Ilmuwan RAJA IBLIS

Ilmuwan RAJA IBLIS
Chapter 9 : Reuni Keluarga


__ADS_3

...Chapter 9 : Reuni Keluarga...


...(Revisi Terbaru)...


Mereka berempat berada di ruang keluarga, Renner masih saja bersembunyi di belakang ksatria Iblis Suci, namun tidak ada yang keberatan.


“Tesla anakku.. maaf telah terlalu kasar padamu.. itu semua Ayah lakukan agar kekuatanmu bisa bangkit, dengan ini kamu sudah bisa ke Ibukota.”


“Tidak apa-apa yang lebih penting, seharusnya Saya yang meminta maaf" jawab Tesla


Volta terdiam "Kenapa kamu meminta maaf?”


“Saat Saya bangun tadi kalung hitam yang Ayah berikan lenyap seketika”


“Apa!!” kata Ayah berteriak sehingga terdengar di seluruh rumah


“Bercandamu tidak lucu Tesla” Volta tersenyum


“Aku tidak bercanda, kalung itu lenyap entah kemana”


“Apa!!” entah kenapa Volta terkejut kembali


“Bisa kamu jelaskan pada Ayah kenapa kalung itu bisa lenyap?” kata Volta menahan nafas


“Kalung itu lenyap tepat ketika saya bangun dan mendapat kesadaran” kata Volta menatap Ayahnya


“Anakku bukankah sudah ku bilang kalung itu bisa menyimpan energi sihir”


“Ya, aku ingat itu…”


“Energi yang disimpan kalung itu adalah energi dari monster, orang mati, ketakutan, keajaiban, sihir, dan lain lain, kalung itu menjadi wadah energi Ayah ketika masih berpetualang dengan Ibumu beberapa puluh tahun dulu”


“Ayah juga mendapat kalung itu dari Ayah, Kakekmu. Dia memberikan kalung itu sebagai hadiah pernikahan kami, dia juga cerita bahwa kalung itu menjadi wadah energinya selama perang berlangsung” kata Volta sambil mengingat kenangan bersama kalung itu


“Aku paham garis besarnya, intinya apa Ayah?” tanya Tesla, sejujurnya ia sudah paham, hanya untuk memastikan saja.


“Dikatakan bahwa kalung itu akan memberikan seluruh energi jika pemilik adalah orang yang pantas. Kalung itu sudah diwariskan dari 3 generasi. Generasi pertama adalah anak dari Jendral dan yang kedua adalah kakekmu dan yang ketiga adalah Ayah. Kalung itu benar-benar hal yang sangat penting bagi keluarga kita.” kata Volta


“Maaf Ayah, sekarang kalung itu malah lenyap entah kemana”


Volta berdiri dari kursi dan mendekati Tesla lalu memegang pundak Tesla dengan kedua tangannya.


“Akhirnya setelah ribuan tahun kalung itu menemukan orang tepat” kata Volta sambil menangis


“Kalung itu. Rasanya lebih pantas dia memilih Ayah, ia begitu berwibawa dan baik, kenapa malah memilih saya!. Saya adalah orang yang jahat! orang yang tidak memikirkan akibat dari perbuatannya. Dapat dengan mudahnya memusnahkan sebuah planet beserta isinya!”


“Ayah tidak mengerti kenapa kalung itu memilihmu, tapi yang jelas kata kakekmu ‘jika kalung itu sudah menemukan orang yang pantas, berhati - hati lah kedamaian dunia Raja Iblis akan segera berakhir’ gitu kata kakekmu, tapi siapa peduli dengan dunia ini, anakku adalah yang paling hebat ha ha ha ha”


“Saya juga tak peduli dengan kedamaian dunia.”


Volta tak mendengar apa yang dikatakan anaknya itu, ia begitu asik membagakan anaknya.


Tiba - tiba seseorang membuka pintu lalu masuk kerumah, ia berkata “Permisi, apa ada orang?”


Volta yang sedang asik membanggakan putra nya itu langsung berhenti dan bersikap berwibawa di depan orang tersebut


“Ehem, ada apa? kenapa kamu masuk tanpa izin!” kata Volta marah


“Maaf aku tak bermaksud untuk tidak sopan, hanya saja banyak orang telah menunggu di depan halaman rumah, dan aku disuruh memanggil dirimu.”


“Baiklah pergilah. Aku segera ke sana”


Orang tersebut pergi dan menutup pintu, segera Ibu Resis berdiri dari kursi dan berkata “Maaf, menurutku pembicaraan kita rahasia jadi aku menggunakan sihir hening ke rumah ini”


“Tidak apa-apa”


Volta memejamkan mata “Mungkin mereka berkumpul karena aura yang dipancarkan oleh Tesla, mereka datang untuk mengecek aura tersebut berasal dari mana.”


“Renner menantu ku. Berikan cincin yang diberikan Ibu ke suami mu”


Renner berkata “Tidak, Renner tidak mau memberikan cincin yang berharga ini kepada orang yang kepalanya bisa lepas dari badannya!” dengan nada anak kecil yang sedang marah kepada kakaknya


“Ibu tolong ya”


Ibu Resis mendekati Renner “Sayang. Boleh Ibu pinjam cincin itu sebentar?”

__ADS_1


Renner melepaskan cincin itu seakan seorang anak yang disuruh ibunya untuk melakukan sesuatu. Ibu mengelus kepala Renner “Anak yang baik.”


Cincin itu diam-diam dilemparkan Ibu selagi dia mengelus kepala Renner. Tesla hendak memakai cincin itu tapi ia terhenti ketika ada kakek tua yang muncul tiba-tiba disampingnya, ia memiliki jenggot panjang warna putih, wajahnya keriputan, matanya sipit sekali.


“Halo semuanya.”


“Ayah!?” kata Volta


“Ayah? siapa itu?, Hmm jika aku tak salah kamu ini adalah Volta anakku mungkin??”


“Aku memang anakmu, ingatanmu semakin memburuk Ayah.” Volta tertawa


Tesla berdiri “Ayah siapa kakek berjenggot panjang ini?”


“Dia adalah kakekmu.” kata Volta sambil melihat kakek


“Kakek masih hidup ya?”


“Siapa yang bilang aku sudah mati?. Ngomong-ngomong kenapa aku datang kesini?” tanya kakek pada dirinya sendiri


“Ayah tolong keluarkan aura milikmu… aku mohon”


“Boleh...” jawab kakek cepat


“Tesla pakailah cincin itu” kata Volta serius


Tesla memakai cincin itu dan segera aura nya lenyap seketika dan aura itu digantikan oleh aura sang kakek.


“Untuk sekarang kita selamat..." Volta menarik nafas lega.


Tanpa disadari siapapun Ayah dan Ibu Renner sudah duduk dari tadi ketika kakek sampai...


Volta terkejut “Sejak kapan kalian disini?”


“Jangan pikirkan kami, lakukan sesuatu pada kerumunan orang itu.” kata Ayah Renner


...***...


Volta segera keluar dari rumah ia langsung disambut oleh pertanyaan-pertanyaan yang sangat banyak, beberapa puluh orang berkumpul di halaman rumah.


“Aura apa ini Volta?”


“Kenapa aura itu tiba - tiba lenyap?”


“Apakah Raja Iblis ada di sekitar sini?”


“Ehem.. baiklah semuanya, aura itu milik Ayahku..”


Tiba - tiba semua orang terdiam “Jangan berbohong Volta, kami tahu bagaimana rasanya aura milik Kepala Desa (ayahnya Volta).”


“Maaf percuma saja berbohong dengan kalian.. itu adalah aura anakku yang baru saja membangkitkan kekuatannya.”


“Anakmu yang sangat jenius itu ya?”


Volta tiba- tiba bersujud dihadapan orang banyak “Aku mohon rahasiakan hal ini dari orang-orang, katakan bahwa aura ini milik Ay-”


Salah satu orang memegang pundak Volta hal itu membuatnya mengangkat kepalanya


“Kami paham maksudmu, tenang saja. Kita adalah keluarga bukan?”


Volta bangun dan membungkuk berkata “Terima kasih”


“Oh ya... katakan pada putramu untuk membuat buah berduri itu lagi. Buah itu sangat enak”


Semua orang tersenyum, mereka segera bubar dari halaman rumah. Volta masuk dan segera duduk


...***...


“Sudah lama tidak ada reuni keluarga seperti ini.” kata Volta senyum


“Volta siapa gadis yang bersembunyi dibalik ksatria putih itu?” kata kakek


“Dia adalah menantu dari cucumu, Ayah.”


“Cucu ku? apa aku sudah punya cucu? mungkin sudah?”

__ADS_1


“Cucu mu adalah anak laki-laki disana..." kata Volta sambil melihat Tesla


“Itu adalah cucu ku, istrinya begitu menggemaskan”


Kakek mendekati Renner, namun ksatria Iblis Suci menebas kakek dengan pedang apinya. Seketika ksatria putih itu lenyap tanpa sisa, Renner yang panik segera berlari ke arah Tesla kemudian duduk di pangkuannya


“Ayah kamu membuatnya takut” kata Volta


“Maaf-maaf” jawab kakek berhenti


“Tesla bawalah istrimu ke kamar” kata Ibu


Tesla berdiri dan Renner memeluknya dengan erat “Aku kesulitan bernafas”


Pelukan Renner semakin kuat, Tesla berusaha berjalan ke kamar dengan sekuat tenaga. Ibu Renner adalah adik dari Ayah Tesla, dengan kata lain ini adalah reuni keluarga untuk Keluarga Iblis Kegelapan.


“Kakak sudah lama kita tak bertemu..” kata Ayah Renner


“Ya sudah lama sekali..”


“Kalian datang karena merasakan aura kekuatan Tesla?” tanya Ibu Tesla


“Kami mengira aura itu milik salah satu Raja Iblis.. kenapa aura nya bisa begitu kuat?”


“Itu karena ka-”


“Kalung Tsundere itu sudah memilih! ha ha ha” kata Volta menyela


Mendengar hal itu Ayah Renner tiba-tiba berdiri mendekati Ayah Tesla dan mengajaknya joget “Akhirnya kalung yang malu-malu kucing itu memilih ya... aku senang sekali!”


“Mereka begitu akrab ya...” kata Ibu Renner


“Ya. Mereka tidak pernah berubah sejak pertemuan pertama” jawab Ibu Tesla


“Aku tak ingat kenapa berada disini, jadi aku akan pulang saja...”


Kakek berdiri, namun ia hanya berjalan beberapa langkah. Ibu Tesla dan Renner tiba-tiba menghentikannya.


“Tunggu Ayah. Kami ingin mendengar cerita petualangan Ayah” kata Ibu Renner dan Tesla secara kompak.


“Kalian ini... baiklah aku akan menceritakan kisah Ibumu yang mengizinkan Ayah untuk memiliki istri lagi.” kata kakek sambil berjalan kemudian duduk di sofa di ruang keluarga.


“Kami ingin mendengarnya” kata Ibu Renner antusias


“Ibu mu itu sangat mencintai Ayah, ia ingin menguasai Ayah sendiri. Tapi ketika kutukan dari keluarga nya menghilang ia begitu marah kepada Ayah hingga kami tidak tidur seranjang. Kutukan itu kembali lagi keesokan harinya, tentu Ayah menghilangkan nya lagi dan besoknya ada lagi, hingga ayah mendapat kesimpulan kutukan itu tidak akan pernah menghilang apabila perasaan Ibumu masih belum merestui Ayah.


Bahkan ketika Ibumu sudah mati, kutukan itu masih ada. Tapi pada akhirnya ia mengizinkan ayah untuk menikah lagi, saat Ayah menyelamatkan orang lain, kutukan itu menghilang dengan sendirinya.” kata kakek sambil memejamkan mata mengingat kenangannya bersama istrinya dulu


Ibu Tesla dan Renner mendengarkan dengan penuh hikmah, ya walaupun mereka sudah mendengar cerita itu jutaan kali


“Baiklah bagaimana cerita ketika Ayah melawan keluarga Pasukan Iblis sendirian” kata kakek antusias


“Ayah tidak ada lagi Keluarga Pasukan Iblis, Iblis Suci. Sekarang mereka telah mengubah namanya”


“Ya, itu maksudnya, Iblis Suci.”


Kakek bercerita banyak hal tentang petualangan masa lalu nya, sementara Ayah Tesla dan Ayah Renner membahas tentang petualangan mereka dengan Raja Iblis Hades.


...***...


Sementara itu di kamar sedang terjadi hal yang lucu, Tesla dan Renner bagaikan pasangan suami istri yang sedang bertengkar karena hal tak penting


“Renner...”


“Bodoh, Tesla bodoh” kata Renner yang bersembunyi di belakang ksatria Iblis Suci


Tesla menyiapkan koper dan ia menyiapkan pakaian untuk pergi ke Ibukota, “pakaian dalammu yang mana harus dibawa?” kata Tesla sambil menunjukan pakaian dalam milik Renner yang berwarna pink


Renner dengan sigap mengambilnya “ini adalah pakaian dalam favoritku!”


Tesla mendekati Renner “Ayolah berikan agar aku bisa cepat menyiapkan pakaian kita” kata Tesla dengan senyuman


“Tidak mau, aku tidak mau menyerahkan nya pada orang yang suka mencopot kepalanya sendiri!” kata Renner dengan kesal, ekspresinya begitu imut.


Mereka berdua begitu dekat, tapi kenapa Tesla tidak menunjukkan emosinya?

__ADS_1


Mungkinkah ia menahan emosinya?


...*** Bersambung ***...


__ADS_2