kamu tega ke aku saat Mama menanyakan masalah ranjang dan aku harus jawab, kalau aku belum pernah menyentuh kamu hanya sebatas memeluk kamu saat tidur, apa kata Mama coba?? makanya aku bilang kalau kita menunda punya anak karena aku sedang fokus ujian juga. ''


ucap Satria dan Bella langsung terdiam.


''Tapi sekarang aku mau memintanya sama kamu Sayang dan gak ada alasan kamu datang bulan karena itu sangat dusta loh. ''


ucap Satria kembali dan Bella menggelengkan kepalanya.


''Lepas Satria dan aku lagi gak mood buat memberikannya sama kamu. ''


tolak Bella dan membuat Satria langsung tersenyum menyeringai.


Dengan kurang ajarnya Satria mulai menyentuh Bella dan tidak menghiraukan saat Bella menolaknya, Satria bahkan membungkam mulut Bella saat Bella berbicara meminta di lepaskan.


Tangan Satria langsung mulai meraba apapun yang bisa di raba olehnya, Bella yang lelah meronta pun akhirnya terdiam dan cenderung menikmatinya karena tubuh dan hatinya sangat berlawanan saat ini.


Satria tersenyum sambil melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya dan tetap menghimpit Bella saat Bella akan melepaskan diri dari jeratannya.


''Kita mulai pesta siang ini Sayang, pokonya aku gak akan melepaskan kamu dan jangan sampai meronta menimbulkan keributan nantinya. ''


ucap Satria saat berhasil melepaskan pakaian yang melekat di tubuh Bella.


Mata Satria menggelap melihat tubuh indah istrinya dan Satria benar bener mengaguminya, Satria mulai memberikan sentuhan sentuhan kecil yang berhasil meloloskan suara indah dari bibir Bella yang merasakan tubuhnya di serang rasa yang belum pernah di rasakannya.


Bella memejamkan matanya saat merasakan sesuatu yang akan masuk kedalam inti tubuhnya, Satria yang di lapisi kabut gaiiiirah pun langsung menyatukan miliknya dengan sekaligus dan membuat Bella menjerit kesakitan lalu Satria langsung mencium bibir Bella.


Satria merasakan sesuatu yang sangat nikmaaaat menjalar tubuhnya padahal Satria belum melakukan apapun masih terdiam memberikan rasa nyaman pada inti Bella, setelah Milik Bella menyesuaikan nya Satria mulai dengan menggerakan pinggulnya.


Bella merasakan perih yang luar biasa namun sedikit demi sedikit berangsur dan rasa sakitnya berangsur hilang hanya rasa nikmaaat yang di rasakannya saata ini.


Di dalam kamar Satria pun saat ini menjadi semakin panas, karena Satria begitu menggebu melakukannya dan sahutan juga eraaaangan keduanya begitu terdengar sangat intim.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2