
Belum di revisi.
Chapter 23 : Pembawa Kabar Buruk
Tesla berjalan di kegelapan malam, Ia bahkan tidak tahu bahwa hari sudah tengah malam.
"Yang Mulia, sebaiknya anda memakai pakaian dulu"
"Tidak perlu"
Seperti inilah sikapnya yang tidak berubah walaupun sudah pindah ke dunia lain.Saat di bumi sering kali dirinya mengabaikan hal-hal di sekitarnya yang dianggap tidak penting, dia juga keras kepala dan sangat teguh pada keputusan nya.
"Oh..."
Tesla melihat seorang perempuan manusia serigala sedang dibawa oleh para ksatria penjaga karena mengganggu ketenangan publik, sebenarnya dia tidak bisa membedakan yang mana kakak (Ra) dan yang mana adik (Ri)
"Huh apa yang sedang terjadi di sini!"
Para ksatria terkejut dan segera memberi hormat pada Yang Mulia.
"Yang Mulia... perempuan demi human ini berteriak dengan sekuat tenaga untuk memanggil Anda, kami akan segera membereska-"
"Tidak, lepaskan dia dan bawa ke ruangan ku"
Tesla berjalan kembali ke perpustakaan, Ri yang sudah tidak kuat lagi berteriak akhirnya dibawa ke ruangannya, dirinya bahkan sudah tidak kuat untuk berdiri dan berjalan, para ksatria membawa nya perlahan ke ruangan
...
"Jadi... ada apa denganmu?"
"Yang Mulia..."
Ri mendengar suara Tesla namun tidak ada sisa tenaganya untuk berbicara, Ia juga merasakan kesakitan akibat kakinya yang terkilir, perlahan pandangannya redup dan dia pingsan di hadapan Tesla di ruang perpustakaan.
"Oi..."
"Apa yang terjadi di sini?, jika dilihat dari kondisi fisiknya sepertinya dia baru saja bertarung dengan seseorang, hah... apa yang terjadi, baru saja Aku merasakan kesenangan dan tiba-tiba ada masalah seperti ini!"
Tesla berdiri dan menyimpulkan buku-buku yang berserakan di lantai, sepertinya dia sedih karena belum mendapat informasi yang dia inginkan.
"Setelah banyak buku yang kubaca, ternyata hanya menceritakan hipotesis dan pendapat-pendapat dari orang-orang bodoh yang tidak berguna! tata bahasa mereka begitu buruk, tulisannya seperti perasaan pribadi mereka sendiri!, ini mungkin salah satu sebab tidak adanya kemajuan teknologi di dunia ini"
Dia berbicara sendiri dalam hatinya dengan rasa kesal terhadap buku-buku yang dibacanya, dia bahkan sudah lupa bahwa ada seseorang di ruangan itu.
"Yang Mu-lia"
Tesla menoleh tanpa merespon, dia baru ingat ada Ri di sana, pikirannya hanya terfokus pada hal-hal yang penting saja, dalam kata lain dia tak peduli dengan kedatangan Ri yang datang dengan keadaan menyedihkan
"Oh apa kamu sudah bangun..."
Ia mendekat dan segera duduk di dekatnya
"Yang Mu-lia, kak-ak di culik oleh Tuan Patron"
Setelah mengatakan hal itu Ri kembali pingsan karena dia masih belum memiliki cukup tenaga untuk bangun, tubuhnya kekurangan energi, bisa dipastikan Ia tidak akan bisa bangun untuk beberapa jam karena tubuhnya sedang mengisi tenaga.
"Patron?! jadi kamu adalah Ri adiknya Ra, kakakmu di culik olehnya. tunggu! kenapa dia melakukan hal itu?"
Tesla berdiri dan keluar dari perpustakaan menuju pengawal pribadinya Kant
"Kant apa kamu bisa memanggil dokter atau mungkin membeli obat untuk perempuan itu?"
Kant bersujud memberi hormat
"Yang Mulia saya tidak mengerti dengan apa yang Anda maksud... kalau obat mungkin kita bisa mendapatkannya jika itu adalah kehendak Yang Mulia"
"Ternyata di dunia ini tidak ada dokter, tidak. Mungkin saja namanya berbeda"
"Bawa orang yang bisa memeriksa keadaan perempuan itu dan beli obat untuknya"
"Baik"
...
Kant segera pergi untuk mencari seorang wali makam dan membeli beberapa botol potion penyembuh tingkat tinggi.
"Permisi"
Ia masuk ke dalam makam dan di sana hanya ada beberapa orang yang sedang berdoa, mereka spontan melihat ke arah Kant dan berhenti berdoa
"Apa Wali makam ada?"
"Mereka sudah pulang, tapi ada satu yang baru saja meninggalkan tempat ini, mungkin dia belum jauh" kata salah satu orang yang berdoa
"Terima kasih banyak..."
Dengan segera Kant mencari di sekitar makam, Ia juga bertanya kepada toko-toko yang masih buka, hingga dirinya melihat seseorang yang memakai pakaian seperti Wali makam (pakaiannya seperti pendeta) sedang berjalan di jalan sendirian.
"Permisi"
Kant berlari mendekat
Wali makam itu memakai kacamata bening, wajahnya tampak senang ketika dipanggil oleh Kant, dia tersenyum kecil kemudian berbalik untuk melihat siapa yang memanggil dirinya.
"Ya Aku Wali makam yang berbakat dalam sihir penyembuhan..."
"Saya meminta bantuan! sepertinya Anda adalah orang yang tepat"
Kant menundukkan kepalanya, hal ini memang harus dilakukannya karena apabila mengatasnamakan Yang Mulia maka tentu mereka akan menolaknya mentah-mentah kecuali jika diminta secara baik-baik.
Wali makam tidak terikat dengan segala kebijakan pemerintah, mereka hanya menjalankan tugas untuk membuat para hamba bisa menyembah Raja Iblis dengan aman dan bebas.
"Bawa Aku ketempat Yang Mulia"
"Terima kasih banyak..."
Kant membawa Wali makam itu ke jalan yang sepi dan arah yang berbeda dari tempat Yang Mulia.
"Hiya!"
Tiba-tiba dia mencabut pedangnya berbalik dan meloncat ke belakang hendak menebas.
"Apa!"
__ADS_1
Wali makam mengelak mundur
"Siapa kamu!"
"Jadi kamu sudah tahu ya..."
"Aku tidak bilang soal Yang Mulia, bagaimana kamu bisa tahu! apa kamu mata-mata!"
"Hehehe benar Aku adalah mata-mata!"
"Apa! kenapa kamu mengaku dengan begitu mudah!?"
"Karena sudah ketahuan saya akan pamit undur diri dulu"
"Sialan! jangan kabur!"
Wali makam itu segera pergi meninggalkan Kant dengan sangat cepat hingga dia bahkan tak melihat jejaknya lagi
"Bagaimana ini, rasanya akan berbahaya jika Aku meminta bantuan lagi pada orang asing, bisa saja mereka semua adalah mata-mata"
...
Kant pergi menuju toko yang masih buka, hiburan malam yang dipenuhi oleh orang-orang mabuk dan wanita-wanita malam, dia masuk dan membeli minuman kemudian duduk di dekat bartender wanita yang hanya memakai pakaian dalam berwarna hitam
"Permisi, nona.Apa kamu tahu toko obat di sekitar sini?"
Wanita itu tiba-tiba mendekati Kant karena tertarik akan pertanyaan nya
"Sudah tutup semua... Tapi saya punya beberapa potion jika kamu mau..."
"Jual potion itu padaku!"
"Sepertinya laki-laki ini sangat membutuhkan potion ini... Hehehe ini adalah kesempatan yang bagus, jika Aku jual dengan harga yang terlalu tinggi, sepertinya dia tidak mampu membeli"
Kant sebenarnya berniat untuk memperkecil jumlah uang yang Ia bawa, karena biasanya toko obat tidak akan memiliki uang kembalian jika nilainya satu keping emas kuningan
"Tapi ini tidak murah" kata Bartender dengan senyuman yang seakan meremehkan, dia yakin Kant tidak akan sanggup membayarnya
"Berikan saja padaku, akan ku bayar mahal!"
Bartender itu mengeluarkan 2 botol berwarna biru muda di saku bajunya.
"Ini adalah potion tingkat tinggi, mungkin harga nya 10 perak tapi untukmu Aku jual 20 perak per botol..."
"Bagaimana? Aku yakin kamu tidak akan punya uang sebanyak ini!"
Tiba-tiba saja Kant mengambil 2 botol tersebut kemudian meninggalkan koin emas kuningan di atas meja
"Kembaliannya ambil saja!"
Bartender itu terkejut melihat koin emas kuningan yang di berada di atas meja, dengan segera dia mengambilnya dan menaruhnya ke dalam saku agar orang lain tidak melihat nya
"Laki-laki itu... Sepertinya kami memiliki target baru" dia tersenyum kecil
Kant segera menuju ke perpustakaan, setidaknya ia menemukan potion, jika dia tidak membawa apa-apa mana mungkin dirinya berani kembali.
...
"Yang Mulia"
"Apa ini?"
"Itu adalah obatnya yang mulia, potion tingkat tinggi"
"Potion?"
"Mungkinkah potion ini dapat menyembuhkan segela penyakit dan luka seperti di dalam novel-novel fantasy?, ini menarik..."
"Berikan satu botol pada nya sisa nya serahkan padaku"
"Baik"
Kant mendekati Ri dan memberikan potion secara perlahan kepadanya, perlahan bekas-bekas luka dan kakinya yang terkilir mulai sembuh, Tesla hanya termenung melihat reaksi dari potion itu
"Dunia ini benar-benar dunia fantasi!!, dimana logikanya!"
Ri yang setengah sadar belum bisa sehat sepenuhnya, karena potion itu hanya menyembuhkan penyakit dan luka saja bukan memulihkan energi sihirnya, padahal dia hanya kecapekan karena energinya tersisa sedikit
"Yang Mulia!"
"Ada apa?"
"Ri belum sadarkan diri setelah diberikan potion tingkat tinggi ini!"
"Eh? bukankah hal itu wajar?"
"Tidak! hal ini tidak wajar sama sekali, potion itu adalah potion tingkat tinggi seharusnya Ri seketika sembuh setelah meminumnya"
"Mungkin saja dia kecapekan?"
"Saya juga berpikir demikian, mungkin energi sihirnya terserap oleh sesuatu..."
"Ada sesuatu yang bisa menyerap energi?! apa maksudmu itu?"
...
Tampaknya Tesla penasaran apa yang dikatakan pengawal pribadinya itu, dia tak tahu ada sesuatu yang bisa menyerap energi sihir padahal dalam hukum fisika hal itu tidak mungkin terjadi, energi sama dengan massa yang di kali kecepatan cahaya pangkat dua (E\=MxC²)
Kalau ada yang bisa menyerap energi pasti bisa juga menyerap benda atau mungkin membengkokkan ruang dan waktu ; contohnya seperti lubang hitam
...
"Energi sihir itu seperti air Yang Mulia, hanya saja jika air selalu bergerak ke tempat yang lebih rendah, energi sihir selalu bergerak ke atas"
"Bagaimana cara membedakan energi sihir yang tinggi dan rendah?"
"Biasanya energi yang lebih tinggi akan berwarna lebih gelap dari yang yang lainnya, dan jika energinya semakin cerah berarti banyak mengandung energi kehidupan"
"Energi kehidupan?"
"Iblis suci memiliki energi sihir yang berwarna putih yang artinya energi sihir mereka begitu banyak mengandung energi kehidupan"
"Jadi itu adalah alasan kenapa mereka dapat memanggil sebuah pasukan..."
__ADS_1
"Benar"
"Jadi bagaimana Ri bisa terserap energinya?"
"Jika ada energi sihir yang sedikit lebih tinggi di dekatnya dan dia terlalu dekat maka tentu energi sihirnya akan terserap"
"Begitu ya, mari kita buktikan apa yang kamu katakan!"
...
Tesla dan pengawalnya itu menuju ke gerbang Ibukota dengan segera, dia sekarang telah mengenakan pakaian bangsawan nya yang berwarna merah.
"Dimana kuda yang membawa perempuan itu?"
Para ksatria penjaga bersujud memberi hormat, salah satu dari mereka berbicara
"Disana yang mulia, tapi kuda itu sepertinya terkena efek psikologis, dan energi sihir yang berada di sekitarnya cukup tinggi, mohon untuk berhati-hati Yang Mulia"
Tesla mendekati kuda yang ditunjuk oleh ksatria itu, anehnya kuda itu hanya berdiam diri saja seperti menunggu untuk di tunggangi.
Perlahan-lahan Ia mendekat, sebenarnya di dunia lamanya yang namanya hewan atau tumbuhan alami begitu sulit ditemukan, jadi bisa dikatakan bahwa Tesla hanya takut mendekati hewan alami, karena selama hidupnya dia hanya melihatnya secara hologram
"Yang Mulia, ada apa langkah kaki anda melambat?"
"Tidak ada apa-apa"
"Tenanglah diriku!, ini hanya hewan bukan makhluk buas, tapi tetap saja menyentuhnya membutuhkan keberanian"
Dengan perlahan Tesla menyentuh kuda dengan tangan kanannya, dan tiba-tiba energi sihir dari efek psikologis terserap dengan cepat, kuda tiba-tiba menjadi liar tapi tetap berada di sekitar gerbang.
Spontan Tesla mundur seperti orang yang bersiap menerima serangan
"Yang Mulia??" Kant terheran dengan sikap Tuannya itu
"Mmm sepertinya ada orang yang memberikan efek psikologis kepada kuda itu dan energinya sangat tinggi sehingga dapat menyerap energi Ri" Tesla berusaha mengalihkan topik agar ketakutan yang dialaminya tidak ketahuan
"Sepertinya begitu, tapi tampaknya energi dari efek psikologis itu jauh di bawah energi Anda Yang Mulia"
Kant dan para ksatria bersujud untuk memuji Tesla
"Hidup Yang Mulia, sungguh hebat energi sihir yang Anda miliki"
"Ehem, baiklah Aku akan kembali ke perpustakaan"
Tesla sebenarnya tidak tahu harus bersikap apa ketika orang memujinya, dulu dia hampir tidak pernah mendapatkannya, semua orang hanya mengejek dan mencemooh perkataannya, Kant mengikutinya dari belakang, dan dia sedikit tersenyum melihat sikap Yang Mulia ketika dipuji oleh rakyatnya.
...
Ri terbangun di sebuah penginapan yang cukup mewah, hal yang pertama kali dia dengar adalah perdebatan Tesla dengan Istrinya.
"Sayang! kenapa kamu membawa perempuan ini lagi ke kamar? Aku kira tadi hanya kita berdua yang berada disini!"
Tesla membawa Istrinya dan Ri ke penginapan terdekat, karena dia juga tidak tega melihat Renner yang tidur di lantai, ya walaupun rasanya hal itu sudah terlambat karena saat dia di pindahkan ke penginapan Istrinya itu malah terbangun dan melihat Ri.
"Tenanglah Ak-"
"Apanya yang Tenang! sudah kuduga kamu menyukai kedua perempuan itu kan!"
"Tidak!"
"Jangan bohong!, apa mungkin kamu menyukai perempuan bertelinga serigala?"
"Tidak Aku tida-"
"Sayang!"
Tiba-tiba Renner memeluk suaminya, awalnya biasa saja namun perlahan pelukannya semakin erat hingga membuat Tesla tidak dapat bernafas
"Le-paskan Ak-u dadamu membu-atku ti-dak bisa bernafas"
Istrinya itu melepaskan pelukan kemudian menariknya ke tempat tidur, secara tak sengaja tangan Tesla menyentuh dadanya.Suasana yang tadinya hening berubah menjadi sunyi.
Tesla melihat istrinya yang begitu bergairah, bahkan dia bisa merasakan suhu tubuhnya karena tangannya yang ada di dadanya.Detak jantungnya semakin cepat dan rasanya sangat panas.
"Memang kelembutannya berbeda daripada silikon tapi!"
Tesla melihat Istrinya yang gemetaran, dia tidak tega dengan hal itu.
Tiba-tiba suara langkah kaki terdengar oleh mereka berdua, Ri berusaha untuk keluar diam-diam karena tidak ingin mengganggu.
Spontan Tesla menoleh namun posisinya tidak berubah seakan dia tidak malu jika dilihat seperti itu, tapi hal itu wajar bagi seorang Ilmuwan yang hidupnya didedikasikan untuk ilmu pengetahuan.
Istrinya yang melepas tangannya, namun Tesla membalas dengan cara menariknya, akhirnya mereka berdua bisa tenang.Renner berada di pangkuan suaminya, terkadang Tesla memeluknya tiba-tiba.
"Mau kemana kamu Ri, ke sini dan ceritakan apa yang terjadi..."
"Tapi... apa saya tidak mengganggu?"
"Tidak sama sekali, duduklah"
Ri duduk di hadapan mereka dan mulai menceritakan keadaannya, Tesla sekali-kali memegang dada istrinya itu agar dia teralihkan dan tidak mendengar apa yang dikatakan Ri.Dan benar saja Renner tidak mendengar apapun.
"Yang Mulia! tolong selamatkan kakak saya!"
"Apa untu-"
Tiba-tiba Kant membuka pintu dan segera bersujud
"Yang Mulia maaf karena sudah lanca-"
"Langsung saja ke intinya!"
"Ada kereta kuda tanpa pengemudi membawa Tuan Philip, beberapa kali dia memanggil Yang Mulia sebelum pingsan"
"Philip! apa yang terjadi padanya?"
"Wajahnya mungkin tidak terlihat lagi seperti Tuan Philip namun pakaian yang Ia pakai menunjukkan bahwa dia adalah Tuan Philip, keadaannya begitu mengenaskan banyak sekali luka di tubuhnya"
"Apa yang sebenarnya terjadi, masalah yang satu belum selesai sudah ada masalah baru!"
Tiba-tiba Ri keluar penginapan, dia menangis ketika sedang berlari menuju kereta yang berada di gerbang Ibukota
"Tuan Philip!"
__ADS_1
Bagaimanakah kisah selanjutnya?