
Chapter 21.4 : Penculikan Bagian 2
"Jangan meremehkan Aku Patron!"
"Hoho Philip apa kamu masih melawan?, tumben..."
"Aku hanya tak ingin kamu menyentuh kedua perempuan ini!!"
"Hahaha (tawa jahat)" Patron sedang berada di atas angin tidak ada yang bisa mengganggu kesenangan nya sekarang.
Keempat ninja dilepaskan efek psikologisnya oleh Ra dan kakak-adik tersebut bersembunyi di belakang Philip.
"Kamu sekarang berlagak seperti pahlawan ya!"
"Sialan kamu! Fireball!"
Sebuah bola api keluar dari tangan Philip dan mengarah kepada Patron, namun sebelum sampai bola api itu terhalang perisai yang telah dibuat di sekitar dirinya.
"Sihir api tahap biasa(1) mana mungkin bisa menggores perisai ku Philip..."
Para ninja mundur dan meninggalkan Tuannya sendirian, mereka pergi agar tidak melihat kekejaman yang akan dilakukan Tuan Patron.
"Shot Water!"
Tembakan air keluar dari tangan kanan dan kiri Philip secara terus menerus, Ia hanya berusaha untuk mengulurkan waktu agar dapat berpikir.
"Philip!, keluarkan sihir milikmu yang paling"
"Diamlah!"
"Kamu tahu kan perisai yang Aku buat tidak akan tergores dengan sihir lemah seperti itu!"
Patron perlahan mendekat dan menatap Philip dengan penuh amarah
"Aku tidak suka bertarung dengan orang yang tidak serius!, keluarkan sihir mu"
Philip dicekik olehnya hingga sedikit terangkat ke udara, Ia hanya bisa berusaha melepaskan tangan Patron dengan kedua tanganya sekuat tenaga.
"Lepas-kan!,lepas-"
Philip sudah berada di ambang batasnya, Ia merasa beberapa detik lagi akan mati...
"KAMU!! BERLUTUTLAH!!"
Patron melepaskan tangannya dari leher, tubuhnya seakan tidak mau bergerak sesuai pikirannya.Perlahan-lahan Patron terduduk
"Apa yang kamu lakukan dasar Demi Human!!"
"DIAMLAH!, CEPAT BERLUTUT!"
"Ka--mu ap--"
Patron tidak bisa menggerakkan mulutnya lagi dan tubuhnya perlahan-lahan berlutut pada Ra.
"Kakak jangan memaksakan dirimu" kata Ri yang melihat keadaan tubuh kakaknya yang semakin panas
Philip menghirup udara dengan tergesa-gesa, hampir saja Ia mati tadi.Sebenarnya Philip tidak bermaksud meremehkan Patron hanya saja dia belum belajar tentang sihir tahap menengah(2), dan diatasnya.
Elemen yang dikuasainya hanya lah air, dan yang di bisa di pakainya adalah petir, api, dan air.
"Ra matamu mengeluarkan darah!" Philip spontan mengatakan hal itu ketika melihat darah yang mengalir keluar dari matanya
"Kakak!!" Ri segera memeluk kakaknya itu dan menangis
"Hiks hiks jangan memaksakan dirimu..."
Perlahan Ra menatap adiknya dengan senyuman
"Cup cup jangan menangis kakak ada di sampingmu..."
Ra masih bisa terlihat tenang meskipun keadaanya yang sedang Dihadapi begitu genting
"Kakak..."
"Uhuk.. uhuk.."
Darah keluar dari mulutnya namun senyummu masih saja dipertahankan untuk adik kesayangannya itu.
Philip segera membuat beberapa clonenya dan mulai mengeroyok Patron dengan serangan fisik.
"Kalian berdua, lari lah... Aku akan mengulur waktu"
"Tapi..." kata Ra
"Lari!, jika dibandingkan dengan Aku, kalian berdua pasti sangat penting bagi Yang Mulia.
"Jangan pikirkan Yang Mulia, bagaimana dengan dirimu sendiri..." kata Ra
"Tenang saja Aku akan bertarung habis-habisan melawan bangsawan brengsek ini!"
Ri dengan spontan membawa kakaknya pergi dari kamar dan menuju pintu belakang, efek psikologis yang pada Patron seketika hilang saat Ra dibawa pergi
"Tak ku sangka perempuan itu bisa memakai sihir psikologis..."
Patron bangkit dan menunjukkan amarah pada ekspresi wajahnya
"Jadi kamu mau bertarung habis-habisan dengan Aku..."
__ADS_1
"Seorang laki-laki tidak akan menarik kata-katanya!!"
Ketiga clone menyerang secara bersamaan, ada yang mengeluarkan elemen petir, api dan air.
"Entah kenapa Aku semakin kesal padamu Philip" dengan suara yang semakin berat
"Kamu begitu meremehkan Aku!!"
Patron mendekat kemudian mengarahkan tangan kanannya pada Philip, sebuah perisai tiba-tiba muncul di sekitar nya dan mulai menyempit
"Akan Aku remuk kan tubuhmu hingga ke tulang-tulangnya!"
Perlahan-lahan perisai menyempit membuat Philip sulit untuk berbicara
"Sepertinya perlawanan mu akan berakhir di sini"
"HIYA!!"
Philip melompat dari belakang sambil menebaskan pedang yang aliri listrik.
"APA!"
Dengan spontan sebuah perisai yang mengeluarkan aura gelap tiba-tiba menghalang serangan itu
"Huh ternyata yang asli ada di belakangku ya, ya tadi itu hampir saja"
Philip melihat perisai itu dan berkata dalam hatinya
"Sudah ku duga ada pedang sihir di bawah kasur, itu sangat berguna di saat begini...
Tapi perisai itu mengeluarkan aura gelap yang artinya!"
Pedang sihir itu diletakkan oleh Ra untuk jaga-jaga jika ada penyusup yang masuk ke kamar, Ri tidak mengetahui tindakan kakaknya yang begitu protektif terhadap adik kesayangannya
Perisai segera melenyapkan clone, Patron berbalik dan menggunakan cara yang sama pada tubuh yang asli.
"Tunggu dulu!"
"Ada apa, apa kamu ingin menyampaikan kata-kata terakhir"
"Apa Tujuan menculik Ra dan Ri?!"
"Hah! siapa yang mau jawab pertanyaan kamu!"
Patron melesat dan hendak memukul nya, namun geraknya tiba-tiba terhenti
"Aku punya informasi berguna tentang Yang mulia..."
"Apa itu..."
"Lebih baik kamu mengurungkan niatmu untuk menculik Ra dan Ri dan juga untuk membunuh diriku..."
Aura nya saja begitu kecil hingga Aku tak bisa merasakannya hahaha, dia bukan tandingan Aku yang sekarang!"
"Memang benar, tapi dia mempunyai Roh pelindung yang sangat kuat!, kamu tidak akan sanggup melawan nya...
Jika dia tahu Aku mati dan kamu berbuat sesuatu pada Ra dan Ri maka tentu wilayah perbatasan ini akan rata dengan tanah!"
"Omong kosong!"
"Aku tidak sedang mengancam kamu tapi hanya memberitahu kenyataan yang ada!"
Philip mengira ada Roh pelindung di tubuh Tesla karena melihat kepribadiannya yang tiba-tiba berubah, sejujurnya dia tidak percaya dengan keberadaan roh pelindung, Ia hanya berusaha membual pada Patron untuk mengulur waktu agar kakak-adik itu bisa kabur menjauh.
Patron terdiam sebentar dan tertunduk
"Aku terpikir ide yang sangat bagus..."
"Apa maksudmu!?"
"Kamu akan jadi pengirim berita yang bagus untuk Yang Mulia!"
Plak!...
Patron mulai memukul-mukul wajah Philip tanpa henti, di lanjutkan dengan mencekiknya namun dilepaskannya sebelum dia mati.
"Sia-"
Patron kembali mendekati nya dan kali ini ia menginjak-injak kepalanya
"Hahaha, ketika Yang Mulia melihat dirimu babak belur begini pasti dia akan sangat marah..."
"Jadi itu renca-"
Plak!...
"Hah rasanya sakit sekali, tapi Aku sangatlah lemah, tidak ada motivasi untuk melawan dirinya, mengulur waktu untuk Ra dan Ri saja sudah cukup.Semoga kalian berdua bisa menemui Yang Mulia..."
"Cih!, jangan pasrah ketika ada orang memukulmu!"
Patron mengangkat Philip dan melemparnya ke dinding, wajahnya sudah babak belur dipukul oleh Patron.
"Dasar!"
Patron berjalan keluar dari kamar namun langkah terhenti
"Pa-tron A-ku belu-m kalah!" suaranya terhenti-henti karena tubuhnya sudah tidak kuat dengan seluruh pukulan yang diberikan tadi
__ADS_1
"Uhuk uhuk" Ia melihat darah di tangan nya, kesadarannya perlahan mulai menghilang.
Walaupun kabur, terlihat para ksatria sedang mendekati dirinya.
"Kamu akan menyesal jika menyentuh kedua gadis itu...!" kata Philip dengan suara serak dengan keadaan yang setengah sadar
Philip dibawa ke kediaman Patron dan Ia dikirim ke Yang Mulia yang berada di Ibukota dengan kereta kuda, beberapa ksatria ikut untuk menjaga
"Oh Raja Iblis tolonglah selamatkan Ra dan Ri, jangan sampai Ia di sentuh oleh bangsawan itu...!" Philip berdoa dalam hatinya.
Dunia Raja Iblis tidak mengenal istilah Dewa/Tuhan yang ada hanya Raja Iblis.
...
"Berhenti adikku"
Ri berhenti di sebuah pohon yang ada di tengah padang rumput luas, Ia menurunkan kakaknya itu.
"Kita sudah cukup jauh dari penginapan"
"Benar"
Ra membersihkan darah yang mengalir di matanya, suhu badan nya mulai normal kembali dan energi sihirnya sedikit terisi.
"Maaf kakak"
"Untuk apa?..."
"Aku meninggalkan Tuan Philip tanpa persetujuanmu... Aku tahu kakak mencintai dirinya..."
Ra tersipu malu dan mendekati adiknya dan mengelus kepalanya
"Tidak apa-apa Tuan Philip adalah laki-laki yang kuat pasti dia bisa menahan Tuan Patron, ayo kita segera pergi ke Ibukota untuk mengabari Yang Mulia"
Mereka berjalan perlahan menuju Ibukota, namun tidak disangka-sangka ada 2 ekor kuda sedang beristirahat di bawah antara pepohonan yang berada di depan mereka.
"Kakak apa itu kuda?"
"Iya! itu kuda, Raja Iblis Hades terima kasih telah memberikan kami tunggangan ini" kata Ra spontan
Mereka berdua diam-diam mendekat dan berbicara berbisik agar tidak membangun kedua ekor kuda itu
"Tapi kenapa ada bisa kuda di sini?"
"Ini adalah pertolongan Raja Iblis pada hambanya" kata Ra tersenyum
"Kakak bukankah di sebelah bukit ini adalah wilayah kekuasaan Tuan Philip?"
"Iya kamu benar..."
"Tapi bagaimana cara kita agar dapat menunggangi mereka?"
"Tenang saja sihir psikologis kakak bisa cukup untuk mereka jinak!" kata Ra dengan bangga
{Bagi yang tahu kuda itu dari mana koment ya, sertakan juga alasannya juga (selasa 17-08-2021)}
"Kedua kuda yang ada di sana!, beri kami tumpangan menuju Ibukota"
Kuda terbangun dan tubuhnya bergerak sendiri menuju kakak-adik itu, Mereka pergi ke Ibukota dengan cepat karena efek psikologis yang diberikan oleh Ra pada kedua ekor kuda tersebut.
Tak lama kemudian...
"Tunggu adikku..."
Kuda tiba-tiba berhenti, hal itu membuat Ri terkejut
"Ada apa?"
"Lihatlah di depan..." sambil menunjuk dengan tangan kanannya
"Itu!!"
"Pelindung tahap Iblis..."
"Kenapa ada di sana!?"
"Itu adalah perbatasan wilayah Patron dengan tanah bangsawan di Ibukota"
Tak lama kemudian terdengar suara kereta kuda yang melesat begitu cepat.
"Huh ternyata kalian memakai kuda ya... pantas saja bisa cepat sampai ke sini..." Patron turun dari kereta kuda tadi
"Kamu sudah tahu bahwa kami akan kabur ya!!" kata Ri
"Tidak, Aku hanya bersiap dengan kemungkinan terburuk saja"
"Dasar bangsawan brengsek!"
"Hahaha nona-nona ayo ikut Aku naik ke kereta kuda ini baik-baik..." Patron tersenyum
"Tidak mau!!" kata Ri
"Nona yang di sana... kamu adalah kakaknya ayo masuklah dengan baik tunjukan contoh pada adikmu itu..."
"Lebih baik Aku mati daripada harus menaati perintah kamu lagi!!" kata Ra
"Ini lah sebabnya aku benci Demi Human!! tidak ada yang mau mendengarkan diriku!!"
__ADS_1
Bagaimanakah kisah selanjutnya...