
...Chapter 25.6 : Pertarungan Yang Sengit...
Philip terbang perlahan ke arah Patron, terlihat jelas kalau Patron menunggu Philip untuk menghampiri dirinya. Pasukannya ia suruh berhenti sejenak. 100 Ksatria, terdiri dari beberapa kompi, satu kompi berjumlah 10 orang termasuk dengan ketuanya. Ketua Kompi ditandai dengan armor emas. Semua Ksatria adalah ras iblis.
Philip sampai, ia melihat ke arah Patron. Badan Patron begitu besar, tingginya mungkin 2 meter lebih, massa ototnya tampak jelas di kedua tangan dan dadanya, warna kulitnya begitu hitam pekat. Berbeda dengan Philip, badannya berevolusi menjadi Iblis Sejati, warna kulitnya merah darah, memiliki tanduk, dan sayap di punggungnya. Philip dan Patron saling tatap-menatap, kedua orang ini memikirkan hal yang sama.
Patron terkejut melihat Philip selamat dan malah berevolusi menjadi Iblis Sejati, Philip terkejut dengan keadaan Patron yang begitu banyak berubah, muncul sedikit keraguan di dalam hatinya. Tapi ia tidak bisa mundur lagi sekarang, karena tekadnya sudah sangat kuat untuk menyelamatkan Ra. Tak lama kemudian, Philip memulai percakapan sebelum ia menyerang.
“Patron, bagaimana jika kita bertarung 1 vs 1?” tanya Philip percaya diri
“Ha ha ha” Patron tertawa sangat keras, ia begitu meremehkan Philip. “Boleh saja” sambung Patron
“Untunglah dia mau menerima tantangan ini, tidak mungkin bagiku menghadapi Ksatria Iblis sebanyak ini sendirian.” Philip lega, tapi sepertinya Patron tidak berniat berduel dengan Philip. Hal itu tampak jelas pada senyuman palsunya.
Patron berbisik pada salah satu ketua Kompi di dekatnya “Maju.” Segera satu kompi maju menaati perintah dari Patron, “Jika kamu bisa melawan satu kompi ini, baru kita akan berduel” kata Patron senyum
Tampak keraguan pada ekspresi Philip, ia tidak yakin akan bisa menghadapi 10 Ksatria sekaligus. Tapi tidak ada pilihan lain lagi selain melawan mereka, Philip turun dan bersiap-siap menyerang. Ia memperhatikan armor, senjata, dan gerak gerik musuh dengan seksama, tanda bahwa ia sangat waspada.
“Dasar Patron pengecut, tapi aku tahu satu yang pasti darimu. Kamu tidak akan mengingkari janji yang telah kamu buat sendiri. Itu artinya Aku hanya perlu menghabisi Ksatria ini untuk berduel denganmu!” Philip menyakinkan dirinya sendiri agar mentalnya siap melawan 10 ksatria yang ada di hadapannya
Ketua Kompi memakai armor emas serta membawa dua pedang sihir yang ada di belakangnya. Ksatria yang menjadi bawahannya memakai armor besi dan membawa senjata pedang di pinggang mereka. Tidak ada yang berani menyerang duluan, Ketua Kompi menunggu perintah dari Patron, sedangkan Philip sedang berpikir bagaimana ia harus menyerang dan bertahan dari 10 Ksatria itu.
“Fire Ball” kata Philip mengarahkan tangan kanannya ke arah kompi tersebut. Bola api sebesar bola basket melesat dengan cepat, kompi itu terpecah menjadi dua bagian. Lima ke kiri dan lima ke kanan, bola api Philip ditangkis oleh Patron dengan mudahnya dengan menggunakan perisai pada dirinya.
Ketua Kompi mengambil pedang di punggungnya, tanda ia akan menyerang. Para Ksatria juga menarik pedang mereka dari sarungnya, sepertinya akan terjadi pengeroyokan. Philip segera antisipasi dengan cara mengeluarkan sihir jarak jauh lagi pada mereka.
“Shot Water”
Tembakan air melesat ke arah Ketua Kompi, kedua tangan Philip menembak ke kiri dan ke kanan. Para Ksatria menangkisnya dengan pedang, ketua Kompi meloncat ke atas samping kiri Philip. Kedua pedangnya di tebas ke arah Philip, tebasan itu membawa angin yang sangat kuat. Philip mengelak dengan meloncat mundur ke belakang.
Kedua pedang yang dipakai oleh Ketua Kompi bukanlah pedang sihir biasa, pedang itu dapat menerima energi sihir dan mentransfernya ke suatu objek untuk dimanipulasi penggunanya. Contohnya , Ketua Kompi menebas pedang itu di udara, ia mengalirkan energi sihir disaat yang bersamaan dan terjadilah manipulasi objek, udara ditekan hingga menjadi angin yang sangat kuat.
“Pedang sihir itu sangat berbahaya!” gumam Philip, ekspresi wajahnya tampak takut akan kekuatan pedang sihir itu.
Philip terbang ke atas, ia mendekati Ksatria dan menyerang mereka dari atas. “Fire Ball” bola api terus di tembakkan oleh Philip ke arah Ketua Kompi, tapi sepertinya serangan itu benar-benar tidak memberikan damage sama sekali. Tak lama berselang Ketua Kompi meloncat ke atas, kali ini ia melemparkan salah satu pedangnya ke arah Philip, Untung saja dewi fortuna sedang memihak Philip. Ia terbang ke lebih tinggi untuk menghindari tusukan pedang itu.
__ADS_1
Pedan itu menancap ke tanah, terjadi ledakan ketika pedang itu bersentuhan dengan tanah. Jika Philip terkena tusukan pedang itu, bisa dipastikan ia akan mati karena ledakan dari pedang tersebut. Energi sihir dikumpulkan pada satu titik di ujung, akibatnya jika ujung pedang terkena tekanan maka energi sihir yang menumpuk di dalam pedang akan meledak.
“Mereka menyerang tanpa komando!, apa mereka sengaja melakukan hal ini?” tanya Philip di dalam hatinya
Philip segera menyerang lagi, tapi kali ini ia hanya fokus menyerang satu Ksatria saja. Ia melesat sangat cepat ke arah target, disaat yang bersamaan pedang api muncul perlahan di tangan kanannya. Ia menebas pedang api itu ke arah Ksatria dengan cepat. Ia mundur segera, terbang ke atas. Ksatria itu terkena damage yang cukup fatal, ini karena ia tidak sempat mengelak dari serangan Philip.
Patron terkejut melihat serangan Philip yang begitu cepat, ia tak menyangka bahwa Philip dapat melakukan hal itu. Patron senang sekaligus cemas, ia senang karena akan mendapat lawan duel yang kuat, tapi di sisi lain ia juga takut pada Philip, akan kecepatan serangannya. Saat ini Patron merasa di atas angin, karena menurutnya Yang Mulia sudah dibereskan oleh Assassin Ninja, jika belum, maka masih ada pasukan utama yang sedang menuju kemari. Ia hanya menunggu laporan dari Panji tentang kematian Yang Mulia.
Perlahan tapi pasti Philip menyerang satu persatu Ksatria secara bergantian, tapi Ketua Kompi tidak akan membiarkan Philip menghabisi bawahannya lebih banyak lagi. Segera Ketua Kompi mengalirkan energi sihir yang sangat banyak ke dua pedangnya. Pedang itu mulai bercahaya, tanda energi sihir yang terkumpul sudah sangat banyak.
“Pedang itu benar-benar merepotkan, tapi Aku mempunyai rencana yang bagus untuk melawannya.” Kata Philip percaya diri, ia melesat bagai angin ke arah Ketua Kompi. Tapi saat sudah dekat ia tidak menyerang.
“Clone!” ucap Philip, lebih dari sepuluh clone Philip mengelilingi Ketua Kompi. Ketua Kompi bingung dan ragu, ia tak bisa menebas pedangnya sekarang, karena itu sama saja seperti membuang-buang energi sihir. Pedang sihir itu harus mengenai Philip yang asli, agar Clone Philip bisa lenyap dengan sendirinya dan ia bisa menang dari Philip.
Sepuluh Clone Philip menyerang secara bersamaan, ada yang menyerang dengan pedang api, beberapa menembakkan Shot Water, dan yang lain mengeluarkan bola api. Serangan itu benar-benar terfokus hanya untuk Ketua Kompi. Ia tidak sempat mengelak lebih cepat, akibatnya ia terkena serangan langsung. Ia segera meloncat dan melihat ada satu Clone Philip yang tidak menyerang dan hanya berlindung dari yang lainnya.
Ketua Kompi yakin bahwa Clone itu adalah Philip yang asli, ia turun di dekat Clone tersebut. Ia menebas kedua pedangnya, tebasan itu membawa angin dan api yang sangat cepat. Rumput yang terkena tebasan itu langsung terbakar hangus, tanah tergores akibat tebasan pedang tersebut. Philip tidak sempat mengelak, tebasan itu mengenai dadanya, seketika ia muntah darah.
Ketua Kompi bisa menarik nafas lega, ia sudah berhasil mengalahkan Philip walaupun ia tadi hampir dikalahkan. Bawahannya masih tersisa beberapa, Clone Philip mulai lenyap, tanda bahwa energi sihir Philip tidak cukup lagi untuk mempertahankan Clone nya itu. Patron ingin segera menepuk tangannya, karena ia melihat Clone Philip yang perlahan menghilang, tanda bahwa philip sudah kalah, tapi ia tertahan akan sesuatu.
Ketua Kompi dikalahkan, Ksatria yang tersisa kehilangan semangat dan harapan kemenangan mereka. Philip segera menghabisi mereka dengan cepat, pertarungan ini dimenangkan oleh Philip. Patron tersenyum melihat kemenangan itu, ia maju mendekati Philip.
“Bagus Philip, dengan ini kamu pasti bisa menghibur diriku” kata Patron sombong
Tapi jelas sekali terlihat bahwa Philip sudah menghabiskan energi sihirnya terlalu banyak, ia tidak kuat lagi untuk melawan Patron, bahkan untuk terbang saja ia tidak bisa lagi. Patron berinisiatif untuk memberikan potion pada Philip, salah satu Ksatria memberikan Patron beberapa potion penyembuh dan potion pemulih energi sihir, tampaknya Patron ingin Philip berduel dengannya dalam keadaan yang seimbang.
“Philip!, ambilah potion ini. Aku akan meladenimu dalam kondisi terbaikmu!” kata Patron melemparkan botol potion kearah Philip
“Sial!, Aku begitu diremehkan!. Tapi apa boleh buat, saat ini Aku benar-benar tidak berdaya.” Kata Philip mengambil potion yang tadi dilemparkan Patron
Philip meminum dua botol sekaligus, potion penyembuh dan potion pemulih energi sihir ia minum dengan sekali teguk saja. Awalnya memang tidak ada reaksi, tapi perlahan luka-luka Philip sembuh, energi sihirnya mulai pulih. Tapi disinilah mulai sesuatu yang aneh terjadi pada tubuh Philip. Tubuhnya perlahan mengeluarkan energi sihir yang berlebihan, tampaknya potion pemulih energi sihir itu adalah penyebabnya.
“Apa yang terjadi?, potion pemulih energi sihir itu tidak seperti ini. Efeknya terlalu besar!” kata Patron di dalam hati, ia memperhatikan energi sihir Philip yang melimpah-limpah hingga dapat dilihat dengan mata tanpa sihir
“Aku merasakan kekuatan yang sangat berlimpah!. Apa mungkin Yang Mulia memberikan Aku energi sihir kegelapan?” tanya Philip dalam hatinya
__ADS_1
Pertarungan kedua Kepala Keluarga ini akan segera dimulai, pasukan Patron menepi untuk memberikan ruang gerak bagi mereka berdua, Patron menyiapkan kuda-kudanya, Philip bersiap menyerang. Tapi wajahnya begitu menyeramkan, ekspresinya seperti ingin membunuh orang, di tambah lagi warna matanya merah darah, efek dari kelebihan energi sihir.
Philip terbang ke atas, ia mengeluarkan pedang api di tangan kanannya. Disaat yang bersamaan ia juga mengeluarkan bola api pada Patron, bola api yang ia keluarkan begitu besar, sebesar ukuran 6 kali ukuran bola basket. Patron tidak mengelak, ia menahannya dengan perisai yang selalu mengelilingi dirinya.
“Sepertinya kekuatanmu meningkat” kata Patron senang sekaligus cemas
Philip segera melancarkan serangan kedua, ia melesat dengan cepat ke arah Patron. Strategi yang sama ia terapkan, “Clone!.” Lebih dari dua puluh Clone Philip muncul di sekitar Patron, jelas sekali energi sihirnya meningkat sangat pesat. Tidak sampai di situ saja, Philip segera terbang ke atas lagi dan menembakkan bola api pada Patron disaat Clonenya menyerang Patron.
Serangan itu dilakukan dengan sangat cepat, Philip tahu kelemahan Patron adalah, ia tak bisa bergerak dengan cepat. Jadi jika diserang dengan cepat, Patron akan kelelahan. Tapi itu semua sebelum Patron mendapatkan kekuatan dari energi sihir yang telah ia kumpulkan, untuk beberapa saat Philip berhenti menyerang, ia ingin tahu apakah serangannya berhasil memberikan damage.
Debu menutupi area pertempuran, tak lama terlihat Patron yang masih baik-baik saja, tidak ada luka sama sekali di tubuhnya, tanda serangan Philip tidak mempan terhadap dirinya. Patron mulai berjalan perlahan, sepertinya ia ingin membalas serangan beruntun dari Philip. Ia melesat cepat ke arah Clone Philip, pukulan keras ia lakukan pada kepala salah satu Clone, akibatnya Clone itu lenyap menjadi energi sihir.
Tidak berhenti disitu saja, Patron menggenggam tangannya, sebuah perisai tiba-tiba ada di sekitar salah satu Clone Philip. Perisai itu mengecil dan semakin mengecil hingga membuat Cone itu mati karena terjepit perisai itu. Patron melasat lagi ke salah satu Clone Philip, kali ini ia mengincar lehernya, ia mencekik Clone itu hingga ia mati dan kemudian lenyap menjadi energi sihir.
Pembantaian itu terjadi sangat cepat, 20 Clone Philip satu persatu mati akibat serangan dari Patron. Sepertinya Patron menikmati momen-momen ia membunuh Clone Philip, ha itu terlihat jelas pada ekspresi wajahnya yang senang dan senyum jahat
“Sudah Aku duga, sepertinya Patron berada di level yang sangat berbeda dengan ku. Tidak ada pilihan lain selain menunggu Yang Mulia datang” kata Philip cemas
Clone Philip hanya tinggal beberapa orang saja, Clone Philip menjauh dari Patron. Di tengah-tengah pertarungan tersebut, Patron dikejutkan dengan ledakan yang asalnya dari Yang Mulia. Ledakan itu sangat jelas terdengar di telinga kedua orang tersebut, Philip memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang Patron.
Clone Philip yang masih tersisa mengeluarkan bola api secara bersamaan ke arah Patron, kemudian mereka mendekat dan akan menyerang dengan menggunakan pedang api. Patron dikejutkan lagi oleh Clone Philip yang menyerang secara membabi buta, perisainya sibuk menahan serangan dari para Clone. Patron memukuli satu persatu Clone itu hingga mereka tewas.
Tapi ketika Patron tengah sibuk menghadapi Clone tersebut, Philip yang asli diam-diam berjalan ke belakang dan menyerangnya dari sana. Ia melompat dan menebaskan pedang sihir milik Ketua Kompi yang ia ambil ketika Patron tengah sibuk tadi. Pedang itu sudah diisi dengan seluruh energi sihir yang ia punya, tebasan ini adalah serangan terakhirnya.
Perisai Patron tidak sempat menahan serangan itu, akibatnya Patron menerima seluruh damage tebasan itu. Ia muntah darah, perisainya mulai melemah, dan ia terjatuh ke tanah. Tampaknya Philip berhasil memenangkan pertarungan kali ini, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena energi sihirnya telah habis.
“Aku sudah menang Patron!” teriak Philip dengan bangga
Patron tidak merespon, ia tersenyum kecil. Perlahan tapi pasti, luka pada tubuhnya mulai beregenerasi. Philip terkejut, ia tak menyangka bahwa Patron memiliki kemampuan regenerasi seperti itu. Ia kesal sekali melihat serangan terakhirnya gagal.
Sebelumnya Patron menyuruh salah satu Ksatria untuk mengumpulkan seluruh warga dilubang sihir. Patron berniat membuat cadangan energi di sana. Jadi selama para warga masih menghasilkan energi sihir, akan sulit mengalahkan Patron. Karena ia terus saja mendapat pasokan energi sihir untuk menyerang maupun bertahan.
“Yang Mulia. Aku sudah mencapai batas ku. Aku tidak keberatan mati dalam pertarungan ini, tapi Aku mohon selamatkan Ra dari genggaman Patron yang keji ini!” kata Philip dalam hatinya memohon pada Yang Mulia, ekspresi wajahnya pasrah menunggu kedatangan Yang Mulia.
...*** Bersambung ***...
__ADS_1